Tampilkan postingan dengan label Gangguan Haid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gangguan Haid. Tampilkan semua postingan

Waspadai Kekurangan Zat Besi Saat Menstruasi

Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kekurangan zat besi. Kondisi ini sebaiknya lebih diwaspadai oleh perempuan terutama ketika sedang menstruasi.

Kekurangan zat besi paling umum terjadi pada perempuan saat mengalami menstruasi terutama jika ia tergolong menstruasi berat. Padahal zat besi penting untuk mempertahankan warna merah pada darah dan juga menjaga fungsi-fungsi dari organ yang ada di tubuh agar tetap bekerja optimal.

Zat besi merupakan bahan utama yang digunakan dalam pembuatan sel darah merah, ia akan membuat hemoglobin substansi yang memungkinkan sel darah merah membawa oksigen ke jaringan yang ada di tubuh.



Semua perempuan yang masih mengalami menstruasi berisiko kekurangan zat besi akibat adanya darah yang hilang selama periode tersebut, karena saat tubuh kehilangan darah maka ia kehilangan zat besi pula, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Senin (15/8/2011).

Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab terjadinya anemia, dan anemia karena kekurangan zat besi terjadi jika jumlah sel darah merah atau hemoglobin berada di bawah normal. Untuk itu menjaga kadar zat besi agar tetap ideal adalah hal yang sangat penting, karena jika terjadi anemia yang parah, maka kondisi ini bisa mengancam jiwa.

Anemia yang dialami saat menstruasi diakibatkan oleh kurangnya mengonsumsi makanan yang mengandung kadar zat besi tinggi. Gejala yang muncul biasanya pucat, lemas, berkurangnya kekuatan otot, adanya perubahan kognitif serta terjadinya penurunan kinerja.

Untuk mencegah terjadinya anemia karena kekurangan zat besi, sebaiknya perempuan mengonsumsi makanan yang mengandung kaya zat besi selama menstruasi seperti kacang-kacangan, telur, unggas, daging merah, makanan laut, sayuran berdaun hijau tua (bayam).

Selain itu perempuan menstruasi juga perlu mengonsumsi makanan yang mengandung kadar vitamin C tinggi untuk membantu proses penyerapan zat besi di dalam tubuh seperti brokoli, jeruk dan juga paprika.(detikhealth)

Sindrom Sheehan : Membuat Wanita Tidak Haid

Sindrom Sheehan adalah suatu kondisi yang mempengaruhi kehidupan wanita yang mengalami kehilangan darah yang mengancam selama atau setelah melahirkan. Kehilangan darah yang parah dapat membahayakan tubuh. Pada Sindrom Sheehan, kerusakan terjadi pada kelenjar hipofisis - kelenjar kecil di dasar otak. Sekedar pengetahuan, Sindrom Sheehan jarang terjadi di negara-negara maju. Tapi di negara berkembang, sindrom ini masih mernjadi ancaman kesehatan utama bagi perempuan.

Gejala


Dalam banyak kasus, tanda-tanda dan gejala dari Sindrom Sheehan muncul perlahan-lahan, setelah beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun. Tetapi kadang-kadang - misalnya di dalam ibu menyusui - masalah yang mungkin muncul segera.


Tanda dan gejala dari sindrom Sheehan termasuk:
* Kesulitan menyusui atau ketidakmampuan untuk menyusui
* Tidak menstruasi (amenore) atau jarang terjadi menstruasi (oligomenorrhea)
* Kehilangan rambut kemaluan atau ketiak
* Tekanan darah rendah
* Kelelahan
* Berat badan menurun

Perawatan
Pengobatan untuk sindrom Sheehan adalah terapi penggantian hormon seumur hidup. Dokter kemungkinan merekomendasikan satu atau lebih dari obat berikut:Kortikosteroid, Levothyroxine (Levoxyl, Synthroid, lain), Estrogen, Hormon pertumbuhan.

Sumber: medlineplus dan mayoclinic.(detikhealth)

Silent Tiroiditis : Membuat Haid Tidak Teratur

Deskripsi

Silent Tiroiditis adalah peradangan kelenjar tiroid. Penyebab pasti untuk penyakit ini belum diketahui. Fakta yang ada menunjukkan bahwa penyakit ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria. Umumnya menyerang orang berusia 13-80 tahun.

