Tampilkan postingan dengan label Gangguan Menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Menstruasi. Tampilkan semua postingan

Waspadai Kekurangan Zat Besi Saat Menstruasi

Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini sebaiknya lebih diwaspadai oleh perempuan terutama ketika sedang menstruasi.

Kekurangan zat besi paling umum terjadi pada perempuan saat mengalami menstruasi terutama jika ia tergolong menstruasi berat. Padahal zat besi penting untuk mempertahankan warna merah pada darah dan juga menjaga fungsi-fungsi dari organ yang ada di tubuh agar tetap bekerja optimal.

Zat besi merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sel darah merah, ia akan membuat hemoglobin substansi yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke jaringan yang ada di tubuh.



Semua perempuan yang masih mengalami menstruasi berisiko kekurangan zat besi akibat adanya darah yang hilang selama periode tersebut, karena saat tubuh kehilangan darah maka ia kehilangan zat besi pula, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (15/8/2011).

Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia, dan anemia karena kekurangan zat besi terjadi jika jumlah sel darah merah atau hemoglobin berada di bawah normal. Untuk itu menjaga kadar zat besi agar tetap ideal adalah hal yang sangat penting, karena jika terjadi anemia yang parah, maka kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Anemia yang dialami saat menstruasi diakibatkan oleh kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung kadar zat besi tinggi. Gejala yang muncul biasanya pucat, lemas, berkurangnya kekuatan otot, adanya perubahan kognitif serta terjadinya penurunan kinerja.

Untuk mencegah terjadinya anemia karena kekurangan zat besi, sebaiknya perempuan mengonsumsi makanan yang mengandung kaya zat besi selama menstruasi seperti kacang-kacangan, telur, unggas, daging merah, makanan laut, sayuran berdaun hijau tua (bayam).

Selain itu perempuan menstruasi juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung kadar vitamin C tinggi untuk membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh seperti brokoli, jeruk dan juga paprika.(detikhealth)

Sindrom Sheehan : Membuat Wanita Tidak Haid

Sindrom Sheehan adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kehidupan wanita yang mengalami kehilangan darah yang mengancam selama atau setelah melahirkan. Kehilangan darah yang parah dapat membahayakan tubuh. Pada Sindrom Sheehan, kerusakan terjadi pada kelenjar hipofisis - kelenjar kecil di dasar otak. Sekedar pengetahuan, Sindrom Sheehan jarang terjadi di negara-negara maju. Tapi di negara berkembang, sindrom ini masih mernjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan.

Gejala


Dalam banyak kasus, tanda-tanda dan gejala dari Sindrom Sheehan muncul perlahan-lahan, setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tetapi kadang-kadang - misalnya di dalam ibu menyusui - masalah yang mungkin muncul segera.


Tanda dan gejala dari sindrom Sheehan termasuk:
* Kesulitan menyusui atau ketidakmampuan untuk menyusui
* Tidak menstruasi (amenore) atau jarang terjadi menstruasi (oligomenorrhea)
* Kehilangan rambut kemaluan atau ketiak
* Tekanan darah rendah
* Kelelahan
* Berat badan menurun

Perawatan
Pengobatan untuk sindrom Sheehan adalah terapi penggantian hormon seumur hidup. Dokter kemungkinan merekomendasikan satu atau lebih dari obat berikut:Kortikosteroid, Levothyroxine (Levoxyl, Synthroid, lain), Estrogen, Hormon pertumbuhan.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.(detikhealth)

Silent Tiroiditis : Membuat Haid Tidak Teratur

Deskripsi

Silent Tiroiditis adalah peradangan kelenjar tiroid. Penyebab pasti untuk penyakit ini belum diketahui. Fakta yang ada menunjukkan bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Umumnya menyerang orang berusia 13-80 tahun.

Gejala
Gejala paling awal adalah kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme). Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 3 bulan, kadang ada yang kurang dari 3 bulan. Gejala biasanya ringan, gejala tersebut antara lain:



* Kelelahan
* Sering buang air besar
* Selera meningkat
* Keringat bertambah
* Periode menstruasi tidak teratur
* Iritabilitas
* Kram otot
* Gugup dan gelisah
* Berat badan menurun

Perawatan
Perawatan berdasarkan gejala-gejala. Penggunaan Beta-blocker dapat mengurangi denyut jantung cepat dan berkeringat berlebihan.

Sumber: medlineplus dan UMM. (detikhealth)

Amenore : Lama Tidak Haid ?

Deksripsi

Amenore adalah kondisi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi-- meskipun berdasarkan periode mentruasi seharusnya wanita tersebut mengalami menstruasi. Ada dua jenis amenore: amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer tidak mengacu pada periode menstruasi pada usia 16 tahun. Amenore sekunder terjadi bila sebelumnya tidak menstruasi, tetapi kemudian berhenti setelah periode. Jika wanita secara seksual aktif dan sehat, kehamilan adalah alasan yang paling mungkin terlambat haid. Tapi jika tidak, perlu segera mendapatkan perawatan.

