Tampilkan postingan dengan label Terkait Kondisi Haid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Terkait Kondisi Haid. Tampilkan semua postingan

Haid Sebelum Usia 12 Tahun Berisiko Stroke dan Jantung

Perempuan yang mendapat haid atau menstruasi lebih dini atau sebelum usia 12 tahun punya risiko terkena penyakit jantung yang lebih besar dibanding perempuan lainnya yang mendapat haid normal. Mereka juga dilaporkan lebih cepat meninggal dunia karena stroke dan serangan jantung.

Studi sebelumnya pernah membuktikan bahwa haid dini berpengaruh terhadap kesehatan seorang wanita di masa depannya. Studi dilakukan terhadap wanita Norwegia dan diketahui bahwa perempuan yang mendapatkan haid lebih awal lebih cepat meninggal dunia ketimbang perempuan lainnya.

Ada juga studi yang pernah menghubungkan antara haid dini dan risiko diabetes karena umumnya wanita yang mendapat haid lebih dini memiliki badan dan indeks massa tubuh yang lebih besar.
Kini, studi terbaru yang dlakukan peneliti Inggris terhadap 15.807 wanita usia 40 hingga 79 tahun selama 13 tahun menyebutkan bahwa wanita yang mendapat haid di bawah umur 12 tahun akan mengalami penyakit kardiovaskular, salah satunya penyakit jantung.

Sebanyak 23 persen wanita yang mendapat haid dini dilaporkan terkena penyakit jantung dan 28 persennya meninggal dunia karena stroke dan serangan jantung. Mereka juga punya risiko mengidap kanker payudara yang lebih besar 25 persen ketimbang perempuan yang mendapat haid di atas usia 12 tahun.

Seperti dikutip dari Doctorndtv, Rabu (6/1/2010), semua faktor lainnya telah diteliti mulai dari usia, kebiasaan merokok, olahraga dan tingkat pendidikan.

Meski penyebab pastinya masih belum diketahui, namunpeneliti menduga hal tersebut karena faktor hormon estrogen. Berdasarkan hasil studi yang ada, peneliti akhirnya menyimpulkan bahwa wanita yang mendapat haid lebih dini cenderung punya masalah kesehatan lebih banyak. Wanita dengan kondisi demikian sebaiknya sadar akan bahaya tersebut dan harus lebih baik dalam mengontrol berat badannya.

Studi yang dimuat dalam Journal of Clinical Endocrinology and Metabolism ini memunculkan gambaran baru dalam dunia kedokteran, yakni haid dini bisa jadi pertanda penyakit tertentu di masa yang akan datang dan teknik pengobatannya akan segera dikembangkan untuk mencegah hal tersebut terjadi.(detikhealth)

Haid Sampai Perdarahan Hebat Bikin Wanita Ini Jadi Tahanan Rumah

Bagi kebanyakan orang menstruasi hanya menimbulkan sedikit ketidaknyamanan setiap bulannya. Tapi Yvette Fielding merasa seperti jadi tahanan di dalam rumah tiap kali datang bulan.

Presenter TV Yvette Fielding (43 tahun) selalu merasa lemah tiap kali menstruasi yang seringkali membuatnya tidak bisa meninggalkan rumah. Setiap bulan ia mengalami perdarahan yang hebat selama 10 hari dan kadang bisa menembus ke pakaiannya.

Pernah ia sampai menangis saat tiba di studio untuk syuting salah satu acara televisi, beberapa menit sebelum syuting ia mengalami menstruasi yang membuatnya terlihat berantakan.

"Saya dipaksa untuk mengganti pakaian dimana-mana dan menjelaskan pada kru kamera mengenai apa yang sebenarnya terjadi," ujar Yvette, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Selasa (3/7/2012).

Ia masih ingat ketika berusia 13 tahun, ia hanya mampu meringkuk di sofa karena kesakitan dan banyaknya darah yang keluar hingga ibunya harus memanggil dokter ke rumah. Kala itu ia tidak mengerti apa yang terjadi, dan dokter memberinya pil KB untuk meminimalkan pendarahan dan mengurangi rasa sakit.

"Selama setengah bulan saya merasa seperti tahanan di rumah sendiri, hidup saya seperti mimpi buruk dan menstruasi ini selalu menyiksa," ujar Yvette.

Setelah menikah dengan Karl Beattie dan melahirkan anak pertama, menstruasi yang dialaminya terbilang mengerikan. Ia mengeluarkan darah yang begitu hebat hingga harus membawa pakaian ganti jika bepergian.

"Saya ingat saat berada di rumah orangtua Karl, saya seperti habis memotong dengan pisau. Karl menggandeng saya di lengan untuk dibawa ke kamar mandi, dia menyuruhku berdiri dan darah terus keluar turun," ungkapnya.

Dokter pun memberikan obat tapi tidak ada perbedaan dan semuanya menjadi lebih buruk. Ia pun mengalami anemia, merasa lelah, pusing dan tidak bisa tidur akibat rasa sakit yang muncul.

Untuk itu ia merasa sangat bahagia saat mengandung anak keduanya, karena ia tidak perlu merasa khawatir mengalami menstruasi selama 9 bulan. Namun kondisi menstruasi yang parah ini muncul lagi setelah ia melahirkan. Ia pun merasa depresi, kelelahan dan kadang tidak semangat untuk hidup.

Hingga akhirnya ia melakukan konsultasi dengan ginekolog Clive Spence-Jones di London Clinic. Dokter memberikan solusi untuk dilakukan operasi endometrial resection atau hysterectomy parsial.