Gejala
Gejala paling awal adalah kelenjar tiroid yang terlalu aktif (hipertiroidisme). Gejala-gejala ini dapat berlangsung selama 3 bulan, kadang ada yang kurang dari 3 bulan. Gejala biasanya ringan, gejala tersebut antara lain:



* Kelelahan
* Sering buang air besar
* Selera meningkat
* Keringat bertambah
* Periode menstruasi tidak teratur
* Iritabilitas
* Kram otot
* Gugup dan gelisah
* Berat badan menurun

Perawatan
Perawatan berdasarkan gejala-gejala. Penggunaan Beta-blocker dapat mengurangi denyut jantung cepat dan berkeringat berlebihan.

Sumber: medlineplus dan UMM. (detikhealth)

Amenore : Lama Tidak Haid ?

Deksripsi

Amenore adalah kondisi di mana seorang wanita tidak mengalami menstruasi-- meskipun berdasarkan periode mentruasi seharusnya wanita tersebut mengalami menstruasi. Ada dua jenis amenore: amenore primer dan amenore sekunder. Amenore primer tidak mengacu pada periode menstruasi pada usia 16 tahun. Amenore sekunder terjadi bila sebelumnya tidak menstruasi, tetapi kemudian berhenti setelah periode. Jika wanita secara seksual aktif dan sehat, kehamilan adalah alasan yang paling mungkin terlambat haid. Tapi jika tidak, perlu segera mendapatkan perawatan.

Selain kehamilan, ada banyak penjelasan lain yang mungkin menyebabkan amenore. Tanda dan gejala amenore jarang akibat kondisi penyakit yang serius. Ada beberapa kemungkinan penyebab amenore:

Penyebab Amenore Sekunder
* Kehamilan
* Kontrasepsi
* Menyusui
* Stres
* Obat-obatan
* Ketidakseimbangan hormon
* Berat badan rendah
* Olahraga berlebihan
* Kerusakan tiroid
* Masalah di jaringan rahim
* Ketidakcukupan ovarium primer.

Penyebab Amenore Primer
* Kelainan kromosom
* Masalah hipotalamus
* Hipofisis
* Kurangnya organ reproduksi
* Struktural abnormal pada vagina

Gejala
Indikasi utama amenore adalah bahwa seseorang tidak memiliki periode menstruasi:
* Tidak mengalami periode menstruasi pada usia 16 tahun.
* Pada amenore sekunder, tidak mengalami menstruasi selama tiga sampai enam bulan atau lebih.

Perawatan
Pengobatan tergantung pada penyebab amenore. Dokter mungkin menyarankan melakukan perubahan pada gaya hidup, berat badan, aktivitas fisik atau tingkat stres. Sedangkan pada Amenore tiroid atau disebabkan oleh gangguan hipofisis dapat diobati dengan obat-obatan.

Sumber: mayoclinic.

Menorrhagia, Haid dengan Pendarahan Berat dan Berkepanjangan

Deskripsi

Menorrhagia adalah istilah medis untuk periode menstruasi yang tidak normal, yaitu perdarahan berat atau berkepanjangan. Meskipun perdarahan menstruasi berat merupakan masalah umum di kalangan wanita premenopause, kebanyakan wanita tidak mengalami kehilangan darah yang cukup berat sehingga didefinisikan sebagai menoragia.

Dengan menorrhagia, setiap periode menstruasi dapat menyebabkan kehilangan darah yang cukup banyak dan kram. Sehingga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika memiliki perdarahan menstruasi begitu berat sehingga takut haid, berkonsultasilah dengan dokter.

Penyebab

Dalam beberapa kasus, penyebab perdarahan menstruasi berat tidak diketahui, tetapi beberapa kondisi dapat menyebabkan menorrhagia. Penyebab umum dapat termasuk:

1. Ketidakseimbangan hormonal
2. Disfungsi dari ovarium
3. Uterine fibroid
4. Polip
5. Adenomiosis
6. Intrauterine device (IUD)
7. Komplikasi kehamilan
8. Kanker
9. Keturunan gangguan perdarahan
10. Obat-obatan
11. Kondisi medis lainnya. Sejumlah kondisi medis lainnya, termasuk penyakit radang panggul (PID), masalah tiroid, endometriosis, dan hati atau penyakit ginjal, mungkin terkait dengan menorrhagia.

