Tampilkan postingan dengan label Orgasme. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orgasme. Tampilkan semua postingan
T. Adakah perbedaan antara orgasme pria dan wanita, dan apa yang dimaksud dengan orgasme itu sendiri?
J. Orgasme adalah titik puncak kenikmatan dalam berhubungan seksual yang berkaitan dengan sisi psikologis dan syaraf manusia. Orgasme pada pria biasanya terjadi dalam waktu yang relatif lebih lama, baik dalam pencapaiannya maupun pengakhirannya, jika dibandingkan dengan orgasme wanita. Oleh karena itu, wanita cenderung mampu memiliki orgasme lebih dari satu kali dalam satu kegiatan seksual. ( Kompas,Selasa, 3/2/2009 )
T : Bagimanakan cara yang normal untuk melambatkan klimaks semasa melakukan hubungan seks? Karena saya hanya bisa bertahan 5 menit sebelum akhirnya klimaks. Sedangkan istri saya perlu waktu cukup lama untuk mencapai orgasme.
J : Coba lakukan masturbasi dan ejakulasi beberapa jam sebelum berhubungan dengan istri anda. Anda perlu berlatih dengan metode "start & stop" ketika berhubungan seks. Kendalikan kecepatan gerak anda dan keluarkan penis ketika gairah anda meninggi. Di saat penis sedang di luar, anda bisa menggunakan tangan atau lidah ataupun metode lain untuk tetap membuat istri anda bergairah. Setelah anda lebih tenang dan dapat mengendalikan diri, lakukan lagi penetrasi.(Kompas,Jumat, 15 Januari 2010)
"Terus terang, saya sering membandingkan mantan suami dengan suami sekarang. Dulu, dengan almarhum, saya selalu merasakan orgasme beberapa kali. Jadi setiap berhubungan, saya merasa puas. Sebaliknya, dengan suami sekarang, saya jarang sekali bisa orgasme.
Saya tidak berani menyampaikan ini, takut dia tersinggung. Setahun menikah, saya hanya dua kali orgasme. Saya terganggu dengan keadaan ini. Kini saya malas dan tak ingin berhubungan. Keadaan ini membuat suami kadang jengkel.
Mengapa dengan almarhum saya selalu bisa orgasme, bahkan hingga beberapa kali, tetapi dengan suami sekarang tidak? Almarhum ataukah saya yang sekarang mengalami gangguan? Bagaimana caranya agar saya bisa puas lagi seperti dulu?"
I N, Jakarta
Hambatan pada Suami
Kualitas hubungan seksual ditentukan oleh fungsi seksual kedua pihak sebagai satu pasangan. Kalau fungsi seksual salah satu pihak terganggu atau tidak optimal, pasangan juga akan merasa terganggu. Jadi, kalau seseorang mengalami suatu gangguan fungsi seksual, mungkin penyebabnya pasangan yang mengalami gangguan fungsi seksual.
Ada banyak penyebab yang memengaruhi fungsi seksual seseorang, yang pada dasarnya dibagi atas dua kelompok, yaitu faktor fisik dan psikis. Penyebab fisik misalnya penyakit tertentu, kadar hormon menurun, dan gaya hidup tidak sehat. Penyebab psikis antara lain kejenuhan, kekecewaan, stres, dan komunikasi yang terhambat.
Jadi kalau Anda dengan suami sekarang hampir tidak pernah orgasme, sedangkan dengan suami dulu selalu merasakan, berarti ada sesuatu yang menghambat. Hambatan ini tampaknya berasal dari suami. Masalahnya, hambatan apa yang mengganggu Anda.
Untuk mengetahui, mungkin Anda dapat mengevaluasi apa yang Anda alami atau rasakan bersama suami, khususnya ketika melakukan hubungan seksual. Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan adalah sebagai berikut. Pertama, bagaimana komunikasi Anda dan suami? Adakah hambatan dalam berkomunikasi sehari-hari? Kedua, adakah masalah yang secara psikis menghambat Anda ketika berhubungan seksual? Adakah sikap suami yang Anda rasakan tidak menyenangkan?
