Tampilkan postingan dengan label Gairah Seks. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gairah Seks. Tampilkan semua postingan
“Saya seorang istri berumur 41, suami 42 tahun. Kami menikah sudah 12 tahun dan punya dua anak. Saat ini saya merasa khawatir karena mendengar cerita beberapa teman yang jadi tidak bergairah lagi pada usia 40-an tahun. Pada umumnya mereka sampai sering ribut dengan suaminya. Saya tidak ingin mengalami seperti mereka.
Kalau boleh saya minta tip atau nasihat bagaimana cara agar saya tetap bergairah agar hubungan seksual dengan suami tidak terganggu. Sampai sekarang saya masih dapat memenuhi permintaan suami untuk melakukan hubungan seksual, dan saya juga bergairah. Kami melakukannya 1-2 kali seminggu. Adakah cara tertentu agar saya tidak kehilangan gairah seks seperti beberapa teman saya itu?”
D.N., Medan
Empat Faktor
Kekhawatiran Anda setelah mendengar beberapa teman yang kehilangan gairah seksualnya, dapat saya mengerti. Apalagi karena masalah mereka sampai menimbulkan ketegangan dalam hubungan dengan suaminya.
Wajar kalau Anda tidak ingin mengalami masalah yang sama dengan yang mereka alami. Sayangnya, tidak banyak orang yang ingin melakukan upaya pencegahan agar tidak sampai mengalami masalah seksual.
Banyak orang hanya membiarkan begitu saja fungsi seksualnya. Ketika pada suatu saat mengalami masalah, barulah mereka berupaya mendapat pengobatan. Hasilnya belum tentu baik karena kalau gangguan sudah berlangsung lama, mungkin masalah telah menimbulkan akibat yang buruk.
Untuk mencegah agar gairah (dorongan) seksual Anda tetap baik, tentu harus diperhatikan faktor apa saja yang memengaruhi dorongan seksual. Pertama, hormon testosteron. Kedua, keadaan kesehatan tubuh secara umum. Ketiga, faktor psikis. Keempat, pengalaman seksual sebelumnya.
Perlu Upaya
Kalau Anda ingin agar dorongan seksual tetap baik, keempat faktor tersebut harus mendukung. Lebih jauh, agar keempat faktor itu tetap baik dan mendukung dorongan seksual, beberapa upaya berikut dapat Anda lakukan.
Pertama, jalani gaya hidup harus sehat, meliputi olahraga teratur, diet sehat, tidur cukup, dan hindari bahan beracun atau berbahaya. Kedua, atasi dengan pengobatan yang benar setiap ada penyakit atau gangguan fisik karena beberapa penyakit dapat mengganggu dorongan seksual.
Ketiga, hindari dan atasi stres dan tekanan mental lainnya. Keempat, kehidupan seksual harus harmonis dan menyenangkan. Banyak orang membiarkan saja kehidupan seksualnya yang tidak harmonis, padahal merasa tidak senang, bahkan terganggu.
Kalau Anda dapat menerapkan keempat langkah itu, saya yakin dorongan seksual Anda akan tetap baik. Namun, karena berbagai alasan, banyak orang merasa tidak selalu mudah melakukan upaya pencegahan tersebut. Apalagi karena kurangnya pengertian bahwa ada upaya pencegahan yang dapat dilakukan agar dorongan seksual tetap baik.
Lihat saja betapa tidak mudahnya menerapkan gaya hidup sehat. Contohnya, tidak mudah mengatur waktu agar kita dapat berolahraga secara teratur. Demikian juga untuk menghindari bahan beracun yang kita ketahui banyak mencemari makanan, termasuk sayuran dan buah-buahan. Cobalah upayakan agar dapat menerapkan keempat upaya di atas. Semoga Anda dapat melakukannya.
Konsultasi dengan Prof. Dr. Wimpie Pangkahila, Sp.And (*) di Tabloid Gaya Hidup Sehat
(*) Spesialis Andrologi dan Seksolog serta dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Bali (Kompas,Jumat, 30/5/2008)
Sudah tiga tahun ia kehilangan gairah seksual, sehingga sering merasa sakit saat berhubungan karena terpaksa melayani suami. Namun, mengapa gairahnya mendadak muncul ketika menginap di hotel? Apa yang ia bayangkan?