Operasi ini akan menghentikan menstruasinya namun tidak mengangkat ovarium dan leher rahim sehingga mencegahnya mengalami menopause dini. Namun sebelum operasi dokter menanyakan apakah Yvette sudah cukup yakin melakukannya, karena ia masih cukup muda untuk memiliki anak lagi dan menghindari penyesalan nantinya.

"Tapi aku yakin menjalani operasi ini, saya dan Karl sudah punya 2 anak dan tidak ingin memiliki anak lagi. Saya hanya ingin kehidupan yang kembali normal," imbuhnya.

Operasi ini seperti sebuah keajaiban, ia hanya merasa sedikit sakit dan dirawat di rumah sakit selama seminggu. Setelah itu ia bisa kembali memiliki kehidupan yang normal tanpa perlu khawatir mengalami menstruasi yang mengerikan.

Profesor John Studd dari London PMS and Menopause Clinic menjelaskan perempuan yang menderita perdarahan berat dan menyakitkan bisa diberikan pil KB sebagai pertolongan pertama untuk mencoba mengurangi hilangnya banyak darah. Jika hal ini gagal maka akan diberikan progesteron yang dimasukkan ke dalam rongga.

"Pilihan lainnya adalah ­endometrial resection seperti yang dilakukan Yvette, operasi ini dilakukan melalui vagina lewat leher rahim untuk menghapus sebagian atau seluruh endometrium," ujar Prof Studd.

Prof Studd menuturkan ­endometrial resection biasanya baik dilakukan jika si perempuan memang tidak ingin punya anak lagi. Tapi jika hysterectomy yang dilakukan penuh maka ovarium dan leher rahim juga diangkat yang membuatnya mengalami menopause dini, karena itu kebanyakan perempuan menjalani hysterectomy sebagian.(detik health)



Gangguan yang Bisa Muncul Saat Pakai Obat Pengatur Haid

Meski obat hormon untuk mengatur haid relatif aman untuk orang sehat, berbagai keluhan atau gangguan kesehatan bisa saja muncul. Bisa karena efek sampingnya, bisa juga akibat cara pemakaian yang tidak disiplin alias sering lupa minum.

Perdarahan bercak atau keluarnya bercak-bercak darah merupakan salah satu gangguan yang sering muncul, terutama pada penggunaan pil yang berisi hormon progesteron saja. Penyebabnya antara lain lupa meminumnya secara teratur pada waktu yang sama setiap hari.

"Makin kecil dosisnya, makin cerewet obatnya. Harus benar-benar disiplin tidak boleh lupa," kata Dr Hj Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam simposium Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) di RSCM, Kamis (13/9/2012).

Agar keluhan ini tidak muncul, obat pengatur haid harus diminum pada saat yang sama setiap hari. Apabila terjadi perdarahan bercak, biasanya dokter akan menganjurkan untuk menambahkan dosis 1 pil setiap hari dan mengurangi aktivitas sebanyak mungkin. Jika perlu, dokter juga meresepkan obat-obat untuk menghentikan perdarahan misalnya asam traneksamat.

Apabila perdarahan tetap tidak berhenti, maka bercak darah yang keluar bukanlah haid melainkan merupakan kondisi hormon yang tidak wajar. Pada kondisi tertentu misalnya saat menjalankan ibadah haji, kondisi ini tidak akan menghalangi perempuan untuk beribadah.

Tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan. Selama perdarahan bercak belum berhenti, maka pembalut harus sering-sering diganti seperti halnya ketika sedang datang bulan agar tidak lembab lalu ditumbuhi kuman.

Selain perdarahan bercak, gangguan lain yang bisa muncul akibat penggunaan obat pengatur haid seperti disampaikan Dr Ocvi adalah sebagai berikut.

1. Rasa mual, muntah, sakit kepala dan nyeri payudara
Keluhan ini umumnya hanya terjadi pada penggunaan pil kombinasi yang mengandung hormon progesteron dan esterogen.

2. Peningkatan berat badan
Agar tidak kegemukan, hindari konsumsi makanan tinggi kalori yang berlebihan.(detikhealth)

Darah Haid Bisa Disimpan di Bank Darah untuk Stem Cell

Saat ini hampir semua wanita membuang darah menstruasinya karena dianggap sebagai limbah kotor dan tidak sehat. Namun penelitian baru menemukan bahwa darah menstruasi kaya akan sel punca (stem cell), yang berpotensi menjadi pengobatan berbagai penyakit.

Sebelumnya, darah dari tali pusar yang dianggap sebagai cadangan utama untuk sel punca atau stem cell. Hanya wanita yang telah melahirkan saja yang mampu melestarikan stem cell karena diperoleh dari tali pusar.

Namun peneliti baru saja menemukan dan berhasil memanen sel punca dari darah menstruasi (Menstrual Stem Cells atau MeSC’s), sehingga memungkinkan bagi semua wanita termasuk yang belum pernah melahirkan untuk melestarikan sel punca untuk diri mereka sendiri.

Menurut peneliti, dinding endometrium rahim memiliki kualitas regenerasi yang unik. Ada pertumbuhan tebal sel darah yang akan terhalau setiap bulan, lalu rahim memproduksi lapisan endometrium baru dan mempersiapkan diri untuk kehamilan, seperti dilansir Medindia, Jumat (6/1/2012).

Darah yang keluar sebagai darah menstruasi mengandung beberapa variasi sel yang di antaranya memiliki sifat regeneratif. Peneliti mencoba untuk mengetahui kepraktisan dan kelayakan pengumpulan darah menstruasi dalam rangka panen sel punca.

Peneliti melakukan beberapa jenis analisis dan menemukan bahwa sel-sel darah menstruasi tidak hanya dapat dipanen tetapi juga bisa dibedakan menjadi sel-sel tertentu seperti tulang rawan, jaringan saraf atau jaringan adiposa.