Ketiga, bagaimana fungsi seksual suami, khususnya ereksinya dan kemampuan mengontrol ejakulasi agar tidak cepat terjadi? Keempat, apakah posisi hubungan seksual terasa nyaman bagi Anda sehingga cukup menerima rangsangan? Kalau terjadi salah satu atau lebih hal di atas, itulah yang menjadi penyebab Anda tidak orgasme. Dengan demikian, bukan hal yang aneh kalau suami Anda dulu mampu memberikan kepuasan seksual kepada Anda, walaupun usianya lebih tua daripada suami sekarang. Dengan suami dulu, boleh jadi tidak terjadi hambatan seperti di atas.
Jadi untuk mengatasi masalah Anda, cobalah ketahui dulu apa penyebabnya. Selanjutnya penyebab itu diatasi bersama. Namun, kalau ingin memberikan pengobatan secara profesional, ya Anda dan suami harus berkonsultasi dengan tenaga ahli. Sebagai contoh, kalau penyebabnya karena suami mengalami gangguan ereksi atau ejakulasinya terlampau cepat, suami harus mendapat pengobatan.
Konsultasi dengan pakar seksologi Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And (Kompas,Selasa, 16 Juni 2009)
Saya tidak berani menyampaikan ini, takut dia tersinggung. Setahun menikah, saya hanya dua kali orgasme. Saya terganggu dengan keadaan ini. Kini saya malas dan tak ingin berhubungan. Keadaan ini membuat suami kadang jengkel.
Mengapa dengan almarhum saya selalu bisa orgasme, bahkan hingga beberapa kali, tetapi dengan suami sekarang tidak? Almarhum ataukah saya yang sekarang mengalami gangguan? Bagaimana caranya agar saya bisa puas lagi seperti dulu?"
I N, Jakarta
Hambatan pada Suami
Kualitas hubungan seksual ditentukan oleh fungsi seksual kedua pihak sebagai satu pasangan. Kalau fungsi seksual salah satu pihak terganggu atau tidak optimal, pasangan juga akan merasa terganggu. Jadi, kalau seseorang mengalami suatu gangguan fungsi seksual, mungkin penyebabnya pasangan yang mengalami gangguan fungsi seksual.
Ada banyak penyebab yang memengaruhi fungsi seksual seseorang, yang pada dasarnya dibagi atas dua kelompok, yaitu faktor fisik dan psikis. Penyebab fisik misalnya penyakit tertentu, kadar hormon menurun, dan gaya hidup tidak sehat. Penyebab psikis antara lain kejenuhan, kekecewaan, stres, dan komunikasi yang terhambat.
Jadi kalau Anda dengan suami sekarang hampir tidak pernah orgasme, sedangkan dengan suami dulu selalu merasakan, berarti ada sesuatu yang menghambat. Hambatan ini tampaknya berasal dari suami. Masalahnya, hambatan apa yang mengganggu Anda.
Untuk mengetahui, mungkin Anda dapat mengevaluasi apa yang Anda alami atau rasakan bersama suami, khususnya ketika melakukan hubungan seksual. Beberapa hal yang perlu Anda pikirkan adalah sebagai berikut. Pertama, bagaimana komunikasi Anda dan suami? Adakah hambatan dalam berkomunikasi sehari-hari? Kedua, adakah masalah yang secara psikis menghambat Anda ketika berhubungan seksual? Adakah sikap suami yang Anda rasakan tidak menyenangkan?
Ketiga, bagaimana fungsi seksual suami, khususnya ereksinya dan kemampuan mengontrol ejakulasi agar tidak cepat terjadi? Keempat, apakah posisi hubungan seksual terasa nyaman bagi Anda sehingga cukup menerima rangsangan? Kalau terjadi salah satu atau lebih hal di atas, itulah yang menjadi penyebab Anda tidak orgasme. Dengan demikian, bukan hal yang aneh kalau suami Anda dulu mampu memberikan kepuasan seksual kepada Anda, walaupun usianya lebih tua daripada suami sekarang. Dengan suami dulu, boleh jadi tidak terjadi hambatan seperti di atas.