Gejala

Tanda dan gejala menorrhagia dapat meliputi:

1. Perlu menggunakan pembalut ganda untuk mengontrol aliran menstruasi
2. Perlu bangun untuk ganti pembalut pada malam hari
3. Perdarahan selama seminggu atau lebih
4. Pembekuan darah besar keluar bersama dengan aliran menstruasi
5. Membatasi kegiatan sehari-hari karena aliran menstruasi berat
6. Gejala anemia, seperti kelelahan atau sesak napas

Pengobatan

Pengobatan khusus untuk menoragia didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk:

1. Kesehatan keseluruhan dan riwayat medis
2. Penyebab dan keparahan kondisi
3. Toleransi untuk obat tertentu, prosedur atau terapi
4. Rencana masa subur
5. Efek dari kondisi pada gaya hidup

Obat terapi untuk menoragia dapat meliputi:

1. Suplemen zat besi
2. Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAID)
3. Kontrasepsi oral
4. Progesteron oral
5. Para hormonal IUD (Mirena)

Jika memiliki menorrhagia karena minum obat hormon, dokter mungkin dapat mengatasi kondisi tersebut dengan mengubah atau menghentikan konsumsi obat. Mungkin memerlukan perawatan bedah untuk menorrhagia jika terapi obat tidak berhasil. Pilihan perawatan bedah dapat termasuk:

1. Dilatasi dan kuretase (D & C)
2. Operatif histeroskopi
3. Endometrium ablasi
4. Endometrium reseksi
5. Histerektomi

Menoragia : Menstruasi Berlebih atau Berkepanjangan

Deskripsi
Pada suatu saat dalam kehidupan reproduksi wanita, mungkin pernah mengalami pendarahan hebat selama periode menstruasi. Ada sebagian perempuan yang saat periode menstruasinya datang sampai kehilangan banyak darah dan tidak dapat melakukan aktivitas. Istilah medis untuk periode seperti ini--menstruasi yang berlebihan atau berkepanjangan atau keduanya--disebut menoragia.

Meskipun menstruasi berat adalah keprihatinan umum di kalangan wanita premenopause, beberapa wanita mengalami kehilangan darah yang cukup berat sehingga didefinisikan sebagai menoragia. Jika perempuan mengalami perdarahan menstruasi begitu berat sehingga takut ketika periode menstruasi datang, sebaiknya menghubungi dokter.

Gejala
Tanda-tanda dan gejala menoragia dapat mencakup:
* Menstruasi flow yang membasahi melalui satu atau lebih pembalut pembalut atau tampon setiap jam selama beberapa hari berturut-turut
* Kebutuhan untuk menggunakan pembalut ganda untuk mengontrol aliran menstruasi
* Menstruasi berlangsung lebih lama dari tujuh hari
* Aliran menstruasi yang mencakup pembekuan darah besar
* Menstruasi berat yang mengganggu aktivitas
* Kelelahan atau sesak napas (gejala anemia)

Perawatan
Pengobatan khusus untuk menoragia didasarkan pada sejumlah faktor, termasuk:
* Riwayat kesehatan secara menyeluruh.
* Penyebab dan tingkat keparahan kondisi
* Rencana masa depan Anda melahirkan anak
* Efek dari kondisi pada gaya hidup

Terapi obat meliputi suplemen zat besi, Non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAID), kontrasepsi oral, oral progesteron.

Sumber: mayoclinic.

Bukan Sekedar Sindrom Haid Biasa, Kalau Gejalanya Seperti Ini

Setiap perempuan pasti mengalami PMS (Premenstrual syndrome) menjelang haid. Tapi jika mengalami 6 gejala ini, maka kondisinya lebih dari sekedar PMS dan sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Para ahli mengungkapkan efek PMS yang biasanya dialami perempuan seperti lebih mudah menangis, gampang marah dan emosi, serta nafsu makan yang meningkat terutama pada makanan manis.

