Tampilkan postingan dengan label Ejakulasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ejakulasi. Tampilkan semua postingan

Ada apa dengan Disfungsi Ereksi dan Ejakulasi Dini?

Disfungsi Ereksi...Menjadi masalah yang paling umum dikeluhkan oleh kaum Adam, Apa dan bagaimana kiat-kiat menghadapinya. Simak kumpulan artikel berikut ini.



Disfungsi Ereksi
1.            11 Cara Cegah Disfungsi Ereksi
2.            Anda Disfungsi Ereksi?
3.            Belum Penetrasi Kok Sudah Selesai?
4.            Belum Tegak Udah Loyo
6.            Empat Saran agar Selalu Ereksi
7.            Ereksi, Bagaimana Terjadi?
8.            Ereksi Pagi Hari, Pertanda Sehat
18.        Impotensi Bisa Disembuhkan
23.        Anda Disfungsi Ereksi?
24.        Ereksi, Bagaimana Terjadi?
29.        Mengenal Gangguan Seksual

Ejakulasi Dini
32.        4 Teknik Penunda Ejakulasi
36.        Etika Ejakulasi

Ejakulasi Dini Hambat Kehamilan?



“Kami sudah menikah 10 tahun, tetapi sampai sekarang belum dikaruniai anak. Suami berumur 42 tahun, saya 38 tahun.
Suami mengalami ejakulasi dini, sehingga saya jarang sekali mencapai kepuasan bila melakukan hubungan intim. Walaupun tidak memuaskan, saya tetap bersedia melakukan hubungan intim  1-2 kali seminggu karena masih ingin hamil.

Pertanyaan saya, apakah karena ejakulasi dini dan jarang merasa puas, saya belum juga hamil sampai sekarang? Saya sudah periksa ke beberapa dokter ahli, tetapi hasilnya nihil. Dokter hanya menyarankan agar saya sabar menunggu. Sampai kapan harus menunggu, sementara usia kami terus bertambah?”

RS, Makassar

Tidak Berkaitan
Kehamilan hanya mungkin terjadi kalau berlangsung pembuahan sel telur wanita oleh sel spermatozoa pria. Pembuahan hanya mungkin terjadi kalau hubungan seksual dilakukan pada masa subur wanita. Hubungan seksual di luar masa subur wanita tidak akan menghasilkan pembuahan dan kehamilan.

Pembuahan lebih mudah terjadi kalau keadaan kesuburan pihak suami dan istri baik, dan tidak mengalami gangguan pada sistem reproduksinya. Sebaliknya, kalau kesuburan terganggu dan sistem reproduksi mengalami gangguan, kehamilan mengalami hambatan, bahkan mungkin tidak dapat terjadi.

Ejakulasi dini tidak mencerminkan ada tidaknya gangguan kesuburan. Tidak ada hubungan antara ejakulasi dini dengan keadaan kesuburan seorang pria. Artinya, seorang pria yang mengalami ejakulasi dini, kesuburannya mungkin saja normal. Sebaliknya, pria yang tidak mengalami ejakulasi dini, mungkin saja kesuburannya terganggu, bahkan mandul, sehingga tidak dapat menghasilkan kehamilan.

Gangguan Kesuburan
Ejakulasi dini yang dialami suami bukanlah penyebab Anda tidak hamil, walaupun telah 10 tahun menikah. Kecuali bila ejakulasi dini yang terjadi tergolong berat, sehingga tidak ada sperma yang masuk melalui vagina.

Pria yang menderita ejakulasi dini berat, mengalami ejakulasi sebelum penis masuk ke vagina. Jadi, selama ejakulasi terjadi di dalam vagina kemungkinan dapat menghamili tetap ada, asal kesuburannya baik dan di pihak Anda tidak ada gangguan.

Demikian juga walaupun Anda jarang mengalami orgasme. Orgasme tidak berperan bagi terjadinya pembuahan dan kehamilan. Jadi, walaupun Anda tidak pernah atau jarang mencapai orgasme, kehamilan tetap dapat terjadi.