Sel-sel punca menstruasi (MeSC) memiliki potensi besar untuk terapi regeneratif. Studi-studi menunjukkan bahwa MeSC adalah populasi sel unik yang dapat diisolasikan dengan aman dan dapat memberikan sumber sel punca dari perempuan sampai mencapai menopause.

Mengingat relevansi dan pentingnya dalam pengobatan penyakit langka termasuk gangguan saraf tertentu, penting bagi perempuan untuk melestarikan darah menstruasinya di Bank Darah Menstruasi.

Bank Darah Menstruasi memungkinkan perempuan menyimpan darah menstruasinya di bawah kondisi yang diperlukan dan melestarikannya untuk tabungan masa depan. Bank-bank tersebut mengenakan biaya tahunan minimal untuk penyimpanan dan pelestarian.

Cara Mengumpulkan Darah Haid

Proses untuk mengumpulkan darah menstruasi cukup sederhana, yaitu silikon cup yang berbentuk seperti tampon dimasukkan ke dalam vagina pada saat perempuan mengeluarkan banyak darah menstruasi. Cup harus ditempatkan di dalam vagina selama setidaknya tiga jam sehingga dapat mengumpulkan sekitar 20 mililiter darah.

Darah kemudian dituangkan dalam kit pengumpulan dan dikirim kembali ke laboratorium Bank Darah Menstruasi, di mana darah akan diproses, dibekukan dan disimpan.

Dibandingkan dengan tali pusat, metode ini benar-benar tidak menyakitkan dan non invasif. Juga, setiap wanita yang ingin mempertahankan sel punca untuk masa depan dapat melakukannya tanpa harus menunggu untuk melahirkan bayi.

Sel punca memiliki kualitas unik yang membuatnya bisa berkembangbiak menjadi semua jenis sel. Sel punca mampu memberikan kontribusi dalam kelangsungan hidup sel setelah ditransplantasikan.

Meskipun stem cell darah menstruasi belum dimanfaatkan dalam perawatan manusia dan terapi, penelitian telah menunjukkan bahwa sel-sel tersebut berpotensi dalam pengobatan beberapa kondisi medis seperti aterosklerosis, diabetes, stroke, rheumatoid arthritis, penyakit Parkinson dan banyak lagi.

Di samping itu, darah menstruasi dapat mengatasi masalah penolakan kekebalan tubuh selama transplantasi, yang memungkinkan pasien wanita untuk menggunakan sel punca mereka sendiri untuk pengobatan.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa Bank Darah Menstruasi memiliki cakupan yang luas di masa depan dan merupakan hal besar berikutnya dalam dunia medis(detikhealth)

Cara Mempersingkat Periode Haid

Setiap wanita tidak memiliki siklus menstruasi yang sama dengan wanita lainnya. Tetapi semua wanita menginginkan dirinya memiliki siklus menstruasi yang lebih pendek dan lebih ringan.

Seperti dilansir onlymyhealth, Kamis (19/7/2012), Anda dapat memperpendek siklus menstrusi dengan menerapkan beberapa tips berikut:

1. Ambil Pil KB

Pil KB mungkin lebih tepat jika digunakan untuk mencegah kehamilan, tetapi juga dapat digunakan untuk meredakan gejala menstruasi dan lamanya pendarahan. Obat kontrasepsi oral dapat membantu menghentikan ovulasi.

Tersedia pil KB sejenis plasebo yang dapat dikonsumsi dalam jangka waktu seminggu selama menstruasi. Bahkan ada pil baru yang dapat mengurangi periode menstruasi hingga empat kali per tahun.

2. Seimbangkan hormon dengan cara herbal

Beberapa tanaman herbal dapat membantu menyeimbangkan hormon secara alami dan dapat memperpendek periode menstruasi yang panjang. Menurut penelitian tanaman chasteberry bekerja melalui jalur hipotalamus-hipofisis untuk menormalkan prolaktin dan progesteron.

Progesteron diturunkan pada fase yang berbeda dalam siklus menstruasi dan menyebabkan periode yang lama dan berat, khasiat tanaman herbal tersebut dapat meningkatkan kadar hormon progesteron dalam tubuh sehingga periode menstruasi lebih ringan dan lebih pendek.

3. Olahraga

Anda dapat memperpendek periode menstruasi dengan meningkatkan latihan fisik sepanjang bulan. Peningkatan latihan kardiovaskular, seperti olahraga berjalan dapat mengurangi periode menstruasi yang sangat panjang.

Efek positif lain dari berolahraga adalah berkurangnya gejala PMS (Pre-menstrual syndrome) termasuk kram perut. Pastikan Anda selalu berolahraga bahkan ketika Anda sedang menstruasi.

4. Orgasme

Mencapai orgasme dengan cara masturbasi atau melakukan hubungan seksual dapat memperpendek lamanya menstruasi. Hubungan seksual atau masturbasi dapat membantu mengurangi siklus menstruasi yang panjang dengan menyebabkan kontraksi tambahan dalam rahim selama orgasme.

Kontraksi ini dapat membantu menumpahkan darah menstruasi lebih cepat dalam kurun waktu singkat. Mendapatkan orgasme menjelang masa menstruasi juga dapat mencegah kram perut ketika PMS karena menghilangkan endorfin selama tindakan seksual.

5. Tetap terhidrasi

Minum banyak air setiap hari juga dapat membantu memperpendek periode menstruasi. Jika Anda berolahraga secara teratur, pastikan bahwa Anda minum beberapa gelas air selama dan setelah latihan. Anda juga harus menghindari minuman bergula, kafein dan alkohol selama menstruasi.(detikhealth)

Cairan Putih Sebelum Haid Pertanda Apa?

