Tampilkan postingan dengan label Sindrom Pra Menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sindrom Pra Menstruasi. Tampilkan semua postingan

Bukan Sekedar Sindrom Haid Biasa, Kalau Gejalanya Seperti Ini

Setiap perempuan pasti mengalami PMS (Premenstrual syndrome) menjelang haid. Tapi jika mengalami 6 gejala ini, maka kondisinya lebih dari sekedar PMS dan sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Para ahli mengungkapkan efek PMS yang biasanya dialami perempuan seperti lebih mudah menangis, gampang marah dan emosi, serta nafsu makan yang meningkat terutama pada makanan manis.

Namun jika gejala yang muncul lebih parah dari itu hingga bisa mengganggu pekerjaan dan kehidupan, ada kemungkinan mengalami lebih dari sekedar PMS atau disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

PMDD adalah kekacauan emosional yang lebih dari PMS, para ahli mengaitkan PMDD dengan insiden lebih tinggi untuk memiliki pikiran bunuh diri. Berikut gejalanya seperti dikutip dari MSNHealth, Kamis (10/5/2012) yaitu:

1. Semua gejala meliputi emosional

PMS biasanya meliputi gejala fisik seperti peyudara nyeri dan kencang, perut kembung yang muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati. Tapi jika gejala yang muncul kebanyakan emosional dan mengganggu kehidupan, bisa jadi itu PMDD.

2. Mengalami depresi yang melelahkan

Jika mengalaminya seminggu sebelum menstruasi lalu setelahnya merasa lebih baik, kemungkinan itu PMS.

Tapi jika kondisi ini berlangsung lama dan mengganggu pekerjaan serta hubungan dengan pasangan kemungkinan PMDD.

Namun jika terus menerus dan tidak bisa keluar dari kondisi ini, ada kemungkinan memiliki depresi atau penyakit lain yang mendasari.

3. Sangat mudah marah, cemas dan menangis

Tidak harus depresi untuk memiliki PMDD. Orang yang mudah marah, cemas dan menangis bisa menjadi tanda.

Biasanya ditandai jika sampai ada kekerasan pada orang sekitar ketika marah, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas.

4. Merasa kewalahan dan tidak terkendali

Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dapat dikerjakan dengan baik justru menjadi hal yang menyiksa sehingga membuatnya merasa kewalahan.

Beberapa orang bahkan cenderung berteriak dan merasa di satu titik di luar kendalinya.

5. Memiliki masalah dalam hal memori dan konsentrasi

Sebelum menstruasi biasanya orang mengalami sedikit penyimpangan konsentrasi atau memori seperti lupa meletakkan barang atau nama orang.

Tapi untuk PMDD kasusnya lebih serius dan bahkan mengganggu kehidupan, beberapa orang menjadi tidak bisa bekerja dan tidak produktif.

6. Durasi gejala yang muncul

Gejala PMS normalnya akan hilang pada hari pertama atau kedua menstruasi, tapi masih bisa beraktivitas.

Namun jika gejalanya sampai mengganggu hidup dan durasinya lebih lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Jika gejalanya sepanjang bulan maka ada sesuatu yang mendasarinya.(detikhealth)


Cara Terbaik Menghindari Nyeri Haid

Sebelum menstruasi, wanita sering mengalami kram perut, kembung, lelah, dan lesu. Pada beberapa wanita, sangat menyakitkan bahkan mereka tidak ingin melakukan apa pun, terutama kondisi suasana hati juga tidak stabil. Kondisi yang dikenal sebagai sendrom pramenstruasi (PMS) terjadi pada banyak wanita. Tidak hanya sakit fisik yang dirasakan, tetapi juga masalah psikologis seperti depresi. Apapun yang dirasakan, sebaiknya jangan dibiarkan.

Berikut ini ada lima cara yang efektif mengatasi PMS menurut Marilyn Gelnville, Ph.D., pakar kesehatan wanita Inggris, Shona Wilkinson, ahli gizi, dan dr. Pixie McKenna, seperti dikutip Female First.