Jadi untuk mengatasi masalah Anda, cobalah ketahui dulu apa penyebabnya. Selanjutnya penyebab itu diatasi bersama. Namun, kalau ingin memberikan pengobatan secara profesional, ya Anda dan suami harus berkonsultasi dengan tenaga ahli. Sebagai contoh, kalau penyebabnya karena suami mengalami gangguan ereksi atau ejakulasinya terlampau cepat, suami harus mendapat pengobatan.
Konsultasi dengan pakar seksologi Prof.Dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And (Kompas,Selasa, 16 Juni 2009)
Karena tinggal berlainan kota, pasangan yang telah bertunangan ini menggunakan SMS untuk berkomunikasi. Mereka bahkan memanfaatkannya untuk urusan bercinta. Bisa orgasme pula! Adakah bahayanya? Apakah orang lain bisa mengalami hal yang sama?
“Saya seorang wanita berumur 23 tahun. Tahun depan akan melangsungkan pertunangan dengan pacar yang berusia 28 tahun. Kami berpacaran sudah ± 1,5 tahun. Dalam setahun ini pacar saya mendapatkan pekerjaan di kota asal. Jadi kami berpacaran jarak jauh. Pertemuan kami kadang sebulan sekali atau sebulan dua kali. Selama ini komunikasi kami lancar-lancar saja.
Saya sebagai wanita sangat agresif sekali. Setiap bulan sekali saya sangat ingin bercinta dengan dia, dan hal ini atau rasa ingin bercinta ini saya sampaikan lewat SMS. Pacar saya pun menanggapinya juga lewat SMS. Jadi kami bercinta lewat SMS.
Hal inilah yang meresahkan saya, karena setelah bercinta di SMS saya merasa puas dan lega, badan dan emosi pun ikut lelah. Bahayakah hal ini bila berlanjut terus-menerus?
Setiap bertemu, kami pasti melakukan oral seks. Kami berdua menerima dan setuju dengan melakukan oral seks ini. Oral seks seperti menjadi sarana bagi kami berdua untuk mengungkapkan hasrat dan rasa rindu setelah lama tidak bertemu.
Setelah oral seks, saya mengalami keputihan, warnanya putih susu, yang mengakibatkan rasa gatal di daerah vagina saya. Yang ingin saya tanyakan, keputihan ini disebabkan apa? Apakah hal ini disebabkan vagina terlalu lama dirangsang? Keputihan ini keluar terlebih saat akan haid, dan setelah haid tidak keluar lagi. Mengapa? Bagaimana mengatasi keputihan dan rasa gatal tersebut?”
Ana, Yogyakarta
Tak perlu khawatir
Bercinta lewat SMS? Mungkin yang Anda maksud adalah saling mengungkapkan perasaan melalui SMS, disertai kata-kata erotis sebagai pengganti hubungan seksual.
Banyak orang merasa terangsang dan mengalami reaksi seksual dengan cara itu. Hal ini berarti mereka terangsang karena menerima rangsangan secara psikis lewat kalimat erotis melalui SMS itu. Jadi, langkah itu tanpa rangsangan fisik, seperti ciuman dan rabaan. Sebagian orang kemudian melakukan masturbasi sampai mencapai orgasme setelah merasa terangsang karena kalimat yang erotis di SMS itu.
Saya tidak tahu apa yang Anda maksud dengan “merasa puas dan lega, badan dan emosi pun ikut lelah”. Apakah Anda ingin mengatakan bahwa Anda sampai mencapai orgasme karena menerima rangsangan melalui SMS itu, kemudian merasakan kepuasan seksual karena emosi ikut terlibat jauh?
