Tampilkan postingan dengan label PMS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PMS. Tampilkan semua postingan

Bukan Sekedar Sindrom Haid Biasa, Kalau Gejalanya Seperti Ini

Setiap perempuan pasti mengalami PMS (Premenstrual syndrome) menjelang haid. Tapi jika mengalami 6 gejala ini, maka kondisinya lebih dari sekedar PMS dan sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Para ahli mengungkapkan efek PMS yang biasanya dialami perempuan seperti lebih mudah menangis, gampang marah dan emosi, serta nafsu makan yang meningkat terutama pada makanan manis.

Namun jika gejala yang muncul lebih parah dari itu hingga bisa mengganggu pekerjaan dan kehidupan, ada kemungkinan mengalami lebih dari sekedar PMS atau disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

PMDD adalah kekacauan emosional yang lebih dari PMS, para ahli mengaitkan PMDD dengan insiden lebih tinggi untuk memiliki pikiran bunuh diri. Berikut gejalanya seperti dikutip dari MSNHealth, Kamis (10/5/2012) yaitu:

1. Semua gejala meliputi emosional

PMS biasanya meliputi gejala fisik seperti peyudara nyeri dan kencang, perut kembung yang muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati. Tapi jika gejala yang muncul kebanyakan emosional dan mengganggu kehidupan, bisa jadi itu PMDD.

2. Mengalami depresi yang melelahkan

Jika mengalaminya seminggu sebelum menstruasi lalu setelahnya merasa lebih baik, kemungkinan itu PMS.

Tapi jika kondisi ini berlangsung lama dan mengganggu pekerjaan serta hubungan dengan pasangan kemungkinan PMDD.

Namun jika terus menerus dan tidak bisa keluar dari kondisi ini, ada kemungkinan memiliki depresi atau penyakit lain yang mendasari.

3. Sangat mudah marah, cemas dan menangis

Tidak harus depresi untuk memiliki PMDD. Orang yang mudah marah, cemas dan menangis bisa menjadi tanda.

Biasanya ditandai jika sampai ada kekerasan pada orang sekitar ketika marah, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas.

4. Merasa kewalahan dan tidak terkendali

Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dapat dikerjakan dengan baik justru menjadi hal yang menyiksa sehingga membuatnya merasa kewalahan.

Beberapa orang bahkan cenderung berteriak dan merasa di satu titik di luar kendalinya.

5. Memiliki masalah dalam hal memori dan konsentrasi

Sebelum menstruasi biasanya orang mengalami sedikit penyimpangan konsentrasi atau memori seperti lupa meletakkan barang atau nama orang.

Tapi untuk PMDD kasusnya lebih serius dan bahkan mengganggu kehidupan, beberapa orang menjadi tidak bisa bekerja dan tidak produktif.

6. Durasi gejala yang muncul

Gejala PMS normalnya akan hilang pada hari pertama atau kedua menstruasi, tapi masih bisa beraktivitas.

Namun jika gejalanya sampai mengganggu hidup dan durasinya lebih lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Jika gejalanya sepanjang bulan maka ada sesuatu yang mendasarinya.(detikhealth)


5 Makanan Pereda Kram Perut Saat PMS

Menstruasi bisa sangat tidak nyaman bagi wanita karena mereka sering mengalami nyeri selama siklus bulanan itu. Tidak hanya bagi para wanita yang mengalaminya, tetapi juga untuk orang lain di sekitarnya, karena seringkali wanita mudah marah saat PMS.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American College of Obstericians and Gynaecologist, diketahui hampir 85% wanita mengalami Pre Menstrual Syndrome (PMS) selama hidup mereka. Selain merasa sakit kepala, kembung, kemurungan dan kelelahan, banyak wanita mengalami nyeri perut saat PMS.

Kebanyakan wanita pun sudah tahu, olahraga merupakan cara efektif untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS. Sebenarnya, ada metode lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat PMS. Salah satunya, dengan melakukan diet. Bagaimana Anda memilih makanan yang dimakan adalah faktor kunci untuk menghindari sakit saat PMS.