  •  Tetap aktif. “Wanita yang jarang bergerak cenderung menderita PMS lebih parah daripada mereka yang rutin berolahraga,” kata Shona. Menurutnya, olahraga juga dapat membantu mengurangi rasa sakit dengan mempertahankan kestabilan kadar hormon. Termasuk mendorong otak untuk memproduksi lebih banyak hormon ‘bahagia’ atau serotonin dan endorfin yang membantu mengurangi gejala emosional dari PMS. Tentu saja, olahraga tidak langsungmeningkatkan mood. Jika suasana hati memburuk, ambillah suplemen yang mengandung 5-HTP karena daat mengubah secara alami serotonin neurotransmitter, hingga merasa lebih bahagia.
  • Obat herbal. Agnus castus, dikenal juga sebagai chasteberry, merupakan tanaman yang terbuktif efektif untuk mengurangi gejala PMS. Tanaman ini mampu menyeimbangkan aktivitas dari hormon seks wanita, merangsang produksi progesteron yang mengurangi efek estrogen dalam tubuh, faktor kunci munculnya gejala PMS. Dalam tes dari 100 wanita dengan gejala PMS sedang sampai berat, obat herbal yang berisi agnus castus di dalamnya mampu mengatasi masalah emosional saat datang bulan seperti mudah tersinggung, perubahan mood instan. Termasuk, nyeri payudara, kembung, dan kram perut hingga 91% responden.
  •  Hindari kafein. Makanan dapat mempengaruhi bagaimana tubuh mengatasi gejala PMS. Contohnya, kafein meningkatkan kadar estrogen, yang menghasilkan peningkatan gejala PMS. Jadi, hindari terlalu banyak teh, kopi, dan minuman berkafein lainnya ketika Anda sedang memasuki siklus bulanan.
  •  Kurangi makanan berlemak jenuh. “PMS yang menyakitkan dapat dipicu oleh zat yang disebut progstaglandin,” kata Marilyn. Sebagian besar zat prostaglandin baik untuk tubuh, tetapi ada beberapa senyawa zat-zat yang dapat meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap rasa sakit dan kejang otot, yang disebut prostaglandin jahat. Lemak jenuh ditemukan dalam produk hewan, terutama susu, yang mendorong tubuh memproduksi prostaglandin jahat.
  •   Suplemen. Nutrisi, seperti asam lemak omega-3, sangat penting dalam penyediaan bahan baku untuk produksi prostaglandin baik. Multivitamin dengan mineral, vitamin B, vitamin E, seng, dan magnesium juga penitng untuk mengubah omega-3 menjadi prostaglandin baik. Vitamin B dan E juga dikenal sebagai pengurang rasa sakit. Sementara, magnesium dapat meregangkan otot-otot rahim.(intisarionline)


Orgasme, Meringankan Gejala PMS

Sindrom pramenstruasi (PMS) dirasakan oleh hampir semua wanita di dunia. Kondisi ini sangat mengganggu karena dapat menyebabkan wanita menjadi mudah tersinggung, menyebabkan jerawat, dan perubahan mood. Apalagi, wanita mudah sekali marah saat PMS.

Ada banyak cara yang biasanya dilakukan wanita untuk mengurangi rasa sakit selama PMS, salah satunya mengonsumsi makanan yang meredakan kram saat PMS. Kebanyakan orang tidak tahu ada cara yang menyenangkan untuk menangani masalah ini. Diyakini, orgasme dapat menjadi salah satu cara terbaik meredakan gejala PMS.

Meskipun tidak ada penelitian ilmiah yang mendasari ini, tetapi, seperti dikutip oleh situs menstruation, banyak wanita yang mengalami PMS mengalami perubahan setelah menikah. Penyebabnya adalah orgasme. Berdasarkan sifatnya, orgasme pada dasarnya dapat menghilangkan ketegangan, melepaskan energi, stres, kebuntuan, sakit ringan, dan nyeri.

Selama rangsangan seksual sebelum orgasme, tubuh menjadi lebih bersemangat dan meningkatkan tekanan darah, pernapasan, dan detak jantung. Pembuluh darah dan jaringan di daerah genital diisi oleh darah yang menyebabkan pembesaran klitoris, pembengkakan labia, dan pelumasan vagina. Sebagai puncak kegembiaraan, ada ketegangan pada otot seluruh tubuh yang melewati batas dan dilengkapi orgasme. Selama orgasme, terjadi kejang di berbagai bagian tubuh, termasuk kaki, perut, lengan, dan punggung.

Otot vagina menjadi santai dan kontraksi cepat, sama seperti otot-otot rahim. Kelenjar vagina berair melepaskan sekresi, pelumasan vagina, seperti ejakulasi yang terjadi pada pria. Selain itu, tubuh juga melepaskan endorfin, hormon di otak yang membuat orang merasa bahagia. Endorfin adalah zat yang secara alami terbentuk dalam tubuh untuk menghilangkan rasa sakit. Hormon ini juga membantu mengatur sistem hormon.

