Tampilkan postingan dengan label Penis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penis. Tampilkan semua postingan

Berapa Ukuran Penis Normal?

T: Berapa besar ukuran penis yang normal?

J: Jika ukuran penis Anda 8-9cm ketika ereksi, maka Anda berada dalam kategori normal. Hingga kini, belum ada metode yang terbukti secara ilmiah dapat membuat penis lebih panjang dan besar, kecuali melalui operasi.(kompas,Kamis, 1 April 2010)

Gagal Ngeseks Gara-gara Penis Terpeleset Keluar




T. Kami pengantin baru dan sejak kami menikah hubungan seks kurang baik. Penis suami saya selalu terpeleset keluar dari vagina saya. Alasan dia karena penisnya terlalu pendek. Apakah ukuran itu penting, Dok?


J. Posisi, posisi, dan posisi! Penis yang pendek bisa membesar ke ukuran wajar jika distimulasi dengan baik. Pastikan Anda berada di posisi seksual yang tepat dan pasangan dapat mempertahankan ereksinya sebelum penetrasi. Empat posisi yang harus kalian coba adalah: posisi doggie, posisi ular, kuping kelinci, dan formasi V. Ingatlah bahwa penetrasi bukan kunci satu-satunya untuk meraih hubungan seks yang luar biasa. Ada cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk memperoleh kepuasan seksual. Fokuslah pada foreplay dan stimulasi klitoris. Setelah suami Anda menguasai teknik memuaskan tanpa penisnya, maka penetrasi menjadi urutan kedua. (Kompas,Jumat, 12/9/2008 )

Penis Bengkok akibat Masturbasi?

"Saya seorang pria berusia 32 tahun, belum menikah. Saya mengalami kelainan alat kelamin dan gangguan seksual. Dari dulu sampai sekarang saya masih sering melakukan masturbasi. Hal ini sudah berlangsung mungkin lebih dari 10 tahun. Sekarang alat kelamin saya tidak lurus atau bengkok ke kiri, bengkokannya sekitar 30  derajat lebih.

Apakah ini terjadi karena saya sering melakukan masturbasi? Mungkinkah kebiasaan saya memakai celana dalam ketat yang menyebabkan pembengkokan?
Apakah ini akan memengaruhi ketika melakukan hubungan badan (misalnya istri merasa sakit karena miring)? Apa yang harus saya lakukan?

Saya masih ingat waktu dulu saya sering terangsang ketika melihat wanita yang seksi. Sekarang, jangankan melihat wanita seksi, mungkin menonton blue film pun saya belum tentu terangsang. Apakah ini terjadi karena masturbasi yang saya lakukan?
BI, Jakarta

Terpengaruh Mitos
Tampaknya mitos mengenai masturbasi masih kuat memengaruhi persepsi masyarakat. Padahal, informasi yang benar tentang masturbasi cukup sering disampaikan melalui berbagai kesempatan.

Masih banyak orang yang beranggapan salah tentang masturbasi, seperti Anda. Banyak orang yang beranggapan bahwa masturbasi dapat menimbulkan akibat antara lain menjadi mandul, gangguan ereksi, tulang keropos, dan memori terganggu.

Yang benar, masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik. Pendapat ini didasarkan pada banyak penelitian yang telah lama dilakukan.

Memang pada abad ke-18 pernah beredar buku yang menguraikan berbagai penyakit akibat masturbasi. Buku itu cukup menggemparkan, bukan hanya pada waktu itu, tetapi hingga untuk waktu yang lama. Namun, setelah banyak penelitian yang dilakukan dengan benar, terbukti dengan jelas bahwa masturbasi tidak menimbulkan akibat buruk apa pun secara fisik.

Bagaimana dengan akibat psikis? Akibat psikis, seperti perasaan bersalah, dapat timbul bila yang bersangkutan menganggap aktivitas melakukan masturbasi merupakan perbuatan dosa. Meski begitu, kalau yang bersangkutan tidak menganggap itu suatu dosa atau kesalahan, tidak akan muncul akibat psikis. Jadi, akibat psikis yang mungkin muncul sangat bersifat subjektif. 

Aktivitas masturbasi sebenarnya telah dilakukan oleh setiap manusia pada masa anak-anak, baik wanita maupun pria. Dalam perkembangan psikoseksual setiap manusia, ada suatu fase ketika anak-anak senang memegang-megang kelaminnya.

Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme. Sesungguhnya ini adalah suatu bentuk masturbasi, seperti yang dilakukan remaja dan dewasa. Bedanya, pada masa anak-anak masturbasi tidak direncanakan.

Mengenai penis Anda yang bengkok ke kiri, saya berani pastikan itu bukan akibat melakukan masturbasi. Penis normal memang tidak harus lurus benar ke arah depan, terutama pada saat ereksi. Keadaan bengkok normal ini umum terjadi dan tidak menimbulkan keluhan dan masalah apa pun.

Namun, ada juga keadaan tidak normal yang mengakibatkan penis menjadi bengkok dan terasa sakit khususnya ketika ereksi. Akibatnya hubungan seksual terganggu, bahkan terhambat. Gangguan ini terjadi pada penyakit peyronie.  