Selain kehamilan, ada banyak penjelasan lain yang mungkin menyebabkan amenore. Tanda dan gejala amenore jarang akibat kondisi penyakit yang serius. Ada beberapa kemungkinan penyebab amenore:

Penyebab Amenore Sekunder
* Kehamilan
* Kontrasepsi
* Menyusui
* Stres
* Obat-obatan
* Ketidakseimbangan hormon
* Berat badan rendah
* Olahraga berlebihan
* Kerusakan tiroid
* Masalah di jaringan rahim
* Ketidakcukupan ovarium primer.

Penyebab Amenore Primer
* Kelainan kromosom
* Masalah hipotalamus
* Hipofisis
* Kurangnya organ reproduksi
* Struktural abnormal pada vagina

Gejala
Indikasi utama amenore adalah bahwa seseorang tidak memiliki periode menstruasi:
* Tidak mengalami periode menstruasi pada usia 16 tahun.
* Pada amenore sekunder, tidak mengalami menstruasi selama tiga sampai enam bulan atau lebih.

Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab amenore. Dokter mungkin menyarankan melakukan perubahan pada gaya hidup, berat badan, aktivitas fisik atau tingkat stres. Sedangkan pada Amenore tiroid atau disebabkan oleh gangguan hipofisis dapat diobati dengan obat-obatan.

Sumber: mayoclinic.

Menorrhagia, Haid dengan Pendarahan Berat dan Berkepanjangan

Deskripsi

Menorrhagia adalah istilah medis untuk periode menstruasi yang tidak normal, yaitu perdarahan berat atau berkepanjangan. Meskipun perdarahan menstruasi berat merupakan masalah umum di kalangan wanita premenopause, kebanyakan wanita tidak mengalami kehilangan darah yang cukup berat sehingga didefinisikan sebagai menoragia.

Dengan menorrhagia, setiap periode menstruasi dapat menyebabkan kehilangan darah yang cukup banyak dan kram. Sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika memiliki perdarahan menstruasi begitu berat sehingga takut haid, berkonsultasilah dengan dokter.

Penyebab

Dalam beberapa kasus, penyebab perdarahan menstruasi berat tidak diketahui, tetapi beberapa kondisi dapat menyebabkan menorrhagia. Penyebab umum dapat termasuk:

1. Ketidakseimbangan hormonal
2. Disfungsi dari ovarium
3. Uterine fibroid
4. Polip
5. Adenomiosis
6. Intrauterine device (IUD)
7. Komplikasi kehamilan
8. Kanker
9. Keturunan gangguan perdarahan
10. Obat-obatan
11. Kondisi medis lainnya. Sejumlah kondisi medis lainnya, termasuk penyakit radang panggul (PID), masalah tiroid, endometriosis, dan hati atau penyakit ginjal, mungkin terkait dengan menorrhagia.

Gejala

Tanda dan gejala menorrhagia dapat meliputi:

1. Perlu menggunakan pembalut ganda untuk mengontrol aliran menstruasi
2. Perlu bangun untuk ganti pembalut pada malam hari
3. Perdarahan selama seminggu atau lebih
4. Pembekuan darah besar keluar bersama dengan aliran menstruasi
5. Membatasi kegiatan sehari-hari karena aliran menstruasi berat
6. Gejala anemia, seperti kelelahan atau sesak napas

Pengobatan

Pengobatan khusus untuk menoragia didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk:

1. Kesehatan keseluruhan dan riwayat medis
2. Penyebab dan keparahan kondisi
3. Toleransi untuk obat tertentu, prosedur atau terapi
4. Rencana masa subur
5. Efek dari kondisi pada gaya hidup

Obat terapi untuk menoragia dapat meliputi:

1. Suplemen zat besi
2. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)
3. Kontrasepsi oral
4. Progesteron oral
5. Para hormonal IUD (Mirena)

Jika memiliki menorrhagia karena minum obat hormon, dokter mungkin dapat mengatasi kondisi tersebut dengan mengubah atau menghentikan konsumsi obat. Mungkin memerlukan perawatan bedah untuk menorrhagia jika terapi obat tidak berhasil. Pilihan perawatan bedah dapat termasuk:

1. Dilatasi dan kuretase (D & C)
2. Operatif histeroskopi
3. Endometrium ablasi
4. Endometrium reseksi
5. Histerektomi

Menoragia : Menstruasi Berlebih atau Berkepanjangan

Deskripsi
Pada suatu saat dalam kehidupan reproduksi wanita, mungkin pernah mengalami pendarahan hebat selama periode menstruasi. Ada sebagian perempuan yang saat periode menstruasinya datang sampai kehilangan banyak darah dan tidak dapat melakukan aktivitas. Istilah medis untuk periode seperti ini--menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan atau keduanya--disebut menoragia.

