Tampilkan postingan dengan label Kehamilan dan Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan dan Seks. Tampilkan semua postingan

Gambar Posisi Seks untuk Wanita Hamil

Posisi Hubungan seks untuk wanita hamil memang harus diperhatikan, jika anda memiliki pasangan yang sedang hamil maka anda harus pintar pintar mencari gaya bersetubuh atau posisi seks terbaik untuk ibu hamil agar tidak membahayakan janin yang ada dalam kandungan pasangan anda.

Umumnya gaya yang paling banyak dipakai untuk berhubungan seks saat hamil adalah doggie style dimana sang wanita menungging dan pria melakukan penetrasi dari bagian belakang wanita, posisi ini amat sangat baik untuk para ibu hamil karena dengan menungging maka posisi bayi akan terbantu untuk turun sehingga aman. namun bagaimana dengan mereka yang menginginkan variasi posisi seks pada masa hamil?

Berikut ini adalah Gambar Posisi Seks bagi wanita hamil yang bisa anda praktekkan kepada pasangan anda yang sedang hamil.




Agar Hamil, Butuh Berapa Sperma?


Sel sperma yang normal dan sehat merupakan faktor penentu terjadinya kehamilan. Dalam setiap ejakulasi terkandung 100 juta sperma. Dari jumlah itu, hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sel telur.

Menurut badan kesehatan dunia (WHO), pria yang hanya memiliki sperma kurang dari 20 juta sperma per milimeter air mani (semen), akan sulit melakukan pembuahan. Mengapa dibutuhkan jutaan sperma jika yang bisa membuahi hanya satu sel saja? Hal ini karena perjalanan dari vagina menuju ke tuba falopi untuk bertemu sel telur sangatlah sulit.

Bahkan, sel telur yang mampu bertahan dan mencapai tuba falopi, mereka masih harus berjuang lagi untuk membuahi sel telur karena sel telur dilapisi dengan lapisan tebal yang membuat proses pembuahan menjadi lebih sulit. Para ahli yakin, tahapan yang sulit itu merupakan seleksi alam sehingga hanya sel sperma yang sehat saja yang mampu membuahi. Dengan demikian kelak akan dilahirkan bayi-bayi yang sehat.  (Kompas, Senin, 20 September 2010)

Alergi Sperma, Penyebab Sulit Hamil


Sebuah kehamilan bisa terjadi apabila sel sperma mampu membuahi sel telur. Dalam setiap ejakulasi terkandung 2-6 milimeter air mani dan setiap milimeternya mengandung lebih dari 20 juta sel sperma. Pada sebagian wanita, sel sperma dianggap sebagai benda asing atau biasa disebut juga alergi sperma.

Alergi sperma terjadi bila tubuh istri membentuk antibodi terhadap sperma suaminya. Semua perempuan akan membentuk antibodi antibodi ini, tapi tidak semuanya akan membentuk sistem imun dalam jumlah yang tinggi sehingga sperma tidak bisa mencapai sel telur. Walhasil, meski dalam saluran telur terdapat sel telur yang sudah matang dan siap dibuahi, proses kehamilan tidak pernah terjadi.

Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan mengurangi kuantitas hubungan atau menggunakan kondom sehingga vagina tak terpapar sperma setiap kali melakukan hubungan intim, sehingga rangsangan untuk terbentuknya antibodi dapat dihindari.

Bila cara tersebut tidak berhasil dilakukan, pasangan yang ingin memiliki momongan bisa melakukan terapi sel darah putih suami atau disebut metode PLI (paternal leukocyte immunization). Dalam terapi ini sel darah putih suami yang sudah diproses disuntikkan dalam tubuh istri yang bertujuan untuk menurunkan kadar antibodi antisperma istri terhadap suami.
(kompas,Sabtu, 14 Agustus 2010)

Gaya "Woman on Top" Cocok untuk Ibu Hamil



Anda dan pasangan mungkin akan merasakan adanya perubahan gairah seks pada Anda selama masa kehamilan. Sebagian wanita akan merasa sangat mudah terangsang, yang lainnya akan merasa sangat sulit untuk bergairah.

