Tampilkan postingan dengan label Masa Subur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masa Subur. Tampilkan semua postingan

Menghitung dan Menentukan Masa Subur

Ingin segera menimang momongan? Lakukan hubungan intim saat masa subur. Berikut, berbagai cara menghitung masa subur.

Supaya hamil, harus ada sel telur yang siap dibuahi. Adanya sel telur ini menunjukkan masa subur seorang wanita. Tetapi, bagaimana kita bisa mengetahui masa subur tersebut agar tidak meleset, sehingga bisa terjadi konsepsi (pembuahan)?

"Masa subur bisa diketahui dengan menghitung dari periode menstruasi, perubahan lendir, dan perubahan suhu tubuh basal," terang dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG

Sebenarnya tak terlalu sukar untuk melacaknya sendiri. Hanya saja memerlukan kecermatan. Yang juga tak kalah penting, mau bersabar agar diperoleh hasil yang lebih akurat. Minimal, pelacakan ini dilakukan beberapa kali dalam beberapa bulan.

SIKLUS HAID


Melacak masa subur bisa dilakukan melalui hitungan siklus haid/menstruasi. Masa subur akan amat mudah terlacak jika haid kita selalu teratur setiap bulannya. Siklus yang normal, terang Lastiko, berjalan antara 28-30 hari. Ada pula ahli yang berpendapat, antara 22-35 hari. "Dengan demikian, sel telur keluar pada pertengahan siklus, sekitar hari ke-14 sampai ke-16 dihitung dari hari pertama menstruasi," terang Lastiko.

Jadi, 3 hari sebelum hari ke-14 dan 3 hari setelah hari ke-16 adalah masa yang memungkinkan bagi sel telur untuk dibuahi. Perhitungan ini berdasarkan kemungkinan sel sperma yang bisa bertahan hidup sampai 72 jam sebelum mencapai sel telur.

Siklus normal 28 hari, pertengahan siklusnya hari ke-14 (28: 2). Berarti masa suburnya, tiga hari sebelum hari ke-14, yaitu hari ke-11 (14-3) dan tiga hari setelah hari ke-14, yaitu hari ke-17 (14+3). Jadi, masa subur berlangsung antara hari ke-11 sampai hari ke-17 (7 hari) dari suatu siklus wanita yang normal.

Misalnya, kita datang bulan pada tanggal 1. Nah, masa subur adalah tanggal 11 (14-3) sampai 19 (16+3) pada bulan tersebut.

Pada mereka yang haidnya tidak teratur (siklus kurang dari 28 hari), maka masa subur diperhitungkan dari jadwal menstruasi yang akan datang. Umumnya sel telur akan keluar pada 14 atau 16 hari sebelum haid yang berikut. Misalnya, perkiraan menstruasi yang akan datang tanggal 18 Agustus. Diperkirakan sel telur akan keluar pada tanggal 2 dan 4 Agustus (18-14 hari mundur = 4 Agustus, dan 18-16 hari mundur = 2 Agustus). Berarti masa subur berlangsung antara 31 Juli (2 Agustus - 3 hari sebelum) sampai 7 Agustus (4 Agustus + 3 hari sesudah).

Jika siklus haid sama sekali tidak teratur, diperlukan data siklus minimal 6 bulan sampai setahun. Kemudian dihitung dengan memakai rumus Ogino Knouss. Dicari siklus yang paling pendek berapa hari dan siklus paling panjang berapa hari. Masa subur ditentukan berdasarkan siklus terpendek - 18, siklus terpanjang - 11.

Contoh, siklus terpanjang 40 hari, siklus terpendek 28 hari. Maka, 40-11 = 29 dan 28-18 = 10. Jadi, perkiraan masa suburnya hari ke-10 dihitung sejak menstruasi pertama sampai hari ke-29. Masa suburnya memang menjadi lebih panjang, tetapi tidak bisa diperkirakan kepastian yang paling mendekati. Ini disebabkan menstruasi yang kacau sehingga sulit diketahui, kapan persisnya perkiraan keluarnya sel telur.

Seorang wanita yang siklus menstruasinya kacau sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebab dan melakukan pengobatan. Dengan demikian, bisa diketahui masa suburnya.

GETAH LENDIR SERVIKS

Masa subur juga bisa diketahui lewat pemeriksaan getah lendir (mukus) mulut rahim (serviks). Ini pun dapat kita lakukan sendiri. Caranya, lendir dari mulut rahim diperiksa setiap hari.

