Tampilkan postingan dengan label Sperma Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sperma Pria. Tampilkan semua postingan

Ada apa dengan Penis dan Sperma?

Penis...senjata yang satu ini peuh dengan rahasia, dan mengundang banyak cerita. Simak kumpulan artikel terkait penis dan sperma berikut.


Penis

1.            6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma
2.            6 Kiat Tingkatkan Kualitas Sperma
3.            Agar Sperma Makin Joss
4.            Antara Penis dan Ras
5.            Awas, Sperma Rusak karena Rokok
6.            Berapa Lama Sperma Bertahan Hidup?
7.            Biar Sperma Sehat
8.            Cairan Mani, Apa Isinya?
9.            Cara Aneh Memperlakukan 'Mr P'
11.        Folat Bikin Sperma OK!
12.        Folat Rendah Sperma Payah
14.        Hubungan Telunjuk Dan Mr.P
15.        Kecil Tapi Hebat
18.        Kok, Penisnya Kecil?
22.        Masalah pada Sperma Pria
29.        Mitos Seputar Ukuran Penis
32.        Mr P Bengkok, Normalkah?
33.        Mr P Oke, Kesehatan Pun Oke
38.        Penis Keras, Seks pun Puas?
39.        Penis Kok Sembunyi?

Sperma

46.        Sperma Bikin Wanita Bahagia
49.        Sperma yang Berkualitas
51.        Tips Posisi Buat Mr P Kecil

Gagal Hamil Akibat Sperma Keluar Kembali?



Karena ingin segera punya anak, pasangan pengantin baru ini berhubungan seks setiap hari. Sayang, hasilnya masih nihil, bahkan sang istri tidak pernah orgasme. Apakah karena sperma keluar kembali? Betulkah berhubungan seks tiap hari justru tidak tepat?

“Saya pria berumur 30 tahun, istri berusia 27 tahun. Kami menikah lima bulan yang lalu. Kami sepakat segera mempunyai anak, tetapi sampai sekarang istri belum hamil. Padahal, hubungan seks cukup sering kami lakukan, bahkan hampir setiap hari. Sayangnya, istri tidak pernah merasakan kenikmatan.

Setiap selesai berhubungan suami istri, cairan sperma keluar kembali dari kelamin istri saya. Apakah karena ini istri belum hamil? Bagaimana mengatasinya? Apakah kalau sering melakukan hubungan seks sperma bisa habis?
Apakah hubungan seks yang kami lakukan tidak benar, sehingga sperma keluar kembali? Mengapa istri saya tidak merasakan kenikmatan walaupun kami pernah melakukan hubungan dalam waktu yang cukup lama?”
K.B., Bandung

Inilah jawaban dari Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And, seksolog dan androlog dari Universitas Udayana

Kejadian Wajar
Sperma memang pasti keluar kembali dari vagina setelah hubungan seksual selesai dilakukan. Kalau tidak keluar kembali, ke mana perginya cairan yang cukup banyak itu? Jadi itu wajar dan normal terjadi, sehingga tidak dapat dihindari. Juga tidak ada kaitan dengan hubungan seksual yang tidak benar.

Untuk terjadinya kehamilan diperlukan sel spermatozoa yang terkandung di dalam cairan sperma. Sel spermatozoalah yang membuahi sel telur wanita, sehingga menyebabkan kehamilan.

Kalau kesuburan Anda dan istri baik, dan hubungan seksual dilakukan tepat pada masa subur, kehamilan mungkin terjadi. Namun, kalau Anda atau istri mengalami gangguan kesuburan atau hubungan seksual tidak dilakukan pada saat subur istri, kehamilan terhambat atau tidak mungkin terjadi.

Untuk mengetahui keadaan kesuburan, tentu diperlukan pemeriksaan, baik Anda maupun istri. Andaikata kesuburan Anda atau istri terganggu, diperlukan pengobatan agar menjadi normal atau mendekati normal.

