Tampilkan postingan dengan label Masturbasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masturbasi. Tampilkan semua postingan

Ada apa dengan Masturbasi?

Masturbasi...Mengapa mereka lakukan? Bagaimana dampak psikologis dan kesehatannya, adakah manfaatnya, simak kumpulan artikel berikut




1.            4 Alasan Anda Perlu Masturbasi
2.            5 Hal Penting soal Masturbasi
3.            Anak Masturbasi Jadi Serius, Bila...
4.            Masturbasi, Cukup Dua Kali Seminggu
5.            Aduh, Anakku Masturbasi!
6.            Bila Anak Masturbasi
7.            Ketagihan Masturbasi, Apa Efeknya?
8.            Manfaat Masturbasi
9.            Masturbasi, Justru Disarankan!
16.        6 Alasan Wanita Masturbasi
18.        Onani Atau Masturbasi

Adakah Cara Hentikan Masturbasi?

T: Saya pertama kali masturbasi di usia 16 tahun, dan hingga kini saya tak bisa menghentikan kebiasaan tersebut. Apa ada cara, dok, untuk berhenti?

J: Masturbasi adalah jenis ekspresi fisik akan gairah seksual dan merupakan cara untuk mencapai ejakulasi secara proaktif. Mimpi basah merupakan cara alami untuk mencapai ejakulasi. Normal bagi kamu untuk memiliki gairah seks karena hormon bergejolak di usia puber, namun penting untuk selalu menjaga keseimbangan. Selain mimpi basah dan masturbasi, kamu juga bisa lakukan hobi lain seperti olahraga sehingga energi kamu bisa dilampiaskan. Jika ini seimbang, kamu tidak akan kecanduan masturbasi dan masturbasi tidak menjadi satu-satunya cara untuk melampiaskan energi.(kompas,Selasa, 20/5/2008)

Adakah Efek Buruk Masturbasi?


TANYA : Dok, saya ingin berkonsultasi soal kebiasaan saya hingga usia 24 ini masih melakukan Onani. Alasan saya yang pertama saya tak mau lagi berhubungan dengan PSK karena takut terkena HIV.  Kedua, saya punya pacar tapi terpisah jarak yang jauh. Saya sayang padanya dan walaupun ada kesempatan untuk melakukan hubungan intim, kami mengurungkan niat karena sadar akan tanggung jawab untuk menjaga perasaan dan psikis.

Bagaimana caranya melawan hasrat terpendam ini Dok?  Saya bekerja di bidang perbankan dengan beban cukup berat dan butuh stress out yang tepat, olahraga pun tak ada waktu dan pulang kantor biasanya jam 9 -10 malam. Kalaupun onani, hasilnya keesokan hari pinggang ini terasa ngilu dan terasa lemas. Adakah rotasi waktu yang tepat untuk melakukan Onani, apa saja efek buruknya ? 

(Reynard 24)

JAWAB :  Sebenarnya masturbasi atau yang sering disebut onani bukanlah aktivitas seksual yang aneh atau menakutkan. Tidak ada akibat apapun karena melakukan masturbasi. Bahkan tanpa disadari dan direncanakan, masturbasi sudah dilakukan oleh anak-anak pada masa perkembangan psikoseksualnya. Pada masa itu, sebagian anak bahkan sudah merasakan orgasme melalui masturbasi.
   
Dalam kaitan dengan orgasme, sebenarnya masturbasi sama dengan hubungan seksual. Bedanya, tenyu saja dalam rangsangan seksual yang diterima. Rangsangan seksual secara fisik pada masturbasi diberikan oleh diri sendiri, ditambah rangsangan psikis berupa khayalan yang erotis. Selain itu, pada masturbasi tidak disertai keterlibatan emosional.  Akibatnya kepuasan seksual acapkali tidak dirasakan, walaupun dapat merasakan orgasme.

