Tampilkan postingan dengan label Masalah Seks Pada Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masalah Seks Pada Pria. Tampilkan semua postingan

Ada apa dengan Rahasia Pria dan Wanita?

Banyak hal yang perlu diungkap terkait dengan seks pria dan wanita. Temukan rahasianya dikumpulan artikel berikut.



Rahasia Pria
2.            6 Hal yang Pengaruhi Seksualitas Pria
3.            10 Hal Turunkan Kemampuan Seks Pria
7.            Inilah Tanda-tanda Pria Sehat
8.            Kala Stres, Selera Pria Lebih "Nakal"
9.            Latihan Kegel untuk Pria
18.        Saat Pria Menua
28.        Masalah pada Sperma Pria
41.        Pria Gemuk Lebih Setia?

Rahasia Wanita
50.        Latihan Kegel untuk Wanita
78.        Wanita dan Orgasme
81.        10 'Zona Erogenous' Wanita

Ada apa dengan Penyakit dan Obat Seks?

Penyakit Seks...Aduh jangan sampai deh terkena...Berikut kumpulan artikel terkait keluhan kesehatan seputar hubungan intim...



2.            Antibiotik Sebabkan Keputihan?
3.            Pelumas Tingkatkan Risiko Infeksi HIV
4.            Teknik Mengatasi Vaginismus
5.            Kesibukan Ganggu Kesuburan
6.            Apakah Saya Homoseksual?
7.            Mengenal Lebih Jauh Kutil Kelamin
8.            Nyeri Waktu Bersenggama
9.            Kalau Terasa Nyeri Saat Sebadan

Bila Buah Pelir tak Sama Tinggi

“Saya seorang pemuda berumur 30 tahun, belum menikah. Rencananya saya akan menikah pada akhir tahun ini. Namun, beberapa bulan ini saya terganggu dengan kedaan buah pelir. Pada awalnya saya tidak pernah memperhatikan posisi buah pelir. Ternyata setelah saya perhatikan, buah pelir yang sebelah kiri lebih ke atas daripada yang kanan. Jadi dalam keadaan rileks, kedudukan buah pelir tidak sejajar. Apakah hal ini bisa berpengaruh terhadap kesuburan? Dapatkah diatasi supaya menjadi sejajar?

Saya juga mengalami kejadian yang cukup mengganggu. Kadang-kadang ketika sedang mengedan saat buang air besar, di lubang penis keluar cairan putih kental.
Apakah cairan itu adalah sperma? Apakah berbahaya? Apakah ada pengaruh terhadap kesuburan dan kemampuan seks? Apakah ada hubungannya dengan ejakulasi saya yang selalu cepat? Apakah keadaan ini harus dihilangkan dengan pengobatan atau dibiarkan saja?”
Pius, Yogya

Dalam Kantung
Pada umumnya dalam keadaan normal, letak buah pelir kanan dan kiri kurang lebih sama. Demikian juga volume dan kekenyalan keduanya. Namun, kadang-kadang terdapat variasi, sehingga terjadi perbedaan antara kedua buah pelir, baik posisi dan volumenya, asal masih berada dalam batas normal.

Meski demikian, kalau perbedaan itu sangat mencolok, apalagi di luar batas normal, berarti terjadi gangguan yang menyebabkannya. Kalau letak buah pelir Anda kanan dan kiri sangat jauh berbeda, berarti terjadi hambatan dalam penurunan pada bagian yang letaknya lebih tinggi.

Sebagai contoh, kalau buah pelir yang satu sudah berada di dalam kantong buah pelir, sedangkan yang satu lagi terletak di bagian atas dekat ke tubuh, dapat dipastikan telah terjadi hambatan dalam proses penurunan ke dalam kantung buah pelir. Dalam keadaan begini, mungkin terjadi gangguan kesuburan karena buah pelir yang posisinya lebih tinggi tidak dapat berfungsi sempurna dalam memproduksi sel-sel spermatozoa.

Namun, kalau keduanya sudah berada di dalam kantung buah pelir, pada umumnya fungsinya tidak terganggu walaupun tidak persis sama tinggi. Jadi Anda tidak perlu terlalu khawatir dengan perbedaan letak kedua buah pelir Anda.

Cairan Kelenjar
Mengenai cairan yang keluar saat Anda mengedan, itu adalah cairan kelenjar kelamin. Peristiwa ini wajar terjadi, sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Karena itu, peristiwa ini tidak memerlukan pengobatan dan biarkan saja terjadi.

Lebih jauh, keluarnya cairan kelenjar itu tidak ada kaitan dengan gangguan kesuburan dan fungsi seksual, khususnya ejakulasi dini. Artinya, walaupun mengeluarkan cairan itu, tidak berarti kesuburan Anda terganggu. Bukan pula berarti dapat mengakibatkan ejakulasi dini.