Kualitas Berkurang
Hubungan seksual yang terlampau sering sebenarnya tidak efektif bagi terjadinya kehamilan. Kalau ejakulasi sering terjadi, kuantitas dan kualitas spermatozoa tidak baik, sehingga ketika tiba masa subur, sel spermatozoa tidak mampu membuahi.

Ejakulasi yang sering tidak akan mengakibatkan sperma habis karena sperma terus diproduksi. Syaratnya, tidak ada penyakit atau gangguan yang menghambat proses pembentukan sperma.

Sebaliknya, hubungan seksual yang terlalu jarang juga tidak efektif bagi terjadinya kehamilan karena kualitas spermatozoa menjadi terganggu ketika tiba pada masa subur istri.

Penyebab Gagal Orgasme
Mengenai istri yang tidak dapat mencapai orgasme, ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebabnya. Pertama, komunikasi seksual yang kurang baik. Kedua, hambatan psikis.

Ketiga, posisi hubungan seksual yang tidak efektif bagi wanita. Keempat, fungsi seksual Anda mungkin tidak optimal, khususnya fungsi ereksi dan kontrol ejakulasi. Kalau ada salah satu atau lebih faktor di atas, istri mengalami hambatan orgasme.

Kalau sebelum menikah Anda dan istri tidak cukup mengenal satu sama lain, mungkin saja komunikasi kurang baik, khususnya komunikasi seksual. Selain itu, hambatan psikis mungkin juga muncul lalu menghambat reaksi seksual istri, sehingga gagal mencapai orgasme. Untuk mengatasi hambatan orgasme, penyebab yang ada harus diatasi dulu.

Meski demikian, tidak ada hubungan antara tidak dapat mencapai orgasme dengan belum terjadi kehamilan. Artinya, kehamilan dapat saja terjadi walaupun istri tidak dapat mencapai orgasme.

Namun, membiarkan istri tetap tidak dapat mencapai orgasme, bukanlah sikap yang benar. Anda harus membantu agar istri juga dapat mencapai orgasme, sehingga kehidupan seksual menjadi harmonis, apalagi kalau penyebabnya terletak di pihak Anda.


Prof. DR.Dr. Wimpie Pangkahila Sp. And ,Kompas, Sabtu, 19/1/2008

Bisakah Sperma Hidup di Luar Badan?

T. Bisakah sperma badan hidup diluar? Jika pacar saya menyentuh spermanya dan bantu saya onani, akankah saya hamil?

J. Ya, sperma bisa hidup di luar badan dan ada kemungkinan jika tangan pacar Anda bernoda dengan sperma serta secara kebetulan mengangkut sperma ke dalam vagina Anda. Bisa jadi berisiko terjadi kehamilan jika saat itu juga ovulasi. (Kompas,Selasa, 16/12/2008)

"Ngeseks", Sperma Keluar Lagi, Berbahayakah?

T. Saya seorang mahasiswi yang sering kali melakukan hubungan intim dengan pasangan saya. Namun, setelah melakukan hubungan seksual, sperma pasangan yang dikeluarkan dalam vagina saya dapat saya keluarkan kembali dengan konstraksi otot tertentu.Yang Ingin saya tanyakan:
1. Apakah hal itu berbahaya dan merupakan suatu kelainan?
2. Apakah hal ini yang menyebabkan saya tak kunjung hamil?

J. Kontraksi vagina merupakan hal yang normal. Jika kamu ingin hamil, cobalah untuk rileks dan jangan langsung berdiri setelah berhubungan seks agar sperma dapat masuk ke dalam vagina dan ke serviks. Meski demikian, risiko kehamilan selalu ada setiap penis berada di dalam vagina ataupun di dekat vagina jika Anda melakukan seks tanpa pelindung, apalagi jika pasangan Anda ejakulasi di dalam vagina, risiko kehamilan makin besar. (Kompas,Selasa, 3/3/2009)

Sperma Habis, Mungkinkah?




T. Apa mungkin bisa mempunyai terlalu banyak orgasme atau ejakulasi, dan bisakah seorang pria kehabisan sperma?

J. Menurut beberapa observasi ditunjukkan bahwa beberapa pria dapat mencapai orgasme beberapa kali dan mempunyai kapasitas untuk ejakulasi beberapa kali dalam waktu singkat. Meski begitu, sebagian besar para pria biasanya mendapatkan sekali orgasme dan satu ejakulasi.