Beberapa makanan yang perlu dihindari adalah makanan dengan kadar natrium tinggi, gula, lemak, dan yang mengandung zat aditif. Makanan ini biasanya ditemukan dalam produk berkafein, keju, dan alkohol. Menurut Sheknows, ada beberapa makanan yang memiliki manfaat untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS, seperti berikut ini.
  1. Jus nanas. Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi rahim yang membantu tubuh melepaskan lapisan rahim. Bromelain dalam jus nanas membantu mengendurkan otot-otot, sehingga rasa sakit bisa dihindari. Bromelain sendiri diekstrak dari batang nanas, yang diduga memiliki efek anti-inflamasi. Berdasarkan penelitian di laboratorium, bromelain juga mengandung bahan kimia yang mungkin mengganggu pertumbuhan sel tumor dan memperlambat pembekuan darah.
  2. Biji labu. Kandungan mineral dan seng dalam biji labu bisa menghilangkan rasa sakit di perut. Bahan makanan lain yang mengandung seng adalah makanan laut, daging yang tinggi lemak, dan kacang. Biji labu dan kacang-kacangan juga mengandung banyak vitamin E, yang akan membantu mengurangi peradangan pada lambung.
  3. Sandwich selai kacang. Vitamin E dalam selai kacang dan vitamin B pada roti dapat membantu mengikis kram perut. Vitamin B dalam roti diperoleh dari tepung yang terbuat dari gandum. Lebih baik bila yang digunakan adalah roti gandum, bukan hanya sekadar roti putih.
  4. Tuna. Mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat seperti omega-3 juga menjadi solusi bila mengalami kram perut selama PMS. Protein dalam ikan tuna juga dapat menstabilkan gula darah dan mengurangi nafsu makan.
  5. Lobak. Sayuran berwarna putih ini merupakan sumber vitamin E dan C yang dapat mengurangi peradangan. Kandungan kalsium dan mineral lain di dalamnya juga dapat mereakan gejala PMS.(Intisari-Online)






5 Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Haid

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi PMS (pre-menstruation syndrome) ketika datang bulan adalah dengan mengonsumsi biji gandum. Namun ternyata ada empat makanan lain yang bisa meredakan nyeri haid Anda saat menstruasi. Apa saja makanan tersebut? Simak daftar selengkapnya seperti yang dilansir dari She Knows (02/04) berikut ini.

Biji gandum
Serat pada biji gandum akan membuat keadaan tubuh Anda stabil ketika datang bulan. Kandungan karbohidrat di dalamnya juga merupakan suplai vitamin dan mineral bagi tubuh.

Sayuran berdaun hijau
Menurut Dr. Christine O'Connor dari The Gynecology Center, sayuran berdaun hijau akan membantu tubuh dalam proses pencernaan. Kandungan zat besi dan vitamin B pada sayuran berdaun hijau juga efektif dalam menjaga siklus menstruasi agar tetap normal.

Kacang
Kacang mengandung omega 3 dan lemak tak jenuh, sehingga kacang bisa dijadikan alternatif sebagai snack sehat saat datang bulan.

Buah segar
Sama seperti biji gandum, buah segar kaya akan serat yang akan membantu proses pencernaan dan menjaga kesehatan perut Anda.

Daging merah
Konsumsi daging merah yang kaya akan zat besi akan mencegah Anda dari anemia dan gejala PMS. Namun ingat, jangan sampai berlebihan dalam mengonsumsinya.

Makanan yang harus dihindari
Selain lima jenis makanan yang sebaiknya Anda konsumsi saat menstruasi, ada juga makanan yang harus Anda hindari, yaitu junk food. Junk food tidak rendah akan kalori, selain itu menurut studi terbaru, makan terlalu banyak junk food bisa menyebabkan depresi.

Setiap wanita berbeda
Ada hal penting yang perlu Anda ingat, yaitu kondisi yang dialami setiap wanita ketika PMS adalah berbeda. Oleh sebab itu Anda juga harus lebih pandai dalam mengatasi PMS Anda sesuai dengan kondisi Anda masing-masing.

Selain mengonsumsi makanan tersebut di atas untuk mengurangi rasa nyeri haid yang Anda alami, Anda juga bisa menentukan olahraga yang cocok dilakukan saat datang bulan.(merdeka)



5 Makanan Bernutrisi untuk Atasi Gejala PMS


Sakit yang dirasakan wanita saat masa PMS (Pre Menstrual Syndrome) tentu sangat mengganggu dan menyakitkan. Saat ini sudah banyak obat yang bisa digunakan untuk mencegah rasa sakit karena PMS. Namun, sebelum mengonsumsi obat-obat itu, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan bernutrisi yang bisa membantu meredakan gejala PMS. Berikut adalah beberapa makanan yang disarankan Joy Bauer untuk Anda.