Orgasme bekerja dengan baik untuk meredakan gejala PMS. Orgasme dapat melepaskan stres dan ketegangan yang digerakkan oleh kontraksi otot rahim. Endorfin dilepaskan dapat mengurangi nyeri haid. Sekarang Anda memiliki metode baru untuk menghindari gejala PMS, cobalah dan buktikan sendiri.(intisarionline)


5 Makanan Pereda Kram Perut Saat PMS

Menstruasi bisa sangat tidak nyaman bagi wanita karena mereka sering mengalami nyeri selama siklus bulanan itu. Tidak hanya bagi para wanita yang mengalaminya, tetapi juga untuk orang lain di sekitarnya, karena seringkali wanita mudah marah saat PMS.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh American College of Obstericians and Gynaecologist, diketahui hampir 85% wanita mengalami Pre Menstrual Syndrome (PMS) selama hidup mereka. Selain merasa sakit kepala, kembung, kemurungan dan kelelahan, banyak wanita mengalami nyeri perut saat PMS.

Kebanyakan wanita pun sudah tahu, olahraga merupakan cara efektif untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS. Sebenarnya, ada metode lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit saat PMS. Salah satunya, dengan melakukan diet. Bagaimana Anda memilih makanan yang dimakan adalah faktor kunci untuk menghindari sakit saat PMS.

Beberapa makanan yang perlu dihindari adalah makanan dengan kadar natrium tinggi, gula, lemak, dan yang mengandung zat aditif. Makanan ini biasanya ditemukan dalam produk berkafein, keju, dan alkohol. Menurut Sheknows, ada beberapa makanan yang memiliki manfaat untuk menghilangkan rasa sakit selama PMS, seperti berikut ini.
  1. Jus nanas. Kram menstruasi disebabkan oleh kontraksi rahim yang membantu tubuh melepaskan lapisan rahim. Bromelain dalam jus nanas membantu mengendurkan otot-otot, sehingga rasa sakit bisa dihindari. Bromelain sendiri diekstrak dari batang nanas, yang diduga memiliki efek anti-inflamasi. Berdasarkan penelitian di laboratorium, bromelain juga mengandung bahan kimia yang mungkin mengganggu pertumbuhan sel tumor dan memperlambat pembekuan darah.
  2. Biji labu. Kandungan mineral dan seng dalam biji labu bisa menghilangkan rasa sakit di perut. Bahan makanan lain yang mengandung seng adalah makanan laut, daging yang tinggi lemak, dan kacang. Biji labu dan kacang-kacangan juga mengandung banyak vitamin E, yang akan membantu mengurangi peradangan pada lambung.
  3. Sandwich selai kacang. Vitamin E dalam selai kacang dan vitamin B pada roti dapat membantu mengikis kram perut. Vitamin B dalam roti diperoleh dari tepung yang terbuat dari gandum. Lebih baik bila yang digunakan adalah roti gandum, bukan hanya sekadar roti putih.
  4. Tuna. Mengganti lemak jenuh dengan lemak sehat seperti omega-3 juga menjadi solusi bila mengalami kram perut selama PMS. Protein dalam ikan tuna juga dapat menstabilkan gula darah dan mengurangi nafsu makan.
  5. Lobak. Sayuran berwarna putih ini merupakan sumber vitamin E dan C yang dapat mengurangi peradangan. Kandungan kalsium dan mineral lain di dalamnya juga dapat mereakan gejala PMS.(Intisari-Online)






Benarkah PMS Bisa Menyebabkan 'Bad Mood'?

Sindrom pra-menstruasi atau biasa disebut PMS bisa menyebabkan bad mood? Belum tentu! Para peneliti dari sekolah kedokteran di Universitas Toronto mengklaim bahwa PMS sering dijadikan kambing hitam ketika siklus menstruasi.

"PMS bukan tidak nyata, tetapi terlalu dikaitkan dengan siklus menstruasi. Akibatnya, masyarakat dirugikan secara medis dan memunculkan masalah kesetaraan gender," kata Dr Sarah Romawi dan timnya, seperti dilansir New York Daily News, (19/10).

Dalam review yang dipublikasikan dalam jurnal Gender Medicine pekan lalu, para peneliti menganalisis 47 studi yang berhubungan dengan PMS. Mereka pun menyimpulkan bahwa tidak ada bukti jelas yang menunjukkan bahwa PMS dapat merusak suasana hati.

Sementara studi lainnya menemukan adanya hubungan antara PMS dan suasana hati selama siklus menstruasi, tidak ada pola yang jelas mengenai pengaruh PMS terhadap suasana hati. Namun, kadang-kadang tidak ada hubungan sama sekali antara PMS dan suasana hati.

Saat wanita marah, pria sering kali meledeknya sedang PMS. Pada kenyataannya, PMS tidak selalu mempengaruhi suasana hati ketika siklus menstruasi. Ada banyak faktor yang membuat Anda merasa tidak bersemangat ketika menstruasi. Salah satunya adalah nyeri atau kram perut, yang cukup menyiksa.(merdeka)



5 Makanan Bernutrisi untuk Atasi Gejala PMS


Sakit yang dirasakan wanita saat masa PMS (Pre Menstrual Syndrome) tentu sangat mengganggu dan menyakitkan. Saat ini sudah banyak obat yang bisa digunakan untuk mencegah rasa sakit karena PMS. Namun, sebelum mengonsumsi obat-obat itu, ada baiknya Anda mengonsumsi makanan bernutrisi yang bisa membantu meredakan gejala PMS. Berikut adalah beberapa makanan yang disarankan Joy Bauer untuk Anda.

