Tampilkan postingan dengan label Menstruasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menstruasi. Tampilkan semua postingan

Darah Haid Menggumpal


Saya gadis 21 tahun. Setahun belakangan ini, setiap kali darah haid yang menggumpal mau keluar, saya merasakan sakit sekali di pinggang bagian belakang. Mengapa hal ini terjadi? Apakah hal ini menunjukkan ada kelainan atau gangguan? (Surat dari Gadis, Semarang)

Gumpalan darah haid biasanya berwarna merah cerah atau merah tua dan pekat. Menurut situs WebMD, gumpalan ini biasanya dikeluarkan pada hari-hari perdarahan yang terberat, atau istilahnya, darah lagi deras-derasnya. Gumpalan darah yang keluar berulang ini membuat darah menstruasi Anda terlihat lebih kental daripada biasanya.

Sebenarnya, tubuh kita melepaskan zat yang mencegah pembekuan darah untuk mencegah darah mens menjadi menggumpal saat keluar. Namun, ketika Anda menghadapi hari-hari pertama mens yang lagi deras-derasnya, zat pencegah pembekuan darah (antikoagulan) ini tidak cukup punya waktu untuk bekerja. Hasilnya, darah pun keluar bergumpal-gumpal.

Sebenarnya, kondisi ini normal saja pada setiap perempuan, apalagi bila gumpalan darah hanya terjadi pada hari-hari pertama. Namun, darah yang keluar berlebihan dan terus-menerus bisa saja menyebabkan anemia. Bila gumpalan darah juga keluar dalam jumlah tidak normal, dan lebih dari masa haid yang berakhir 6-7 hari, maka sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Mengenai rasa sakit pada pinggang, menurut dr Judi Januadi Endjun, SpOG, Subbagian Fetomaternal Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, hal ini bisa dilihat dari jenis nyeri haidnya (dismenorea). Dismenorea pada seorang gadis ada dua jenis, yaitu dismenorea primer dan dismenorea sekunder. Umumnya, hal itu karena dismenorea primer. Pada dismenorea primer, nyeri haid timbul bukan karena kelainan anatomis organ kandungan, melainkan karena gangguan fungsi fisiologi, misalnya gangguan hormon.

Anda harus menjalani pemeriksaan USG untuk memastikan tidak ada kelainan anatomis organ kandungan dan analisis hormon, terutama kadar prostaglandin darah. Dismenorea primer umumnya menghilang setelah melahirkan atau setelah gangguan hormonnya dihilangkan melalui pengobatan hormonal.

Pada dismenorea sekunder ditemukan kelainan di organ kandungan, misalnya adenomiosis atau mioma uteri pada rahim dan kista endometriosis pada indung telur atau kelainan bawaan rahim (misalnya, rahim ada dua atau bersekat). Penanganan dismenorea sekunder jauh lebih sulit dan mungkin saja memerlukan tindakan pembedahan atau bahkan tidak dapat disembuhkan kecuali dengan pengangkatan rahim secara keseluruhan (histerektomi). Di Semarang, Anda bisa berkonsultasi tentang hal ini di Bagian Kebidanan dan Kandungan RS Dr Kariadi/FK Undip. (Kompas,Selasa, 20/7/2010)

4 Tipe Siklus Mens yang Abnormal


Rata-rata siklus menstruasi perempuan yang normal adalah 21-35 hari. Namun, rata-rata seorang perempuan mengalami siklus 28. Jika kurang dari 21 atau lebih dari 35 hari maka darah yang keluar kemungkinan bukan darah menstruasi. Jadi segera periksakan ke dokter.

Jumlah darah yang keluar antara satu perempuan dengan perempuan lainnya juga berbeda. Rata-rata darah yang dikeluarkan adalah 3-5 sendok atau sekitar 30 - 80 ml darah per siklus menstruasi, dan ini bisa dibilang normal. Lama menstruasi umumnya 3-8 hari. Di luar itu, ada empat jenis siklus menstruasi yang tidak normal:

* Metrorrhagia, atau menstruasi yang tidak teratur. Menstruasi Anda mungkin terjadi setiap 3-6 minggu sekali.