Meskipun menstruasi berat adalah keprihatinan umum di kalangan wanita premenopause, beberapa wanita mengalami kehilangan darah yang cukup berat sehingga didefinisikan sebagai menoragia. Jika perempuan mengalami perdarahan menstruasi begitu berat sehingga takut ketika periode menstruasi datang, sebaiknya menghubungi dokter.

Gejala
Tanda-tanda dan gejala menoragia dapat mencakup:
* Menstruasi flow yang membasahi melalui satu atau lebih pembalut pembalut atau tampon setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
* Kebutuhan untuk menggunakan pembalut ganda untuk mengontrol aliran menstruasi
* Menstruasi berlangsung lebih lama dari tujuh hari
* Aliran menstruasi yang mencakup pembekuan darah besar
* Menstruasi berat yang mengganggu aktivitas
* Kelelahan atau sesak napas (gejala anemia)

Perawatan
Pengobatan khusus untuk menoragia didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk:
* Riwayat kesehatan secara menyeluruh.
* Penyebab dan tingkat keparahan kondisi
* Rencana masa depan Anda melahirkan anak
* Efek dari kondisi pada gaya hidup

Terapi obat meliputi suplemen zat besi, Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID), kontrasepsi oral, oral progesteron.

Sumber: mayoclinic.

Menstruasi Anda, Normalkah?

Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi pada wanita tiap bulannya. Siklus ini umumnya terjadi ketika wanita memasuki usia pubertas (16 tahun) dan sebelum wanita mengalami menopause.

Normalnya, pendarahan menstruasi berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari dengan jumlah darah yang keluar lebih kurang 2-8 sendok makan. Seperti ditulis Sri Noor Verawaty dan Liswidyawati Rahayu, S.Si. dalam bukunya 'Merawat & Menjaga Kesehatan Seksual Wanita', satu siklus menstruasi rata-rata 28 hari, namun jika terjadi antara 24-35 hari masih masuk dalam kategori normal.

Siklus tersebut pun bisa berubah-ubah dari bulan ke bulan atau bisa tetap. Beberapa penyebab tidak teraturnya siklus menstruasi antara lain karena stres, penyakit tertentu, gizi buruk atau olahraga yang berlebihan. Meskipun siklus menstruasi yang tidak teratur biasanya dianggap normal, ada hal-hal yang perlu diwaspadai jika ada perubahan yang cukup signifikan. Menstruasi seperti apa yang perlu dikhawatirkan dan segera diperiksakan ke dokter? Sri dan Liswidyawati menguraikan 10 tanda-tanda menstruasi yang tidak normal.

1. Jika usia sudah mencapai 16 tahun tapi belum juga mengalami menstruasi pertama.

2. Periode menstruasi Anda yang biasanya ada tiba-tiba berhenti, padahal tidak hamil.

3. Pendarahan menstruasi berlangsung terlalu lama, hingga lebih dari 7 hari.

4. Panjang siklus menstruasi terpisah lebih lama dari 35 hari atau kurang dari 21 hari, terhitung sejak hari pertama pendarahan menstruasi terjadi hingga ke hari pertama pendarahan di siklus berikutnya.

5. Pendarahan menstruasi sangat banyak hingga Anda harus mengganti pembalut setiap 1 hingga 2 jam sekali.

6. Ada pendarahan yang terjadi di luar jadwal menstruasi biasanya (misalnya siklus menstruasi sudah selesai, namun dua atau tiga hari berikutnya terjadi pendarahan lagi).

7. Mengalami kram berat secara mendadak yang tidak seperti biasanya. Kondisi ini umumnya dialami 50 persen wanita selama 1 atau 2 hari saat menstruasi.

8. Mengalami periode menstruasi yang tidak teratur padahal Anda belum memasuki masa perimenopause (menjelang menopause).

9. Tidak mengalami periode menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih, padahal Anda belum memasuki masa perimenopause.

10. Tidak mengalami periode menstruasi sama sekali padahal Anda masih berada di tahun-tahun reproduksi dan belum menopause. (wolipop)

5 Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Haid

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi PMS (pre-menstruation syndrome) ketika datang bulan adalah dengan mengonsumsi biji gandum. Namun ternyata ada empat makanan lain yang bisa meredakan nyeri haid Anda saat menstruasi. Apa saja makanan tersebut? Simak daftar selengkapnya seperti yang dilansir dari She Knows (02/04) berikut ini.

Biji gandum
Serat pada biji gandum akan membuat keadaan tubuh Anda stabil ketika datang bulan. Kandungan karbohidrat di dalamnya juga merupakan suplai vitamin dan mineral bagi tubuh.

Sayuran berdaun hijau
Menurut Dr. Christine O'Connor dari The Gynecology Center, sayuran berdaun hijau akan membantu tubuh dalam proses pencernaan. Kandungan zat besi dan vitamin B pada sayuran berdaun hijau juga efektif dalam menjaga siklus menstruasi agar tetap normal.

Kacang
Kacang mengandung omega 3 dan lemak tak jenuh, sehingga kacang bisa dijadikan alternatif sebagai snack sehat saat datang bulan.