Namun jika gejala yang muncul lebih parah dari itu hingga bisa mengganggu pekerjaan dan kehidupan, ada kemungkinan mengalami lebih dari sekedar PMS atau disebut premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

PMDD adalah kekacauan emosional yang lebih dari PMS, para ahli mengaitkan PMDD dengan insiden lebih tinggi untuk memiliki pikiran bunuh diri. Berikut gejalanya seperti dikutip dari MSNHealth, Kamis (10/5/2012) yaitu:

1. Semua gejala meliputi emosional

PMS biasanya meliputi gejala fisik seperti peyudara nyeri dan kencang, perut kembung yang muncul bersamaan dengan perubahan suasana hati. Tapi jika gejala yang muncul kebanyakan emosional dan mengganggu kehidupan, bisa jadi itu PMDD.

2. Mengalami depresi yang melelahkan

Jika mengalaminya seminggu sebelum menstruasi lalu setelahnya merasa lebih baik, kemungkinan itu PMS.

Tapi jika kondisi ini berlangsung lama dan mengganggu pekerjaan serta hubungan dengan pasangan kemungkinan PMDD.

Namun jika terus menerus dan tidak bisa keluar dari kondisi ini, ada kemungkinan memiliki depresi atau penyakit lain yang mendasari.

3. Sangat mudah marah, cemas dan menangis

Tidak harus depresi untuk memiliki PMDD. Orang yang mudah marah, cemas dan menangis bisa menjadi tanda.

Biasanya ditandai jika sampai ada kekerasan pada orang sekitar ketika marah, atau sering menangis tanpa alasan yang jelas.

4. Merasa kewalahan dan tidak terkendali

Pekerjaan sehari-hari yang biasanya dapat dikerjakan dengan baik justru menjadi hal yang menyiksa sehingga membuatnya merasa kewalahan.

Beberapa orang bahkan cenderung berteriak dan merasa di satu titik di luar kendalinya.

5. Memiliki masalah dalam hal memori dan konsentrasi

Sebelum menstruasi biasanya orang mengalami sedikit penyimpangan konsentrasi atau memori seperti lupa meletakkan barang atau nama orang.

Tapi untuk PMDD kasusnya lebih serius dan bahkan mengganggu kehidupan, beberapa orang menjadi tidak bisa bekerja dan tidak produktif.

6. Durasi gejala yang muncul

Gejala PMS normalnya akan hilang pada hari pertama atau kedua menstruasi, tapi masih bisa beraktivitas.

Namun jika gejalanya sampai mengganggu hidup dan durasinya lebih lama, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Jika gejalanya sepanjang bulan maka ada sesuatu yang mendasarinya.(detikhealth)


Mengatasi Keluhan Nyeri Haid

Seorang teman bercerita kalau sedang datang bulan, pada hari pertama selalu mengalami sakit yang luar biasa, seperti kram pada perutnya, sampai-sampai saya kasihan melihatnya. Kadang wajahnya sampai pucat dan bibirnya jadi kebiruan menahan sakit. Sakit itu baru hilang ketika memasuki hari ketiga haid.

Sebenarnya sebagian besar wanita mengalami kram sewaktu haid, cuma saja dalam kadar yang berbeda-beda. Itu hal biasa, karena waktu haid hormon prostaglandin (zat yang membuat otot rahim berkontraksi dan merontokkan lapisan dindingnya) bereaksi. Hanya memang sebagian wanita ada yang mengalami kram yang hebat, sampai ada rasa mual, diare, dan perlu obat penghilang rasa sakit. Kram pada perut selagi haid itu disebut dismenorea yang artinya “haid yang sakit”.

Dismenorea ini ada dua, primer dan sekunder. Bila tidak ada kelainan ginekologis, rasa nyeri itu disebut dismenorea primer. Penderita nyeri haid ini diperkirakan memiliki tingkat hormon prostaglandin yang tinggi, sehingga kontraksi yang terjadi lebih hebat dan membuat saraf jadi lebih sensitif terhadap rasa sakit. Dismenorea primer tidaklah berbahaya. Rasa nyeri ini biasanya hilang pada pertengahan usia 20-an atau setelah melahirkan.