Konsultasi Seksologi di Tabloid Gaya Hidup Sehat dengan Prof. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*)
(*) Spesialis Andrologi dan Seksolog serta dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana,  Bali  (Kompas,Sabtu, 28 Maret 2009)

Tambah Ukuran Penis, Apa Gunanya?


Saya umur 35 tahun, menikah dua tahun lalu. Tidak ada masalah dalam hubungan seks, istri bisa puas. Belum lama ini ada dokter yang memberi informasi bahwa dia punya cara membesarkan penis.

Mohon informasi, betulkah ada cara yang benar menurut ilmu kedokteran bahwa penis dapat diperbesar dengan suntik? Kalau ya, bagaimana caranya? Apakah cara itu benar dan aman? Apakah ada gunanya memperbesar ukuran penis?
- T.T, Jakarta

Untuk apa?
Agaknya mitos ukuran penis tetap beredar, bahkan ada dokter yang mengaku mempunyai cara memperbesar ukuran penis. Padahal, ada tiga pertanyaan yang perlu dicermati mengenai ukuran penis.

Pertama, ukuran penis yang telah berkembang normal sesungguhnya merupakan ukuran yang normal. Kedua, ukuran penis tidak berkaitan dengan fungsi ereksi dan kemampuan mengontrol ejakulasi. Kedua fungsi inilah yang penting bagi pria dalam konteks hubungan seksual yang memuaskan.

Ketiga, ukuran penis tidak berkaitan dengan kemampuan merasakan dan memberikan kepuasan seksual kepada pasangan. Jadi, sesungguhnya tidak ada alasan ilmiah berkaitan dengan fungsi seksual untuk menambah ukuran penis.

Kalaupun itu dilakukan, apa yang dimaksud dengan menambah ukuran penis? Menambah panjang, menambah besar, atau apa? Pertanyaan ini mutlak perlu diajukan, mengingat penis pada dasarnya terdiri atas ruang-ruang pembuluh darah. Sebagian kecil adalah kulit dan jaringan ikat.

Karena sebagian besar terdiri dari ruang-ruang pembuluh darah itulah, tidaklah rasional jika ukuran penis ditambah. Apakah ruang pembuluh darah itu yang akan ditambah ukurannya karena merupakan bagian terbersar dalam penis? Jawabannya tidak mungkin.

Karena itulah, yang selama ini dilakukan oleh pemasang iklan untuk menambah ukuran penis adalah dengan menyuntikkan bahan ke bagian bawah kulit penis. Bahan yang disuntikkan dapat berupa silikon cair atau kolagen.

Akibatnya sungguh mengerikan. Batang penis menjadi besar, berbenjol, tidak normal, tetapi bagian kepala penis tetap kecil sehingga terkesan aneh dan mengganggu. Sebagian orang mengalami gangguan ereksi, bahkan ada yang meninggal.

Saya cukup banyak menerima korban, para pria yang menerima suntikan silikon pada penisnya. Memang sungguh mengerikan perubahan bentuk penis yang menjadi tidak normal itu.

Beberapa waktu terakhir ini, beberapa pemasang iklan itu menyatakan menggunakan "minyak orang-orang" untuk disuntikkan. Namun, melihat reaksi yang terjadi, saya percaya mereka tetap menggunakan silikon cair atau kolagen.

Pernah juga cara operasi coba dilakukan untuk menambah ukuran penis. Caranya dengan menyisipkan tulang rawan untuk menambah ukuran panjang. Terbukti, cara itu tidak diminati. Mungkin karena tujuan menambah ukuran penis tidak jelas.

Kini pengobatan dengan sel punca dari sel lemak sedang dikembangkan. Proses itu pun dimanfaatkan untuk memperbesar ukuran penis. Namun, kalaupun kelak digunakan, hal itu tidak akan memberikan hasil seperti yang diharapkan.

Masalahnya kembali pada struktur penis yang sebagian besar terdiri dari ruang-ruang pembuluh darah. Penis pun bukan otot yang dapat diperbesar dengan latihan beban. Namun, masalah utamanya adalah untuk apa menambah ukuran penis?

Dijawab oleh Prof.Dr.dr.Wimpie Pangkahila, Sp.And (kompas,Senin, 24/5/2010)

Warna Penis Gelap Gara-gara Sering Masturbasi?

T. Warna penis saya lama kelamaan menjadi lebih gelap. Apa ini karena saya terlalu sering masturbasi?

J. Ini hal yang wajar dan tidak ada hubungannya dengan frekuensi masturbasimu. Seperti Anda ketahui, masturbasi merupakan proses penis untuk mencapai ereksi. Ketika sedang ereksi penuh, kulit di sekitar penis akan merenggang. Jadi mungkin kulit terlihat agak gelap saat kondisi penis sedang tidak ereksi dan kulit penis tidak merenggang.(Kompas,Senin, 23 Juni 2008)
 

Popular Posts

Cloud