Pada masa subur terjadi perubahan yang bersifat spinbarkeit . Lendir lentur, tidak terputus jika dipegang, dan lengket seperti agar-agar.

Kalau mau lebih pasti, lendir ini bisa diperiksa ahli pada objek gelas dibawah mikroskop. Lendir yang terjadi pada masa subur, akan terlihat berbentuk seperti daun pakis.

UKUR SUHU

Cara lain yang bisa ditempuh adalah mengukur suhu tubuh basal. Saat ovulasi, sel telur dilontarkan dari kantung yang matang. Selanjutnya, tempat asal sel telur tadi (korpus luteum)  memproduksi hormon progesteron yang bertugas menyiapkan jaringan dalam rahim untuk menerima sel telur yang telah dibuahi. Terbentuknya progesteron ini mengakibatkan kenaikan suhu tubuh.

Lakukan pengukuran suhu badan pada pagi hari setelah bangun tidur dan sebelum melakukan aktivitas apa pun, seperti turun dari tempat tidur, ke kamar mandi, makan, atau minum. Kerjakan setiap hari pada jam yang sama selama tiga bulan. Gunakan termometer yang dimasukkan ke dalam mulut atau dubur (bukan yang dijepit di ketiak). Letakkan termometer di bawah lidah selama 5-6 menit. Tutup mulut selama pengukuran berlangsung. Catatlah perubahan suhu yang terjadi setiap hari. Jangan lupa untuk menghubungkan catatan hari ini dengan hari-hari berikutnya, sehingga membentuk kurva.

Pada saat ovulasi, akan terlihat, mula-mula grafik turun sedikit dari perhitungan hari sebelumnya. Kemudian akan naik dengan beda paling sedikit dua derajat celcius. Kalau sudah naik, kurva akan tetap di atas, tidak akan turun lagi.

Suhu normal tubuh biasanya 35,5 - 36 derajat Celcius. Pada waktu ovulasi suhu akan turun dulu dan naik bisa mencapai 37-38 derajat dan tidak akan kembali pada suhu 35 derajat. Pada waktu perubahan itulah terjadi masa subur. Kondisi kenaikan suhu tubuh ini akan terus terjadi sekitar 3-4 hari.

Kemudian akan turun kembali sekitar 2 derajat karena produksi progesteron menurun, sehingga suhu tubuh pun turun. Dan akhirnya kembali pada suhu tubuh normal, seperti sebelum menstruasi terjadi.

Bila pada grafik (hasil catatan suhu tubuh) tidak terjadi kenaikan suhu tubuh, bisa berarti tidak terjadi masa subur karena tidak adanya korpus leteum yang akan memproduksi progesteron. Ini juga berarti tidak akan terjadi kenaikan suhu tubuh.

Sebaliknya, jika kenaikan suhu tubuh terus berlangsung setelah masa subur, pertanda dimulainya kehamilan. Karena jika sel telur berhasil dibuahi, berarti korpus leteum  akan terus memproduksi hormon progesteron. Dengan demikian, suhu tubuh pun tetap tinggi.

Syarat menentukan masa subur dengan pengukuran suhu tubuh adalah dalam 3 bulan, suhu tubuh tidak dalam keadaan demam, tidak tidur di dekat lampu yang sangat panas, atau dengan AC yang sangat dingin. "Kalau suhu badan kacau, susah mengukurnya dan pemeriksaan pun gagal," kata Lastiko.

LEWAT USG


Sekarang ini, lewat pemeriksaan USG secara serial, bisa diketahui masa subur seorang wanita. Caranya dengan melihat kelenjar telur, perkembangan terjadinya sel telur sampai sel telur tersebut matang dan hendak keluar (ovulasi). Cara ini bisa dimanfaatkan oleh wanita yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur.

Dengan pemeriksaan USG secara serial 2-3 hari dapat diukur siklus haidnya, tanggalan haid, dan tanggalan timbul ovulasi. "Perkembangan ini akan terus dipantau. Dari mulai sel telur terbentuk hingga menghilang." Nah, jika sudah diperoleh saat terjadinya ovulasi, segera dilakukan pencatatan pada hari ke berapa masa subur itu terjadi, dihitung dari hari pertama menstruasi.(tabloidnova)

Tandai Masa Subur Anda

Saat mempersiapkan kehamilan, siklus menstruasi serta masa subur perempuan harus senantiasa dipantau. Simak cara menentukan masa subur dari Dr. Prima Progestian, SpOG.,  berikut ini!