1. Yogurt
Yogurt yang rendah lemak akan memberikan Anda asupan kalsium yang cukup selama masa pra-menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan wanita kekurangan kalsium saat masa ovulasi, sehingga menambahkan asupan kalsium tentu bisa membuat perbedaan pada gejala sakit yang Anda alami sebelum masa menstruasi.

2. Ikan
Karena tubuh Anda tak bisa menyerap kalsium secara maksimal tanpa bantuan vitamin D, maka sangat penting untuk menambahkan makanan yang banyak mengandung vitamin D saat Anda mengalami gejala pra-menstruasi. Beberapa ikan, termasuk salmon, sarden, dan ikan hering merupakan makanan yang kaya vitamin D. Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin D bisa mengurangi risiko sakit pra-menstruasi sampai 40%.

3. Kacang
Kacang-kacangan kaya akan magnesium yang dapat membantu menjaga aktivitas serotonin yang bisa memperbaiki mood. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami PMS memiliki kadar magnesium yang rendah.

4. Kacang arab
Kacang arab, atau disebut juga garbanzo beans kaya akan nutrisi yang bisa membantu mengurangi gejala pra-menstruasi. Kacang arab mengandung magnesium, vitamin B6, dan mangan yang membantu mengurangi iritasi, depresi, rasa sakit pada payudara, serta meningkatkan mood. Anda bisa menggunakan kacang arab pada sop dan salad.

5. Brown rice
Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks memiliki kadar magnesium, vitamin B6, dan mangan yang tinggi. Ini bisa meningkatkan mood Anda dan mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks antara lain adalah brown rice, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Jika Anda sedang menjalani masa-masa pre-menstruasi dan merasakan gejala PMS, tak ada salahnya mulai mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi di atas untuk mengurangi gejala PMS Anda.(merdeka)



4 Cara terbaik atasi PMS

PMS adalah pre-menstruation syndrome atau sindrom pra-menstruasi yang biasanya dialami oleh beberapa wanita yang sedang mengalami siklus rutin menstruasi setiap bulannya. PMS biasa ditandai dengan adanya gangguan kesehatan seperti pusing, depresi, perasaan sensitif yang berlebihan, dan juga rasa nyeri pada bagian perut.

PMS sering dianggap menjadi salah satu hal yang mengganggu aktifitas harian wanita, namun ternyata ada cara terbaik untuk mengatasinya. Apa saja cara-cara tersebut? Simak daftarnya seperti yang dilansir dari Fitness Magazine (22/03) berikut ini.

Asupan magnesium
Para peneliti dari University of Reading in England menemukan fakta bahwa dengan memberi asupan magnesium ketika mengalami PMS, maka tubuh akan mampu mengurangi penyimpanan air dalam perut dan mencegah kembung. Para ahli tersebut juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 sampai 800 miligram magnesium setiap hari untuk membuat perut terasa lebih nyaman ketika PMS.

Banyak bergerak
Meskipun rasa malas atau nyeri membuat Anda enggan untuk bergerak, namun dengan berolahraga akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat perasaan lebih baik. Selain itu, berolahraga atau banyak bergerak akan meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh yang mampu mengurangi rasa sakit yang dialami.

Makan biji gandum
Jangan terlalu banyak mengonsumsi cokelat ketika menstruasi, karena hal itu akan membuat kadar gula dalam darah Anda naik turun dan tidak stabil. Hindari juga makanan putih (seperti ini) agar Anda merasa lebih baik karena jumlah gula tetap stabil. Sebagai gantinya, konsumsi makanan rendah gula seperti biji gandum agar perasaan Anda pun lebih nyaman.

Coba akupunktur
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Complementary and Alternative Medicine, hampir 40% wanita dewasa yang mengalami PMS menjalani akupunktur untuk meredakan gejala PMS mereka. Namun Anda juga bisa menggunakan jasa pijat apabila akupunktur susah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Coba aplikasikan keempat cara tersebut di atas untuk meredakan gejala PMS yang Anda alami ketika menstruasi! (merdeka)




7 Fakta Sindrom PMS

Setiap wanita normal pasti mengalami gejala seperti ini: perasaan kembung, payudara nyeri dan sakit punggung, sindrom pramenstruasi (PMS) juga dapat menyebabkan mood menjadi tidak stabil, bahkan menyebabkan depresi. Beberapa wanita bahkan menjadi sangat sensitif dan sering merasa sedih tanpa tahu penyebabnya.