1. Yogurt
Yogurt yang rendah lemak akan memberikan Anda asupan kalsium yang cukup selama masa pra-menstruasi. Penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan wanita kekurangan kalsium saat masa ovulasi, sehingga menambahkan asupan kalsium tentu bisa membuat perbedaan pada gejala sakit yang Anda alami sebelum masa menstruasi.

2. Ikan
Karena tubuh Anda tak bisa menyerap kalsium secara maksimal tanpa bantuan vitamin D, maka sangat penting untuk menambahkan makanan yang banyak mengandung vitamin D saat Anda mengalami gejala pra-menstruasi. Beberapa ikan, termasuk salmon, sarden, dan ikan hering merupakan makanan yang kaya vitamin D. Penelitian menunjukkan bahwa asupan vitamin D bisa mengurangi risiko sakit pra-menstruasi sampai 40%.

3. Kacang
Kacang-kacangan kaya akan magnesium yang dapat membantu menjaga aktivitas serotonin yang bisa memperbaiki mood. Penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengalami PMS memiliki kadar magnesium yang rendah.

4. Kacang arab
Kacang arab, atau disebut juga garbanzo beans kaya akan nutrisi yang bisa membantu mengurangi gejala pra-menstruasi. Kacang arab mengandung magnesium, vitamin B6, dan mangan yang membantu mengurangi iritasi, depresi, rasa sakit pada payudara, serta meningkatkan mood. Anda bisa menggunakan kacang arab pada sop dan salad.

5. Brown rice
Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks memiliki kadar magnesium, vitamin B6, dan mangan yang tinggi. Ini bisa meningkatkan mood Anda dan mengurangi rasa sakit saat menstruasi. Makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks antara lain adalah brown rice, kacang-kacangan, dan gandum utuh.

Jika Anda sedang menjalani masa-masa pre-menstruasi dan merasakan gejala PMS, tak ada salahnya mulai mengonsumsi makanan-makanan bernutrisi di atas untuk mengurangi gejala PMS Anda.(merdeka)



4 Cara terbaik atasi PMS

PMS adalah pre-menstruation syndrome atau sindrom pra-menstruasi yang biasanya dialami oleh beberapa wanita yang sedang mengalami siklus rutin menstruasi setiap bulannya. PMS biasa ditandai dengan adanya gangguan kesehatan seperti pusing, depresi, perasaan sensitif yang berlebihan, dan juga rasa nyeri pada bagian perut.

PMS sering dianggap menjadi salah satu hal yang mengganggu aktifitas harian wanita, namun ternyata ada cara terbaik untuk mengatasinya. Apa saja cara-cara tersebut? Simak daftarnya seperti yang dilansir dari Fitness Magazine (22/03) berikut ini.

Asupan magnesium
Para peneliti dari University of Reading in England menemukan fakta bahwa dengan memberi asupan magnesium ketika mengalami PMS, maka tubuh akan mampu mengurangi penyimpanan air dalam perut dan mencegah kembung. Para ahli tersebut juga merekomendasikan untuk mengonsumsi 400 sampai 800 miligram magnesium setiap hari untuk membuat perut terasa lebih nyaman ketika PMS.

Banyak bergerak
Meskipun rasa malas atau nyeri membuat Anda enggan untuk bergerak, namun dengan berolahraga akan membuat jantung berdetak lebih cepat dan membuat perasaan lebih baik. Selain itu, berolahraga atau banyak bergerak akan meningkatkan produksi endorfin dalam tubuh yang mampu mengurangi rasa sakit yang dialami.

Makan biji gandum
Jangan terlalu banyak mengonsumsi cokelat ketika menstruasi, karena hal itu akan membuat kadar gula dalam darah Anda naik turun dan tidak stabil. Hindari juga makanan putih (seperti ini) agar Anda merasa lebih baik karena jumlah gula tetap stabil. Sebagai gantinya, konsumsi makanan rendah gula seperti biji gandum agar perasaan Anda pun lebih nyaman.

Coba akupunktur
Menurut survei yang dilakukan oleh National Center for Complementary and Alternative Medicine, hampir 40% wanita dewasa yang mengalami PMS menjalani akupunktur untuk meredakan gejala PMS mereka. Namun Anda juga bisa menggunakan jasa pijat apabila akupunktur susah ditemukan di sekitar lingkungan tempat tinggal Anda.