Buah segar
Sama seperti biji gandum, buah segar kaya akan serat yang akan membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan perut Anda.

Daging merah
Konsumsi daging merah yang kaya akan zat besi akan mencegah Anda dari anemia dan gejala PMS. Namun ingat, jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsinya.

Makanan yang harus dihindari
Selain lima jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi saat menstruasi, ada juga makanan yang harus Anda hindari, yaitu junk food. Junk food tidak rendah akan kalori, selain itu menurut studi terbaru, makan terlalu banyak junk food bisa menyebabkan depresi.

Setiap wanita berbeda
Ada hal penting yang perlu Anda ingat, yaitu kondisi yang dialami setiap wanita ketika PMS adalah berbeda. Oleh sebab itu Anda juga harus lebih pandai dalam mengatasi PMS Anda sesuai dengan kondisi Anda masing-masing.

Selain mengonsumsi makanan tersebut di atas untuk mengurangi rasa nyeri haid yang Anda alami, Anda juga bisa menentukan olahraga yang cocok dilakukan saat datang bulan.(merdeka)



Menstruasi Tidak Teratur? Itu Gejala PCOS!

Sindroma ovarium polikistik atau PCOS (Polycystic ovary syndrome) adalah gangguan hormonal yang sering terjadi pada wanita dan ditandai oleh kista ovarium. Meskipun semua data mengatakan bahwa itu terjadi pada 5-10% wanita saat ini, terutama pada kelompok usia muda. Untuk mengatasi masalah PCOS, Anda harus memahami akar penyebab di balik gangguan hormonal dan gejalanya sehingga dapat segera ditangani, seperti yang dilansir di Healthmeup.

Gejala PCOS:

1. Sulit menurunkan berat badan

2. Mestruasi tidak teratur

3. Tidak subur

4. Penipisan rambut atau kebotakan

5. Jerawat dan masalah kulit lainnya

6. Perubahan suasana hati/moody

7. Lesu

Jika Anda merasa mengalami gejala-gejala ini, sebaiknya Anda segera berkonsultasi dengan dokter dan mengambil tes darah untuk menentukan tingkat hormonal, dan USG ovarium untuk mendeteksi kista.

Meskipun ada banyak penyebab PCOS, salah satu penyebab PCOS adalah resistensi insulin atau sindroma metabolik. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat dan pola diet karbohidrat yang berat. Sebagian besar penderita PCOS memiliki kelebihan berat badan. Di sisi lain, banyak orang ramping yang memiliki obesitas perut yaitu ketika ukuran pinggang tidak proporsional atau lebih besar dibandingkan bagian tubuh yang lain. Ini adalah karakteristik dari sindrom metabolik yang disebabkan oleh resistensi insulin.

PCOS adalah ketidakseimbangan hormon yang terkait dengan cara tubuh memproses insulin setelah diproduksi oleh pankreas untuk mengatur gula darah (glukosa).

Resistensi insulin dapat menyebabkan PCOS dalam dua cara berbeda. Resistensi insulin mengurangi sensitivitas insulin di dinding sel Anda. Glukosa harus melewati dinding-dinding sel yang akan diubah menjadi energi. Insulin membantu proses ini, tetapi karena dinding sel telah menjadi tidak peka terhadap insulin, proses ini tidak bekerja.
Glukosa "memantul" dari dinding sel, tidak melewati melalui pintu insulin untuk dibakar sebagai energi. Karena pintu sel hampir tertutup, glukosa berhenti di dalam aliran darah dan menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang dikirim ke hati. Sesampainya di hati, gula diubah menjadi lemak dan disimpan melalui aliran darah ke seluruh tubuh.

Proses ini bisa menyebabkan penambahan berat badan dan obesitas. Inilah faktor kunci dalam menciptakan Sindrom ovarium polikistik atau PCOS. Gaya hidup sehat dan olahraga secara teratur dapat menghindarkan Anda dari bahaya PCOS, terutama bagi kaum wanita yang masih mengalami menstruasi.(merdeka)



5 Cara Mudah Melewati Datang Bulan

Pada masa menstruasi para wanita akan mempunyai rasa sensitivitas yang tinggi. Mereka menjadi mudah tersinggung, moody, malas, dan tak bergairah. Dr. Sadhana Kala, ginekolog dari Moolchand Women Hospital, memberikan 5 cara untuk melalui masa menstruasi dengan lebih mudah. Tips ini cukup sederhana untuk Anda terapkan di rumah.

1. Diet sehat
Anda sebaiknya meningkatkan konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, dan air mineral. Segelas susu hangat juga baik untuk tubuh. Hindarilah makanan pedas dan berminyak yang bisa memperburuk kondisi tubuh.

2. Hindari "pembengkakan" dan kembung
Anda disarankan untuk sering berolahraga secara teratur di pagi hari dan tidur malam selama 8 jam. Kebugaran tubuh Anda memperkuat ketahanan tubuh untuk melalui masa menstruasi.