Sedangkan dismenorea sekunder adalah rasa nyeri karena adanya gangguan ginekologis. Hal ini disebabkan karena adanya tumor fibroid (tumor jinak pada dinding rahim), endometriosis, kista atau tumor pada dinding indung telur. Untuk penderita dismenorea sekunder ini biasanya dokter akan melakukan usaha menangani penyebabnya.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasinya?

Memberikan kompres/bantalan panas dan melakukan peregangan lembut merupakan salah satu obat alami menghadapi kram karena haid. Melakukan olahraga cukup sehari-hari dan membatasi berat tubuh juga merupakan hal penting.

Ada yang berpendapat bahwa mengonsumsi magnesium dengan dosis sekitar 100 mg 3x sehari mulai dari minggu sebelum dan sampai masa haid mungkin akan merilekskan otot-otot rahim sehingga mencegah terjadinya kram.

Ramuan tanaman obat berikut ini mungkin bisa dipilih untuk meringankan keluhan:
  • 2 siung bawang putih (Allium sativum L.), kupas, cuci. Kunyah sampai halus, telan, kemudian minum 2 sendok air hangat. Lakukan ini 2x sehari.
  • 20 helai daun beluntas (Pluchea indica Less.), rebus, remas-remas sampai hancur, lalu seduh dengan segelas air panas, beri asam dan garam sedikit, saring. Minum selagi hangat. Lakukan ini 2x sehar.
  • Minum 2x sehari air kelapa (Cocos nucifera) yang diberi gula kelapa, selama 3 hari berturut-turut menjelang haid.
  • 25 g wortel (Daucus carota L.), cuci, potong-potong, beri air, lalu blender. Minum ini 2x sehari.
  • Atau bisa juga dengan gula merah, dan asam jawa (Tamarindus indica L) yang diseduh air panas, diminum hangat-hangat pada hari pertama haid; jumlahnya tidak dibatasi.
Kalau harus minum obat bebas, yang paling sederhana adalah tablet penghilang rasa sakit parasetamol. Obat-obatan antiradang nonsteroid seperti ibuprofen, metampiron, dan asam mefenamat, bisa membantu menghilangkan nyeri haid dengan cara menurunkan kadar prostaglandin di rahim. Dengan rendahnya kadar prostaglandin ini juga akan mengurangi intensitas kontraksi rahim. Mengingat efek obat ini baru disarakan satu jam kemudian, maka sebaiknya obat ini dimakan begitu mulai ada tanda awal akan terjadinya nyeri. Ingat juga, untuk makan dulu sebelum menelan obat ini, karena bisa mengiritasi lambung. Bila nyeri sudah hilang, obat tidak perlu diminum lagi.

Bila nyeri masih dirasa selama haid berlangsung atau lebih dari tiga hari, sebaiknya ke dokter ginekolog untuk mengetahui kemungkinan ada penyakit lain yang menyerang bagian reproduksi Anda.(intisarionline)


5 Cara Mudah Melewati Datang Bulan

Pada masa menstruasi para wanita akan mempunyai rasa sensitivitas yang tinggi. Mereka menjadi mudah tersinggung, moody, malas, dan tak bergairah. Dr. Sadhana Kala, ginekolog dari Moolchand Women Hospital, memberikan 5 cara untuk melalui masa menstruasi dengan lebih mudah. Tips ini cukup sederhana untuk Anda terapkan di rumah.

1. Diet sehat
Anda sebaiknya meningkatkan konsumsi sayuran hijau, buah-buahan, dan air mineral. Segelas susu hangat juga baik untuk tubuh. Hindarilah makanan pedas dan berminyak yang bisa memperburuk kondisi tubuh.

2. Hindari "pembengkakan" dan kembung
Anda disarankan untuk sering berolahraga secara teratur di pagi hari dan tidur malam selama 8 jam. Kebugaran tubuh Anda memperkuat ketahanan tubuh untuk melalui masa menstruasi.