Setiap perempuan pasti pernah mengalami keputihan atau keluar cairan dari vagina, terutama sebelum datang bulan. Pertanda apa kondisi tersebut?

Fungsi dasar dari vagina adalah menjadi sarana antara bagian luar dengan rahim dan seluruh sistem internal reproduksi perempuan.

Secara alami sifat dari vagina adalah asam yang disebabkan oleh bakteri baik yang diproduksi tubuh. Bila vagina sehat, maka vagina akan bersih dengan sendirinya dan memproduksi sekresi secara normal.

Dikutip dari Womenshealth.about.com, Rabu (13/10/2010) kelenjar di leher rahim vagina akan menghasilkan sejumlah kecil cairan yang mengalir keluar vagina.

Dalam jumlah yang normal cairan ini bisa membantu membersihkan vagina. Umumnya cairan ini tidak berbau dan akan mengering di pakaian.

Lalu normalkah cairan putih yang keluar sebelum menstruasi?

Cairan putih yang keluar sebelum menstruasi adalah suatu hal yang normal, selama cairan tersebut tidak berbau dan tidak menimbulkan gatal.

Pada umumnya kondisi ini hampir terjadi pada semua perempuan. Karena hal ini merupakan salah satu mekanisme tubuh untuk menjaga vagina agar terbebas dari infeksi.

Saat menstruasi akan segera datang atau sudah mendekati, maka cairan yang keluar bisa jadi menjadi lebih lengket. Dan jika masa menstruasi sudah datang akan ditandai dengan warna cairan yang berubah menjadi coklat, kondisi ini menandai hari pertama menstruasi.

Ketika menstruasi sudah berakhir atau saat akan memulai awal siklus menstruasi, cairan putih yang keluar akan menjadi lebih sedikit. Saat itulah masa ovulasi (masa subur) dimulai, tingkat estrogen dan progesteron akan naik dan turun beberapa kali serta mempengaruhi warna cairan putih atau transparan yang keluar.

Namun jika cairan yang keluar sebelum menstruasi berwarna putih pekat atau agak kekuningan seperti keju dan disertai dengan rasa nyeri serta ketidaknyamanan di dalam dan sekitar vagina, maka kondisi ini bisa jadi diakibatkan oleh infeksi jamur. Jika cairannya berwarna putih keabu-abuan atau kuning dan berbau tak sedap seperti ikan, maka hal ini disebabkan oleh vaginosis bakteri.

Jadi, jika sebelum menstruasi cairan yang keluar tidak menunjukkan gejala lain seperti gatal, nyeri atau bau, maka cairan yang keluar dari vagina tersebut adalah normal.(detikhealth)

Kopi Pengaruhi Hormon Wanita

Secangkir kopi mengawali hari yang sibuk atau ketika sedang bersantai di sore hari bisa memberi suntikan semangat bagi kita. Di balik sensasi itu, minuman kopi memiliki banyak manfaat seperti mengurangi risiko kanker misalnya. Namun, kopi ternyata juga mampu  mempengaruhi hormon-hormon pada wanita.

Peningkatan dan penurunan hormon pada wanita usia subur juga sangat tergantung pada etnis. Para ilmuwan menemukan bahwa wanita Asia yang mengonsumsi 200 mg kafein atau dua cangkir kopi sehari, memiliki tingkat estrogen yang sama dengan kafein dari dua wanita Amerika.

Namun, wanita berkulit terang yang mengonsumsi 200 mg kafein memiliki kadar estrogen sedikit lebih rendah daripada mereka yang minum kurang dari dua cangkir kopi. Sementara, wanita berkulit gelap hanya mengalami sedikit perubahan setelah minum kopi.

Tim dari University of Utah mempelajari lebih dari 250 wanita pada tahun 2005 – 2007. Penelitian ini dipublikasikan secara online dalam American Journal of Clinical Nutition. Mereka menemukan bahwa sumber kafein dapat mengubah tingkat hormon dalam tubuh wanita. Wanita yang memperoleh kafein dari minuman ringan atau teh hijau memiliki tingkat estrogen yang lebih tinggi di antara para wanita pada etnis yang sama.

Perubahan ini tampaknya tidak mempengaruhi ovulasi pada wanita. Sebagian besar peserta dalam penelitian ini memiliki siklus menstruasi antara satu dan tiga minggu. Para penulis mencatat informasi ini lebih tepat menggambarkan hubungan antara kafein dan hormon dari penelitian sebelumnya.

“Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kafein di kalangan wanita usia subur memiliki efek pada kadar estrogen,” kata Dr. Enrique Schisterman, dari National Institutes of Health, ketika penelitian ini dilakukan. “Dalam jangka pendek, variasi kadar estrogen di antara kelompok yang berbeda tidak muncul.”

Namun, Dr. Schisterman menambahkan, ada variasi dalam tingkat estrogen yang terkait dengan berbagai gangguan pada wanita seperti endometriosis, osteoporosis, endometrium, kanker payudara, dan kanker ovarium dalam jangka panjang.

“Konsumsi kafein dalam jangka panjang berpotensi mempengaruhi tingkat estrogen. Hal ini logis untuk mengamati konsumsi kafein terhadap gangguan tersebut,” tambahnya.(intisarionline)

Kenali 10 Pemicu Migrain

Pernahkan Anda mengalami migrain yang sangat parah? Meskipun penyebabnya tidak diketahui pasti, migrain diperkirakan terjadi akibat hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah di otak dan menyebabkan pelebaran pembuluh darah otak dan peradangan. Berikut ini 10 langkah mengenali hal yang dapat menyebabkan migrain, seperti dilansir dari iVillage.