3. Kebersihan
Ganti pembalut secara teratur setiap 4-6 jam sekali. Cucilah tangan sebelum dan sesudah menggantinya. Jika Anda merasa gatal dan keluar cairan berbau, segera konsultasi dengan dokter.

4. Mandi
Mandilah secara teratur setiap hari agar terhindar dari bau dan kemungkinan adanya infeksi. Anda sebaiknya juga memakai sabun pembersih kewanitaan dan mengganti celana dalam sebanyak 2-3 kali sehari.

5. Pakaian yang nyaman
Pakailah busana yang nyaman bagi tubuh. Denim dan kaos ketat akan sangat tidak nyaman bagi tubuh Anda. Pemilihan warna juga baik untuk meningkatkan mood dan memberi kesan positif (merdeka)


4 Cara terbaik atasi PMS

PMS adalah pre-menstruation syndrome atau sindrom pra-menstruasi yang biasanya dialami oleh beberapa wanita yang sedang mengalami siklus rutin menstruasi setiap bulannya. PMS biasa ditandai dengan adanya gangguan kesehatan seperti pusing, depresi, perasaan sensitif yang berlebihan, dan juga rasa nyeri pada bagian perut.

PMS sering dianggap menjadi salah satu hal yang mengganggu aktifitas harian wanita, namun ternyata ada cara terbaik untuk mengatasinya. Apa saja cara-cara tersebut? Simak daftarnya seperti yang dilansir dari Fitness Magazine (22/03) berikut ini.

Asupan magnesium
Para peneliti dari University of Reading in England menemukan fakta bahwa dengan memberi asupan magnesium ketika mengalami PMS, maka tubuh akan mampu mengurangi penyimpanan air dalam perut dan mencegah kembung. Para ahli tersebut juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 sampai 800 miligram magnesium setiap hari untuk membuat perut terasa lebih nyaman ketika PMS.

Banyak bergerak
Meskipun rasa malas atau nyeri membuat Anda enggan untuk bergerak, namun dengan berolahraga akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat perasaan lebih baik. Selain itu, berolahraga atau banyak bergerak akan meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh yang mampu mengurangi rasa sakit yang dialami.

Makan biji gandum
Jangan terlalu banyak mengonsumsi cokelat ketika menstruasi, karena hal itu akan membuat kadar gula dalam darah Anda naik turun dan tidak stabil. Hindari juga makanan putih (seperti ini) agar Anda merasa lebih baik karena jumlah gula tetap stabil. Sebagai gantinya, konsumsi makanan rendah gula seperti biji gandum agar perasaan Anda pun lebih nyaman.

Coba akupunktur
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Complementary and Alternative Medicine, hampir 40% wanita dewasa yang mengalami PMS menjalani akupunktur untuk meredakan gejala PMS mereka. Namun Anda juga bisa menggunakan jasa pijat apabila akupunktur susah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Coba aplikasikan keempat cara tersebut di atas untuk meredakan gejala PMS yang Anda alami ketika menstruasi! (merdeka)




Makanan Pereda Nyeri Haid

Ketika wanita sedang mengalami menstruasi, mereka sering mengeluh soal nyeri haid yang tidak nyaman. Nyeri perut, pusing, kelelahan, dan ketidakstabilan emosi, beberapa gangguan yang biasanya muncul sebelum dan selama menstruasi. Sebelum menstruasi, gejala ini dikenal dengan nama sindrom pra-menstruasi.

Jika kebetulan Anda sedang mengalami nyeri haid, sebelum atau selama menstruasi, tidak perlu buru-buru minum obat penghilang nyeri. Cobalah cara yang lebih sederhana untuk menghindari nyeri haid.

Caranya hanyalah dengan mengubah diet Anda. Ya, sesederhana itu! Bagaimana mengubah diet untuk meredakan nyeri haid? Ada beberapa makanan yang memiliki kemampuan untuk mengurangi keluhan akibat menstruasi dan membuat tubuh lebih berenergi. Nah, masukkan makanan berikut ini dalam diet Anda.

Karbohidrat kompleks

Sebelum dan selama haid, biasanya ada keinginan besar makan gula dan karbohidrat sederhana. Anda harus  memperhatikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi. “Yang terbaik adalah makan karbohidrat kompleks untuk menjaga tingkat energi tetap stabil. Ada beberapa yang bisa dipilih, seperti havermut, ubi merah atau pasta gandum dan nasi merah,” kata Marissa Lippert, seorang ahli gizi, seperti dikutip oleh Fitness.

Bukan hanya karena mengandung serat, karbohidrat kompleks dapat dicerna dengan lambat. Karbohidrat jenis ini juga merupakan sumber magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh selama menstruasi. Karbohidrat kompleks juga dapat meningkatkan produksi serotonin, zat kimia otak yang membuat Anda merasa jauh lebih baik.

Kacang-kacangan

Cobalah ngemil kacang selama menstruasi. Bukan hanya baik untuk pencernaan, kacang juga menjaga emosi Anda tetap stabil, yang biasanya cenderung tidak stabil selama menstruasi akibat dari nyeri hadi.