Kondisi tersebut normal saja. Selama bulan ke bulan, minggu ke minggu, tubuh Anda akan mengalami perubahan bentuk, ditambah rasa mual yang suka datang tiba-tiba, serta pusing, bukanlah perpaduan yang membuat Anda merasa seksi dan bergairah. Di lain pihak, banyak pula wanita yang merasakan adanya kebutuhan untuk merasa dimanja dan dikagumi pasangannya karena hal yang sama, sehingga merasa lebih mudah untuk lebih menginisiasikan seks.

Begitu pun dengan pasangan Anda. Ada sebagian pria yang merasa lebih tertarik dengan bentuk tubuh pasangannya yang lebih berisi dan kenyal. Ada pula yang merasa risih karena berpikir seputar kondisi Anda dan si bayi yang ada di dalam Anda.

Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan mendiskusikannya dengan pasangan. Malah, hubungan intim saat kehamilan bisa makin merekatkan Anda dan pasangan. Karena, berhubungan intim tak selalu berarti melibatkan penetrasi, bisa saja hanya dengan berpelukan atau menikmati kehadiran satu sama lain.

Namun, ketika Anda dan pasangan lebih bersemangat untuk melakukan kegiatan bercinta, coba lakukan dengan posisi yang lebih nyaman. Berikut beberapa di antaranya:

Two Spoons
Berbaringlah bersebelahan, dengan pasangan Anda berada di belakang Anda. Penetrasi ringan dengan posisi ini bisa memberikan kenyamanan untuk Anda.

Ride High
Posisi ini seperti posisi woman on top, tak ada tekanan pada daerah perut. Posisi ini cukup populer untuk kalangan wanita hamil. Dengan posisi ini, si calon ibulah yang akan mengkontrol kekuatan, serta kedalaman penetrasi.

Comfort on the Comforter
Untuk melakukan posisi ini, si wanita diminta duduk di pinggir tempat tidur, lalu membaringkan tubuhnya, biarkan kaki masih menyentuh lantai. Sementara posisi pria berdiri di pinggir tempat tidur. Anda bisa mengangkat kaki dan meminta si dia memeganginya agar lebih mudah melakukan penetrasi dan kenyamanan.

Loving in the Living Room
Untuk posisi ini, diperlukan bangku. Si calon ibu menghadap ke bangku, sambil berpegangan pada bagian atas bangku untuk menyanggah berat tubuhnya, bisa juga dengan menaikkan satu atau kedua kaki ke bangku. Suami Anda melakukan penetrasi dari arah belakang.

Sumber: RealAge , Kompas,Sabtu, 10/4/2010

Ingin Hamil? Bercintalah dengan Gaya Ini!

Banyak orang mengatakan, semakin Anda menginginkan sesuatu, semakin sulit Anda mendapatkannya. Hal ini juga kerap terjadi ketika Anda begitu menginginkan kehadiran seorang anak, tetapi Anda tak kunjung hamil.

Namun, dr Hal Danzer, dokter spesialis kesuburan dan salah satu pendiri Southern California Reproductive Center, berbagi tips mengenai posisi seks terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Simak penjelasannya dalam artikel yang dia buat di Parents.com.

1. Berhubungan sebelum Anda berovulasi
Sperma bisa tetap berada di rahim dan saluran telur ke rahim selama 2 atau 3 hari. Namun, telur Anda mungkin hanya akan bertahan 12-24 jam setelah dilepaskan. Jadi, berhubungan seks sebelum Anda berovulasi bisa mendorong kemungkinan adanya sperma yang akan menyambut telur Anda begitu dilepaskan.

Jika siklus menstruasi Anda 28 hari (saat Anda berovulasi pada hari ke-14), lakukan hal-hal berikut ini:
* Lakukan hubungan seks beberapa kali seminggu begitu menstruasi Anda berakhir. Melakukan hubungan cukup sering seperti ini dapat memastikan bahwa Anda tidak melewatkan masa paling subur, khususnya jika panjang siklus Anda bervariasi dari bulan ke bulan.