Membiasakan diri mencatat siklus haid (menogram) dapat menjadi penentu keberhasilan ketika pasangan suami-istri memutuskan untuk memiliki buah hati. “Dengan membiasakan diri mencatat siklus, Anda menjadi terbiasa untuk memantau masa subur dan tahu kapan saat yang tepat untuk melakukan hubungan seksual,” papar Prima ketika ditemui di tempat praktiknya, Brawijaya Women and Children Hospital .

Pasalnya, supaya terjadi kehamilan maka hubungan seksual harus dilakukan pada masa subur atau ketika sel telur telah dilepaskan dari indung telur. Dengan demikian, mencatat masa subur dapat dilakukan ketika Anda dan pasangan memutuskan untuk menunda atau segera memiliki buah hati.

Mengenal Masa Subur

Ovulasi umumnya terjadi empat belas hari sebelum masuk tanggal menstruasi periode berikutnya. Dengan kata lain, perempuan yang memiliki siklus menstruasi 28 hari akan mengalami ovulasi pada hari ke empat belas, terhitung sejak hari pertama haid. Sementara masa subur adalah 2 –3 hari menjelang dan setelah ovulasi.

“Idealnya pasangan yang merencanakan kehamilan melakukan hubungan seksual di masa subur itu. Sebaliknya, pasangan dapat menghindari tanggal tersebut jika ingin menunda kehamilan. Akan tetapi, selama pasangan rutin berhubungan setiap 2 – 3 hari sekali, maka salah satu tanggal di masa subur itu akan tertangkap pula,” ujar penulis buku Cara Menentukan Masa Subur ini.

Istilah “masa subur” mungkin sering sekali Anda dengar. Namun, sebenarnya apa yang terjadi pada tubuh perempuan ketika masa subur?

Prima menuturkan, terjadi perubahan-perubahan penting pada tubuh perempuan dalam fase tersebut, khususnya pada organ reproduksi. “Tubuh perempuan membuat persiapan untuk proses pembentukan dan penempelan embrio,” ujar Prima.

Perubahan pertama adalah penebalan selaput lendir (endometrium) pada rahim hingga sekitar 8 mm. Penebalan ini bertujuan untuk memudahkan proses penempelan embrio di dinding rahim.

Selain itu, kedua indung telur (ovarium) alias kelenjar berbentuk oval yang menjadi tempat ovulasi pun berangsur membesar. “Indung telur dibuat sejak masa menarche dan akan berhenti saat menopause. Menjelang masa subur setiap bulan, ia semakin membesar dan memproduksi sel telur,” papar Prima.

Nyeri Ovulasi

Pernah merasa nyeri di bagian perut padahal jadwal haid belum dekat? Sebanyak dua puluh persen perempuan memang mengalami nyeri perut bagian bawah, baik di sebelah kanan maupun kiri. Gejala yang terjadi ketika memasuki masa subur dan biasa disebut “nyeri ovulasi”. Ini disebabkan rangsangan dari selaput perut bagian dalam akibat darah atau cairan folikel yang pecah.

Bukan Keputihan

Ciri masa subur lainnya dapat dilihat dari jumlah lendir serviks yang bertambah banyak. Cairan berwarna bening, tidak berbau, dan berbentuk elastis ini seringkali disalah artikan sebagai keputihan, padahal ia hadir jauh sebelum fase haid dimulai, yaitu dua minggu sebelum haid. Lagi pula, Prima menegaskan, kondisi organ reproduksi perempuan justru kering tanpa lendir saat sedang haid.

“Lendir serviks ini bisa bertambah banyak karena mulut rahim menjadi lebih terbuka pada masa subur. Sementara di luar masa subur, lendir tersebut mengental dan membentuk sumbat sehingga sperma maupun kotoran tidak dapat memasuki rahim. Gumpalan itu menjadi encer ketika masa subur, dengan tujuan memberi jalan masuk bagi sperma,” paparnya.

Perubahan Suhu Tubuh

Sebelum memasuki masa subur, rata-rata Suhu Basal Badan (SBB) adalah 36 – 36,5 derajat Celcius. Namun menjelang ovulasi, umumnya terjadi peningkatan suhu badan hingga mencapai 37 – 37,5 derajat Celcius. Penghitungan ini merupakan salah satu cara mengetahui masa subur melalui suhu dasar tubuh yang diukur saat aktivitas dan tingkat stres Anda minimal.