Bila mengalami ejakulasi dini, tentu bukan disebabkan Anda mengeluarkan cairan kelenjar kelamin ketika sedang mengedan. Ada penyebab tertentu yang mengakibatkan ejakulasi dini. Kalau Anda atau pasangan merasa terganggu dengan ejakulasi dini, tentu harus mendapat pengobatan untuk mengatasinya.

Konsultasi Seksologi dengan Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*) di Tabloid Gaya Hidup Sehat
(*) Seksolog dan Androlog dari Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali (Kompas,Selasa, 2 Desember 2008)

Buah Pelir, Kok Hilang?

“Anak saya laki-laki, kini berumur 6 tahun, tetapi belum punya buah pelir (testis). Waktu berumur 3 tahun pernah diperiksa oleh seorang dokter dan mendapat suntikan hormon. Setelah itu diperiksa lagi, katanya sudah ada buah pelir, tetapi masih kecil. Sebagai orangtua, saya cukup senang.

Beberapa waktu lalu, saat membaca tulisan dokter tentang perkembangan kelamin anak di rubrik ini, saya jadi teringat anak saya. Dia lalu saya periksakan ke dokter lain. Setelah di USG, dokter bilang anak saya tidak punya testis.

Mohon dijelaskan, ke mana testis anak saya yang dulu dikatakan masih kecil? Apakah bisa hilang begitu saja? Selama ini dia tidak pernah sakit serius, selain demam pilek. Apakah kalau tidak punya testis, anak saya bisa normal setelah dewasa kelak? Apakah anak saya akan mengalami gangguan seks?”
R.T., Makassar

Menyebabkan Mandul
Buah pelir (testis) awalnya berada di rongga panggul. Seiring perkembangan bayi, buah pelir mengalami penurunan masuk ke kantong buah pelir (scrotum). Ketika dilahirkan, umumnya buah pelir sudah berada di dalam kantong buah pelir dan dapat diraba dengan jelas.

Sekitar 2-3 persen bayi laki-laki belum mengalami penurunan buah pelir ketika dilahirkan. Penurunan terjadi kemudian sampai berumur satu tahun. Namun, masih saja ada sebagian kecil yang tidak mengalami penurunan, sehingga buah pelirnya hanya ada satu atau tidak ada sama sekali di dalam kantong buah pelirnya.

Anak yang mengalami hambatan penurunan seperti ini (cryptorchidism) harus mendapat pengobatan agar buah pelirnya turun dan masuk ke dalam scrotum. Kalau tidak, anak akan mengalami gangguan kesuburan atau kemandulan, dan dapat juga menderita gangguan fungsi seksual.

Salah satu cara pengobatan ialah dengan memberikan hormon karena penyebab yang sering ialah tidak berfungsinya hormon seks. Tentu saja penggunaan hormon harus tepat dengan mempertimbangkan agar buah pelir yang akan diturunkan ke dalam scrotum tetap berfungsi normal kemudian.

Segera Periksa
Kalau anak Anda telah mendapat pengobatan dan ternyata buah pelirnya sudah turun ke dalam scrotum, seharusnya dapat diketahui dengan pemeriksaan. Jadi kalau buah pelir sudah masuk dan berada di dalam scrotum, tak mungkin kemudian tidak ada. Kalau ternyata kini benar dinyatakan tidak ada buah pelir di dalam scrotum, berarti buah pelir memang belum masuk ke dalam scrotum.  

Kemungkinan lain ialah terjadi infeksi buah pelir yang kemudian menyebabkan buah pelir mengecil (atrofi). Kalau ini yang terjadi, buah pelir tetap masih ada, hanya saja ukurannya mengecil dan biasanya konsistensinya lebih keras. Lagipula kalau pernah mengalami infeksi, pasti terasa sakit pada buah pelir. Padahal, Anda menyatakan anak Anda tidak pernah mengalami sakit, selain demam pilek.  

Cara pengobatan lain ialah dengan operasi, yang bertujuan menurunkan buah pelir agar berada di dalam kantong buah pelir. Saya sarankan Anda membawa anak Anda untuk menjalani pemeriksaan, sebelum mendapat pengobatan atau tindakan operasi. Yang pasti, cryptorchidism jangan dibiarkan.

Source: Gaya Hidup Sehat, Kompas,Selasa, 11 Maret 2008

Testis Kecil, Apa Artinya?


 “Saya mau minta bantuan mengenai masalah yang saya hadapi saat ini. Saya sudah berumah tangga tujuh bulan, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda istri hamil, padahal kami berhubungan intim secara teratur.



Saya ingin mendapat penjelasan, apakah ada hubungan antara bulu rambut dan fungsi seksual? Tidak seperti pria dewasa pada umumnya, saya merasa mengalami kelainan. Kulit saya tidak ditumbuhi bulu. Kalaupun ada, sangat minim. Apakah saya kekurangan hormon dan apakah itu berpengaruh terhadap fungsi seks? Terus, bagaimana terapinya?