    Makanan. Makanan berikut ini bisa menjadi pemicu migrain, sehingga penting bagi Anda mengidentifikasi apa yang sensitif untuk Anda. Bisa jadi, salah satu dari makanan ini merupakan bahan untuk produk makanan yang Anda makan. Jadi, bacalah label dengan hati-hati ketika membeli makanan. Makanan ini termasuk pisang, bir, anggur, anggur merah, produk susu, seperti es krim, susu, yoghurt, keju, produk fermentasi, buah-buahan, asam, pepaya, plum merah, buah acar, kecap, MSG, avokad, cokelat, kacang, selai kacang, bawang, sakarin yang ditemukan dalam soda diet, dan makanan yang mengandung ragi seperti roti dan donat.

    Kafein. Minum atau makan makanan yang mengandung kafein dapat memicu migrain. Jadi, hindarilah atau jauhi kafein. Ingat, kafein dapat ditemukan dalam kopi, soda regular atau soda diet, teh, cokelat, dan suplemen, terutama suplemen untuk menurunkan berat badan.

    Pantau obat Anda. Semua obat yang melebarkan pembuluh darah, seperti hydralazine atau loniten, bisa menjadi pemicu migrain. Obat lain yang bisa menjadi pemicu adalah cimetidine, fenfluramine, indomethacin, nitrogliserin, nifedipine, teofilin, obat-obatan yang mengandung reserpine dan terapi pengganti estrogen atau pil mencegah kehamilan. Bicarakan dengan dokter, obat yang Anda konsumsi bisakah memicu migrain. Dokter bisa merekomendasikan tindakan lain yang memiliki efek sama tanpa memicu migrain.

    Stres. Tekanan, kehilangan besar, kemarahan, konflik, atau depresi, semuanya dapat memicu migrain. Menariknya, stres sehari-hari adalah penyebab migrain. Merasa bahagia, menghadiri acara-acara yang mengubah emosi, seperti pernikahan, pindahan rumah, atau kelahiran anak dapat mengurangi risiko migrain. Belajarlah untuk memiliki waktu bagi diri sendiri dan temukan cara yang sehat untuk berdamai dengan stres adalah cara utama dalam mengatasi serangan migrain.

    Aroma. Migrain dapat dipicu oleh bau, seperti parfum, asap rokok, tiner cat, amoniak, dan bau masakan. Cahaya terang atau silau, sinar matahari, atau pergerakan mobil dan kereta api juga bisa menjadi pemicu migrain. Biarkan teman-teman atau keluarga Anda tahu, kalau mereka tidak harus menggunakan parfum dengan aroma menyengat saat dekat dengan Anda, dan mungkinkan pertukaran udara saat makan malam di dapur. Jika rumah Anda sedang direnovasi, pastikan udara yang cukup ke dalam rumah sebelum Anda memasukinya. Gunakan kacamata hitam pada siang hari, dan gunakan pembersih yang tidak berbau.

    Cukup tidur. Terlalu banyak tidur atau pola tidur yang terganggu juga memicup migrain. Anda dapat menguranginya dengan memprioritaskan tidur Anda. Jika baru saja punya bayi, mintalah anggota keluarga lain untuk datang dan berjaga di tengah malam. Bila bepergian, tanyakan kepada dokter obat yang dapat membantu Anda tertidur. Perlakukan setiap cedera atau sakit yang dapat mengurangi atau mengganggu jam tidur. Buatlah suasana santai sebelum tidur, seperti mematikan lampu, makan makanan hangat, matikan TV, atau mandi air hangat. Olahraga teratur dapat membuat Anda tidur nyenyak di malam hari.

    Faktor fisik. Setiap jenis aktivitas yang berlebihan, seperti olahraga berat atau memindahkan barang berat di rumah, bisa menjadi pemicu migrain. Bahkan, kesulitan dalam melakukan gerakan seperti membungkuk pun menyebabkan serangan migrain. Sangat penting dalam mengubah gaya hidup sehat, misalnya, saat olahraga rutin, tambahkan latihan beban atau secara bertahap, jangan berlebihan. Makan makanan kaya serat dan banyaklah minum.

    Perubahan cuaca. Perubahan musim dan suhu tiba-tiba, seperti suhu, tekanan udara, kelembaban, kualitas udara, atau hujan tiba-tiba juga dapat menyebabkan migrain. Tekanan udara yang tinggi dapat memicu sakit kepala. Misalnya, pendaki gunung, pejalan kaki, dan pemain ski yang menderita migrain mungkin lebih sering dialami di daerah dengan tekanan udara tinggi. Pada beberapa orang, perjalanan udara pun dapat memicu migrain. Bicarakan dengan dokter bagaimana meminimalkan efek dari cuaca dan tekanan udara yang mempengaruhi sensitivitas migrain.

    Perubahan hormon. Migrain yang terjadi pada wanita ketika mendekati siklus menstruasi normal disebut “migrain menstruasi”. Bisa jadi migrain berhubungan dengan menopause, dimana estrogen mulai menurun secara permanen. Kelahiran dan kontrol kehamilan dapat mengurangi migrain pada beberapa wanita, juga dapat memperbaikinya. Secara umum, penggunaan kontrasepsi oral harus didasarkan pada efek yang dapat memicu migrain. Kontrasepsi oral dengan dosis rendah estrogen bukan merupakan faktor pemicu migrain. Risiko stroke pada wanita yang menderita migrain meningkat karena penggunaan kontrasepsi oral atau tekanan darah tinggi, juga karena merokok.