Kalau benar Anda dapat mencapai orgasme dan merasa puas, saya pikir tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Tidak akan terjadi bahaya mencapai orgasme karena rangsangan melalui kata-kata erotis lewat SMS. Justru tidak ada risiko apa pun yang terjadi. Namun, mencapai orgasme hanya karena menerima rangsangan melalui kata-kata erotis, apalagi lewat SMS, tergolong langka.
Dasarnya kesepakatan
Mengenai seks oral, itu adalah pilihan yang dengan sadar Anda lakukan bersama calon tunangan Anda. Tentu Anda dan dia telah mempertimbangkan dari berbagai segi, sampai sepakat mau melakukan itu dan tidak melakukan hubungan seksual karena belum menikah.
Tidak sedikit yang berpendirian seperti Anda. Hubungan seksual tidak boleh karena belum menikah, tetapi mau melakukan seks oral. Tentu saja pendirian ini belum tentu benar dan dapat didiskusikan.
Seks oral tidak menimbulkan akibat buruk asal memang dikehendaki bersama oleh pasangan itu, menyenangkan kedua pihak, dan keduanya berada dalam keadaan sehat, baik kelamin maupun mulutnya.
Sebaliknya, kalau seks oral dilakukan dalam keadaan terpaksa dan tidak menyenangkan, itu dapat menimbulkan trauma psikis bagi yang merasa terpaksa. Kalau kelamin sedang mengalami infeksi, maka dapat terjadi penularan ke dalam lapisan mulut.
Demikian juga kalau lapisan mulut sedang mengalami infeksi karena tertular penyakit kelamin, infeksi dari mulut dapat menulari kelamin yang menyentuhnya. Selanjutnya, terjadi proses saling menulari.
Mengenai keputihan yang Anda alami, mungkin saja itu keputihan yang normal terjadi pada sekitar masa subur karena keputihan itu terjadi sebelum menstruasi dan setelah menstruasi keputihan itu hilang.
Kalau keputihan itu tidak normal karena infeksi tertentu, tetap saja hal itu akan terjadi walaupun telah terjadi menstruasi. Namun, adanya rasa gatal yang menyertai keputihan dapat memunculkan dugaan kemungkinan adanya infeksi yang menyebabkan keputihan itu
Untuk memastikan apa penyebab keputihan itu, tentu diperlukan pemeriksaan. Setelah itu barulah dapat diberikan pengobatan yang tepat. @
Konsultasi dijawab oleh Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And (Kompas,Selasa, 16 Februari 2010)
“Saya seorang istri berumur 29 tahun, menikah dua tahun lalu, mempunyai satu anak. Hubungan seksual kami berlangsung baik, saya cukup puas. Masalahnya, kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, terutama kalau suami sedang bertugas ke luar kota.
Pengalaman seperti itu saya rasakan setelah berusia 20 tahun. Kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, sampai terjaga. Padahal, saya tak bermimpi dan tidak melakukan masturbasi ataupun memikirkan tentang seks.
Pertanyaan saya, apakah hal itu normal dan biasa terjadi pada wanita? karena sepengetahuan saya, orgasme bisa terjadi kalau ada hubungan seksual atau dengan sengaja melakukan masturbasi.
Pengalaman ini tidak mengganggu. Saya hanya ingin mendapatkan penjelasan sehingga saya mengerti tentang pengalaman tersebut.”
Y.T., Makassar
"Nocturnal orgasm"
Peristiwa seksual yang Anda alami bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Kejadian itu juga dialami oleh orang lain, baik pria maupun wanita. Peristiwa itu disebut nocturnal orgasm, yang berarti orgasme yang terjadi malam hari, sewaktu tidur. Pada pria biasanya disertai dengan ejakulasi, yaitu keluarnya sperma, yang disebut nocturnal ejaculation.
Orgasme yang terjadi pada saat tidur juga merupakan puncak reaksi seksual, sama seperti orgasme yang terjadi karena hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya.
Reaksi seksual muncul karena ada rangsangan seksual, baik fisik maupun psikis. Rangsangan seksual yang diterima selama tidur juga dapat berbentuk rangsangan fisik maupun psikis.