3. Kebersihan
Ganti pembalut secara teratur setiap 4-6 jam sekali. Cucilah tangan sebelum dan sesudah menggantinya. Jika Anda merasa gatal dan keluar cairan berbau, segera konsultasi dengan dokter.

4. Mandi
Mandilah secara teratur setiap hari agar terhindar dari bau dan kemungkinan adanya infeksi. Anda sebaiknya juga memakai sabun pembersih kewanitaan dan mengganti celana dalam sebanyak 2-3 kali sehari.

5. Pakaian yang nyaman
Pakailah busana yang nyaman bagi tubuh. Denim dan kaos ketat akan sangat tidak nyaman bagi tubuh Anda. Pemilihan warna juga baik untuk meningkatkan mood dan memberi kesan positif (merdeka)


Makanan Pereda Nyeri Haid

Ketika wanita sedang mengalami menstruasi, mereka sering mengeluh soal nyeri haid yang tidak nyaman. Nyeri perut, pusing, kelelahan, dan ketidakstabilan emosi, beberapa gangguan yang biasanya muncul sebelum dan selama menstruasi. Sebelum menstruasi, gejala ini dikenal dengan nama sindrom pra-menstruasi.

Jika kebetulan Anda sedang mengalami nyeri haid, sebelum atau selama menstruasi, tidak perlu buru-buru minum obat penghilang nyeri. Cobalah cara yang lebih sederhana untuk menghindari nyeri haid.

Caranya hanyalah dengan mengubah diet Anda. Ya, sesederhana itu! Bagaimana mengubah diet untuk meredakan nyeri haid? Ada beberapa makanan yang memiliki kemampuan untuk mengurangi keluhan akibat menstruasi dan membuat tubuh lebih berenergi. Nah, masukkan makanan berikut ini dalam diet Anda.

Karbohidrat kompleks

Sebelum dan selama haid, biasanya ada keinginan besar makan gula dan karbohidrat sederhana. Anda harus  memperhatikan jenis karbohidrat yang dikonsumsi. “Yang terbaik adalah makan karbohidrat kompleks untuk menjaga tingkat energi tetap stabil. Ada beberapa yang bisa dipilih, seperti havermut, ubi merah atau pasta gandum dan nasi merah,” kata Marissa Lippert, seorang ahli gizi, seperti dikutip oleh Fitness.

Bukan hanya karena mengandung serat, karbohidrat kompleks dapat dicerna dengan lambat. Karbohidrat jenis ini juga merupakan sumber magnesium yang dibutuhkan oleh tubuh selama menstruasi. Karbohidrat kompleks juga dapat meningkatkan produksi serotonin, zat kimia otak yang membuat Anda merasa jauh lebih baik.

Kacang-kacangan

Cobalah ngemil kacang selama menstruasi. Bukan hanya baik untuk pencernaan, kacang juga menjaga emosi Anda tetap stabil, yang biasanya cenderung tidak stabil selama menstruasi akibat dari nyeri hadi.

Susu atau yoghurt

Susu atau yoghurt juga sangat penting bagi wanita yang ingin menghilangkan nyeri haid. Sebuah penelitian menunjukkan, wanita yang mengonsumsi 1.200 miligram kalsium per hari, akan merasakan nyeri haid mereka berkurang 30%. Ini dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi hanya 500 miligram kalsium. “Nutrisi yang banyak diperlukan wanita untuk mengatasi sindrom pra-menstruasi adalah kalsium,” kata Lippert.

Banyak pria cenderung menghindari wanita ketika mereka mengalami sindrom pra-menstruasi karena emosi yang tidak stabil dan karena wanita mudah marah. Sekarang, para pria dapat mencoba memberikan segelas susu jika wanita marah karena sedang mengalami nyeri haid.(intisarionline)


Waspadai Gangguan Haid

Haid merupakan siklus alamiah yang dialami setiap perempuan. Namun, ada beberapa gangguan atau kelainan haid yang perlu diwaspadai.