Faktor Penentu Kesuburan


1 Asupan Nutrisi

Prima memaparkan bahwa tidak ada jenis makanan yang secara khusus dapat membantu kesuburan. “Tidak ada yang spesifik sebenarnya, yang pasti buah dan sayur baik untuk kesuburan karena mengandung mineral dan vitamin. Banyak yang bertanya, makan taoge membantu kesuburan benar atau tidak? Ya dia termasuk, tapi bukan itu saja. Tetap harus lengkap,” paparnya.

Untuk memudahkan, Prima menganjurkan untuk mengonsumsi sayuran dan buah dari lima warna yang berbeda dalam sehari. Pasalnya, setiap warna buah dan sayuran memiliki kandungan gizi yang berbeda dan dibutuhkan oleh tubuh.

2 Gaya Hidup

Sebagai pemegang peranan terpenting, gaya hidup pun harus diperhatikan untuk menunjang kesuburan. Selain kebiasaan olahraga dan pola hidup sehat seperti menjauhi rokok, obat-obatan terlarang, juga alkohol, faktor pekerjaan pun dapat mencegah kesuburan Anda.

“Misalnya kebiasaan mengendarai motor jarak jauh atau kerja di lingkungan panas seperti pabrik pengolahan besi, itu dapat memengaruhi kualitas sperma,” lanjut Prima. Selain itu, kebiasaan sauna yang terlalu sering atau terlalu lama pun dapat membuat fungsi testis tidak maksimal karena panas yang tinggi.

3 Usia

Di usia di atas 35 tahun, angka error  pada telur menjadi lebih besar dan fungsinya menurun. Pasalnya, cadangan indung telur akan semakin berkurang seiring semakin meningkatnya usia perempuan.

4 Kesehatan

Faktor lain adalah kesehatan secara umum. Misalnya pada perempuan yang obesitas, kesuburannya berisiko terganggu karena insulin berlebih membuat sel telur tidak diproduksi dengan baik. “Sehingga sel telur yang diproduksi kecil-kecil dan ovulasi tidak maksimal,” tutur Prima.

Contoh lain kasus varises di testis yang membuat sperma mati atau adanya infeksi saluran kencing yang menghambat sperma. “Bisa juga jika ada infeksi di saluran reproduksi perempuan yang mengakibatkan saluran telur tersumbat dan perempuan hilang kesuburannya,” tambahnya.

Kapan Harus Periksa?


Dari pemaparan Prima tadi, keputusan untuk memiliki buah hati sebaiknya dimulai dari menentukan waktu yang tepat untuk berhubungan. Akan tetapi, jika pertimbangan waktu telah dipilih dengan tepat namun Anda dan pasangan beberapa kali gagal dalam merencanakan kehamilan, sebaiknya segera berkonsultasi dan memeriksakan diri ke dokter.

Pemeriksaan kesuburan harus mengikutsertakan suami dan istri. Suami akan diperiksa kesehatan sel spermanya, sementara pada istri akan dilakukan pemeriksaan Histerosalpingografi (HSG), Ultrasonografi (USG), dan hormon.

HSG dilakukan untuk mengetahui kondisi rahim dan saluran telur menggunakan sinar X (rontgen). Sementara USG diperlukan untuk memantau perkembangan folikel dan ketebalan selaput lendir rahim, serta mendeteksi kelainan pada rahim, indung telur, dan saluran telur.

Lebih lanjut, pemeriksaan hormon penentu kesuburan yaitu hormon LH, progesteron, FSH, dan estrogen, juga dapat dilakukan untuk memastikan kesehatannya.

Prima membuat klasifikasi berdasarkan usia untuk menentukan kapan saatnya Anda dan pasangan menemui dokter dan memeriksakan organ reproduksi Anda. “Ketentuan berikut untuk pasangan yang sudah mencoba rutin melakukan hubungan dengan memperhatikan masa subur, tidak menggunakan KB, tapi tak kunjung memiliki buah hati,” tegas Prima.

1. Usia di bawah 35 tahun

Kunjungi dokter jika Anda dan pasangan telah berupaya memiliki buah hati namun tak kunjung berhasil setelah satu tahun.