* Lakukan hubungan setiap hari sekitar hari ke-10.

* Jika Anda mendapat hasil positif pada ovulation predictor kit atau OPK (bisa dibeli di apotek), atau sekitar hari ke-12, maka lakukan hubungan pada hari tersebut dan dua hari berikutnya. Inilah hari-hari utama dalam sebulan yang memungkinkan terjadinya pembuahan.

2. Posisi: "missionary"
Memang tidak ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa suatu posisi tertentu lebih efektif daripada yang lain. Namun, tujuan dari hubungan seks yang memungkinkan terjadinya pembuahan adalah untuk mengantarkan sperma sedekat mungkin ke serviks. Dengan demikian, akan lebih baik jika pasangan mampu memasukkan penisnya sedalam mungkin, dan hal ini mungkin terjadi bila ia berada di atas. Di pihak lain, doggy style boleh dibilang merupakan cara paling tidak efektif untuk membuat sel telur Anda dibuahi.

3. Berbaring telentang, dan ganjal pinggul Anda
Apa yang membuat sesi bercinta ini berhasil, dan apa yang sekadar mitos, memang masih diperdebatkan. Namun, dr Christopher Williams, MD, ahli endokrinologi reproduktif dari Charlottesville, Virginia, dan penulis The Fastest Way to Get Pregnant Naturally, menjabarkan apa yang sepenuhnya fakta. Contohnya, mengganjal pinggul dengan bantal.

"Posisi vagina itu miring ke bawah, jadi berbaring telentang seusai berhubungan seks memungkinkan sperma untuk mengalir dan terkumpul di rahim," katanya. Berbaringlah hingga sekitar 20 menit. Perlukah mengangkat kedua kaki ke atas? Menurut dr Williams, hal ini boleh-boleh saja, meskipun mungkin tidak banyak membantu.

4. Bercintalah sebelum tidur malam
Meskipun beberapa sumber melaporkan bahwa jumlah sperma lebih banyak pada pagi hari, kenyataannya tidak ada waktu optimal dalam sehari untuk berhubungan seks. Lagi pula, bercinta sebelum Anda tidur malam menjadi cara mudah untuk memastikan Anda berbaring sesudahnya.

5. Jangan menggunakan cairan lubrikasi
Mungkin ada yang mengira bahwa cairan lubrikasi bisa membantu sperma bergerak lebih cepat. Kenyataannya, cairan ini hanya akan menghambat upaya kehamilan Anda. Kebanyakan formula lubrikasi mengubah pH balance di dalam vagina, dan menurunkan mobilitas sperma.

6. Tak perlu khawatir jika tidak orgasme
Meskipun tujuannya untuk mendapatkan peluang kehamilan, jangan melupakan kesenangan dalam bercinta. Namun, tak perlu mengkhawatirkan jika Anda tak dapat mencapai orgasme saat itu. Meskipun ada yang mengatakan bahwa orgasme mampu mendorong terjadinya pembuahan dengan menarik lebih banyak sperma ke dalam vagina dan rahim, teori ini tidak didukung fakta ilmiah.(Kompas,Senin, 4/1/2010)

Ingin Hamil, Periksa Sperma Saja Tidak Cukup


Para suami dan istri hendaknya mengerti bahwa hambatan kehamilan bisa terjadi pada istri maupun suami, sehingga keduanya harus diperiksa. Untuk mengetahui kesuburan suami tidak cukup hanya dengan pemeriksaan sperma.

Saya seorang pria berumur 38 tahun, sudah menikah enam tahun, tetapi belum punya anak. Selama tiga tahun istri saya rajin memeriksakan diri ke dokter dan mendapat pergobatan, tetapt belum hamil juga.

Sebulan yang lalu saya diminta periksa sperma. Hasilnya tertulis 'oligoasthenozoospermia'. Berdasarkan hasil itu says diberi vitamin E dan disuntik hormon testosteron. Kata dokter sebulan lagi sperms saya akan diperiksa kembali.