Melakukan kegiatan fisik dan mental merupakan cara yang sering dianjurkan untuk menekan dorongan seksual sehingga tidak melakukan masturbasi. Tetapi tentu tidak semua orang dapat merasakan manfaat ini, khususnya bagi yang memang ingin merasakan orgasme. Sekali lagi, tidak ada akibat buruk secara fisik karena melakukan masturbasi. Akibat psikis mungkin muncul pada sebagian orang yang menganggap masturbasi adalah perbuatan yang salah atau dosa.(Kompas,Kamis, 26/8/2010)

Anak Masturbasi Setiap Hari, Normalkah?

T. Saya baru saja mengetahui bahwa anak laki-laki saya yang berusia 15 tahun melakukan masturbasi setiap hari. Saya tahu mastubarsi itu normal bagi anak remaja, tetapi kalau setiap hari apakah normal? Apakah sebaiknya saja anjurkan agar dia kurangi frekuensinya?

J. Tidak ada frekuensi yang benar dan salah dalam masturbasi. Remaja bisa melakukan aktivitas ini mulai dari sekali hingga tujuh kali per harinya dan ini pun normal bagi gelora hormon di usia ini. Meski begitu, perlu diingat bahwa masturbasi bisa menyebabkan ketagihan sebagai bentuk pemuasan biologis diri sendiri.

Coba Anda perhatikan keseimbangan kehidupan biologis, sosial dan emosional anak Anda. Bisa jadi kurang seimbang atau salah satu terlalu berlebihan atau kurang porsinya. Cari tahu dengan melihat prestasinya di sekolah, pergaulannya dengan teman-teman dan bagaimana cara dirinya mengatasi stres. Ini sangat penting.(Kompas, Sabtu, 3/5/2008)

Cuma Puas dengan Masturbasi


Seorang suami kaget ketika mengetahui sang istri lebih puas melakukan masturbasi hingga mengalami orgasme. Ia pun merasa tidak senang dan mengatakan istrinya bisa sakit, tulang keropos, dan cepat tua. Adakah hubungan antara masturbasi dan semua kondisi tersebut?

Saya seorang istri (39) sudah menikah 10 tahun dan punya dua anak. Suami umur 45 tahun. Sejak perkawinan, hubungan intim tak pernah memuaskan dan tak pernah bisa orgasme.  Suami tidak pernah melakukan pemanasan sebelumnya, maunya langsung saja. Sudah berkali-kali saya bilang jangan begitu, tetap saja tidak berubah. Saya pernah ajak suami nonton film BF, malah dia bilang untuk apa nonton begituan.

Akhirnya saya coba-coba merangsang kelamin dengan jari, ternyata saya bisa orgasme dalam waktu tidak lama. Saya lalu terbiasa melakukannya. Mulanya tanpa sepengetahuan suami, tapi akhirnya saya tak bisa sembunyi. Waktu hubungan intim, saya teruskan dengan melakukan sendiri. Suami kaget. Bahkan waktu orgasme suami juga kaget. Sepertinya tidak tahu kalau waktu orgasme wanita bisa teriak. Suami tidak senang saya lakukan itu. Dia bilang lama-lama saya bisa sakit, tidak normal, cepat tua, tulang keropos, dll.

Mohon dijelaskan, apa benar kata suami? Mengapa saya tidak bisa orgasme kalau melakukan hubungan intim dengan suami? Bagaimana caranya agar saya bisa orgasme kalau berhubungan intim?

WS, Jakarta


Tak paham seksualitas
Dari uraian Anda, tampak bahwa suami kurang mendapat informasi yang benar tentang seksualitas wanita. Terbukti, suami tak pernah melakukan rangsangan pendahuluan. Padahal, saat itu Anda belum terangsang dan belum siap melakukan seks.  Tak benar masturbasi dapat menimbulkan akibat buruk seperti yang dikatakan suami. Oleh karena itu, kekagetan suami ketika mengetahui Anda masturbasi dapat dimengerti.