Pria normal dengan kondisi badannya fit membuat lebih dari 1.000 sperma setiap detik. Sebab itu, sulit bagi pria kehabisan sperma. Bagaimanapun, kemampuan untuk berejakulasi sperma tergantung kemampuan fisik masing-masing orang.(Kompas,Sabtu, 3/1/2009 )

Sperma Hilang akibat Diabetes?

Pria berusia 34 tahun ini mengeluhkan disfungsi ereksi yang terjadi akibat diabetes yang diidapnya. Namun, ketika kadar gula darah terkontrol dan ereksi terjadi, ternyata sperma tidak pernah muncul saat ejakulasi. Ke mana  larinya sperma itu? Adakah kaitan hilangnya sperma dengan penyakit diabetes?

"Saya pria berumur 34 tahun. Lima tahun lalu saya mengidap diabetes tipe 2 sampai menderita impotensi. Untunglah saat ini saya mampu  mengontrol gula darah hingga normal tanpa obat. Masalahnya, sampai saat ini impotensi masih saya alami.

Ada sedikit kemajuan dalam ereksi, tapi tidak bisa sangat keras seperti dulu sebelum mengidap diabetes. Bila berhubungan dengan istri, saat klimaks, tidak ada ejakulasi sperma. Saya hanya merasakan nikmat tanpa ada sperma yang keluar.

Dokter, apa yang terjadi? Ke mana sperma saya? Apa sudah habis akibat diabetes? Ke mana saya harus operasi dan apakah harus dioperasi?"

G, Jakarta

Sperma ke kandung kencing
Diabetes merupakan salah satu penyakit yang sering kali menimbulkan gangguan fungsi seksual, berupa disfungsi ereksi dan retrograde ejaculation. Disfungsi ereksi adalah ketidakmampuan mengalami atau mempertahankan ereksi untuk melakukan hubungan seksual dengan memuaskan. Disfungsi ereksi terjadi akibat gangguan pembuluh darah yang disebut angiopati.

Retrograde ejaculation berarti ejakulasi terbalik, sperma tidak dikeluarkan melalui penis, tetapi masuk ke dalam kandung kencing. Biasanya pria yang mengalami retrograde ejaculation tidak melihat adanya sperma yang keluar ketika orgasme.

Anda mengalami kedua hal tersebut sehingga ereksi penis tidak optimal dan tidak ada sperma yang keluar ketika orgasme. Sperma tidak keluar karena masuk ke dalam kandung kecing, bukan karena habis. Cairan sperma dan sel spermatozoanya tetap diproduksi, tapi ketika Anda mengalami ejakulasi, sperma masuk ke kandung kencing karena otot di sekeliling lubang bagian bawah kandung kencing tidak menutup dengan kuat. Keadaan ini disebabkan gangguan saraf akibat diabetes.

Retrograde ejaculation, dari sudut kepuasan seksual, sebenarnya bukan masalah walaupun tidak ada sperma yang keluar. Kecuali Anda dan istri masih ingin punya anak. Untuk mengatasinya, diabetes harus diatasi. Selain itu, Anda harus mendapat pengobatan erektogenik, yang membantu terjadinya ereksi.

Juga ada pengobatan untuk membantu kontraksi otot sekitar lubang bagian bawah kandung kencing. Dengan demikian, sperma tidak lagi masuk ke dalam kandung kencing. Saya sarankan Anda mendapat pengobatan dan pemeriksaan yang benar, termasuk pemeriksaan laboratorium.(Kompas,Rabu, 24 Maret 2010)

Sperma Lemah dan Tak Subur, Perlukah Inseminasi?