Saya merasa ukuran penis dan testis saya kecil. Testis saya ukurannya hanya sedikit di atas kelereng (diameter kurang dari 2 cm). Apakah itu normal? Adakah pengobatan yang bisa saya lakukan?”

S, Medan

Periksa sperma
Kalau Anda telah melakukan hubungan seksual secara teratur selama setahun tanpa kontrasepsi, tetapi istri belum juga hamil, berarti Anda dan istri termasuk pasangan yang tidak subur. Hubungan seksual yang teratur dalam konteks terjadinya kehamilan ialah dengan frekuensi dua kali dalam seminggu.

Kalau Anda melakukan hubungan seksual dengan istri baru dalam waktu tujuh bulan, berarti belum tergolong pasangan yang tidak subur. Meski begitu, baik sekali bila Anda sudah memerhatikan kehamilan yang belum terwujud ini.

Terjadinya kehamilan ditentukan oleh keadaan kesuburan pihak suami dan istri. Kalau salah satu pihak mengalami gangguan kesuburan, kehamilan akan terhambat. Apalagi kalau kedua belah pihak mengalami gangguan. Untuk mengetahui keadaan kesuburan, diperlukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan laboratorium.

Untuk Anda, diperlukan pemeriksaan sperma sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. Dari pemeriksaan fisik, dapat diduga bagaimana keadaan kesuburan seorang pria, terutama dengan mengetahui bagaimana perkembangan organ seksual-reproduksinya.

Pria normal akan menunjukkan perkembangan organ seksual-reproduksi yang normal, yang meliputi perkembangan penis, buah pelir (testis), dan kelenjarnya. Juga tampak tanda-tanda perkembangan kelamin sekunder, seperti suara membesar, tumbuhnya rambut kelamin, rambut ketiak, dan rambut wajah.

Kekurangan testosteron
Pada keadaan kekurangan hormon testosteron, terjadi hambatan perkembangan tersebut sehingga organ seksual-reproduksi tidak berkembang. Jelas dapat dilihat penis dan buah pelir yang tidak berkembang, tekstur kulit tak jelas, suara bukan suara dewasa, serta rambut kelamin dan ketiak tidak tumbuh  

Rambut di kulit bukan tanda yang penting untuk menilai perkembangan seksual-reproduksi pria. Karena itu, Anda jangan khawatir atau merasa terganggu walaupun tidak mempunyai bulu di kulit.

Perkembangan penis dan buah pelir sangat penting sebagai petunjuk kesuburan pria. Ukuran buah pelir yang normal dapat ditentukan dengan alat ukur yang tersedia. Ukuran buah pelir yang kecil tidak normal berkaitan erat dengan keadaan kesuburan.

Namun, untuk memastikan keadaan kesuburan Anda, diperlukan pemeriksaan sperma. Hasil pemeriksaan kemudian dibandingkan dengan standar normal sperma.
Beberapa penyakit dapat mengakibatkan ukuran buah pelir mengecil dan tidak normal, yang juga berpengaruh pada kesuburan.

Di pihak lain, banyak pria yang merasa ukuran penisnya tidak normal, padahal sebenarnya normal. Perkembangan penis yang tidak normal pada umumnya disertai hambatan perkembangan lain, yaitu hambatan perkembangan buah pelir, rambut kelamin, otot, dan kulit.

Gangguan kesuburan dapat diberi pengobatan sesuai dengan keadaan kesuburan dan penyebabnya meski memang tidak semua dapat diatasi dengan baik. Kalau buah pelir telah mengalami kerusakan, apalagi sampai mengakibatkan ukurannya mengecil, biasanya tidak dapat diatasi lagi.

Saya sarankan Anda mendapat pemeriksaan dari dokter ahli andrologi untuk mengetahui normal-tidaknya organ seksual-reproduksi Anda dan bagaimana keadaan kesuburan Anda. @

Konsultasi djawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila, Sp.And (Kompas,Rabu, 14/4/2010)

6 Hal yang Pengaruhi Seksualitas Pria


Pada dasarnya, kehidupan seksualitas pria terbangun atas 4 aspek yang saling terkait, yakni libido, ereksi, orgasme, dan resolusi. Nah, apa saja yang mempengaruhi keempat aspek tersebut? Inilah yang perlu dicermati

1. Kebugaran tubuh
Ini merupakan salah satu modal penting agar kehidupan seksual tetap prima. Mereka yang tidak bugar meski secara fisik mengaku sehat, bisa dipastikan loyo saat berintim-intim. Karenanya amat dianjurkan suami istri benar-benar menjaga kebugaran tubuhnya.