Pada dasarnya, karena tak cukup menerima rangsangan, Anda tak mengalami orgasme. Dengan melakukan masturbasi, Anda dapat menerima rangsangan fisik yang cukup karena Anda sendiri yang melakukan dan merasakan. Kalau Anda ingin merasakan orgasme melalui hubungan seks, ada syaratnya. Pertama, suami harus mendapat informasi memadai soal seksualitas. Kedua, fungsi seksual suami harus baik, terutama fungsi ereksi dan mampu mengontrol ejakulasi. Ketiga, tidak ada hambatan psikis terhadap suami.(Kompas,Kamis, 8/7/2010)

Lebih Puas Masturbasi daripada dengan Suami

SEORANG wanita, usia 27 tahun, sudah menikah dua tahun lamanya tetapi belum hamil. Wanita aktif, sebut saja X ini mengeluh tidak pernah merasa kenikmatan setiap kali melakukan hubungan seks dengan suami. Padahal, nafsu seksnya besar sekali, katanya.

Tiga hari tidak melakukan hubungan seks, gairahnya sudah menggebu, walaupun akhirnya tidak merasakan apa-apa. Sebaliknya hanya kejengkelan dan kekecewaan saja yang dirasakan, setiap melakukan hubungan seks, rasanya cukup lama, tetapi anehnya tidak pernah merasakan kenikmatan.

Sebaliknya, kalau melakukan masturbasi, wanita ini justru bisa merasakan nikmat luar biasa. Dia mengaku sudah melakukan masturbasi sejak sebelum menikah, tetapi tidak pernah melakukan hubungan seks dengan siapa pun sebelumnya. Saat sudah menikah, kebiasaan ini masih sering dilakukannya dan kerap pula muncul rasa kecewa. Untuk apa punya suami? Si wanita bertanya, kelainan apa yang dialamibya ini? Apa yang harus dilakukan agar dapat mencapai kenikmatan dengan hubungan seks, dan juga dapat hamil?

Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And pun menjawab. Keluhan si wanita ini, kata pakar seks dan androlog dari Universitas Udayana Bali ini menunjukkan bahwa dia mengalami suatu gangguan fungsi seksual, yaitu hambatan orgasme atau yang disebut juga disfungsi orgasme.

Gangguan ini dialami oleh banyak wanita, termasuk yang sudah lama menikah. Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan hambatan orgasme. Pertama, hambatan komunikasi dengan suami. Kedua, mengalami hambatan psikis setiap melakukan hubungan seksual. Ketiga, rangsangan seksual tidak cukup diterima. Keempat, posisi hubungan seksual tidak efektif bagi wanita. Kelima, gangguan fungsi seksual di pihak pria.

Dengan melihat faktor penyebab tersebut, ternyata tidak selalu penyebabnya ada di pihak wanita sendiri, walaupun yang mengalami masalah pihak wanita. Justru cukup banyak penyebabnya terletak di pihak pria, berupa gangguan fungsi seksual, khususnya ejakulasi dini dan gangguan ereksi. Jadi, kalau pihak pria mengalami gangguan fungsi seksual tersebut, hubungan seksual tidak dapat berlangsung seperti yang diharapkan.

Kalau si wanita dapat mencapai orgasme melalui masturbasi, lanjut Wimpie, itu menunjukkan bahwa penyebab hambatan orgasme bukan terletak pada diri Anda. Paling sedikit ada dua hal yang dapat menjelaskan mengapa dengan melakukan masturbasi si wanita dapat mencapai orgasme. Pertama, dengan melakukan masturbasi si wanita dapat menerima rangsangan seksual yang efektif, mungkin pada klitoris atau G-spot, karena si wanita sendiri yang mengatur dan melakukannya. Kedua, tanpa melakukan hubungan seksual, berarti tidak ada hambatan psikis yang dialami, khususnya yang berkaitan dengan keberadaan pihak suami.

Perasaan kecewa yang dialami melalui kalimat ¨Untuk apa punya suami¨ dapat dimengerti. Tentu saja dengan melakukan hubungan seksual, diharapkan dapat merasakan kepuasan seksual, tidak sekadar kenikmatan seksual, seperti yang dirasakan ketika melakukan masturbasi. Dengan melakukan hubungan seksual, diharapkan merasakan juga keterlibatan emosional yang memberikan kepuasan seksual.

Namun, tak ada hubungan antara tidak pernah merasakan orgasme dengan belum hamil. Untuk terjadinya kehamilan, diperlukan kesuburan yang baik pada kedua pihak, dan hubungan seksual yang berlangsung pada saat subur wanita. Jadi, walaupun si wanita tidak pernah mencapai orgasme, kehamilan dapat saja terjadi asal kesuburan si wanita dan suami baik.