Melalui surat ini saya ingin mendapat second opinion mengenai obat yang saya dapat itu. Maaf saya bukan meragukan, tetapi hanya ingin memastikan saja. Apakah sudah benar obat itu untuk masalah saya? Apakah pasti dapat memperbaiki sperma saya, sehingga menjadi subur?"
B.D., Semarang

Tes Ulang Sperma
Sebenarnya sejak awal Anda juga harus mendapat pemeriksaan, bukan hanya istri. Sudah jelas bahwa penyebab hambatan hamil bukan hanya bisa terletak pada istri, melainkan juga bisa pada suami. Bahkan, kini terjadi kecenderungan penyebab kesuburan suami menjadi semakin besar.

Walaupun agak terlambat; syukurlah akhirnya diketahui bahwa kesuburan suami terganggu,  berdasarkan pemeriksaan sperma. Namun, ada dua hal yang harus diperhatikan. Pertama, diperlukan pemeriksaan ulang sperma untuk memastikan hasil pemeriksaan sperma tersebut. Kedua, diperlukan pemeriksaan fisik andrologik untuk mengetahui apa penyebab gangguan sperma.

Pemeriksaan ulang sperma sangat perlu, bahkan mutlak dilakukan, karena analisis sperma tidak selalu mudah dilakukan, sehingga hasilnya tidak selalu tepat.

Hasil "oligoasthenozoospermia" yang Anda dapatkan menunjukkan bahwa jumlah sel spermatozoa dan gerakannya di bawah nilai normal. Ini berarti Anda tidak subur, tetapi bukan berarti Anda tidak dapat menghamili. Namun, bila dibandingkan dengan pria yang kesuburannya normal, istri Anda lebih mengalami hambatan untuk menjadi hamil.

Tak Perlu Hormon
Mestinya Anda juga mendapat pemeriksaan fisik untuk mengetahui adanya gangguan atau penyakit yang menjadi penyebab sperma terganggu itu. Dengan mengetahui adanya penyebab, pengobatan menjadi lebih tepat dan terarah. Meski demikian, memang tidak selalu pemeriksaan dapat mengungkap penyebab gangguan kesuburan.

Pengobatan vitamin E yang Anda terima merupakan obat yang umum diberikan, walaupun hasilnya mengundang tanda tanya. Demikian juga dengan suntikan hormon testosteron, yang sebenarnya tidak perlu diberikan kalau ternyata hormon testosteron Anda normal.

Sebaliknya, kalau dosis dan cara pemberian testosteron tidak benar, justru dapat menghambat proses pembentukan sperma dan menekan fungsi testis. Sebaiknya Anda dan istri berkonsultasi lebih jauh, tidak hanya melalui surat yang terbatas ini, agar lebih jelas bagi Anda dan istri.(Kompas,Jumat, 10/7/2009)

Kapan Menghindari Seks saat Hamil?

Apakah oke-oke saja berhubungan seks saat hamil? Apakah si calon bayi tak akan tersakiti? Ketahui apa yang bisa dan tak bisa dilakukan saat sedang hamil! Kapan saatnya seks harus dihindari?
Walaupun kebanyakan wanita dapat dengan aman berhubungan seks selama hamil, namun jika ada tanda-tanda seperti di bawah ini, yang terbaik adalah bersikap hati-hati:

1. Perdarahan Vagina. Tak dianjurkan berhubungan seks jika tak diketahui penyebabnya.
2. Masalah dengan Rahim. Jika rahim mulai terbuka secara prematur (dini), berhubungan seks dapat menyebabkan infeksi.
3. Masalah dengan Plasenta. Jika sebagian atau seluruh plasenta menutupi rahim yang terbuka, berhubungan seks dapat mengakibatkan perdarahan atau kelahiran dini (prematur).
4. Bayi Kembar. Jika mengandung bayi kembar, dokter akan menganjurkan untuk tak berhubungan seks setelah kandungan berusia tua, walaupun penelitian tak membuktikan adanya hubungan antara seks dan kelahiran bayi kembar secara dini.