2. Usia 35 - 40 tahun

Kunjungi dokter jika Anda dan pasangan telah berupaya memiliki buah hati namun tak kunjung berhasil setelah enam bulan.

3. Usia 40 ke atas

Kunjungi dokter saat Anda dan pasangan memutuskan untuk memiliki anak.

Perjalanan Sel Telur

Disadari atau tidak, organ reproduksi perempuan menempuh beberapa proses yang berulang setiap bulan. Siklus haid pada perempuan normalnya terjadi antara 21 – 35 hari, atau rata-rata sekitar 28 hari.

Apabila siklus haid Anda tidak teratur, penghitungan siklus masa subur tetap dapat dilakukan meski ketepatannya berkurang. Sebelum membuat kalender untuk menghitung masa subur Anda, coba simak proses perjalanan sel telur berikut ini!

Kalender Menstruasi


1 Menstruasi

Penghitungan kalender menstruasi dimulai dari hari pertama menstruasi dalam satu bulan. Pada fase ini bila sel telur tidak dibuahi maka endometrium akan luruh dan keluar dalam bentuk darah haid. Durasi haid umumnya terjadi selama 5 – 7 hari.

2 Pembentukan Sel Telur


Setelah haid usai, selaput lendir rahim (endometrium) mulai berkembang dan menebal untuk mempersiapkan sel telur yang akan dibuahi. Pada saat yang bersamaan, sel telur secara simultan akan mengalami perkembangan dan pematangan di indung telur.

3 Ovulasi


Pada hari ke-14 sejak haid hari pertama, indung telur membesar dan melepaskan sel telur yang telah matang. Ketika itulah terjadi proses ovulasi. Sementara setelah indung telur pecah, bekas cangkangnya membentuk hormon progesteron yang berfungsi untuk mempertahankan ketebalan selaput lendir rahim agar siap ditempeli embrio. Masa subur berada pada 2 – 3 hari sebelum dan setelah ovulasi. Pada masa itulah, pasangan suami istri yang merencanakan kehamilan sebaiknya melakukan hubungan.

4 Bertemu Sperma

Sel telur yang telah menempuh fase ovulasi tadi kemudian siap untuk bertemu sperma dan terjadi proses penyatuan. Jika ia dibuahi, kemudian terbentuk embrio yang akan menempel di rahim dan berkembang. Sementara jika sel telur yang siap dibuahi tidak bertemu dengan sperma, maka rahim yang menebal sebelumnya akan luruh kembali dalam bentuk darah haid.

Lalu, apa yang terjadi bila sperma masuk saat sel telur belum dilepaskan? Memang benar bahwa di luar masa subur, sperma akan sulit menembus rahim karena adanya gumpalan lendir yang menyumbat mulut rahim.

“Meski demikian, memang ada kemungkinan ada beberapa sel sperma yang berhasil ‘menerobos’ rahim dari sekian juta sel sperma itu. Akan tetapi jika sperma masuk saat fase pembentukan sel telur, ia tak dapat membuahi. Sel telur belum matang dan belum ada yang dilepaskan sehingga ia akan berenang sendiri saja,” papar Prima.

Seminggu Tiga Kali


Jika perempuan memiliki siklus masa subur, tidak demikian dengan pria. “Pada pria itu selama ia masih memproduksi sperma maka ia potensial membuahi. Namun, tetap saja ia harus menunggu pasangannya berada dalam masa subur jika ingin merencanakan kehamilan,” ujar Prima.

Meski ia potensial membuahi, namun tak selamanya sperma dapat memenuhi kriteria normal. Sperma dikatakan baik atau subur jika memiliki gerakan yang bagus dan cepat, bentuk oval sempurna, dengan jumlah yang memadai.

Untuk mendapatkan sperma yang baik dan subur, maka frekuensi sperma yang dikeluarkan oleh pria harus diperhatikan. Sperma yang terlalu sering dikeluarkan menyebabkan bentuknya tidak baik dan gerakannya tidak lancar. “Sebaliknya, jangan pula menunggu berhubungan saat istri sedang masa subur saja. Karena jika sperma terlalu lama disimpan, kualitasnya memburuk pula. Ia harus rutin dikeluarkan,” ujar Prima.