Untuk mengatasi masalah, perlu konsultasi dan pemeriksaan lebih lanjut, sehingga dapat diketahui apa penyebab dasar hambatan orgasme yang dialami. Setelah itu barulah dapat dilakukan cara atau pengobatan yang tepat. Ada cara latihan bagi wanita yang mengalami hambatan orgasme seperti si wanita ini. Hasilnya pun cukup menggembirakan, dalam arti kemudian dapat mencapai orgasme melalui hubungan seksual.

Di sisi lain, kesuburan si wanita dan suami juga perlu diperiksa mengingat belum hamil, padahal sudah dua tahun menikah. Sebenarnya kalau telah setahun melakukan hubungan seksual secara teratur tetapi belum hamil, pasangan itu dianggap sebagai pasangan tidak subur. Jadi, si wanita dan suami sebenarnya tergolong pasangan yang tidak subur atau infertil. Si wanita dan suami perlu konsultasi dan pemeriksaan yang benar.

 Source: Gaya Hidup Sehat, Kompas,Kamis, 28/2/2008

Masturbasikah Ini?




T. Jika saya membelai klitoris saya namun tidak memasukkan jari ke dalam vagina. Apakah ini termasuk masturbasi?


J. Ya, itu adalah bagian dari masturbasi yang merupakan proses stimulasi diri sendiri untuk kepuasan seksual (Kompas,Senin, 22/6/2009)

Mengapa Suami Masturbasi?


"Saya berumur 44, suami 51, menikah sudah 17 tahun. Selama ini tidak ada masalah dalam hubungan seks. Cuma dalam beberapa bulan ini kami jarang melakukannya karena suami semakin jarang memulai.

Dulu biasanya suami yang meminta atau memulai. Jadi saya tidak sampai meminta atau memulai. Bagi saya tidak jadi soal kalau harus memulai duluan. Semula saya curiga suami selingkuh. Yang mengejutkan, dua hari lalu saya melihat suami onani di kamar mandi.

Waktu itu saya terbangun sekitar pukul dua pagi. Saya melihat dia di kamar mandi sedang onani. Dia terkejut waktu saya lihat. Waktu saya tanya, dia menjawab, 'Ingin saja'. Sewaktu saya tanya mengapa tidak dengan saya, dia jawab, 'Enggak apa-apa'.

Apakah dia mengalami kelainan seks? Adakah orang yang merasa lebih enak melakukan onani daripada berhubungan seks dengan istri? Apakah seterusnya suami akan begitu? Bagaimana membuat suami agar mau berhubungan seks lagi dengan saya?"
NP, Jakarta

Empat kemungkinan
Sebenarnya masturbasi bukan aktivitas seksual yang aneh. Bahkan, anak-anak pun melakukan masturbasi walaupun tanpa disadari. Masturbasi bukan hanya dilakukan orang yang belum menikah. Orang yang sudah menikah pun melakukannya dalam keadaan tertentu. Inilah mungkin yang perlu diketahui.

Kalau seseorang yang sudah menikah masih masturbasi, muncul pertanyaan mengapa. Ada empat kemungkinan. Pertama, pasangannya sedang tidak ada di tempat. Kedua, hubungan seksual tidak memberikan kepuasan. Ketiga, hanya untuk variasi. Keempat, terikat kepada masturbasi akibat pengalaman sebelumnya.

Keempat kemungkinan penyebab ini mungkin saja dialami suami Anda. Walaupun saat itu Anda ada di rumah, karena Anda sudah tidur, suami masturbasi. Mengenai kemungkinan kedua, suamilah yang tahu pasti apakah merasa cukup puas dengan hubungan seksual yang dia lakukan bersama Anda.

Demikian juga kemungkinan ketiga dan keempat. Hanya suami yang tahu pasti apakah dia merasa bergantung atau terikat pada masturbasi akibat pengalaman masa lalunya.