Coba aplikasikan keempat cara tersebut di atas untuk meredakan gejala PMS yang Anda alami ketika menstruasi! (merdeka)




7 Fakta Sindrom PMS

Setiap wanita normal pasti mengalami gejala seperti ini: perasaan kembung, payudara nyeri dan sakit punggung, sindrom pramenstruasi (PMS) juga dapat menyebabkan mood menjadi tidak stabil, bahkan menyebabkan depresi. Beberapa wanita bahkan menjadi sangat sensitif dan sering merasa sedih tanpa tahu penyebabnya.

Kondisi ini sangat tidak nyaman bagi wanita. Menurut Dr. Ellie Cannon, ada tujuh fakta penting tentang PMS. Tentu saja, Anda, wanita, dapat segera mengatasinya agar tidak terjebak dalam kondisi emosi yang makin memburuk.


  1. Kapan kita harus berkonsultasi dengan dokter terkait dengan kondisi PMS? Yakni, ketika ada gejala serius yang berhubungan dengan kondisi fisik saat ini dan tubuh tidak bisa melakukan kegiatan. Juga ketiga gejala emosional mulai mengganggu hubungan pribadi.
  2. Apa yang memicu sindrom pramenstruasi? Bagian kedua dari siklus menstruasi didominasi oleh hormon progesteron. Nah, hormon ini menurunkan kadar serotonin, hormon bahagia dalam otak, dan yang bisa menyebabkan kembung, nyeri pada payudara serta sakit kepala.
  3. Apa ada obat bebas yang bisa mengurangi gejala PMS? Sebagian besar pil tidak efektif untuk mengurangi gejala PMS. Biar lebih aman dan alami, cobalah minum air hangat, makan sayur dan buah sehingga daya tahan tubuh tidak drop.
  4. Apa ada obat yang diresepkan oleh untuk mengurangi gejala PMS? Dosis ringan antidepresan seperti Prozac, cukup efektif untuk menangani masalah psikologis karena PMS. Ada juga beberapa obat lain, cobalah berkonsultasi dengan dokter lebih dahulu.
  5. Apa ada cara alami untuk mengurangi gejala PMS? Tingkatkan olahraga dan diet seimbang. Juga konsumsi vitamin B6 untuk membantu tubuh mengatasi perubahan mood.
  6. Dengan bertambahnya usia, apakah gejala PMS mengalami penurunan atau bertambah buruk? PMS biasanya terjadi pada wanita berusia 30 – 40 tahun, dan cenderung lebih buruk dengan bertambahnya usia. Ini terlihat pada wanita yang ibunya juga mengalami masalah PMS atau wanita yang kelebihan berat badan.
  7. Mengapa teh dan kopi malah memperparah PMS? Kandungan kafein dalam kopi dan teh memang bisa memperburuk rasa sakit. Jadi, Anda harus menghindari atau mengurangi minuman ini saat sedang mengalami PMS. (Sumber: Daily Mail)

7 Langkah Atasi PMS

Pre Menstruasi Syndrom (PMS) biasa dialami oleh tiga dari empat wanita. Dua pekan menjelang menstruasi, seorang wanita bisa mengami 150 gejala yang aneh-aneh. Ada yang mengeluh mual, kembung, sakit payudara, jerawat, perubahan mood atau bahkan kehilangan nafsu makan.

PMS sudah pasti membuat para wanita tidak nyaman. Apa sih penyebab PMS?

Menurut bebrapa penelitian, sebelum menstruasi, wanita mengalami perubahan tingkat hormon estrogen dan progesteron. Ada pula laporan yang mengatakan PMS disebabkan karena menurunnya serotonin. Serotonin adalah zat kimia otak yang membuat mood menjadi baik. Kehilangan serotonin bisa membuat para wanita merasa galau.

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah PSM:

1. Makan banyak serat
Jika tubuh mendapatkan serat yang cukup (30-35 gram), tubuh akan membuat buang air besar menjadi teratur. Kelebihan estrogen dalam tubuh itu bisa ikut terbuang bersama feses. Ingat, kandungan estrogen yang tinggi merupakan penyebab utama PMS.

Contoh makanan yang bisa dikonsumsi: beras, sayur, buah. Hindari makan daging karena mengandung lemak jenuh yang bisa memperburuk gejala PMS

2. Hindari kelebihan gula
Makanan manis dan karbohidrat olahan seperti roti putih dan pasta bisa menghambat eksresi estrogen dalam tubuh. Makan makanan ini bisa mengakibatkan penumpukan ekstrogen. Wanita dengan kadar gula yang tinggi cenderung memiliki gejala PMS lebih sering daripada mereka yang tidak (Michael Murray dalam ensiklopedia of natural medicine)

3. Kurangi kafein
Hindari teh dan kopi yang mengandung kafein, apalagi jika mengalami gangguan tidur atau nyeri payudara.