Susu atau yoghurt

Susu atau yoghurt juga sangat penting bagi wanita yang ingin menghilangkan nyeri haid. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang mengonsumsi 1.200 miligram kalsium per hari, akan merasakan nyeri haid mereka berkurang 30%. Ini dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi hanya 500 miligram kalsium. “Nutrisi yang banyak diperlukan wanita untuk mengatasi sindrom pra-menstruasi adalah kalsium,” kata Lippert.

Banyak pria cenderung menghindari wanita ketika mereka mengalami sindrom pra-menstruasi karena emosi yang tidak stabil dan karena wanita mudah marah. Sekarang, para pria dapat mencoba memberikan segelas susu jika wanita marah karena sedang mengalami nyeri haid.(intisarionline)


Waspadai Gangguan Haid

Haid merupakan siklus alamiah yang dialami setiap perempuan. Namun, ada beberapa gangguan atau kelainan haid yang perlu diwaspadai.

Siklus haid yang normal rata-rata datang antara 25-35 hari sekali, dengan interval 25-38 hari, dan normalnya berlangsung selama 3-7 hari. Sementara jumlah darah haid yang keluar rata-rata antara 20-80 cc. “Kalau orang awam, ukurannya mungkin bukan cc, tapi berapa jumlah pembalut yang dipakai dalam sehari. Siklus haid yang normal, kalau dihitung dari pemakaian pembalut rata-rata, adalah sekitar 3-4 kali ganti pembalut sehari,” kata Dr. Edihan, Sp.OG-FPOGS (Phi.) , dokter spesialis kebidanan dan kandungan Siloam Hospitals  Kebon Jeruk, Jakarta.

16 Tahun Belum Haid

Ada beberapa kondisi di mana siklus haid menjadi tidak teratur, atau muncul gangguan-gangguan. Gangguan pertama adalah jika sampai anak perempuan berusia 16 tahun belum pernah memperoleh haid. Jika ini terjadi, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui apakah ada kelainan atau hambatan. Misalnya, lubang kemaluan atau lubang vagina tidak terbentuk, tidak ada rahim, atau ada gangguan hormonal lain.

Gangguan kedua, jika darah haid keluar lebih banyak dari siklus biasanya. “Kalau ada perdarahan, harus dilihat. Kemungkinannya bisa gangguan hormonal (hormonal imbalance ), bisa juga gangguan organik,” lanjut Edihan. Misalnya, ada mioma, endometriosis, tumor, polip, dan sebagainya. Kalau gangguan hormonal, maka dokter akan memberikan obat-obatan hormonal. Semantara kalau ada gangguan organik, juga dilakukan tindakan sesuai penyebabnya.

Jumlah Pembalut

Gangguan berikutnya adalah darah haid tidak keluar (tidak pernah mendapat haid). “Harus dilihat dulu, kalau sejak awal tidak pernah haid, mungkin ada gangguan di rahimnya. Misalnya rahim tidak terbentuk atau selaput keperawanannya tidak berlubang atau terlalu tebal,” jelas Edihan. Kalau sebelumnya pernah mendapat haid, tetapi kemudian haid tidak datang, kemungkinannya adalah adanya gangguan hormonal. Harus ditanya, misalnya apakah sebelumnya ada riwayat pemakaian obat-obatan tertentu. Contohnya suntik KB, yang kadang-kadang bisa berpengaruh terhadap siklus haid.

Bisa juga kemungkinan adanya perlengketan di dalam rahimnya karena prosedur kuretase yang tidak benar. Bisa juga karena penyakit kronis yang sudah lama (misalnya TBC), malnutrisi atau gangguan gizi, atau gangguan hormonal seperti tiroid. Jadi, kata Edihan, harus diteliti dulu, karena faktor-faktor tadi juga bisa menyebabkan munculnya gangguan haid.

Siklus haid yang berubah menjadi memanjang juga harus diwaspadai. Misalnya, jika biasanya hanya 7 hari, lalu tiba-tiba sampai 10 hari, tentu harus diperiksa. “Kita lihat, rahimnya membesar apa tidak, karena ini bisa menunjukkan adanya tumor di dalam rahim atau gangguan hormonal yang menyebabkan dinding rahim menebal. Kalau penebalan dinding rahim dibiarkan terus-menerus, bisa ke arah kanker,” ujar Edihan.

Kadang-kadang pemakaian KB spiral (IUD) juga bisa menjadi penyebab siklus haid bertambah panjang. “Kalau seperti itu, dianjurkan dilepas dan ganti jenis KB lain.”

Pemakaian pembalut juga bisa menjadi indikasi gangguan siklus haid. Misalnya jika normalnya 3 - 4 kali ganti pembalut sehari, lalu tiba-tiba sehari bisa habis 6-8 pembalut. “Tentu ini tidak wajar, meskipun harus dilihat pola haidnya lebih dulu. Kalau dulunya cuma 3 kali ganti pembalut sehari lalu sekarang 6-8 pembalut, berarti memang ada sesuatu."