Namun, apa pun penyebabnya, masturbasi bukan petunjuk seseorang mengalami kelainan seksual. Apa pun kemungkinan penyebab yang dialami suami, selama ini dia melakukan hubungan seksual dengan Anda.

Ada juga orang yang merasa lebih nikmat melakukan masturbasi daripada hubungan seks. Keadaan ini dialami antara lain oleh orang yang gagal mencapai orgasme melalui hubungan seksual.

Tidak sedikit perempuan yang melanjutkan hubungan seksual dengan masturbasi karena suaminya sudah tidak dapat melanjutkan hubungan seks. Pada pria, mungkin saja terjadi keadaan yang sama. Misalnya, reaksi pasangannya tidak seperti yang diharapkan. Dengan masturbasi, dialah yang mengatur, sebagai pengganti reaksi pasangannya.

Untuk memastikan penyebab suami masturbasi, lakukan komunikasi langsung. Melalui komunikasi yang baik dan terbuka, Anda akan mendapat jawaban mengapa dia memilih masturbasi. Berdasarkan jawaban itulah, jalan keluar kemudian dicari.

Konsultasi seksologi dengan Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, Sp And (Kompas,Senin, 15/2/2010)

Mitos tentang Masturbasi

"Saya mahasiswa 22 tahun, ingin menanyakan beberapa hal tentang aktivitas seksual yang sehat. Teman satu kos saya sering kali melakukan masturbasi, hampir setiap hari.

Saya benar-benar tidak mengerti apakah tindakannya ini sehat atau tidak. Menurut dia, malahan menambah semangat dan menghilangkan stres dan tidak memiliki efek samping. Apakah benar demikian?

Apakah melakukan masturbasi setiap hari dapat mengganggu alat kelamin di kemudian hari dan menyebabkan ejakulasi dini, seperti rumor yang ada di masyarakat?


Jika di kemudian hari menikah, apakah tidak berpengaruh terhadap kehidupan seksual? Apakah mungkin ada frekuensinya dalam sehari, misalnya 2 kali sehari atau seminggu sekali atau sebulan sekali?

Menurut teman saya yang lainnya, masturbasi dapat menyebabkan sakit tulang belakang, sakit pada tempurung kaki, dan di daerah sekitar tempurung kaki terlihat seperti peyot atau kulit tempurung masuk ke dalam tulang, seperti orang kurang gizi, padahal keadaannya sehat. Benarkah?

Apakah masturbasi dapat mengurangi kemampuan otak dalam berpikir dan terkesan lebih lambat?"

E, Jakarta

Aktivitas wajar
Mitos tentang masturbasi memang masih banyak beredar luas di masyarakat, sama seperti mitos tentang seks yang lainnya. Beberapa mitos dapat menimbulkan akibat buruk bagi sebagian orang karena memengaruhi perilakunya. Tidak sedikit korban yang mengalami akibat serius hanya karena informasi yang salah berdasarkan mitos tentang seks.

Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan, bahkan sudah dilakukan pada masa anak-anak. Dalam perkembangan psikoseksual anak, salah satu fasenya adalah fase genital.

Pada fase ini, anak mulai menyadari bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan. Karena itu, anak, baik laki-laki maupun perempuan, senang memegang kelaminnya. Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme pada saat itu.

Perhatian terhadap kelamin semakin besar ketika manusia memasuki masa remaja. Karena itu, pada masa ini masturbasi kemudian merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan.

Sebagian orang yang telah menikah pun masih melakukan masturbasi karena alasan dan untuk tujuan tertentu. Lebih jauh, masturbasi bagi sebagian orang justru diperlukan sebagai bagian dari cara mengatasi gangguan fungsi seksual.

Sebagai contoh, wanita yang mengalami hambatan orgasme oleh penyebab tertentu memerlukan latihan masturbasi sebagai bagian cara mengatasinya. Namun, bagi pria, masturbasi yang dilakukan tergesa-gesa agar cepat mencapai orgasme dan ejakulasi dikhawatirkan dapat menjadi kebiasaan sehingga mengakibatkan ejakulasi dini. Kekhawatiran ini tampaknya cukup beralasan.  