Kondisi ini sangat tidak nyaman bagi wanita. Menurut Dr. Ellie Cannon, ada tujuh fakta penting tentang PMS. Tentu saja, Anda, wanita, dapat segera mengatasinya agar tidak terjebak dalam kondisi emosi yang makin memburuk.


  1. Kapan kita harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan kondisi PMS? Yakni, ketika ada gejala serius yang berhubungan dengan kondisi fisik saat ini dan tubuh tidak bisa melakukan kegiatan. Juga ketiga gejala emosional mulai mengganggu hubungan pribadi.
  2. Apa yang memicu sindrom pramenstruasi? Bagian kedua dari siklus menstruasi didominasi oleh hormon progesteron. Nah, hormon ini menurunkan kadar serotonin, hormon bahagia dalam otak, dan yang bisa menyebabkan kembung, nyeri pada payudara serta sakit kepala.
  3. Apa ada obat bebas yang bisa mengurangi gejala PMS? Sebagian besar pil tidak efektif untuk mengurangi gejala PMS. Biar lebih aman dan alami, cobalah minum air hangat, makan sayur dan buah sehingga daya tahan tubuh tidak drop.
  4. Apa ada obat yang diresepkan oleh untuk mengurangi gejala PMS? Dosis ringan antidepresan seperti Prozac, cukup efektif untuk menangani masalah psikologis karena PMS. Ada juga beberapa obat lain, cobalah berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.
  5. Apa ada cara alami untuk mengurangi gejala PMS? Tingkatkan olahraga dan diet seimbang. Juga konsumsi vitamin B6 untuk membantu tubuh mengatasi perubahan mood.
  6. Dengan bertambahnya usia, apakah gejala PMS mengalami penurunan atau bertambah buruk? PMS biasanya terjadi pada wanita berusia 30 – 40 tahun, dan cenderung lebih buruk dengan bertambahnya usia. Ini terlihat pada wanita yang ibunya juga mengalami masalah PMS atau wanita yang kelebihan berat badan.
  7. Mengapa teh dan kopi malah memperparah PMS? Kandungan kafein dalam kopi dan teh memang bisa memperburuk rasa sakit. Jadi, Anda harus menghindari atau mengurangi minuman ini saat sedang mengalami PMS. (Sumber: Daily Mail)

7 Langkah Atasi PMS

Pre Menstruasi Syndrom (PMS) biasa dialami oleh tiga dari empat wanita. Dua pekan menjelang menstruasi, seorang wanita bisa mengami 150 gejala yang aneh-aneh. Ada yang mengeluh mual, kembung, sakit payudara, jerawat, perubahan mood atau bahkan kehilangan nafsu makan.

PMS sudah pasti membuat para wanita tidak nyaman. Apa sih penyebab PMS?

Menurut bebrapa penelitian, sebelum menstruasi, wanita mengalami perubahan tingkat hormon estrogen dan progesteron. Ada pula laporan yang mengatakan PMS disebabkan karena menurunnya serotonin. Serotonin adalah zat kimia otak yang membuat mood menjadi baik. Kehilangan serotonin bisa membuat para wanita merasa galau.

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah PSM:

1. Makan banyak serat
Jika tubuh mendapatkan serat yang cukup (30-35 gram), tubuh akan membuat buang air besar menjadi teratur. Kelebihan estrogen dalam tubuh itu bisa ikut terbuang bersama feses. Ingat, kandungan estrogen yang tinggi merupakan penyebab utama PMS.

Contoh makanan yang bisa dikonsumsi: beras, sayur, buah. Hindari makan daging karena mengandung lemak jenuh yang bisa memperburuk gejala PMS

2. Hindari kelebihan gula
Makanan manis dan karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta bisa menghambat eksresi estrogen dalam tubuh. Makan makanan ini bisa mengakibatkan penumpukan ekstrogen. Wanita dengan kadar gula yang tinggi cenderung memiliki gejala PMS lebih sering daripada mereka yang tidak (Michael Murray dalam ensiklopedia of natural medicine)

3. Kurangi kafein
Hindari teh dan kopi yang mengandung kafein, apalagi jika mengalami gangguan tidur atau nyeri payudara.