Maka untuk mendapatkan sperma yang baik, menurut Prima, idealnya pria melakukan hubungan setiap 2 – 3 hari sekali atau tiga kali seminggu. “Saat itulah jumlah spermanya cukup, bentuknya akan bagus, dan gerakannya cepat,” tambahnya.(tabloid nova)

Ingin Cepat Hamil? Hitung Masa Subur Anda dengan Tepat


Sel telur dan sperma yang sama-sama sehat tidak akan menghasilkan kehamilan jika mereka tidak bertemu. Nah, bagaimana agar keduanya bisa bertemu? Sebaiknya hubungan seks dilakukan di hari ovulasi saat sel telur matang terlepas dari ovarium.

Seks juga bisa dilakukan beberapa hari sebelum ovulasi karena sperma bisa hidup selama beberapa hari di dalam saluran reproduksi perempuan. Dalam rangka mendapatkan kemampuan membuahi sel telur, sperma harus berada di saluran reproduksi wanita selama enam jam.

Lalu kapan Anda berovulasi? Hal itu bisa diketahui dengan menghitung masa subur. Nah, untuk menghitung masa subur maka kenalilah siklus menstruasi atau haid Anda.

"Karena menghitung masa subur berarti melihat masa haid. Bisa dilihat siklus menstruasi selama tiga bulan terakhir," kata Dr Ali Sungkar, SpOG, dalam perbincangan dengan detikHealth, Rabu (12/12/2012).

Dokter yang berpraktik di RSCM dan Brawijaya Woman and Children Hospital ini menjelaskan siklus haid setiap perempuan berbeda-beda, antara 21-35 hari. Jika siklus menstruasinya selalu 28 hari, lalu hitung mundur 14-16 hari, kemudian hasilnya dikurangi tiga dan ditambah tiga.

"Jadi misalnya diperoleh angka 14, maka masa suburnya sejak hari ke-11 hingga 17. Karena ada plus minus tiga hari. Dalam rentang itu tidak tahu pastinya mana yang paling subur, tapi setidaknya dalam rentang waktu itu peluang untuk hamil lebih besar," papar dr Ali.

Hanya satu sperma terbaik yang bertemu dengan sel telur sehatlah yang bisa membuahkan kehamilan. Karena itu waktu berhubungan seks selama masa subur bisa diatur misalnya tiga kali dalam rentang satu minggu itu, atau dilakukan secara selang-seling.

Para ahli sepakat tidak ada seorang pun yang tahu pasti terjadinya ovulasi. Namun sel telur atau oosit hanya bisa hidup tak lebih dari 24 jam, sedangkan sperma bisa mempertahankan kemampuan membuahi selama 2-4 hari.

Lakukan Hal Ini

Dalam buku 'Making A Baby' karya Debra Fulghum Bruce, Ph.D, Samuel Thatcher, M.D. Ph.D, dan Britt Berg, M.S, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk hamil secara alami, yakni:

1. Ikuti Kalender

Kalender masa subur bisa diketahui jika mestruasi berlangsung teratur. Jadi, catatlah kapan keluar haid pertama di setiap siklus menstruasi. Berilah tanda X pada kalender. Lalu hitung mundur 14-16, dan tandai kalender dengan tanda X lagi. Beri tanda rendatang waktu tiga hari sebelum dan 3 hari setelah tanda X yang kedua sebagai contekan kapan melakukan hubungan intim yang berpeluang besar menghasilkan kehamilan.

2. Cek Lendir Serviks

Lendir ini cenderung meningkat selama beberapa hari sebelum ovulasi dan akan berhenti keluar dalam waktu 24 jam setelah ovulasi. Nah, lendir seperti apa yang mengindikasikan waktu paling pas menerima sperma? Yakni lendir yang jernih, licin, dan elastis, mirip putih telur.

Pada saat mendekati ovulasi, lendir ini muncul. Namun setelah ovulasi, lendir mengental dan kehilangan elastisitasnya. Maka itu setiap ke kamar mandi, usaplah vagina dengan tisu. Lalu perhatikanlah apakah vagina kering, halus, atau seperti ada pelumas. Jika ada lendir yang menempel, rasakanlah teksur dan perhatikan warna serta elastisitasnya.

Jumlah dan konsistensi lendir serviks berada di bawah kendali estrogen. BIasanya semakin banyak estrogen maka semakin banyak lendir yang ada. Jadi lendir normal muncul pada pertengahan siklus menstruasi.

3. Perhatikan Suhu Basal Tubuh (SBT)

Ovulasi biasanya terjadi satu-dua hari setelah titik suhu yang terendah. Nah, pada saat terjadi kenaikan suhu -17,5 hingga -17,2 derajat Celcius, diduga hal itu bukti produksi progesteron. Ingat, baru bukti dugaan.