Nyeri Haid

Kadang-kadang, keluarnya darah haid juga disertai rasa nyeri dan rasa tidak nyaman, tapi umumnya ini berlangsung pada hari pertama saja dan masih normal selama masih bisa ditolerir. Akan tetapi, jika nyeri yang datang berkelanjutan dan sangat sakit, sebaiknya diperiksa. Kemungkinan yang paling sering adalah adanya kista endometriosis atau kista cokelat. Endometriosis adalah tumbuhnya endometrium (selaput lendir rahim) di tempat yang tidak semestinya. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid. Akibatnya, jaringan di mana selaput lendir ini abnormal ini tumbuh jadi rusak, meradang, dan menimbulkan nyeri.

Tapi, ada beberapa keadaan di mana sel-sel di dinding rahim tadi masuk ke otot-otot rahim. Ini yang disebut adenomiosis. Pada adenomiosis, sel-sel dari dinding rahim (endometrium) tumbuh dan tertanam ke dalam rahim, sehingga menyebabkan rasa nyeri hebat. "Sel-sel dinding rahim normalnya keluar/gugur keluar pada saat haid. Nah, pada adenomiosis, sel-sel pada dinding rahim ini keluar ke dinding panggul dan tertanam di sana. Jadi pada saat haid berdarah juga dan menyebabkan rasa nyeri," jelas Edihan.

Selain menyebabkan nyeri saat haid atau nyeri saat berhubungan badan, endometriosis juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan (infertilitas). “Tergantung perlengketannya di mana. Kalau perlengketannya di saluran tuba/telur, maka akan mengganggu fungsi kesuburan. Pasalnya sel telur tidak bisa lewat,” lanjut Edihan. Endometriosis biasanya muncul sekitar di rongga panggul. Tapi, pada beberapa kasus, bisa sampai ke tempat yang jauh, misalnya ke paru-paru, otak, dan sebagainya. Pada wanita, umumnya di sekitar rongga panggul.

Haid Pada Anak

Pada usia berapa seorang perempuan mulai memperoleh haid? Dewasa ini, karena faktor asupan gizi yang jauh lebih baik, rata-rata anak perempuan mulai memperoleh haid pada usia 10-11 tahun. Dan, pada 1-2 tahun pertama, normalnya haid memang masih belum begitu teratur karena hormon pada anak belum begitu seimbang. “Jadi, kalau pada awal-awal haid tidak teratur, ya masih normal. Misalnya haid 2 bulan sekali. Baru setelah 1-2 tahun, siklusnya mulai stabil,” kata Edihan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, baik oleh anak maupun orang tua. Oleh karena fungsi hormonal anak yang belum stabil, maka bisa terjadi perdarahan masif. Misalnya, jika normalnya darah haid yang keluar sekitar 80 cc (3-4 kali ganti pembalut sehari), kemudian karena fungsi hormonalnya yang belum stabil tiba-tiba menjadi lebih banyak dari biasanya. "Sebaiknya segera ke dokter untuk diperiksa apakah ada gangguan perdarahan, pembekuan darah, atau gangguan hormonal biasa. Biasanya, ada beberapa kasus, anak mengalami perdarahan hebat. Ini harus segera ditangani, karena perdarahannya sendiri bisa fatal akibatnya.”

Untuk mengantisipasi supaya anak tidak syok, yang paling penting adalah komunikasi orang tua dengan anak. Pada beberapa kasus, anak terkejut pada saat mengalami haid pertama karena kurang komunikasi. “Jadi, kalau anak sudah mendekati usia itu, sebaiknya orang tua menjelaskan secara gamblang,” saran Edihan

Jelang Menopause

Bagaimana jika pada perempuan usia menjelang menopause, tiba-tiba terjadi perdarahan atau haid lebih banyak dari biasanya? Ada 2 kemungkinan penyebab, yaitu karena gangguan hormonal yang tidak seimbang menjelang menopause, atau kemungkinan adanya kanker dinding rahim. “Harus dilihat dengan pemeriksaan USG, bahkan dilakukan biopsi dinding rahim untuk memastikan. Bisa juga karena adanya mioma, karena perdarahan tiba-tiba pada perempuan yang sudah mulai menopause sebagian besar karena keganasan (kanker),” jelas Edihan (tabloidnova)

5 Jenis Gangguan Menstruasi

Perempuan dapat memiliki berbagai masalah dengan menstruasi/haid mereka. Masalah tersebut dapat berupa tidak mengalami menstruasi sama sekali sampai menstruasi berat dan berkepanjangan.

Pola haid boleh saja tidak teratur, tetapi jika jarak antar menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 3 bulan, atau jika haid berlangsung lebih dari 10 hari maka Anda harus mewaspadai adanya masalah ovulasi atau kondisi medis lainnya.