4. Makan kedelai
Kedelai mengandung phytoestrogen yang mengikat estrogen sehingga bisa menyeimbangkan kadar estrogen. Mengkonsumsi tahu dan tempe baik untuk mengurangi gejala PMS.

5. Kurangi cemilan asin
Garam bisa membuat perut merasa kembung karena bisa membuat tekanan pada ginjal. Jika ginjal bekerja dengan berat, itu akan menghambatnya mengeluarkan cairan.

6. Tambah vitamin B6
Vitamin B6 baik karena termasuk diuretik sehingga membantu mengurangi air dalam tubuh melalui air seni. Makanan yang mengandung vitamin B6 antara lain polong-polongan, ikan, biji-bijian, kubis, kembang kol, telur, rumput laut

7. Tambah magnesuium dan kalsium
Wanita PMS memiliki kadar magnesium yang lebih rendah. Akibatnya, mereka mengalami sakit kepala, kelelahan, lekas marah, sakit dan nyeri. Magnesium bisa diperoleh dari biji labu, beras, rumput laut, seafood, dan tahu. Sedangkan, kalsium bisa diperoleh dari sarden dan ikan salmon.

Sidrom PMS, bikin Emosi dan Uring-Uringan

Sindrom pra menstruasi kerap diarahkan kepada wanita yang tiba-tiba jadi uring-uringan. Kabarnya PMS juga bisa membuat wanita sampai bunuh diri. Duh, mengerikan ya? Yuk, cari tahu seperti apa sebenarnya sindrom ini.

Melihat wanita yang tiba-tiba marah di setiap bulannya, banyak orang lalu tersenyum geli menanggapinya. Tuduhan yang kerap ditudingkan kepada wanita ini yaitu PMS (premenstrual syndrome) atau sindrom pra menstruasi.

Ya, PMS memang umum menjadi lelucon di kalangan wanita yang melihat rekan wanita lainnya jadi uring-uringan. Kabarnya, pada beberapa hari menjelang haid wanita bisa dihinggapi rasa tak nyaman dan mudah marah.

Menurut dr. Eric Kasmara, SpOG, spesialis kandungan dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, tak salah bila banyak orang kerap berpikir demikian. PMS memang bisa menghinggapi 70-80 persen wanita usia reproduktif.

“Paling tidak, sekali dalam hidupnya wanita pernah mengalami PMS,” ungkap Eric. Namun, tak lantas setiap wanita menunjukkan gejala uring-uringan ini. Pada dasarnya gejala PMS amat beragam dan tak sama pada setiap individu. Gejala muncul seperti mood yang mudah berubah (swing mood) tak selalu menyertai PMS yang dialami setiap wanita.
Menurut dr.Yossy Agustanti Indradjaja, SpKJ, psikiater dari Siloam Hospital Kebon Jeruk, Jakarta, variasi gejala PMS yang ditunjukkan amat bergantung kepada kepribadian tiap orang. Bahkan pada kondisi tertentu, PMS juga dapat memperparah depresi yang dialami seseorang hingga menguatkan keinginan bunuh diri.

Akan tetapi, hal semacam ini amat jarang terjadi. Dibutuhkan kondisi-kondisi khusus hingga menyebabkan hal yang fatal. Seperti apa saja ya, kondisi tertentu itu?

Pengaruhi Fisik & Psikis
Sindrom pra menstruasi adalah kondisi yang dialami seorang wanita menjelang haid. Menurut Eric, banyak teori yang berusaha menjelaskan mengenai PMS, diantaranya mengaitkan ketidakseimbangan hormon kewanitaan dan pengaruhnya pada hormon lain maupun neuro transmitter.

Yossy menambahkan, ada pula pendapat lain yang mempercayai terjadinya penurunan serotonin dan beta endorfin menjelang haid yang menimbulkan gangguan fisik dan psikis. Seperti rasa kencang pada payudara, kembung, konstipasi, diare, timbul jerawat, rasa lelah, cemas, mudah marah, dan depresi.

Sayangnya, belum ada penelitian yang benar-benar pasti mengenai proses PMS itu sendiri. Namun, secara empiris gejala PMS diklasifikasikan ke dalam 4 tipe. Tipe A (anxiety), tipe H (hyper hydration), tipe C (craving), dan tipe D (depression).
PMS tipe A kebanyakan menunjukkan rasa cemas, tegang, dan sedikit kelabilan emosional. PMS tipe H lebih banyak menunjukkan gejala fisik seperti perut kembung, payudara tegang, pembengkakan kaki, hingga peningkatan berat badan menjelang haid karena penimbunan cairan.