Apabila terjadi kenaikan suhu tubuh yang nyata, maka disebut anjakan. Di siklus 28 hari, anjakan terjadi di hari ke-13 sampai ke-14. Suhu harus tetap naik sampai tepat sebelum menstruasi berikutnya dimulai. Jika kenaikan suhu berlangsung kurang dari 10 hari, atau terjadi penurunan setelah kenaikan, ini menjadi bukti disfungsi ovarium sehingga kemungkinan tidak ada ovulasi.

Untuk mengukur SBT, Anda bisa menggunakan termometer khusus untuk mengukur suhu basal tubuh di apotek. Untuk memudahkan pengukuran, simpan termometer dan kertas pencatat di samping tempat tidur. Nah, pengukuran SBT bisa dilakukan saat bangun pagi saat Anda bangun tidur.

Penelusuran SBT hanya menunjukkan ovulasi kemungkinan sudah terjadi, dan bukan apakah akan terjadi. Karena itu banyak ahli yang berpendapat tekni ini buruk dilakukan jika ingin memilih waktu berhubungan intim.

4. Gunakan Alat Prediksi Ovulasi

Alat prediksi ovulasi (APO) sangat sensitif dan dapat diandalkan, karena bisa mengukur hormon pelutein (LH) secara akurat. Ovulasi tidak akan terjadi tanpa LH, namun kenaikan LH juga tidak menjamin adanya ovulasi. LH diukur alat ini melalui urine dan darah.

Pada beberapa perempuan, kadar LH dalam darah dan urinenya memang selalu tinggi. Pastikan hal itu pada tes darah di awal siklus, sebab kondisi ini salah satu penyebab kemandulan.

Bila ada perempuan yang mengonsumsi obat untuk menginduksi ovulasi, maka LH akan meningkat. APO akan menunjukkan positif apabila obat sedang dikonsumsi, atau 1-2 hari setelah dihentikan.(detikhealth)

Masa Subur Sama dengan Masa Seksi

Ada kalanya orang malas memperhatikan penampilannya. Tapi kalau melihat perempuan berpenampilan lebih seksi daripada biasanya, bisa dipastikan si wanita sedang dalam masa subur.

Penelitian tersebut dilakukan oleh Kristina Durante dari University of Minnesota dan dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research. Penelitian ini sebenarnya ingin melihat hubungan antara perilaku konsumen dengan status kesuburannya.

Hasil penelitian mengungkapkan, disadari atau tidak, hasrat ingin tampil seksi pada wanita dipengaruhi oleh siklus hormonal. Pada masa subur, pilihan berbusana jatuh pada baju seksi.

Masa subur pada wanita terjadi pada sekitar 14 hari setelah menstruasi, meski lebih tepatnya bisa bervariasi pada setiap individu. Selain meningkatkan libido, perubahan hormonal pada masa tersebut ternyata mempengaruhi selera berpenampilan.

"Hasrat berpenampilan pada puncak masa subur tanpa disadari mengarahkan wanita untuk tampil seksi. Tujuannya bukan untuk menarik pasangan melainkan untuk mengalahkan rivalnya," ungkap Kristina, dikutip dari Sciencedaily, Kamis (5/8/2010).

Meski penampilan seksi itu ada juga motivasi untuk menarik pasangannya, namun faktor utama yang mendorong keinginan tampil seksi ternyata datang dari lingkungan.

Untuk bidang pemasaran, temuan ini memberi dampak cukup besar. Karena efek ini bertahan selama 7 hari di sekitar puncak masa subur wanita dan diperkirakan ada miliaran peluang untuk menjual busana seksi yang bisa menunjang penampilan.

Perempuan yang berada pada masa subur juga akan lebih mudah tertarik jika digoda oleh lawan jenisnya. Karena ketika perempuan mengalami ovulasi, berbagai hormon dalam tubuhnya akan disesuaikan untuk mempersiapkan diri menghadapi ovulasi, pembuahan dan implantasi.

Ovulasi terjadi kira-kira 10-12 jam setelah hormon LH (luteinizing hormone) mencapai puncak. Hormon yang diproduksi saat masa ovulasi ini adalah hormon progesteron, hormon estrogen, hormon LH dan FSH (follicle-stimulating hormone)...detikhealth

 

Popular Posts

Cloud