Haruskah pasangan menggunakan kondom?
Hubungan seks pada saat hamil dapat memindahkan penyakit, dan berisiko terkena infeksi yang dapat mengganggu kehamilan Anda dan kesehatan sang calon bayi. Jika Anda berhubungan seks dengan pasangan pada saat Anda sedang hamil, sebaiknya gunakanlah kondom.

Bagaimana jika tidak melakukan seks selama hamil?
Tidak ada masalah! Ada banyak cara berhubungan seks yang bisa dilakukan selain hanya bersetubuh dengan penetrasi. Saling berbagi kebutuhan, masalah, dan kasih sayang dengan pasangan secara terbuka pun bisa dilakukan. Jika berhubungan seks sulit dilakukan, cobalah dengan belaian, ciuman, pijatan, dan lainnya.

Setelah bayi lahir, kapan bisa berhubungan seks kembali?
Apa pun cara melahirkannya, normal maupun operasi, tubuh Anda perlu untuk beristirahat dan mengambil nafas sejenak. Banyak dokter menganjurkan, tunggulah hingga 6 minggu setelah melahirkan untuk kembali berhubungan seks sehingga waktu ini memungkinkan rahim Anda menutup kembali, dan jika ada tindakan operasi dapat beristirahat terlebih dahulu.

Jika Anda menderita atau jenuh setelah melahirkan masih harus berhubungan seks, cobalah untuk tetap berintim-intim dengan cara lain, misalnya menelepon Si Dia di siang hari, berbincang-bincang soal segala hal yang menyenangkan, mandi bersama, atau lainnya. Jika Anda sudah siap untuk berhubungan seks kembali, mulailah secara perlahan dan gunakan gaya atau cara yang aman, mungkin dengan kontrasepsi (kondom).(kompas,Kamis, 4/12/2008)

Perlu 104 Kali ML untuk Hamil?


Keinginan memiliki momongan merupakan harapan besar bagi pasangan yang baru menikah. Namun, sering kali harapan itu surut lantaran istri belum juga hamil. Meski begitu, tak perlu khawatir karena penelitian terbaru menunjukkan bahwa pasangan rata-rata berhubungan seks 104 kali sebelum mendapat kehamilan.


Riset yang dilakukan dr Mike Smith dari Lembaga First Response mengungkapkan, seorang wanita membutuhkan enam bulan untuk hamil anak pertama, dengan perhitungan melakukan 4 kali hubungan seks dalam kurun waktu seminggu.

Dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa satu dari sepuluh wanita bahkan begitu bersemangat untuk hamil. Mereka meminta suami mereka pulang ke rumah selama mereka tengah ovulasi.

Meski demikian, 70 persen responden mengatakan, mereka ingin hamil atas dasar rasa saling mencintai dan seks yang spontan, bukan karena "seks berdasarkan permintaan". Studi ini melibatkan 3.000 ibu yang mengikuti program keluarga berencana dari First Response.

Hasil menurut dr Smith, "Melakukan hubungan seks 104 kali sebelum dinyatakan hamil terlihat berlebihan. Namun, bagi mereka (pasangan) yang lebih sering 'berlatih', hasilnya lebih 'sempurna'."

Namun, ia juga mengingatkan, "Bagi mereka yang tak ingin hamil, maka sangat penting untuk mengingat bahwa banyak pasangan langsung hamil ketika pertama kali berhubungan seks. Jadi, apabila Anda tidak menginginkan kehamilan, silakan masih menggunakan tindakan pencegahan yang diperlukan."

"Mencoba hamil merupakan pengalaman yang menyenangkan untuk pasangan karena mereka mencoba berhubungan seks pada setiap kesempatan supaya bisa hamil," lanjut dr Smith.

Selain itu, dalam penelitian ini juga ditemukan bahwa dua pertiga wanita mendapat kehamilan lebih cepat daripada yang mereka harapkan. Namun, masih banyak juga wanita yang lebih menyukai hamil karena sudah waktunya, sedangkan yang lain justru memaksa hamil secepat mungkin karena sudah ingin mendapatkan momongan.