    Jangan melewatkan makan. Kelaparan dapat memicu serangan migrain. Melewatkan jam makan bukanlah ide yang baik untuk orang yang menderita migrain. Apa yang bisa dilakukan? Jangan melewatkan makan. Pastikan mengonsumsi kalsium atau makanan kaya kalsium yang juga bermanfaat untuk mencegah osteoporosis. Minumlah juga multivitamin harian yang mengandung magnesium.(intisarionline)

Jangan Anggap Sepele Sering Pipis


Masalah kesehatan seperti overactive bladder (OAB) atau yang lebih dikenal dengan sering buang air kecil, merupakan salah satu masalah penyakit bagi perempuan yang cenderung tidak tertangani dengan baik hingga akhirnya menjadi parah.

Meskipun bukan penyakit mematikan, penderita OAB bisa dibuat sengsara. Pernahkah kebelet saat buang air kecil? Setiap orang tentu pernah mengalaminya. Nah, apa jadinya kalau kebelet itu datang pada saat yang tidak diharapkan? Misalnya seorang operator telepon yang sedang menerima telepon, lalu tiba-tiba terserang kebelet pipis. Apakah sampai harus ngompol karna menahan sudah tidak bisa lagi?


OAB dapat terjadi mulai usia lima tahun. Menurut dr. Budi Iman Santoso, Sp.G, pada acara “Healthy Chit Chat” yang digelar Pfizer belum lama ini, sekitar 53 persen wanita di Asia terganggu masalah OAB. Di Indonesia, tidak ada data resmi yang mengungkap berapa banyak perempuan yang terpengaruh oleh OAB. Hal tersebut karena orang cenderung menyepelekannya.

Lantaran tidak diketahui penyebabnya, dokter belum bisa menyingkirkan OAB dari kehidupan penderitanya. Paling ganya bisa menurunkan frekuensinya, misal dari elapan kali sehari, menjadi tiga kali sehari. OAB menjadi siksaan sebab pengidap OAB tak jarang bangun malam satu-dua kali hanya untuk ke toilet. Bahkan ada pasien dr. Budi yang buang air kecil sampai 24 kali sehari.

Normalnya, orang berkemih kurang dari tujuh kali sehari. Dorongan untuk buang air kecil baru timbul lagi setelah tiga sampai empat jam kemudian. Kantong kemih memiliki daya tampung yang cukup besar. Ketika terisi 150 cc, orang baru mulai menyadari adanya sensasi awal berkemih, tetapi belum ada desakan untuk segera ke toilet. Masih bisa ditahan sampai produksinya sekitar 300 cc sampai 350 cc.

Ada beberapa kemungkinan penyebab OAB:

  1. Infeksi Saluran Kemih (ISK). Ini penyebab utama peningkatan frekuensi buang air kecil.
  2. Diabetes. Sering buang air kecil merupakan gejala awal dari diabetes.
  3. Prostatitis akut. Prostatitis akut adalah pembengkakan dan iritasi kelenjar prostat yang berlangsung cepat. Prostatitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri pada kelenjar prostat yang menyebabkan dinding kandung kemih menjadi sensitif.
  4. Menstruasi. Tepat sebelum menstruasi biasanya kelembaban wanita meningkat. Dalam beberapa hari menstruasi, kelembaban ekstra itu meninggalkan tubuh sehingga meningkatkan frekuensi buang air kecil.
  5. Kehamilan. Pada minggu-minggu awal kehamilan, rahim mengalami perkembangan sehingga menekan kandung kemih, menyebabkan sering buang air kecil.
  6. Sistitis interstisial. Radang dinding kandung kemih kronis yang tidak diketahui penyebabnya ini ditandai dengan nyeri di daerah kandung kemih dan panggul. Gejala utama adalah dorongan kuat untuk buang air kecil, setiap kalinya hanya mengeluarkan sejumlah kecil urine (Jawa: anyang-anyangen)
  7. Kafein. Kafein menghambat kerja hormon antidiuretik (ADH). Hormon itu memastikan bahwa tidak terlalu banyak air dalam urine. Hambatan terhadap ADH membuat produksi air urine meningkat.
  8. Obat-obatan. Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi dapat membuat Anda lebih sering pipis untuk sementara, dan kembali normal setelah Anda berhenti minum obat.
  9. Stroke atau penyakit neurologis lainnya. Kerusakan saraf yang mengendalikan kandung kemih dapat menyebabkan masalah fungsi kandung kemih, termasuk dorongan untuk buang air kecil yang terlalu sering dan tiba-tiba.
  10. Nokturia, kandung kemih terlalu aktif. Beberapa orang sering buang air kecil terutama di malam hari. Biasanya mempengaruhi orang berusia lebih dari 50 tahun, ibu hamil, pria dengan kanker prostat dan gagal jantung.

Orang dengan latar belakang tertentu memiliki faktor risiko untuk terkena OAB, yakni mereka yang kegemukan, diabetes, merokok, dan kurang gerak. Juga pada orang dengan riwayat infeksi saluran kemih.

Nah, ada beberapa tips yang bermanfaat. Sebaiknya perempuan tidak mengenakan celana jin ketat dan menanggalkan kebiasaan memakai pantyliners. Tiga pencegahan berikut, yakni dengan latihan otot kandung kemih dengan menahan buang air kecil selama 30 menit, melakukan senam kegel untuk mengencangkan otot-otot sekitar paha, dan memperhatikan asupan makanan dan minuman terutama yang bersifat diuretic, dan hindari makan dan minum dua jam sebelum tidur bisa Anda coba. (intisarionline)