Siklus haid yang normal rata-rata datang antara 25-35 hari sekali, dengan interval 25-38 hari, dan normalnya berlangsung selama 3-7 hari. Sementara jumlah darah haid yang keluar rata-rata antara 20-80 cc. “Kalau orang awam, ukurannya mungkin bukan cc, tapi berapa jumlah pembalut yang dipakai dalam sehari. Siklus haid yang normal, kalau dihitung dari pemakaian pembalut rata-rata, adalah sekitar 3-4 kali ganti pembalut sehari,” kata Dr. Edihan, Sp.OG-FPOGS (Phi.) , dokter spesialis kebidanan dan kandungan Siloam Hospitals  Kebon Jeruk, Jakarta.

16 Tahun Belum Haid

Ada beberapa kondisi di mana siklus haid menjadi tidak teratur, atau muncul gangguan-gangguan. Gangguan pertama adalah jika sampai anak perempuan berusia 16 tahun belum pernah memperoleh haid. Jika ini terjadi, sebaiknya segera periksa ke dokter untuk mengetahui apakah ada kelainan atau hambatan. Misalnya, lubang kemaluan atau lubang vagina tidak terbentuk, tidak ada rahim, atau ada gangguan hormonal lain.

Gangguan kedua, jika darah haid keluar lebih banyak dari siklus biasanya. “Kalau ada perdarahan, harus dilihat. Kemungkinannya bisa gangguan hormonal (hormonal imbalance ), bisa juga gangguan organik,” lanjut Edihan. Misalnya, ada mioma, endometriosis, tumor, polip, dan sebagainya. Kalau gangguan hormonal, maka dokter akan memberikan obat-obatan hormonal. Semantara kalau ada gangguan organik, juga dilakukan tindakan sesuai penyebabnya.

Jumlah Pembalut

Gangguan berikutnya adalah darah haid tidak keluar (tidak pernah mendapat haid). “Harus dilihat dulu, kalau sejak awal tidak pernah haid, mungkin ada gangguan di rahimnya. Misalnya rahim tidak terbentuk atau selaput keperawanannya tidak berlubang atau terlalu tebal,” jelas Edihan. Kalau sebelumnya pernah mendapat haid, tetapi kemudian haid tidak datang, kemungkinannya adalah adanya gangguan hormonal. Harus ditanya, misalnya apakah sebelumnya ada riwayat pemakaian obat-obatan tertentu. Contohnya suntik KB, yang kadang-kadang bisa berpengaruh terhadap siklus haid.

Bisa juga kemungkinan adanya perlengketan di dalam rahimnya karena prosedur kuretase yang tidak benar. Bisa juga karena penyakit kronis yang sudah lama (misalnya TBC), malnutrisi atau gangguan gizi, atau gangguan hormonal seperti tiroid. Jadi, kata Edihan, harus diteliti dulu, karena faktor-faktor tadi juga bisa menyebabkan munculnya gangguan haid.

Siklus haid yang berubah menjadi memanjang juga harus diwaspadai. Misalnya, jika biasanya hanya 7 hari, lalu tiba-tiba sampai 10 hari, tentu harus diperiksa. “Kita lihat, rahimnya membesar apa tidak, karena ini bisa menunjukkan adanya tumor di dalam rahim atau gangguan hormonal yang menyebabkan dinding rahim menebal. Kalau penebalan dinding rahim dibiarkan terus-menerus, bisa ke arah kanker,” ujar Edihan.

Kadang-kadang pemakaian KB spiral (IUD) juga bisa menjadi penyebab siklus haid bertambah panjang. “Kalau seperti itu, dianjurkan dilepas dan ganti jenis KB lain.”

Pemakaian pembalut juga bisa menjadi indikasi gangguan siklus haid. Misalnya jika normalnya 3 - 4 kali ganti pembalut sehari, lalu tiba-tiba sehari bisa habis 6-8 pembalut. “Tentu ini tidak wajar, meskipun harus dilihat pola haidnya lebih dulu. Kalau dulunya cuma 3 kali ganti pembalut sehari lalu sekarang 6-8 pembalut, berarti memang ada sesuatu."