Masalahnya, adakah gangguan kesuburan atau hambatan pada sistem reproduksi Anda dan suami, sehingga sampai saat ini Anda belum juga hamil? Seharusnya dari hasil pemeriksaan yang telah Anda alami, bila telah lengkap, dapat disimpulkan gangguan atau kelainan apa yang terjadi pada Anda dan suami.

Ini berarti bahwa Anda dan suami harus diperiksa dengan benar dan lengkap untuk membuat kesimpulan ada tidaknya gangguan. Setelah itu barulah dapat dilakukan langkah pengobatan atau tindakan yang tepat.

Namun, memang ada keadaan tertentu yang tidak dapat diatasi lagi. Misalnya kerusakan pada buah pelir sehingga spermatozoa tidak dapat diproduksi sama sekali atau kerusakan pada indung telur sehingga sel telur tidak dapat diproduksi.

Apakah Anda masih dapat hamil atau tidak, tergantung sejauh mana gangguan yang terjadi, baik pada diri Anda maupun suami. Mudah-mudahan hasil pemeriksaan yang dulu pernah Anda lakukan cukup lengkap, sehingga Anda dapat meminta penjelasan lagi kepada dokter yang memeriksa Anda.

Kalau tidak ada gangguan kesuburan pada diri Anda atau suami, tak mungkin kehamilan tidak terjadi dalam waktu yang lama ini.

Konsultasi dijawab oleh Prof Dr Wimpie Pangkahila SpAnd (Kompas,Jumat, 5 Februari 2010 )

Ejakulasi Dini, Periksa ke Mana?



T. Jika saya mempunyai masalah ejakulasi dini, ke dokter mana saya bisa konsultasi? Dokter keluarga atau dokter urologi?

J. Ejakulasi dini merupakan salah satu masalah paling umum dan bisa ditangani oleh dokter keluarga ataupun dokter urologi. Ingatlah bahwa ejakulasi dini dapat diatasi jika pasangan Anda turut terlibat dan membantu dalam mengatasinya. Jangan khawatir, sebagian besar orang berhasil mengatasi masalah ini, jika ditangani dengan baik. (Kompas,Kamis, 10/9/2009)

Ejakulasi Dini Tak Berarti Mandul

Kegelisahan istri berusia 35 tahun ini lengkap sudah. Selain tak kunjung hamil karena suami mengalami gangguan sperma, ia juga sulit orgasme karena suaminya ejakulasi dini. Adakah kaitan antara ejakulasi dini, orgasme, kesuburan, dan kehamilan? Tinggalkan informasi yang keliru!

"Saya berumur 35, suami 40 tahun. Kami sudah lima tahun menikah, tapi belum dikaruniai anak karena suami ejakulasi dini. Suami sudah diperiksa sperma, hasilnya tidak subur. Tertulis oligoasthenoteratozoospermia. Suami sudah diberi obat, tapi hasilnya belum ada dan spermanya tetap cepat keluar. Saya sangat jarang bisa puas saat berhubungan seks.

Yang mau saya tanyakan, apa arti sperma seperti di atas? Mengapa saya belum juga hamil? Apa mungkin saya bisa hamil kalau suami masih tetap ejakulasi dini? Apa mungkin saya bisa hamil kalau jarang mencapai orgasme? Bagaimana caranya agar saya bisa lebih sering merasakan orgasme dan juga agar bisa hamil?"
L.B., Semarang

Perlu periksa fisik
Agar terjadi kehamilan, kesuburan suami dan istri harus baik. Selain itu, tidak ada gangguan pada organ reproduksi sehingga sel spermatozoa dapat membuahi sel telur, kemudian tertanam di dalam rahim.

Kalau proses pembuahan tidak terjadi atau kalau proses tertanamnya hasil pembuahan di dalam rahim terganggu, kehamilan juga tidak terjadi. Kehamilan hanya terjadi kalau hubungan seksual dilakukan saat subur istri, yang terjadi sekali dalam kurang lebih sebulan.

Dari pemeriksaan sperma suami diketahui jumlah sel spermatozoa, gerakan, dan bentuknya tidak normal. Karena itu, kehamilan terhambat. Sayang, Anda tidak mencantumkan seberapa jauh terganggunya jumlah sel spermatozoa, persentase gerakan normalnya, dan berapa persen yang berbentuk normal.