T. Jika sperma saya lemah dan tidak subur, apakah istri saya bisa melakukan inseminasi buatan?

J. Inseminasi buatan hanya dapat dilakukan untuk membantu kesuburan ketika sperma tidak dapat bertemu sel telur secara alami. Kualitas sperma yang rendah merupakan hal yang biasa terjadi. Untuk awalnya hal ini bisa diatasi dengan mnejalani gaya hidup sehat, memperhatikan pola makan dan menghindari alkohol serta rokok.

Dapatkan informasi lengkapnya di www.babysmart.tv yang dapat membantu pria dan wanita dalam meningkatkan kualitas sperma dan telur sebelum mengandung. Entah itu buatan atau alami, kemungkinan hamil akan semakin besar jika di dukung oleh sperma dan telur yang baik pula.(kOMPAS,Kamis, 2/4/2009)

Sperma Pengaruhi Kandungan?

T. Saya sedang hamil 4 bulan dengan anak pertama saya. Beberapa hari lalu, saya berhubungan seks dengan suami dan dia ejakulasi dalam vagina tanpa menggunakan kondom. Akankah sperma itu mempengaruhi kandungan saya?

J. Tidak mungkin sperma bisa mempengaruhi kandungan, meskipun hubungan seks berlangsung intensif. Namun, trauma dan tekanan mekanik dapat mengakibatkan beberapa risiko pada kandungan.
Perlu diketahui, selama hamil, hindari tekanan pada perut saat melakukan hubungan seks, terutama saat Anda dalam posisi terlentang. Keharmonisa seks tetap perlu dipelihara selama kehamilan, tetapi tentu saja Anda memperhatikan hal-hal sederhana ini.(Kompas,Kamis, 18/12/2008)

Sperma Tertelan, Amankah?

T. Apakah sperma aman jika tertelan? Apakah bahaya jika si pria memiliki penyakit menular seksual?

J. Ya, aman untuk menelan sperma yang memang kaya protein, tidak ada efek samping berarti kecuali jika air mani tercampur dengan terlalu banyak urin. Jika tidak ada luka atau sariawan di mulut dan gusi kamu, risiko tertular penyakit saat menelan sperma sangat rendah.

Kompas, Rabu, 21 Mei 2008

Agar Hamil, Butuh Berapa Sperma?


Sel sperma yang normal dan sehat merupakan faktor penentu terjadinya kehamilan. Dalam setiap ejakulasi terkandung 100 juta sperma. Dari jumlah itu, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pria yang hanya memiliki sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani (semen), akan sulit melakukan pembuahan. Mengapa dibutuhkan jutaan sperma jika yang bisa membuahi hanya satu sel saja? Hal ini karena perjalanan dari vagina menuju ke tuba falopi untuk bertemu sel telur sangatlah sulit.

Bahkan, sel telur yang mampu bertahan dan mencapai tuba falopi, mereka masih harus berjuang lagi untuk membuahi sel telur karena sel telur dilapisi dengan lapisan tebal yang membuat proses pembuahan menjadi lebih sulit. Para ahli yakin, tahapan yang sulit itu merupakan seleksi alam sehingga hanya sel sperma yang sehat saja yang mampu membuahi. Dengan demikian kelak akan dilahirkan bayi-bayi yang sehat.  (Kompas, Senin, 20 September 2010)

Alergi Sperma, Penyebab Sulit Hamil


Sebuah kehamilan bisa terjadi apabila sel sperma mampu membuahi sel telur. Dalam setiap ejakulasi terkandung 2-6 milimeter air mani dan setiap milimeternya mengandung lebih dari 20 juta sel sperma. Pada sebagian wanita, sel sperma dianggap sebagai benda asing atau biasa disebut juga alergi sperma.

Alergi sperma terjadi bila tubuh istri membentuk antibodi terhadap sperma suaminya. Semua perempuan akan membentuk antibodi antibodi ini, tapi tidak semuanya akan membentuk sistem imun dalam jumlah yang tinggi sehingga sperma tidak bisa mencapai sel telur. Walhasil, meski dalam saluran telur terdapat sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi, proses kehamilan tidak pernah terjadi.

Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan mengurangi kuantitas hubungan atau menggunakan kondom sehingga vagina tak terpapar sperma setiap kali melakukan hubungan intim, sehingga rangsangan untuk terbentuknya antibodi dapat dihindari.