Rangsangan fisik yang diterima saat tidur dapat berupa rangsangan yang tidak disengaja pada bagian tubuh peka rangsangan, misalnya rangsangan dari pakaian, selimut, atau guling. Kalau rangsangan psikis, misalnya mimpi erotis yang muncul dari akumulasi rangsangan seksual yang pernah diterima sebelumnya, baik fisik ataupun psikis.
Sekitar 50 persen wanita
Orgasme selama tidur malam pernah dialami oleh hampir semua pria, dan oleh lebih 50 persen wanita. Ternyata, wanita yang sudah pernah mengalami orgasme lebih besar kemungkinannya mengalami orgasme malam hari dibandingkan dengan wanita yang belum pernah mengalami orgasme.
Perbedaan persentase antara pria dan wanita disebabkan antara lain oleh perbedaan anatomi kelamin pria dan wanita, yang memungkinkan pria lebih mudah dan lebih sering menerima rangsangan secara fisik langsung pada kelamin.
Orgasme selama tidur malam bukan hanya terjadi pada mereka yang belum menikah, tetapi juga dialami oleh mereka yang sudah menikah. Ini terjadi bila, karena sesuatu hal, pasangan itu tidak dapat melakukan aktivitas seksual, padahal sudah terjadi reaksi seksual akibat rangsangan seksual yang diterima sebelumnya, apakah berupa rangsangan psikis ataupun rangsangan fisik.
Kalau Anda mengalami peristiwa itu, khususnya bila suami sedang pergi ke luar kota, itu merupakan sesuatu yang wajar. Akumulasi rangsangan seksual yang tidak diekspresikan dalam bentuk hubungan seksual menyebabkan terjadi pelepasan seksual dalam bentuk orgasme ketika tidur.
Jadi, memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari peristiwa itu, apalagi Anda sendiri menyadari bahwa peristiwa seksual itu tidak mengganggu. @
Konsultasi dijawab Prof, Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And.(Kompas,Jumat, 5 Maret 2010)
Pengalaman seperti itu saya rasakan setelah berusia 20 tahun. Kadang-kadang saya merasakan orgasme sewaktu tidur, sampai terjaga. Padahal, saya tak bermimpi dan tidak melakukan masturbasi ataupun memikirkan tentang seks.
Pertanyaan saya, apakah hal itu normal dan biasa terjadi pada wanita? karena sepengetahuan saya, orgasme bisa terjadi kalau ada hubungan seksual atau dengan sengaja melakukan masturbasi.
Pengalaman ini tidak mengganggu. Saya hanya ingin mendapatkan penjelasan sehingga saya mengerti tentang pengalaman tersebut.”
Y.T., Makassar
"Nocturnal orgasm"
Peristiwa seksual yang Anda alami bukanlah sesuatu yang aneh atau tidak biasa. Kejadian itu juga dialami oleh orang lain, baik pria maupun wanita. Peristiwa itu disebut nocturnal orgasm, yang berarti orgasme yang terjadi malam hari, sewaktu tidur. Pada pria biasanya disertai dengan ejakulasi, yaitu keluarnya sperma, yang disebut nocturnal ejaculation.
Orgasme yang terjadi pada saat tidur juga merupakan puncak reaksi seksual, sama seperti orgasme yang terjadi karena hubungan seksual atau aktivitas seksual lainnya.
Reaksi seksual muncul karena ada rangsangan seksual, baik fisik maupun psikis. Rangsangan seksual yang diterima selama tidur juga dapat berbentuk rangsangan fisik maupun psikis.
Rangsangan fisik yang diterima saat tidur dapat berupa rangsangan yang tidak disengaja pada bagian tubuh peka rangsangan, misalnya rangsangan dari pakaian, selimut, atau guling. Kalau rangsangan psikis, misalnya mimpi erotis yang muncul dari akumulasi rangsangan seksual yang pernah diterima sebelumnya, baik fisik ataupun psikis.