* Oligomenorrhea, arus menstruasi yang amat ringan dan tidak sering terjadi. Pada sebagian perempuan yang mengalami kondisi ini, menstruasi mereka mungkin hanya terjadi 2 kali setahun.

* Polymoenorrhea, menstruasi yang terjadi lebih sering. Perempuan yang mengalami polymenorrhea mungkin akan menantikan menstruasi mereka setiap 2-3 minggu sekali.

* Menorrhagia, yaitu pendarahan yang hebat selama menstruasi. Tak jarang hal ini membutuhkan konsultasi dokter dan pengobatan lebih lanjut.

Berbagai tipe siklus menstruasi ini amat dipengaruhi oleh faktor keturunan atau hormonal, pola makan, kebiasaan buruk (minum dan merokok), stres, kurang olah raga, dan kurangnya konsumsi sayuran dan buah-buahan. Nah, jika Anda mengalami salah satu dari 4 tipe siklus menstruasi di atas maka segeralah berkonsultasi ke dokter.

Sumber: www.iknow.co.id, kompas,Rabu, 20/1/2010

Yang Bikin Darah Mens Jadi Deras



Masa menstruasi adalah sesuatu yang harus kita hadapi. Bila hanya mengalami nyeri perut atau mood swing, tentu kita bisa mengatasinya dengan mudah. Tetapi bila yang terjadi selama mens menimbulkan gangguan, Anda tentu perlu berkonsultasi dengan dokter.

Volume darah mens yang deras atau tidak sama dalam bulan ke bulan, adalah beberapa hal yang mungkin Anda alami. Banyak faktor yang bisa memengaruhinya. Perdarahan yang hebat bisa saja merupakan gejala penyakit seperti endometriosis, kanker serviks, polip pada leher rahim, atau penyakit peradangan panggul. Namun dalam tingkat normal, penyebabnya pun bisa beragam, seperti:

Siklus haid
Berapa lama siklus haid Anda? Apakah setiap 21 hari, atau 30 hari? Hal ini ternyata normal saja, kata Lissa Rankin, MD, dokter kandungan dan kebidanan yang juga penulis buku What’s Up Down There? Questions You’d Only Ask Your Gynecologist If She Was Your Best Friend.

“Rata-rata, siklus haid perempuan terjadi setiap 28 hari, tetapi semua perempuan itu berbeda. Teknisnya, siklus yang normal berakhir antara 21-35 hari," ungkap Rankin.

Pada remaja putri yang baru mendapatkan menstruasi, siklus haid yang bervariasi juga dianggap normal. "Butuh waktu beberapa tahun agar hipotalamus, kelenjar lendir, dan rahim untuk matang dengan sempurna, sehingga menghasilkan siklus bulanan yang teratur," tambahnya.

Anda baru boleh khawatir mengenai siklus haid yang tidak teratur jika perubahan siklus tersebut sangat drastis. Misalnya, pada satu bulan siklusnya terjadi sesudah 22 hari, dan bulan depannya 35 hari. Anda perlu memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui apa penyebabnya.

Pola makan dan latihan
Pola makan dan olahraga yang Anda lakukan juga bisa memengaruhi menstruasi, termasuk peluang untuk hamil. “Jika Anda latihan cukup berat, atau tidak cukup makan, tubuh Anda akan berasumsi Anda tidak cukup bugar untuk hamil. Kadar estrogen bisa menurun, dan Anda bisa berhenti berovulasi," ujar Rankin.

Seorang atlet, menurutnya, bahkan bisa bertahun-tahun tidak mens. Kelainan menstruasi seperti ini disebut hypothalamic amenorrhea. Hasilnya adalah mens yang tidak teratur, atau bahkan tidak keluar sama sekali.