Nyeri Haid

Kadang-kadang, keluarnya darah haid juga disertai rasa nyeri dan rasa tidak nyaman, tapi umumnya ini berlangsung pada hari pertama saja dan masih normal selama masih bisa ditolerir. Akan tetapi, jika nyeri yang datang berkelanjutan dan sangat sakit, sebaiknya diperiksa. Kemungkinan yang paling sering adalah adanya kista endometriosis atau kista cokelat. Endometriosis adalah tumbuhnya endometrium (selaput lendir rahim) di tempat yang tidak semestinya. Endometrium sendiri merupakan lapisan yang melapisi rongga rahim dan dikeluarkan secara siklik saat mens sebagai darah haid. Akibatnya, jaringan di mana selaput lendir ini abnormal ini tumbuh jadi rusak, meradang, dan menimbulkan nyeri.

Tapi, ada beberapa keadaan di mana sel-sel di dinding rahim tadi masuk ke otot-otot rahim. Ini yang disebut adenomiosis. Pada adenomiosis, sel-sel dari dinding rahim (endometrium) tumbuh dan tertanam ke dalam rahim, sehingga menyebabkan rasa nyeri hebat. "Sel-sel dinding rahim normalnya keluar/gugur keluar pada saat haid. Nah, pada adenomiosis, sel-sel pada dinding rahim ini keluar ke dinding panggul dan tertanam di sana. Jadi pada saat haid berdarah juga dan menyebabkan rasa nyeri," jelas Edihan.

Selain menyebabkan nyeri saat haid atau nyeri saat berhubungan badan, endometriosis juga bisa menyebabkan gangguan kesuburan (infertilitas). “Tergantung perlengketannya di mana. Kalau perlengketannya di saluran tuba/telur, maka akan mengganggu fungsi kesuburan. Pasalnya sel telur tidak bisa lewat,” lanjut Edihan. Endometriosis biasanya muncul sekitar di rongga panggul. Tapi, pada beberapa kasus, bisa sampai ke tempat yang jauh, misalnya ke paru-paru, otak, dan sebagainya. Pada wanita, umumnya di sekitar rongga panggul.

Haid Pada Anak

Pada usia berapa seorang perempuan mulai memperoleh haid? Dewasa ini, karena faktor asupan gizi yang jauh lebih baik, rata-rata anak perempuan mulai memperoleh haid pada usia 10-11 tahun. Dan, pada 1-2 tahun pertama, normalnya haid memang masih belum begitu teratur karena hormon pada anak belum begitu seimbang. “Jadi, kalau pada awal-awal haid tidak teratur, ya masih normal. Misalnya haid 2 bulan sekali. Baru setelah 1-2 tahun, siklusnya mulai stabil,” kata Edihan.

Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, baik oleh anak maupun orang tua. Oleh karena fungsi hormonal anak yang belum stabil, maka bisa terjadi perdarahan masif. Misalnya, jika normalnya darah haid yang keluar sekitar 80 cc (3-4 kali ganti pembalut sehari), kemudian karena fungsi hormonalnya yang belum stabil tiba-tiba menjadi lebih banyak dari biasanya. "Sebaiknya segera ke dokter untuk diperiksa apakah ada gangguan perdarahan, pembekuan darah, atau gangguan hormonal biasa. Biasanya, ada beberapa kasus, anak mengalami perdarahan hebat. Ini harus segera ditangani, karena perdarahannya sendiri bisa fatal akibatnya.”

Untuk mengantisipasi supaya anak tidak syok, yang paling penting adalah komunikasi orang tua dengan anak. Pada beberapa kasus, anak terkejut pada saat mengalami haid pertama karena kurang komunikasi. “Jadi, kalau anak sudah mendekati usia itu, sebaiknya orang tua menjelaskan secara gamblang,” saran Edihan

Jelang Menopause

Bagaimana jika pada perempuan usia menjelang menopause, tiba-tiba terjadi perdarahan atau haid lebih banyak dari biasanya? Ada 2 kemungkinan penyebab, yaitu karena gangguan hormonal yang tidak seimbang menjelang menopause, atau kemungkinan adanya kanker dinding rahim. “Harus dilihat dengan pemeriksaan USG, bahkan dilakukan biopsi dinding rahim untuk memastikan. Bisa juga karena adanya mioma, karena perdarahan tiba-tiba pada perempuan yang sudah mulai menopause sebagian besar karena keganasan (kanker),” jelas Edihan (tabloidnova)
 

Popular Posts

Cloud