Informasi abad ke-18
Tidak ada akibat buruk apa pun karena melakukan masturbasi, termasuk informasi yang Anda dengar dari teman itu. Pada abad ke-18 memang pernah beredar buku yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk secara fisik, tetapi kemudian terbukti anggapan itu tidak benar karena hanya berdasarkan mitos belaka. 

Sayangnya, sampai sekarang masih ada orang yang memberikan informasi berdasarkan mitos, seperti yang Anda dengar itu. Bahkan, tidak sedikit orang yang dianggap mengerti, acap kali terpengaruh oleh mitos tentang seks. @

Konsultasi Dijawab Prof Dr dr Wimpie Pangkahila Sp.And (Kompas,Jumat, 19/3/2010)

Suami Malas Bercinta, Masturbasi Jadi Solusi



"Saya berumur 50 tahun, sudah tidak haid lagi setahun ini. Saya masih bergairah dan sering ingin berhubungan intim. Sayangnya, hubungan dengan suami tidak baik. Kami tidak berhubungan intim sejak dua tahun terakhir. Kalau saya meminta, suami tidak mau dengan alasan klasik, yaitu capek.

Kemudian saya belajar masturbasi, dan bisa orgasme. Lama-lama saya merasa tidak bergantung pada suami. Saya juga menghadapi godaan dari teman sekerja, terutama kalau lagi ke luar kota, tapi sampai saat ini saya tidak pernah selingkuh.

Saya merasa suami sudah selingkuh karena sekian lama tidak pernah meminta berhubungan seksual. Saya tidak pernah bertanya karena saya anggap percuma, pasti jawabannya tidak jujur. Saya biarkan saja. Namun, dalam hal lain suami masih peduli.

Apakah di usia setengah abad, wajar kalau saya masih sering bergairah? Sekarang saya cepat orgasme kalau masturbasi. Apakah ini normal untuk orang seusia saya?

Saya pernah membaca di rubrik ini, kalau menopause katanya vagina kering. Lalu, mengapa saya tidak kering kalau sudah bergairah? Apakah saya harus berhubungan intim dan tidak hanya masturbasi agar tetap sehat?
W.W.Jakarta

Tanpa risiko
Sebenarnya Anda harus tahu mengapa suami tidak mau lagi berhubungan seksual. Melalui komunikasi yang baik akan dapat diketahui alasannya. Mungkin dia mengalami gangguan fungsi seksual sehingga cenderung menghindar daripada gagal.

Mungkin juga memang terlalu lelah bekerja pada usia yang bertambah, apalagi kalau mengidap penyakit tertentu. Namun, bukan tak mungkin kecurigaan Anda benar, dia selingkuh.

Karena sudah berlangsung lama, Anda beradaptasi dengan tidak berhubungan seksual. Sebagai gantinya, Anda masturbasi. Tidak ada yang salah kalau Anda masih bergairah pada usia menopause. Memang menopause bukan berarti kehilangan gairah seksual.

Kalau tetap sehat, apalagi mendapatkan pengobatan, gairah seksual Anda tetap ada. Anda juga akan bisa berhubungan seksual dengan baik.

Reaksi perlendiran vagina yang Anda alami menunjukkan bahwa reaksi seksual masih baik. Terjadinya reaksi perlendiran vagina menunjukkan bahwa fungsi pembuluh darah pada dinding vagina masih baik.

Ini, antara lain, dipengaruhi oleh hormon estrogen. Boleh jadi penurunan hormon estrogen Anda belum berpengaruh banyak terhadap pembuluh darah di vagina.

Secara fisik, sebenarnya masturbasi sama dengan hubungan seksual. Perbedaannya tidak ada keterlibatan emosional dengan pasangan. Karena itu, banyak orang yang melakukan masturbasi tidak merasakan kepuasan yang sama dengan ketika melakukan hubungan seksual. Meski demikian, bagi sebagain lain, mereka merasakan sama saja karena juga orgasme.

Jadi, selama Anda merasa nyaman dengan masturbasi, silakan saja karena tanpa risiko. Bandingkan kalau Anda berhubungan seks dengan orang lain, sedikit banyak mengandung risiko.(Kompas,Sabtu, 27/2/2010)
 

Popular Posts

Cloud