4. Makan kedelai
Kedelai mengandung phytoestrogen yang mengikat estrogen sehingga bisa menyeimbangkan kadar estrogen. Mengkonsumsi tahu dan tempe baik untuk mengurangi gejala PMS.

5. Kurangi cemilan asin
Garam bisa membuat perut merasa kembung karena bisa membuat tekanan pada ginjal. Jika ginjal bekerja dengan berat, itu akan menghambatnya mengeluarkan cairan.

6. Tambah vitamin B6
Vitamin B6 baik karena termasuk diuretik sehingga membantu mengurangi air dalam tubuh melalui air seni. Makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain polong-polongan, ikan, biji-bijian, kubis, kembang kol, telur, rumput laut

7. Tambah magnesuium dan kalsium
Wanita PMS memiliki kadar magnesium yang lebih rendah. Akibatnya, mereka mengalami sakit kepala, kelelahan, lekas marah, sakit dan nyeri. Magnesium bisa diperoleh dari biji labu, beras, rumput laut, seafood, dan tahu. Sedangkan, kalsium bisa diperoleh dari sarden dan ikan salmon.

Kiat Agar Tidak Sakit Menstruasi

 Untuk para perempuan, kehadiran tamu bulanan alias menstruasi adalah satu kelaziman. Namun, proses biologis perempuan ini menjadi siksaan sendiri ketika mereka harus berhadapan dengan PMS.

Menurut psikiater Sylvia Detri Elvira, kondisi Pre-Menstrual Syndrome alias sindrom pra-menstruasi (PMS) bisa terlihat jika telah berlangsung selama tiga kali siklus haid berturut-turut.

PMS, kata Sylvia, merupakan sekumpulan gejala yang muncul akibat perubahan hormon yang terjadi dalam tubuh wanita menjelang menstruasi atau haid. Penyebab aslinya belum diketahui. ''Namun diduga kuat, kondisi itu akibat perubahan hormon. PMS jika dibiarkan akan menimbulkan gangguan yang lebih parah atau yang disebut dengan disforia pra-menstruasi (PMDD),'' tuturnya.

Menurut Sylvia, gejala PMS antara lain adalah sakit perut, cepat tersinggung, kelelahan, rasa malas, nyeri sendi, pembengkakan pada tangan dan kaki, sakit kepala, sulit tidur, dan mudah marah tanpa alasan yang jelas. Kondisi seperti ini kerap dianggap biasa oleh masyarakat khususnya kaum wanita itu sendiri. ''Namun, jika dibiarkan, maka dampaknya akan mengganggu aktivitas sehari-hari, mengganggu hubungan dengan orang-orang terdekat, bahkan ada yang sampai ingin bunuh diri,'' ujarnya.

Sylvia menyatakan, gejala PMS bisa bermacam-macam.  Mulai dari gejala fisik, psikis, dan psikologi. Gejala tersebut akan hilang dengan sendirinya saat menstruasi datang. Ia menjelaskan, 90 persen wanita mengalami satu atau lebih gejala PMS. Gejala PMS sendiri sudah dikenal lama bahkan sejak zaman Hippocrates, 370 SM.

Jika wanita mengalami satu gejala menjelang haid selama tiga bulan berturut-turut, kata Sylvia, maka si wanita bisa disebut mengalami PMS. Namun bila si wanita mengalami lima gejala menjelang haid selama 12 bulan berturut-turut, maka si wanita itu mengalami PMDD. ''Baik PMS maupun PMDD merupakan kondisi yang tidak normal sehingga harus diobati karena berdampak negatif pada aktivitas sehari-hari,'' ujarnya.

Meski belum diketahui penyebab pastinya, kata Sylvia, ada kemungkinan beberapa penyebab PMS. Di antaranya faktor genetik dari ibu atau nenek, ada ketidakseimbangan neurotransmiter dan neurohormonal, adanya faktor psikologi yang memicu gejala PMS, dan gangguan hubungan dengan orang terdekat seperti dengan keluarga.

Sylvia mengungkapkan, gejala dari PMDD lebih parah lagi. Yakni merasa hidup tiada harapan, merendahkan diri sendiri, sulit makan, ingin tidur terus, cemas terus menerus, dan sering marah tanpa alasan yang jelas.

Sementara, Koordinator Pengabdian Masyarakat Departemen Obgin FKUI/RSCM,  Andon Hestiantoro mengatakan, PMS umumnya dialami oleh wanita usia subur karena terkait dengan ovulasi atau masa subur. ''Anak-anak remaja perempuan tidak mengalami PMS karena mereka belum mengalami ovulasi. Perlu diingat bahwa ovulasi datang dengan sendirinya, bukan lewat hubungan senggama,'' ujarnya.