PMS tipe C dikaitkan dengan peningkatan selera makan. Misalnya, menjelang haid cenderung jadi suka kudapan yang manis-manis. Sedangkan PMS tipe D menyebabkan depresi, sedih, lemah, dan bingung. Semua gejala ini dapat dirasakan 5 hari hingga 2 minggu menjelang haid, lalu akan hilang sendiri ketika sudah masuk masa menstruasi.

Bisa Sebabkan Bunuh Diri
PMS bukan sembarang perubahan fisik maupun psikis yang berlangsung pada beberapa hari menjelang haid. Eric menegaskan, perlu pemastian gejala PMS itu berulang 2-3 siklus haid berturut-turut. Jika ya, barulah dapat dikatakan seseorang mengalami PMS.

Gejala PMS ini kebanyakan merupakan gabungan beberapa tipe PMS yang tidak berdiri tunggal. Misalkan, gejala PMS tipe A berkombinasi dengan tipe C yang menimbulkan peningkatan nafsu makan sekaligus perubahan emosional yang tak terkontrol.

Namun, pada kasus tertentu, kombinasi PMS tipe A dan D justru bisa memperparah kondisi emosi penderita PMS. PMS ini kemudian dikenal dengan PMDD (pre menstruation dysphoric disorder) yang menyebabkan penderita yang sudah depresi, makin parah.

Pada suatu tingkat dapat mencapai depresi tingkat berat, ditandai dengan ketidakmampuan melakukan kegiatan sehari-hari. “Sekitar 2-8 persen wanita dengan PMS bisa mengalami PMDD,” ungkap Eric mengingatkan peluang terjadinya PMDD.

Bila PMDD disertai riwayat gangguan kejiwaan seperti sindrom manik-depresi (bipolar syndrome), kepribadian histronic maupun gangguan kepribadian ambang, serta sudah pernah tercetus ide bunuh diri, maka tak tertutup kemungkinan penderita depresi berat yang mengalami PMDD memutuskan bunuh diri.
Yossy tak menolak hal itu dapat terjadi, namun ia pun menekankan, PMS bukanlah pencetus utama dari keputusan bunuh diri. “Biasanya ada pencetus lain, misalnya sudah ada masalah yang cukup berat. Ketika PMS membuatnya semakin tak nyaman, ini akan makin memicu depresi yang sudah ada.”

Terapi Obat & Kepribadian
Menghadapi gejala PMS memang gampang-gampang sulit. Ada yang bisa melewatinya sendiri tanpa masalah. Ada pula yang kerap menjadi masalah bulanan. Bila kerap menemui masalah siklus bulanan, baik Yossy maupun Eric menyarankan untuk berkonsultasi kepada ahlinya.

Menurut Yossy, pada tahap awal biasanya pasien akan dianjurkan mengikuti konseling. Tujuannya untuk menanamkan pikiran positif pada pasien. “Biasanya seseorang baru akan melakukan konseling ketika gejala PMS sudah cukup mengganggu dirinya maupun lingkungannya,” ungkap Yossy.

Bila memang cukup mengganggu dalam konteks sosial, psikiater akan menganjurkan pasien mengikuti terapi suportif atau CBT (cognitive behavior therapy). Terapi ini memiliki tujuan utama untuk mengubah pola pikir. “Jadi, ketika ia merasa tak nyaman, ia tahu apa yang harus dilakukan!” terang Yossy.
Bila disertai gejala lain yang memperparah depresi seperti, kecemasan berlebih, kelabilan emosi, hingga sulit tidur, dokter akan memberi obat-obatan untuk mengatasi gejala tadi. Terapi ini bertujuan meningkatkan serotonin sehingga dapat memperbaiki mood.

Sedangkan untuk sehari-hari, Yossy menganjurkan bagi wanita yang kerap mengalami PMS untuk berolah raga lebih teratur. “Latihan fisik amat berguna untuk meningkatkan endorfin, sehingga bisa meningkatkan rasa nyaman,” pungkas Yossy. (tabloid nova)

Mengurangi Derita Karena Haid

Sekitar 80% perempuan mengalami beberapa gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Dari jumlah itu sekitar 10% mempunyai gejala PMS cukup parah sehingga berdampak pada pekerjaan, gaya hidup atau hubungan sosial secara signifikan.

Gejala PMS yang sering menghantui perempuan antara lain nyeri perut, nyeri payudara, mood yang labil, gampang capek, jerawatan, sakit kepala, mudah marah, sulit konsentrasai hingga gangguan tidur.

Kebanyakan perempuan masih sanggup menahan gejala PMS mereka, sehingga gejala PMS tersebut tidak mengganggu dan mereka dapat hidup sehat serta produktif.