Bila cara tersebut tidak berhasil dilakukan, pasangan yang ingin memiliki momongan bisa melakukan terapi sel darah putih suami atau disebut metode PLI (paternal leukocyte immunization). Dalam terapi ini sel darah putih suami yang sudah diproses disuntikkan dalam tubuh istri yang bertujuan untuk menurunkan kadar antibodi antisperma istri terhadap suami.
(kompas,Sabtu, 14 Agustus 2010)

Ingin Hamil, Periksa Sperma Saja Tidak Cukup


Para suami dan istri hendaknya mengerti bahwa hambatan kehamilan bisa terjadi pada istri maupun suami, sehingga keduanya harus diperiksa. Untuk mengetahui kesuburan suami tidak cukup hanya dengan pemeriksaan sperma.

Saya seorang pria berumur 38 tahun, sudah menikah enam tahun, tetapi belum punya anak. Selama tiga tahun istri saya rajin memeriksakan diri ke dokter dan mendapat pergobatan, tetapt belum hamil juga.

Sebulan yang lalu saya diminta periksa sperma. Hasilnya tertulis 'oligoasthenozoospermia'. Berdasarkan hasil itu says diberi vitamin E dan disuntik hormon testosteron. Kata dokter sebulan lagi sperms saya akan diperiksa kembali.

Melalui surat ini saya ingin mendapat second opinion mengenai obat yang saya dapat itu. Maaf saya bukan meragukan, tetapi hanya ingin memastikan saja. Apakah sudah benar obat itu untuk masalah saya? Apakah pasti dapat memperbaiki sperma saya, sehingga menjadi subur?"
B.D., Semarang

Tes Ulang Sperma
Sebenarnya sejak awal Anda juga harus mendapat pemeriksaan, bukan hanya istri. Sudah jelas bahwa penyebab hambatan hamil bukan hanya bisa terletak pada istri, melainkan juga bisa pada suami. Bahkan, kini terjadi kecenderungan penyebab kesuburan suami menjadi semakin besar.

Walaupun agak terlambat; syukurlah akhirnya diketahui bahwa kesuburan suami terganggu,  berdasarkan pemeriksaan sperma. Namun, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, diperlukan pemeriksaan ulang sperma untuk memastikan hasil pemeriksaan sperma tersebut. Kedua, diperlukan pemeriksaan fisik andrologik untuk mengetahui apa penyebab gangguan sperma.

Pemeriksaan ulang sperma sangat perlu, bahkan mutlak dilakukan, karena analisis sperma tidak selalu mudah dilakukan, sehingga hasilnya tidak selalu tepat.

Hasil "oligoasthenozoospermia" yang Anda dapatkan menunjukkan bahwa jumlah sel spermatozoa dan gerakannya di bawah nilai normal. Ini berarti Anda tidak subur, tetapi bukan berarti Anda tidak dapat menghamili. Namun, bila dibandingkan dengan pria yang kesuburannya normal, istri Anda lebih mengalami hambatan untuk menjadi hamil.

Tak Perlu Hormon
Mestinya Anda juga mendapat pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya gangguan atau penyakit yang menjadi penyebab sperma terganggu itu. Dengan mengetahui adanya penyebab, pengobatan menjadi lebih tepat dan terarah. Meski demikian, memang tidak selalu pemeriksaan dapat mengungkap penyebab gangguan kesuburan.

Pengobatan vitamin E yang Anda terima merupakan obat yang umum diberikan, walaupun hasilnya mengundang tanda tanya. Demikian juga dengan suntikan hormon testosteron, yang sebenarnya tidak perlu diberikan kalau ternyata hormon testosteron Anda normal.

Sebaliknya, kalau dosis dan cara pemberian testosteron tidak benar, justru dapat menghambat proses pembentukan sperma dan menekan fungsi testis. Sebaiknya Anda dan istri berkonsultasi lebih jauh, tidak hanya melalui surat yang terbatas ini, agar lebih jelas bagi Anda dan istri.(Kompas,Jumat, 10/7/2009)

Sulit Hamil karena Sperma Tumpah Melulu?