Sekitar 50 persen wanita
Orgasme selama tidur malam pernah dialami oleh hampir semua pria, dan oleh lebih 50 persen wanita. Ternyata, wanita yang sudah pernah mengalami orgasme lebih besar kemungkinannya mengalami orgasme malam hari dibandingkan dengan wanita yang belum pernah mengalami orgasme.
Perbedaan persentase antara pria dan wanita disebabkan antara lain oleh perbedaan anatomi kelamin pria dan wanita, yang memungkinkan pria lebih mudah dan lebih sering menerima rangsangan secara fisik langsung pada kelamin.
Orgasme selama tidur malam bukan hanya terjadi pada mereka yang belum menikah, tetapi juga dialami oleh mereka yang sudah menikah. Ini terjadi bila, karena sesuatu hal, pasangan itu tidak dapat melakukan aktivitas seksual, padahal sudah terjadi reaksi seksual akibat rangsangan seksual yang diterima sebelumnya, apakah berupa rangsangan psikis ataupun rangsangan fisik.
Kalau Anda mengalami peristiwa itu, khususnya bila suami sedang pergi ke luar kota, itu merupakan sesuatu yang wajar. Akumulasi rangsangan seksual yang tidak diekspresikan dalam bentuk hubungan seksual menyebabkan terjadi pelepasan seksual dalam bentuk orgasme ketika tidur.
Jadi, memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari peristiwa itu, apalagi Anda sendiri menyadari bahwa peristiwa seksual itu tidak mengganggu. @
Konsultasi dijawab Prof, Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And.(Kompas,Jumat, 5 Maret 2010)
SEJAK menikah 10 tahun lalu, ia belum pernah merasakan kenikmatan ejakulasi. Kasihan, ya? Saat sperma keluar, ia tidak merasakan apa-apa. Apakah masalah seperti itu bisa diobati?
“Saya seorang pria berumur 38 tahun. Sudah menikah selama 10 tahun. Saya tidak mempunyai masalah seksual. Namun, sejak menikah, saya tidak merasakan kenikmatan saat ejakulasi. Jadi, saat sperma keluar, saya tidak merasakan kenikmatan. Saya tidak merasakan apa-apa.
Yang ingin saya tanyakan, apa kelainan yang saya alami ini? Apa yang menyebabkan saya tidak merasakan kenikmatan saat ejakulasi? Apakah masalah saya bisa diobati?
Ke mana saya harus berobat? Setahu saya, klinik yang ada hanya menangani masalah impotensi, langsung dengan suntikan di penis dan semprot.”
E.B., Jakarta
Jarang Terjadi
Saya pikir, Anda dan pembaca lain perlu mengetahui bahwa gangguan fungsi seksual (disfungsi seksual) pada pria bukan cuma disfungsi ereksi (impotensi) dan ejakulasi dini. Disfungsi seksual pria ada beberapa macam, yaitu gangguan dorongan seksual, disfungsi ereksi, ereksi berkepanjangan, ejakulasi dini, ejakulasi terhambat, dan disfungsi orgasme.
Karena ada beberapa jenis disfungsi seksual, pengobatan setiap jenisnya tidak sama. Artinya, pengobatan disfungsi orgasme pasti tidak sama dengan pengobatan disfungsi ereksi atau gangguan dorongan seksual dari yang lain.
Pada pria normal, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi. Karena itu, ketika mengalami ejakulasi, pria juga merasakan kenikmatan seksual (orgasme).
Namun, dapat terjadi orgasme tanpa ejakulasi sehingga, ketika merasakan kenikmatan seksual, tidak terjadi ejakulasi. Sebaliknya, dapat terjadi ejakulasi tanpa orgasme. Jadi, ketika mengalami ejakulasi, tidak terasa kenikmatan seksual. Inilah yang terjadi pada pria yang mengalami disfungsi orgasme. Kalau benar Anda tidak merasakan kenikmatan seksual ketika mengalami ejakulasi, berarti Anda mengalami disfungsi orgasme.
Fisik dan Psikis
Berdasarkan pengalaman klinis, tidak banyak pria yang mengalami disfungsi orgasme. Kenyataan ini sesuai dengan pengalaman klinis di negara lain.