7 Alasan Seks Bikin Sehat

Kabar baik bagi Anda yang sudah menikah. Selain manfaat emosional, seks juga dapat meningkatkan kesehatan secara umum. Berikut ini tujuh alasan mengapa seks baik untuk kesehatan.
  1. Baik untuk jantung. Seks tidak hanya cara untuk lebih dekat dan mengungkapkan cinta, tetapi juga baik untuk kesehatan jantung. Aktif melakukan hubungan seks dapat meningkatkan denyut jantung, dan membuat lebih sehat. Pria yang berhubungan seks dua kali seminggu atau lebih memiliki risiko lebih rendah terkena serangan jantung.
  2. Menurunkan berat badan. Seks adalah salah satu aktivitas fisik, dan lebih menyenangkan daripada olahraga besar lainnya, sehingga seks dapat membantu mengurangi berat badan. Meskipun tidak seefektif treadmill (yang dapat membakar 400 kalori dalam 30 menit, sementara seks hanya membakar 85 kalori), tapi seks dapat dilakukan sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
  3. Menghindari penyakit. Seks teratur dengan pasangan dapat mencegah flu dan penyakit lain, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Pasangan yang melakukan hubungan seks lebih dari dua kali seminggu memiliki antibodi lebih tinggi yang disebut immunoglobulin A, yang dapat melindungi dari penyakit ringan dan flu. Namun, mereka yang berhubungan seks terlalu banyak memiliki antibodi yang lebih rendah. Jadi, jangan melakukannya secara berlebihan.
  4. Mengurangi rasa sakit. Hormon yang dihasilkan selama berhubungan seks berfungsi sebagai pereda nyeri dan dapat mengurangi rasa sakit saat nyeri haid dan nyeri sendi, selain penyakit lainnya. Bahan kimia yang disebut oksitosin ampuh (homon yang menenangkan dan dapat mengurangi tekanan darah dan kadar kortisol), berfungsi menurunkan tekanan darah dan berguna juga jika memiliki migrain.
  5. Mengurangi risiko kanker prostat. Kanker prostat adalah penyakit umum di kalangan pria, namun para peneliti menemukan para pria di usia 20 dapat mengurangi risiko penyakit ini jika mereka mengalami ejakulasi lima kali atau lebih seminggu. Tidak ada korelasi yang jelas untuk pria yang lebih tua, tapi ada baiknya mencoba.
  6. Mengurangi stres. Secara medis, seks dapat meningkatkan suasana hati – juga dapat merangsang otak untuk memproduksi senyawa kimia yang disebut endorfin yang mengurangi stres. Seks juga bisa menurunkan tekanan darah, dan membantu kita merasa lebih tenang.
  7. Membuat tidur lebih nyenyak. Seks membanjiri tubuh dengan endorfin dan oksitosin, yang sangat ideal untuk relaksasi dan membuat tidur lebih nyenyak.
Bukan hanya itu saja, ada manfaat lain dari berhubungan seks, seperti orgasme sebagai cara terbaik meredakan gejala PMS. (intisarionline)

Berat Badan Berubah Akibat Menstruasi

Siklus menstruasi pada wanita cenderung terkait erat dengan kenaikan atau penurunan berat badan. Tidak hanya saat menstruasi, ini juga terjadi sebelum dan sesudah menstruasi.

Seperti dikutip Self, Christine Gerbstadt, M.D, ahli diet dan juru bicara American Dietetic Association, menjelaskan perubahan berat badan yang berhubungan dengan fase menstruasi. Mari, kita kenali empat fase itu.

1.    Haid

Ketika tubuh mulai mengalami siklus bulanan, Anda mungkin akan merasa kram, kembung, kelelahan, dan suasana hati tidak menentu. Sisi positifnya, ketika tubuh secara aktif perdarahan, maka akan menumpahkan seluruh lapisan rahim dan mempersiapkan diri untuk siklus darah segar.

Seiring waktu, nafsu makan dan keinginan untuk makan, serta kembung akan menghilang. Bahkan, Anda berada pada berat terendah selama satu bulan setelah siklus berhenti. Jadi, ya dinikmati saja….


2.   Fase folikular

Fase folikular adalah proses pematangan telur. Pada fase ini, tubuh akan bekerja keras untuk secara alami memilih telur yang sempurna. Inilah yang menyebabkan hormon estrogen meningkat.

Sayangnya, peningkatan hormon estrogen berbarengan dengan peningkatan berat badan. Selain itu, lapisan rahim akan menebal menyambut embrio yang dibuahi. Tubuh Anda akan naik sedikit sampai 1 kg.
   
3.  Ovulasi

Menjelang fase ovulasi, Anda akan merasa lebih bersemangat, begitu pula tubuh Anda. Anda akan sering merasa kembung, payudara mulai mengencang. Ini juga akan berdampak pada kenaikan berat badan. Beberapa wanita pada fase ini juga ada yang membutuhkan air yang berlebihan sebagai respon terhadap hormon.

4. Fase luteal

Fase luteal ini disebut sebagai waktu setela ovulasi. Waktu ketika ovulasi terjadi sampai hari pertama menstruasi. Pada tahap ini, Anda tidak akan merasa kembung dalam beberapa hari. Tapi beberapa hari kemudian, Anda akan merasakan apa yang disebut sebagai sindrom pra-menstruasi.

Tidak hanya merasa nafsu makan yang bergelombang saja karena tubuh Anda sedang mempersiapkan kehamilan potensial, Anda juga akan merasakan ingin makan makanan yang asin dan berminyak. Inilah yang akan membawa Anda pada kenaikan berat badan 1 – 1,5 kg.

Perlu diingat, setiap wanita akan mengalami siklus yang berbeda. Bila Anda menggunakan kontrasepsi hormonal, kenaikan berat badan pun mungkin akan lebih besar(intisarionline)

7 Masalah di Mulut Ini Indikasikan Masalah Kesehatan yang Lebih Serius

Jika Anda benar-benar telah menjaga kebersihan gigi dan mulut, tetapi masih mengalami bau mulut, gigi retak atau masalah lain dalam mulut, mungkin ada alasan medis lain dibalik kondisi tersebut. Beberapa masalah pada mulut mungkin mengindikasikan kondisi kesehatan atau gejala penyakit tertentu.