Setiap kali berhubungan seks dan ejakulasi, sperma suami tumpah keluar dari vagina. Jumlahnya sangat banyak sehingga Anda khawatir, jangan-jangan inilah yang menyebabkan Anda sulit hamil?

Bila Anda mengalami hal seperti ini, sebenarnya Anda tidak sendiri. Sperma yang tumpah keluar dari vagina juga dialami rata-rata perempuan. Namun, kebanyakan dari mereka tetap hamil. Bahkan, kehamilan juga terjadi pada pasangan yang sebenarnya tidak menginginkan kehamilan, dengan melakukan coitus interruptus (menarik penis keluar sesaat sebelum ejakulasi). Cara ini dilakukan agar sperma tidak bertemu dengan sel telur, namun pria kalah cepat berkejaran dengan spermanya yang keburu ngebut mencari pasangannya. Bahkan jika pria berejakulasi di luar vagina, sperma tetap dapat berenang masuk ke dalam vagina.

Dengan kenyataan itulah, sebenarnya tidak menjadi masalah bila sperma mengalir keluar kembali dari dalam vagina, sekalipun jumlahnya banyak. Sebab, menurut Neil Izenberg MD, Chief Executive Nemours Center for Children's Health Media, tidak seluruh sperma akan tumpah keluar. Sebagian kecil dari sperma tetap akan berenang mengarungi vagina untuk membuahi satu telur. Ingat, dari 20 jutaan sperma yang dihasilkan laki-laki, hanya sekitar 200 yang akhirnya mencapai telur yang terdapat di dalam saluran telur pada rahim. Dan, hanya satu yang diperlukan untuk dapat membuahi telur.

Beberapa ahli juga percaya bahwa cairan praejakulasi dapat mengambil cukup banyak sperma yang tertinggal di dalam saluran kemih dari ejakulasi yang terjadi sebelumnya untuk menyebabkan kehamilan. Kecuali bila ia sudah membuang urin setelah ejakulasi sebelum melakukan hubungan seksual lagi, hal itu dapat membantu membersihkan saluran kemih dari sperma.

Apakah Anda mengkhawatirkan kebiasaan lain yang membuat sperma sulit membuahi sel telur Anda, seperti melakukan douching atau membasuh vagina dengan air setelah melakukan hubungan intim? Sebenarnya tidak juga. Sperma adalah perenang tangguh; ratusan ribu dari mereka mampu mencapai rahim bahkan sebelum Anda beranjak dari tempat tidur. Bahkan, tekanan dari cairan yang disemprotkan ke dalam vagina justru dapat mendorong sperma masuk ke rahim. Sperma dapat hidup selama 3-5 hari di dalam lingkungan yang hangat dan lembab seperti leher rahim.

Tips mengurangi sperma tumpah

Dokter biasanya mengatakan penyebab sperma mudah keluar dari vagina adalah karena posisi rahim Anda terbalik atau menghadap ke atas. Meskipun demikian, untuk memastikan sperma tidak terlalu banyak tumpah (dan sekadar menenangkan hati Anda), Anda masih bisa kok melakukan beberapa trik saat berhubungan seksual.

Lakukan hubungan seksual seperti biasa (dengan posisi apa pun yang menurut Anda nyaman). Namun bila suami sudah akan berejakulasi, gantilah posisi Anda menjadi di bawah. Lalu, ganjal pinggul Anda dengan bantal atau guling sehingga posisi pinggul lebih tinggi daripada badan bagian atas. Setelah ejakulasi, angkat kedua kaki ke atas, atau sandarkan ke tembok agar tidak capek.

Biarkan posisi seperti ini 30 menit hingga 1 jam untuk memastikan rahim telah benar-benar "terendam" sperma. Bila masih belum yakin, jangan dulu membasuh vagina sampai Anda terbangun pagi hari.

Nah, selamat mencoba!(kompas,Kamis, 30/4/2009)
 

Popular Posts

Cloud