PMS bisa dikurangi dengan melakukan kebiasaan hidup sehat, latihan secara berkala. Latihan yang dapat membantu meringankan gejala PMS seperti aerobik selama 30 menit yang dilakukan seminggu 3-5 kali, berenang, berjalan kaki, dan kegiatan low impact aerobik. Selain untuk mengurangi PMS juga bagus untuk kesehatan cardiovascular, menjaga dan mengurangi berat badan, serta peningkatan percaya diri.

Selain aerobik seperti dilansir dari Health24, Kamis (30/7/2009), sebaiknya juga jangan merokok, hindari alkohol, kafein, meningkatkan asupan karbohidrat yang kompleks, magnesium, seng, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, dan dan usahakan setiap hari melakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

Hal-hal dasar yang harus dipahami untuk mengurangi gejala PMS, yaitu:

  • Jangan melewatkan makan, untuk menjaga tingkat gula darah Anda, lebih baik makan sedikit tapi sering.
  • Jika Anda premenstrual, kebutuhan kalori anda meningkat 500 kalori perhari.
  • Makanlah makanan ringan dua kali sehari, di luar makanan utama Anda yang tiga kali sehari.
  • Makanlah protein pada saat makan siang dan makan malam.
  • Mengurangi konsumsi lemak dan gula.
  • Minumlah delapan gelas air putih sehari.
  • Pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 3 porsi buah-buahan dan sayuran (terutama sayuran yang hijau) setiap hari.
  • Hindari makan yang mengandung gula dalam jumlah besar (manis, kue dan biskuit).
  • Menjaga konsumsi garam agar tidak berlebihan, sehingga membuat tubuh Anda bisa menahan kandungan air.
  •  Pastikan makanan diet Anda kaya akan magnesium, besi, seng, kromium, dan yang penting fatty acid dan vitamin B, vitamin C, dan vitamin E.
  • Makanlah ikan setidaknya dua kali selama masa PMS.
  • Tingkatkan asupan karbohidrat yang kompleks (misal pasta dan nasi).
  • Hindari kafein yang terdapat di kopi, teh, minuman cola dan coklat. (detikhealth)

5 Cara Menaklukkan Sindrom Pra Menstruasi

Premenstruasi Syndrome (PMS) atau sindrom pra menstruasi sering menjadi masalah setiap bulannya bagi wanita. Tapi PMS tidak harus menyebabkan kesengsaraan. Setidaknya ada 5 cara sehat untuk menaklukkan PMS. Apa saja?

Sebelum memasuki masa menstruasi, wanita biasanya sering merasa kram perut, perubahan suasana hati, kembung dan mual. Hal ini sebenarnya wajar, tapi ada beberapa cara untuk meredakannya.

Dilansir dari Sheknows, Kamis (6/10/2010), berikut 5 cara menaklukkan sindrom pra menstrusi:

1. Olahraga ringan
Olahraga ringan seperti jalan cepat dan berenang dapat membantu meringankan kram yang menyakitkan dan mengurangi kembung. Yoga dan pilates juga baik untuk relaksasi dan peregangan.

2. Mengurangi ngemil (craving)
Saat sedang PMS, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan untuk mengemil coklat, keripik atau cemilan lainnya. Fluktuasi hormon dapat menyebabkan Anda kecanduan. Sebaiknya jaga pola makan, perbanyak minum air putih dan jaga asupan garam dan kadar gula darah. Hal ini dapat membantu menjaga nafsu makan dan mengurangi rasa kembung.

3. Tidur dan istirahatlah
Tubuh akan melakukan tugas penyembuhan dan memberi energi saat Anda sedang tidur. Selain itu, Anda bisa lebih lelah dan lebih lambat dari biasanya sebelum dan selama periode menstruasi, jadi tidur dapat memulihkan energi Anda kembali.

Sementara PMS benar-benar bisa mengganggu tidur, Anda dapat mengurangi atau menghilangkan asupan kafein untuk tidur lebih baik.

4. Gunakan cara lama, bantal atau botol air panas
Anda mungkin tidak percaya ketika nenek atau ibu Anda menyarankan untuk menggunakan bantal atau botol air panas. Tapi hal tersebut sebenarnya benar, bantal dan botol air panas yang diletakkan di perut bagian abawah atau punggung dapat meredakan kram karena PMS dan membuat Anda bersemangat kembali.

5. Jangan sembarang minum obat
Banyak wanita yang mengonsumi obat seperti naproxen dan ibuprofen untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi beberapa gejala PMS. Selain itu, ada solusi alami dan herbal yang tak terhitung jumlahnya. Jangan sembarangan mengonsumsi obat karena efeknya justru bisa jangka panjang.(detikhealth)
 

Popular Posts

Cloud