Menurut Andon, PMS maupun PMDD biasanya muncul 14 hari ovulasi sebelum haid. Pengobatannya dapat dilakukan lewat terapi oral dengan mengonsumsi pil KB karena dapat menghambat hormon untuk mencegah ovulasi. Bagi wanita yang belum menikah, Andon menganjurkan agar mengkonsumsi pil KB dengan kadar estrogen yang lebih rendah.

Selain pil KB, vitamin B6 juga dapat dikonsumsi. Wanita yang sering mengalami payudara bengkak menjelang haid dapat mengkonsumsi Bromocriptine. Sedangkan yang tungkainya sering bengkak menjelang haid dapat mengkonsumsi Bioretika.

Namun gejala PMS maupun PMDD menjelang haid bisa dicegah dengan cara alami. Seperti rajin berolahraga khususnya aerobik selama 30 menit, jogging, berjalan kaki, dan modifikasi diet. Wanita juga dianjurkan lebih banyak mengkonsumsi karbohidrat kompleks dan serat yang terdapat pada makanan seperti roti gandum, pasta, sereal, buah, dan sayuran. ''Sebaiknya juga mengurangi konsumsi gula dan lemak selama menjalani diet untuk membantu meningkatkan energi dan menstabilkan mood, dan jangan minum alkohol,'' tegasnya. (republika)

Mengurangi Derita Karena Haid

Sekitar 80% perempuan mengalami beberapa gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Dari jumlah itu sekitar 10% mempunyai gejala PMS cukup parah sehingga berdampak pada pekerjaan, gaya hidup atau hubungan sosial secara signifikan.

Gejala PMS yang sering menghantui perempuan antara lain nyeri perut, nyeri payudara, mood yang labil, gampang capek, jerawatan, sakit kepala, mudah marah, sulit konsentrasai hingga gangguan tidur.

Kebanyakan perempuan masih sanggup menahan gejala PMS mereka, sehingga gejala PMS tersebut tidak mengganggu dan mereka dapat hidup sehat serta produktif.

PMS bisa dikurangi dengan melakukan kebiasaan hidup sehat, latihan secara berkala. Latihan yang dapat membantu meringankan gejala PMS seperti aerobik selama 30 menit yang dilakukan seminggu 3-5 kali, berenang, berjalan kaki, dan kegiatan low impact aerobik. Selain untuk mengurangi PMS juga bagus untuk kesehatan cardiovascular, menjaga dan mengurangi berat badan, serta peningkatan percaya diri.

Selain aerobik seperti dilansir dari Health24, Kamis (30/7/2009), sebaiknya juga jangan merokok, hindari alkohol, kafein, meningkatkan asupan karbohidrat yang kompleks, magnesium, seng, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, dan dan usahakan setiap hari melakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

Hal-hal dasar yang harus dipahami untuk mengurangi gejala PMS, yaitu:

  • Jangan melewatkan makan, untuk menjaga tingkat gula darah Anda, lebih baik makan sedikit tapi sering.
  • Jika Anda premenstrual, kebutuhan kalori anda meningkat 500 kalori perhari.
  • Makanlah makanan ringan dua kali sehari, di luar makanan utama Anda yang tiga kali sehari.
  • Makanlah protein pada saat makan siang dan makan malam.
  • Mengurangi konsumsi lemak dan gula.
  • Minumlah delapan gelas air putih sehari.
  • Pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 3 porsi buah-buahan dan sayuran (terutama sayuran yang hijau) setiap hari.
  • Hindari makan yang mengandung gula dalam jumlah besar (manis, kue dan biskuit).
  • Menjaga konsumsi garam agar tidak berlebihan, sehingga membuat tubuh Anda bisa menahan kandungan air.
  •  Pastikan makanan diet Anda kaya akan magnesium, besi, seng, kromium, dan yang penting fatty acid dan vitamin B, vitamin C, dan vitamin E.
  • Makanlah ikan setidaknya dua kali selama masa PMS.
  • Tingkatkan asupan karbohidrat yang kompleks (misal pasta dan nasi).
  • Hindari kafein yang terdapat di kopi, teh, minuman cola dan coklat. (detikhealth)

 

Popular Posts

Cloud