1. Amenore


Amenore adalah tidak ada menstruasi. Istilah ini digunakan untuk perempuan yang belum mulai menstruasi setelah usia 15 tahun (amenore primer) dan yang berhenti menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya pernah menstruasi (amenore sekunder).

Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau masalah pertumbuhan. Amenore sekunder dapat disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas  gonadotropin (pengatur siklus haid), stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid, olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.

2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)


Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid). Gejala biasanya tidak dimulai sampai 13 hari sebelum siklus, dan selesai dalam waktu 4 hari setelah perdarahan dimulai.

Beberapa gejala PMS yang sering dirasakan:
  •     Payudara menjadi lembut dan bengkak
  •     Depresi, mudah tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
  •     Tidak tertarik seks (libido menurun)
  •     Jerawat berkala
  •     Perut kembung atau kram
  •     Sakit kepala atau sakit persendian
  •     Sulit tidur
  •     Sulit buang air besar (BAB)
3. Dismenore

Dismenore adalah menstruasi menyakitkan. Nyeri menstruasi terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 – 48 jam.

Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua, dismenore dapat disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.

Dismenore primer dapat diperingan gejalanya dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi seperti ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa sakit.

Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, maka kemungkinan merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.

4. Menoragia


Menoragia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia.

Penyebab utama menoragia adalah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi parah.

Menoragia juga bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan peradangan/infeksi pada vagina atau leher rahim.

5. Perdarahan Abnormal

Perdarahan vagina abnormal (di luar menstruasi ) antara lain:
  •     Pendarahan di antara periode menstruasi
  •     Pendarahan setelah berhubungan seks
  •     Perdarahan setelah menopause

Perdarahan abnormal disebabkan  banyak hal. Dokter Anda mungkin memulai dengan memeriksa masalah yang paling umum dalam kelompok usia Anda. Masalah serius seperti fibroid uterus, polip, atau bahkan kanker dapat menjadi sebab perdarahan abnormal.

Baik pada remaja maupun wanita menjelang menopause, perubahan hormon dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur (majalahkesehatan)

10 Tanda Menstruasi Tidak Normal yang Perlu Diwaspadai

 Menstruasi merupakan satu siklus yang terjadi pada wanita tiap bulannya. Siklus ini umumnya terjadi ketika wanita memasuki usia pubertas (16 tahun) dan sebelum wanita mengalami menopause.

Normalnya, pendarahan menstruasi berlangsung sekitar empat hingga tujuh hari dengan jumlah darah yang keluar lebih kurang 2-8 sendok makan. Seperti ditulis Sri Noor Verawaty dan Liswidyawati Rahayu, S.Si. dalam bukunya 'Merawat & Menjaga Kesehatan Seksual Wanita', satu siklus menstruasi rata-rata 28 hari, namun jika terjadi antara 24-35 hari masih masuk dalam kategori normal.

Siklus tersebut pun bisa berubah-ubah dari bulan ke bulan atau bisa tetap. Beberapa penyebab tidak teraturnya siklus menstruasi antara lain karena stres, penyakit tertentu, gizi buruk atau olahraga yang berlebihan. Meskipun siklus menstruasi yang tidak teratur biasanya dianggap normal, ada hal-hal yang perlu diwaspadai jika ada perubahan yang cukup signifikan. Menstruasi seperti apa yang perlu dikhawatirkan dan segera diperiksakan ke dokter? Sri dan Liswidyawati menguraikan 10 tanda-tanda menstruasi yang tidak normal.

1. Jika usia sudah mencapai 16 tahun tapi belum juga mengalami menstruasi pertama.

2. Periode menstruasi Anda yang biasanya ada tiba-tiba berhenti, padahal tidak hamil.

3. Pendarahan menstruasi berlangsung terlalu lama, hingga lebih dari 7 hari.

4. Panjang siklus menstruasi terpisah lebih lama dari 35 hari atau kurang dari 21 hari, terhitung sejak hari pertama pendarahan menstruasi terjadi hingga ke hari pertama pendarahan di siklus berikutnya.

5. Pendarahan menstruasi sangat banyak hingga Anda harus mengganti pembalut setiap 1 hingga 2 jam sekali.

6. Ada pendarahan yang terjadi di luar jadwal menstruasi biasanya (misalnya siklus menstruasi sudah selesai, namun dua atau tiga hari berikutnya terjadi pendarahan lagi).

7. Mengalami kram berat secara mendadak yang tidak seperti biasanya. Kondisi ini umumnya dialami 50 persen wanita selama 1 atau 2 hari saat menstruasi.

8. Mengalami periode menstruasi yang tidak teratur padahal Anda belum memasuki masa perimenopause (menjelang menopause).

9. Tidak mengalami periode menstruasi selama tiga bulan berturut-turut atau lebih, padahal Anda belum memasuki masa perimenopause.

10. Tidak mengalami periode menstruasi sama sekali padahal Anda masih berada di tahun-tahun reproduksi dan belum menopause.
(wolipop)
 

Popular Posts

Cloud