Berikut 7 kondisi mulut yang dapat mengindikasikan kondisi kesehatan Anda, seperti dilansir mnn, Jumat (7/12/2012) antara lain:

1. Pendarahan gusi = ketidakseimbangan hormon
Dalam jaringan gusi tertanam reseptor hormon, sehingga jika terjadi pendarahan pada gusi yang tidak disebabkan karena masalah pada gigi, mungkin disebabkan karena ketidakseimbangan hormon. Wanita memiliki gusi yang lebih sensitif selama siklus menstruasinya, sehingga Anda mungkin perlu menunda mengunjungi dokter gigi selama periode menstruasi.

2. Mulut merah dan lidah tebal = kekurangan gizi
Jika sudut-sudut mulut seseorang berwarna merah, hal ini mungkin menjadi tanda kekurangan nutrisi vitamin B6. Lidah yang bengkak dan tebal atau berwarna kemerahan mengkilap bisa menjadi tanda kekurangan zat besi. Demikian pula jika lidah tampak pucat, mungkin hal ini merupakan tanda-tanda anemia.

3. Gigi retak = Gastroesphogeal Reflux Disease (GERD)
Banyak orang berpikir bahwa gigi retak mungkin disebabkan karena kebiasaan menggemeretakkan gigi, tetapi dokter gigi telah mengamati bahwa hal ini dapat disebabkan karena asam lambung yang mengalir kembali ke mulut ketika tidur.

Gigi retak dapat disebabkan oleh penyakit refluks asam atau Gastroesphogeal Reflux Disease (GERD) terjadi ketika asam lambung mengalir kembali ke mulut melalui kerongkongan. Asam dan pH rendah pada rongga mulut dapat mengikis enamel gigi yang membuatnya retak dan lama-kelamaan tanggal.

4. Bau mulut = Masalah dalam rongga perut
Jika Anda telah menjaga kebersihan dan kesehatan gigi dan mulut dengan baik tetapi masih mengalami bau mulut, hal ini mungkin mengindikasikan penyakit hati atau masalah ginjal. Bahkan penderita diabetes dapat memiliki napas yang berbau seperti fermentasi, yang berarti diabetes telah berkembang di luar kendali dan segera memerlukan perawatan dokter.

5. Nyeri rahang dan sakit kepala = Stres
Stres dapat memicu nyeri otot pada rahang dan sakit kepala yang terkait sinus yang dikenal dengan bruxism. Ketika bruxism telah parah, seseorang bahkan tidak mampu membuka mulutnya. Gejala ini dapat diringankan dengan cara mengelola stres dan kecemasan.

6. Sariawan = Intoleran terhadap gluten
Sariawan bisa menjadi indikasi intoleransi gluten atau kekurangan mineral seperti seng. Orang yang mengembangkan intoleransi gluten dapat menyebabkan penyakit celiac, dimana terjadi gangguan sistem kekebalan tubuh di mana protein yang ditemukan dalam gandum, rye dan barley dapat merusak lapisan usus kecil.

7. Peradangan pada gusi = Masalah jantung
Beberapa jenis bakteri di dalam mulut dapat ditransfer ke dalam pembuluh darah dan menyebabkan plak. Ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak, aliran darah akan terhambat dan jantung perlu berusaha lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Bakteri tersebut selain menyebabkan plak dalam pembuluh darah, juga dapat menyebabkan peradangan pada gusi. Jika Anda mengalami peradangan pada gusi, waspadalah untuk kemungkinan terburuk seperti masalah pada jantung.(detikhealth)

Jerawatan? Perbanyaklah Makan Ikan dan Kurangi Minum Susu

Walau amat mengganggu penampilan, jerawat yang muncul di wajah jangan dipencet sebab bisa bertambah parah atau malah membekas. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa riwayat keluarga, indeks massa tubuh dan makanan adalah faktor penyebab munculnya jerawat.

Para peneliti dari Centro Studi Gruppo Italiano Studi Epidemiologici in Dermatologia di Italia mengevaluasi pengaruh dari riwayat keluarga, kebiasaan, faktor makanan dan sejarah menstruasi pada peserta penelitian berusia 10-24 tahun.

Data dari 205 orang peserta yang memiliki jerawat sedang sampai parah dibandingkan dengan 358 orang yang tidak berjerawat atau sedikit berjerawat. Hasil temuan menunjukkan bahwa konsumsi susu berlebihanan, yaitu lebih dari 3 porsi per minggu berkaitan dengan peningkatan risiko jerawat. Susu skim nampaknya memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan susu biasa.

Namun mengkonsumsi ikan dapat melindungi diri dari munculnya jerawat. Pria dengan indeks massa tubuh yang rendah juga lebih kecil risikonya berjerawat dibandingkan wanita. Orang yang memiliki keluarga berjerawat lebih besar peluangnya memiliki jerawat dalam taraf sedang sampai berat.

"Kesimpulan penelitian kami menegaskan bahwa ada peran penting dari riwayat keluarga terhadap risiko jerawat. Kami menyarankan bahwa indeks massa tubuh yang lebih rendah nampaknya memiliki efek perlindungan, terutama pria," kata Peneliti Anna Di Landro, MD seperti dilansir Counsel and Heal, Jumat (7/12/2012).

Namun penelitian yang diterbitkan Journal of American Academy of Dermatology ini menegaskan bahwa pengaruh faktor lingkungan dan makanan terhadap munculnya jerawat pada remaja masih harus dieksplorasi lebih lanjut.(detikhealth)
 

Popular Posts

Cloud