Fakta lain dari riset ini, 10 persen dari pasangan lebih sering berhubungan seks dibanding 50 persen lainnya ketika merasa waktunya sudah tepat. Adapun setengahnya mencoba merayu pasangannya supaya bisa hamil.

Satu dari tiga wanita mengaku berupaya terlihat lebih seksi kepada pasangannya ketika ingin hamil. Namun, tidak semua upaya untuk hamil itu terlihat menyenangkan atau sekadar permainan semata.

Hampir seperempat responden mengaku bahwa lebih sering melakukan seks malah jadi membosankan jika tujuannya untuk membangun sebuah keluarga. Adapun 1 dari 20 wanita mengatakan, mereka begitu ingin mengetahui berita gembira itu ketika melakukan tes kehamilan di tempat kerja.

"Ini adalah saat-saat cemas dan banyak wanita ingin mengetahui sesegera mungkin apakah mereka hamil," kata dr Smith.

Kejutan besar lainnya adalah 1 dari 10 perempuan lebih dulu mengatakan kepada orangtuanya bahwa mereka ingin punya anak ketimbang mengatakannnya kepada pasangan

Sumber :telegraph.co.uk , kompas,Rabu, 18 Agustus 2010

Posisi Bercinta Tentukan Kehamilan


Selain masa subur, ada beberapa hal yang perlu diketahui pasangan yang sedang mendambakan keturunan, salah satunya adalah posisi bercinta. Simak tipsnya dari dr Achmad Mediana, SpOG, ahli kebidanan dan kandungan dari RS Kemang Medical Care, Jakarta Selatan, berikut ini:

- Hindari stres
Saat berhubungan seks, lupakan ganjalan sulit mendapat kehamilan dan ingin cepat-cepat mendapat kehamilan. "Suami dan istri harus menikmati hubungan seks agar cepat hamil," katanya. Teori ini didasari dengan temuan bahwa saat wanita mengalami orgasme, terbentuklah suasana basa di vagina. Kondisi ini lebih disukai oleh sperma.

- Orgasme bersamaan
Beberapa sumber mengatakan bahwa ketika terjadi orgasme pada wanita, vagina mengalami gerakan seperti menyedot, di mana gerakan ini menguntungkan sperma karena sperma dapat ikut tersedot ke dalam. Hal ini menguntungkan karena tugas sperma untuk berenang menuju sel telur menjadi lebih dekat.

- Posisi bercinta sesuai bentuk rahim
Bentuk rahim wanita menentukan posisi bercinta yang pas agar terjadi pembuahan. Untuk mereka yang bentuk rahimnya antrofleksi (menekuk ke depan), posisi apa pun akan memudahkan perjalanan sperma menuju sel telur.

Namun, untuk mereka yang bentuk rahimnya retrofleksi (menekuk ke belakang), posisi yang disarankan adalah berlutut (menungging) atau posisi doggy style. Posisi ini akan membantu "mengantar" sperma sedekat mungkin mencapai saluran telur.

- Mengangkat kaki atau pinggul
Selain itu, rajin-rajinlah mengganjal bokong istri dengan bantal sesaat setelah terjadinya ejakulasi agar sperma tergenang lebih lama. Namun, satu hal yang tidak kalah penting agar anda cepat hamil adalah sewaktu membersihkan vagina. Sebaiknya wanita menghindari penggunaan cairan pembersih vagina sesaat setelah hubungan seksual karena cairan pembersih vagina dapat bersifat toksik untuk sperma dan akan mempersulit terjadinya kehamilan.

- Pilih waktu yang pas
Untuk mendapatkan kehamilan dengan cepat, Anda tidak harus berhubungan intim sesering mungkin. Yang paling penting untuk diperhatikan adalah berapa sering melakukan hubungan intim di masa subur. Terlalu sering melakukan hubungan intim justru akan mengurangi kualitas hubungan seksual karena jumlah sel sperma yang matang tidak cukup untuk memenuhi standar minimum sel sperma agar kehamilan dapat terjadi.(Kompas,Rabu, 21/4/2010)

Sulit Hamil karena Sperma Tumpah Melulu?