Bertolak belakang dengan pada wanita yang banyak mengalami disfungsi orgasme, pada pria, disfungsi orgasme jarang terjadi. Dalam pengalaman menangani pasien disfungsi seksual selama 11 tahun terakhir, saya hanya menerima 5 pasien dengan keluhan disfungsi orgasme.
Disfungsi orgasme dapat terjadi karena penyebab fisik, yaitu penyakit saraf pusat seperti multipel sklerosis, parkinson, huntington’s chorea, dan akibat operasi di bagian tulang belakang bawah. Termasuk juga akibat penggunaan obat anticemas dan penenang. Penyebab lain yang bersifat psikis juga bisa terjadi, seperti kecemasan, perasaan takut menghamili, dan kejemuan terhadap pasangan.
Untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyakit, penyebab yang ada harus diatasi dulu. Kalau obat tertentu yang menjadi penyebabnya, penggunaannya harus dihentikan. Pada disfungsi orgasme karena penyebab psikis, diperlukan terapi perilaku (behavioral therapy).
Anda dapat berkonsultasi lebih jauh dengan dokter spesialis andrologi atau seksologi untuk mendapat penanganan. Yang pasti, penanganan disfungsi orgasme pastilah tidak sama dengan penanganan untuk disfungsi ereksi atau ejakulasi dini. @
Konsultasi Seksologi dengan Prof. Wimpie Pangkahila Sp. And (*) di Tabloid Gaya Hidup Sehat
“Saya seorang pria berumur 38 tahun. Sudah menikah selama 10 tahun. Saya tidak mempunyai masalah seksual. Namun, sejak menikah, saya tidak merasakan kenikmatan saat ejakulasi. Jadi, saat sperma keluar, saya tidak merasakan kenikmatan. Saya tidak merasakan apa-apa.
Yang ingin saya tanyakan, apa kelainan yang saya alami ini? Apa yang menyebabkan saya tidak merasakan kenikmatan saat ejakulasi? Apakah masalah saya bisa diobati?
Ke mana saya harus berobat? Setahu saya, klinik yang ada hanya menangani masalah impotensi, langsung dengan suntikan di penis dan semprot.”
E.B., Jakarta
Jarang Terjadi
Saya pikir, Anda dan pembaca lain perlu mengetahui bahwa gangguan fungsi seksual (disfungsi seksual) pada pria bukan cuma disfungsi ereksi (impotensi) dan ejakulasi dini. Disfungsi seksual pria ada beberapa macam, yaitu gangguan dorongan seksual, disfungsi ereksi, ereksi berkepanjangan, ejakulasi dini, ejakulasi terhambat, dan disfungsi orgasme.
Karena ada beberapa jenis disfungsi seksual, pengobatan setiap jenisnya tidak sama. Artinya, pengobatan disfungsi orgasme pasti tidak sama dengan pengobatan disfungsi ereksi atau gangguan dorongan seksual dari yang lain.
Pada pria normal, orgasme terjadi bersamaan dengan ejakulasi. Karena itu, ketika mengalami ejakulasi, pria juga merasakan kenikmatan seksual (orgasme).
Namun, dapat terjadi orgasme tanpa ejakulasi sehingga, ketika merasakan kenikmatan seksual, tidak terjadi ejakulasi. Sebaliknya, dapat terjadi ejakulasi tanpa orgasme. Jadi, ketika mengalami ejakulasi, tidak terasa kenikmatan seksual. Inilah yang terjadi pada pria yang mengalami disfungsi orgasme. Kalau benar Anda tidak merasakan kenikmatan seksual ketika mengalami ejakulasi, berarti Anda mengalami disfungsi orgasme.
Fisik dan Psikis
Berdasarkan pengalaman klinis, tidak banyak pria yang mengalami disfungsi orgasme. Kenyataan ini sesuai dengan pengalaman klinis di negara lain.