Tentu perlu diketahui lebih jauh apa penyebab gangguan sperma itu. Diperlukan pemeriksaan fisik yang benar terhadap suami. Tanpa pemeriksaan fisik, tidak mungkin diketahui apa penyebab gangguan kesuburan. Boleh jadi ketidakberhasilan pengobatan karena penyebabnya tidak diatasi. Jadi pengobatan yang telah diterima perlu dievaluasi dokter Anda, apakah sudah benar atau tidak.

Informasi salah
Mengenai ejakulasi dini, sebenarnya tidak ada kaitan dengan hambatan kehamilan, kecuali tergolong berat. Ejakulasi dini berat berarti sudah terjadi sebelum penis masuk ke dalam vagina.

Kalau suami Anda mengalami ejakulasi dini berat, wajar bila kehamilan terhambat. Sebaliknya, kalau ejakulasi dini termasuk ringan atau sedang, yaitu sperma masih dapat masuk ke vagina, tidak akan menghambat terjadinya kehamilan.

Dalam masyarakat memang masih beredar informasi salah bahwa pria yang ejakulasi dini berarti tidak subur dan tidak mampu menghamili. Padahal, tidak ada hubungan antara ejakulasi dini (asal bukan yang berat) dengan terhambatnya kehamilan.

Dengan kata lain, ejakulasi dini bukan indikator pria mengalami gangguan kesuburan. Kalau Anda mengalami hambatan orgasme, itu jelas disebabkan suami mengalami ejakulasi dini. Karena itu, suami harus mendapat pengobatan ejakulasi dini. Diharapkan Anda bisa lebih lama melakukan hubungan seksual sehingga terjadi orgasme.

Yang perlu ditekankan, tidak ada pengaruh antara tidak terjadinya orgasme dengan tidak terjadinya kehamilan. Jadi kalau kesuburan suami dan Anda baik, kehamilan dapat terjadi walaupun Anda tidak orgasme.

Sebaliknya, meski Anda selalu orgasme, bila kesuburan suami terganggu, kehamilan pasti terhambat. Sekali lagi, ejakulasi dini bukan berarti tidak subur. Ejakulasi dapat diatasi dengan baik sehingga mampu mengontrol ejakulasi dan kehidupan seksual menjadi lebih baik. Di pihak lain, gangguan kesuburan pria juga dapat diatasi, tergantung penyebabnya dan sejauh mana terjadinya kerusakan organ reproduksi.

Konsultasi seksologi dijawab oleh Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, SpAnd. (kOMPAS,Jumat, 25/9/2009 )

Klimaks...Tapi Gagal Ejakulasi




T. Pasangan saya selalu gagal ejakulasi setelah berhubungan seks meskipun telah mencapai klimaks, mengapa demikian?
 

J. Orgasme pada pria selalu dekat dengan ejakulasi. Jarang bagi pria tidak mengalami ejakulasi. Ada sebuah kondisi yang disebut dengan ejakulasi mundur dimana air mani masuk ke dalam kandung kemih karena urat leher kandung kemih longgar, padahal ejakulasi seharusnya keluar melalui saluran kencing. Mintalah pasangan Anda periksa ke dokter untuk memastikan apakah dia menderita ejakulasi mundur.(Kompas,Rabu, 17/6/2009)

Lama Tak Ejakulasi, Sperma Jadi Kental?



T. Saya dengar jika seorang pria tidak berejakulasi dalam jangka waktu lama, spermanya akan sangat kental. Suami saya jarang menjalin hubungan seksual dengan saya serta tidak pernah beronani, tetapi mengapa sperma nya itu tidak kental? Akankah sperma menyegar didalam tubuhnya?

J. Selain kekentalan sperma, seorang pria berejekulasi lebih cepat dan volume sperma akan lebih banyak jika dia telah menurunkan frekuensi ejakulasinya. Pada kasus suami Anda, bisa jadi suami onani sewaktu mandi atau dia mungkin sering mimpi basah yang tidak Anda ketahui.(Kompas,Jumat, 14/8/2009)
 

Popular Posts

Cloud