2. Pengalaman seksual
Yang paling membekas dan berpengaruh secara nyata adalah pengalaman seksual terakhir. Jika hubungan seksual terakhir diwarnai kekecewaan istri gara-gara suaminya mengalami ejakulasi dini, bisa dipastikan hubungan seksual berikutnya akan semakin bermasalah. Itu sebabnya setiap hubungan seksual seyogianya diusahakan paling berkualitas hingga meninggalkan kesan mendalam yang membuat suami atau istri mendamba lagi.

3. Hormon testoteron
Ini adalah hormon yang paling berperan dalam kehidupan seksual kaum adam. Begitu kadar hormon ini menurun, respon seksualnya pasti mengalami penurunan. Itulah mengapa, begitu ada gangguan ereksi, pria dianjurkan untuk memeriksakan kadar hormon testoteronnya yang normalnya harus di atas angka 600.

4. Usia
Dari segi usia, puncak kehidupan manusia adalah usia 30 tahun. Lewat usia itu semua organ tubuh, termasuk fungsi seksual, dipastikan mengalami penurunan. Tapi, asalkan bisa menjaga kualitas hidup, pertambahan usia tidak identik dengan kehampaan seksual.

5. Gaya hidup
Mereka yang gaya hidupnya buruk, besar kemungkinan kemampuan seksualnya pun akan menurun drastis begitu melewati usia 30 tahun. Untuk mempertahankannya, mau tak mau pria harus perbaiki gaya hidup. Antara lain jangan makan dengan porsi berlebih, cermati keseimbangan gizi, penuhi kecukupan tidur, olahraga dan kelola stres.

6. Penyakit
Penyakit apa pun pada dasarnya akan memengaruhi kualitas kehidupan seksual setiap pria. Akan tetapi penyakit yang paling mengganggu bahkan bisa sampai menindas kehidupan seks adalah infeksi kronis dan penyakit yang disebut dengan sindrom metabolisme, yaitu diabetes, obesitas, hipertensi, kolesterol tinggi dan gangguan saraf.(Kompas,Rabu, 18/8/2010)

10 Hal Turunkan Kemampuan Seks Pria


Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:

1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.

6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.

7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.(Kompas,Selasa, 10/11/2009)
Kemampuan seksual pria identik dengan ereksi. Begitu pentingnya kemampuan ini, sehingga banyak hal harus dijaga dan diperhatikan oleh para pria.

Berikut ini beberapa hal yang dapat memengaruhi kemunduran seksual pria, menurut Prof. Dr. Djoko Rahardjo, Sp.BU, dari Sub-bagian Urologi, Bagian Bedah Fakultas Kedokteran UI/RSCM:

1. Usia. Pria usia lanjut biasanya mengalami keadaan yang disebut andropause. Ini adalah masa di mana produksi testosteron berkurang.

2.Diabetes. Kadar gula darah yang tinggi menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah dan merusak saraf, termasuk pembuluh darah ke daerah reproduksi. Inilah yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi ereksi.

3. Hipertensi. Tekanan darah tinggi menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku, sehingga lama kelamaan lumen pembuluh akan menyempit. Kejadian ini tidak hanya di bagian pembuluh jantung atau otak, melainkan juga di bagian genital. Akibatnya, aliran darah ke genital berkurang. Gangguan ereksi pun sangat mungkin terjadi.

4. Kadar kolesterol tinggi. Kolesterol yang terus-menerus tertimbun dalam pembuluh darah menyebabkan mengerasnya dan menyempitnya pembuluh darah. Penyempitan pada penis menyebabkan terjadinya kesulitan ereksi.

5. Gangguan saraf. Parkinson, kencing manis, stroke, dapat menyebabkan menurunnya fungsi saraf. Akibatnya, aktivitas neurotransmitter berkurang dan menurunkan rangsang saraf. Terjadilah gangguan ereksi.

6. Trauma. Trauma yang langsung mengenai daerah kemaluan akan merusak korpus kavernosum, saraf, dan pembuluh darah yang akhirnya menyebabkan gangguan ereksi.

7. Faktor psikis. Stres entah karena fisik atau psikis mampu melelahkan mental dan menghambat kerja neurotransmitter, sehingga tidak terjadi rileksasi otot polos. Akibatnya, ereksi terganggu.

8. Penyakit infeksi. Infeksi kronis seperti TBC, HIV, hepatitis mengakibatkan kemunduran kerja neurotransmitter dan penurunan kadar estrogen yang kemudian menimbulkan turunnya libido.

9. Obat-obatan. Obat perangsang, narkotika, dan beberapa obat penurun tekanan darah dapat mengganggu kemampuan ereksi.

10. Merokok. Selain dapat memicu kanker paru, juga menyempitkan pembuluh darah.(Kompas,Selasa, 10/11/2009)
 

Popular Posts

Cloud