Berat badan
Tubuh yang terlalu kurus bisa menyebabkan darah mens tidak keluar. Seperti karena pola makan dan olahraga yang keras, tubuh yang terlalu kurus akan mengira Anda tidak cukup sehat untuk mengandung.

Di lain pihak, kelebihan berat badan juga bisa jadi masalah. "Kalau Anda overweight, kelebihan kadar estrogen bisa menumpuk di dalam tubuh, menyebabkan darah mens menjadi sangat deras dan kadang-kadang tidak teratur," jelas Rankin. Kondisi ini sering disebut sebagai menorrhagia (mens yang deras) atau menometrorrhagia (mens yang deras dan tidak teratur).

Ketidakseimbangan hormon
Ketidakseimbangan hormon selama masa remaja atau menopause adalah penyebab umum darah haid yang deras. Selama masa remaja, setelah mendapatkan haid pertamanya, dan selama beberapa tahun menjelang menopause ketika menstruasi berhenti, kadar hormon kita berfluktuasi. Seringkali, fluktuasi ini menyebabkan perdarahan rahim secara berlebihan selama masa menstruasi. Namun menorrhagia akibat ketidakseimbangan hormon ini bisa diatasi dengan pil KB atau perawatan hormon lain.

Alat kontrasepsi
Sulit untuk menyatukan pengaruh alat kontrasepsi dalam satu paket, karena alat KB yang berbeda bisa menyebabkan kadar hormon yang berbeda pula. Namun apapun alat kontrasepsi yang Anda gunakan, akan memberikan pengaruh pada siklus mens Anda.

"Kebanyakan metode kontrasepsi itu memanipulasi siklus mens. Contohnya, perempuan yang rutin mengonsumsi pil KB, susuk, atau spiral, biasanya akan mengalami siklus 28 hari karena hormon-hormon yang diproduksi memaksa tubuh untuk membentuk siklus buatan," tukas  direktur medis dari The Owning Pink Center di Mill Valley, California ini.

Alat kontrasepsi seperti IUD bisa membuat darah mens lebih berat atau lebih ringan, tergantung pada tipe IUD-nya. Sedangkan pil KB menawarkan dosis hormon yang menyebabkan Anda hanya mengalami haid beberapa kali saja dalam setahun.

Sumber: SheKnows , Kompas,Selasa, 21/9/2010

Bolehkah Keramas Saat Sedang Menstruasi?

Ada mitos menyatakan, sebaiknya saat menstruasi, terutama hari pertama, kita tidak mencuci rambut. Ada juga yang bilang, bila kita sering melakukan kebiasaan ini, kita akan lebih cepat mengalami menopause. Apakah ada penjelasan ilmiah mengenai hal ini?

Menurut dr Caroline Tirtajasa, Sp, OG, dokter spesialis Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Omni Medical Centre, Pulomas, Jakarta, larangan untuk mencuci rambut di saat sedang menstruasi hanyalah mitos belaka. Tidak ada penjelasan dari sisi ilmiah yang bisa menjelaskan tentang mitos tersebut. Jadi, sebenarnya tidak ada hubungan erat antara kebiasaan mencuci rambut di saat menstruasi dan percepatan terjadinya menopause.

"Menurut saya, yang terpenting untuk dilakukan saat sedang menstruasi adalah menjaga kebersihan. Terutama, kebersihan di daerah organ kelamin dan sekitarnya. Sebab, darah haid bisa menyebabkan gatal-gatal dan mengundang datangnya kuman-kuman, apalagi jika air yang Anda gunakan untuk membasuh itu mengandung kuman-kuman yang bisa menyebabkan infeksi," ujar dr Caroline.

Karena itu, lebih baik Anda memusatkan perhatian untuk tindakan ini, dan tidak lagi terlalu percaya pada mitos.

Sumber: Prevention Indonesia , kOMPAS,Kamis, 28/5/2009
 

Popular Posts

Cloud