Setiap kali berhubungan seks dan ejakulasi, sperma suami tumpah keluar dari vagina. Jumlahnya sangat banyak sehingga Anda khawatir, jangan-jangan inilah yang menyebabkan Anda sulit hamil?

Bila Anda mengalami hal seperti ini, sebenarnya Anda tidak sendiri. Sperma yang tumpah keluar dari vagina juga dialami rata-rata perempuan. Namun, kebanyakan dari mereka tetap hamil. Bahkan, kehamilan juga terjadi pada pasangan yang sebenarnya tidak menginginkan kehamilan, dengan melakukan coitus interruptus (menarik penis keluar sesaat sebelum ejakulasi). Cara ini dilakukan agar sperma tidak bertemu dengan sel telur, namun pria kalah cepat berkejaran dengan spermanya yang keburu ngebut mencari pasangannya. Bahkan jika pria berejakulasi di luar vagina, sperma tetap dapat berenang masuk ke dalam vagina.

Dengan kenyataan itulah, sebenarnya tidak menjadi masalah bila sperma mengalir keluar kembali dari dalam vagina, sekalipun jumlahnya banyak. Sebab, menurut Neil Izenberg MD, Chief Executive Nemours Center for Children's Health Media, tidak seluruh sperma akan tumpah keluar. Sebagian kecil dari sperma tetap akan berenang mengarungi vagina untuk membuahi satu telur. Ingat, dari 20 jutaan sperma yang dihasilkan laki-laki, hanya sekitar 200 yang akhirnya mencapai telur yang terdapat di dalam saluran telur pada rahim. Dan, hanya satu yang diperlukan untuk dapat membuahi telur.

Beberapa ahli juga percaya bahwa cairan praejakulasi dapat mengambil cukup banyak sperma yang tertinggal di dalam saluran kemih dari ejakulasi yang terjadi sebelumnya untuk menyebabkan kehamilan. Kecuali bila ia sudah membuang urin setelah ejakulasi sebelum melakukan hubungan seksual lagi, hal itu dapat membantu membersihkan saluran kemih dari sperma.

Apakah Anda mengkhawatirkan kebiasaan lain yang membuat sperma sulit membuahi sel telur Anda, seperti melakukan douching atau membasuh vagina dengan air setelah melakukan hubungan intim? Sebenarnya tidak juga. Sperma adalah perenang tangguh; ratusan ribu dari mereka mampu mencapai rahim bahkan sebelum Anda beranjak dari tempat tidur. Bahkan, tekanan dari cairan yang disemprotkan ke dalam vagina justru dapat mendorong sperma masuk ke rahim. Sperma dapat hidup selama 3-5 hari di dalam lingkungan yang hangat dan lembab seperti leher rahim.

Tips mengurangi sperma tumpah

Dokter biasanya mengatakan penyebab sperma mudah keluar dari vagina adalah karena posisi rahim Anda terbalik atau menghadap ke atas. Meskipun demikian, untuk memastikan sperma tidak terlalu banyak tumpah (dan sekadar menenangkan hati Anda), Anda masih bisa kok melakukan beberapa trik saat berhubungan seksual.

Lakukan hubungan seksual seperti biasa (dengan posisi apa pun yang menurut Anda nyaman). Namun bila suami sudah akan berejakulasi, gantilah posisi Anda menjadi di bawah. Lalu, ganjal pinggul Anda dengan bantal atau guling sehingga posisi pinggul lebih tinggi daripada badan bagian atas. Setelah ejakulasi, angkat kedua kaki ke atas, atau sandarkan ke tembok agar tidak capek.

Biarkan posisi seperti ini 30 menit hingga 1 jam untuk memastikan rahim telah benar-benar "terendam" sperma. Bila masih belum yakin, jangan dulu membasuh vagina sampai Anda terbangun pagi hari.

Nah, selamat mencoba!(kompas,Kamis, 30/4/2009)
 

Popular Posts

Cloud