Bertolak belakang dengan pada wanita yang banyak mengalami disfungsi orgasme, pada pria, disfungsi orgasme jarang terjadi. Dalam pengalaman menangani pasien disfungsi seksual selama 11 tahun terakhir, saya hanya menerima 5 pasien dengan keluhan disfungsi orgasme.
Disfungsi orgasme dapat terjadi karena penyebab fisik, yaitu penyakit saraf pusat seperti multipel sklerosis, parkinson, huntington’s chorea, dan akibat operasi di bagian tulang belakang bawah. Termasuk juga akibat penggunaan obat anticemas dan penenang. Penyebab lain yang bersifat psikis juga bisa terjadi, seperti kecemasan, perasaan takut menghamili, dan kejemuan terhadap pasangan.
Untuk mengatasi hambatan orgasme karena penyakit, penyebab yang ada harus diatasi dulu. Kalau obat tertentu yang menjadi penyebabnya, penggunaannya harus dihentikan. Pada disfungsi orgasme karena penyebab psikis, diperlukan terapi perilaku (behavioral therapy).
Anda dapat berkonsultasi lebih jauh dengan dokter spesialis andrologi atau seksologi untuk mendapat penanganan. Yang pasti, penanganan disfungsi orgasme pastilah tidak sama dengan penanganan untuk disfungsi ereksi atau ejakulasi dini. @
Konsultasi Seksologi dengan Prof. Wimpie Pangkahila Sp. And (*) di Tabloid Gaya Hidup Sehat
(*) Seksolog dan androlog dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali.(Kompas,Sabtu, 27 Desember 2008)
T. Umur saya 24 tahun. Bisa dikatakan bahwa libido seks saya sangat tinggi. Saya sudah sering berhubungan seks dengan pasangan saya dan kami sama-sama merasakan kepuasan. Tiap berduaan dengan pasangan saya mudah sekali horny dan sangat sering. Bahkan kalau saya sedang berjauhan dengan pasangan (di luar kota), libido seks saya tetap tinggi, hingga tiap hari bisa masturbasi.
Apakah dengan kondisi ini saya bisa dikatakan hypersex? Posisi yang kami suka adalah posisi konvensional (saya di atas, pasangan di bawah) dan doggie style. Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana sebenarnya ciri-ciri wanita jika mengalami orgasme? Tiap kali merasakan puncak, pasangan saya mengeluarkan cairan bening, sering muncrat-muncrat (Squirt) dan tiap kali saya tanyakan dia mengatakan rasanya luar biasa, ketegangan yang memuncak, normalkah ini? Saya masih ragu dengan hal ini, karena dari beberapa artikel yang pernah saya baca, tidak semua wanita bisa mengalami squirt dan dari artikel tersebut juga mengatakan squirt adalah sebuah anugrah, karena rasanya yang luarbiasa dan tidak semua wanita bisa mengalami tiap kali berhubungan seks. Pasangan saya mengalami squirt jika posisi saya berada di atas. Mengapa saat posisi doggie style pasangan saya lebih merasakan penetrasi penis saya? terima kasih.
J. Bagi pria seusia Anda, tingkat libido seperti itu sebenarnya cukup normal. Tidak perlu khawatir dengan libido saat ini.
Pada wanita, sulit memastikan apakah orgasme yang dialaminya asli atau palsu. Namun sama dengan pria, jantung wanita juga berdebar kencang saat tengah orgasme. Harus dimengerti bahwa wanita mengekpresikan orgasmenya dengan cara berbeda-beda, di antaranya dengan menggeram, dengan memegang erat pasanganya, dengan menggoncangkan tubuhnya seperti kejang. Cara terbaik untuk tahu pasti adalah dengan menanyakan langsung pada pasangan kamu apakah dia orgasme.
Pasangan kamu merasakan penetrasi lebih saat doggie style adalah karena penis Anda dapat menyentuh bagian sensitif dalam vaginanya yang hanya bisa dilakukan melalui doggie style. Ini hal yang normal.(Kompas,Jumat, 6/3/2009)