“Saya seorang istri berusia 42 tahun, suami 47 tahun. Kami menikah 15 tahun yang lalu, mempunyai 2 anak. Pada awalnya hubungan seks kami baik-baik saja.
Saya senang melakukan karena cukup bergairah dan dapat merasa nikmat.
Namun, sejak 3 tahun ini saya mengalami perubahan drastis. Gairah seperti hilang. Kalau lama tidak berhubungan seks juga tidak masalah. Kondisi ini masalah bagi suami. Akhirnya saya hanya terpaksa melayani, kadang-kadang terasa sakit. Sejak itu saya tidak pernah merasa nikmat lagi.
Belum lama ini saya dan suami bepergian ke luar kota dan menginap di sebuah hotel. Di luar dugaan, kok, gairah saya bangkit dan ingin melakukan hubungan seks. Selama dua hari menginap itu saya bisa merasakan nikmat lagi seperti dulu. Anehnya, setelah kembali ke rumah mengapa saya tidak bergairah lagi?
Saya ingin menanyakan apa artinya ini? Mengapa saya bergairah waktu menginap di hotel, tetapi di rumah tidak? Saya merasa berbeda sekali. Perlu diketahui, rumah saya cukup bagus, di atas rata-rata kalau dibandingkan rumah lain.
Bagaimana mengatasi masalah saya ini? Adakah penyakit atau gangguan yang menyebabkan saya jadi seperti ini?”
S.Y., Jakarta
Akibat Jenuh
Masalah Anda juga dialami oleh banyak orang lain, tidak hanya wanita tetapi juga pria. Menurunnya atau hilangnya gairah seksual dialami oleh cukup banyak orang karena berbagai penyebab, baik penyebab fisik maupun psikis.
Penyebab fisik misalnya gangguan fungsi hati, kurang berfungsinya hormon testosteron, dan kurang darah berat. Penyebab psikis antara lain kejenuhan, kebosanan, dan stres. Semua penyebab ini dapat menekan dorongan seksual bahkan sampai hilang sama sekali.
Kalau dorongan seksual Anda hilang sejak 3 tahun yang lalu, kemudian muncul kembali ketika Anda bermalam di hotel, boleh diduga ada faktor psikis sebagai penyebabnya.
Faktor psikis tersebut mungkin kebosanan atau kejenuhan dengan suasana sehari-hari di rumah yang mungkin Anda rasakan monoton. Apalagi kalau setiap hari kegiatan Anda hanya di rumah saja.
Kejenuhan ini tidak tergantung pada bagaimana keadaan rumah Anda. Artinya, walaupun keadaan rumah Anda jauh lebih baik dibandingkan rumah lain, itu tidak menjamin tidak munculnya kejenuhan atau kebosanan. Faktor psikis ini tidak mutlak ditentukan oleh keadaan fisik rumah, melainkan menyangkut perasaan yang bersangkutan.
Perubahan yang Anda rasakan ketika bermalam di hotel seharusnya tidak hanya terjadi sekali itu. Artinya setiap Anda merasakan suasana baru yang berbeda dengan suasana monoton di rumah, Anda juga merasakan perbedaan itu.
Ubah Rutinitas
Cobalah Anda lakukan perubahan pada suasana sehari-hari yang menyangkut aktivitas dan kehidupan Anda. Perubahan dapat meliputi banyak aspek seperti kegiatan yang Anda lakukan, pekerjaan, hidup bersosialisasi, suasana rumah, suasana kamar tidur, dan komunikasi dengan suami.
Komunikasi dengan suami sangat perlu diperhatikan antara lain yang menyangkut perhatian terhadap Anda, pernyataan cinta, dan pernyataan bahagia bersama Anda. Perubahan juga menyangkut variasi dalam melakukan aktivitas seksual, seperti rangsangan seksual dan posisi hubungan seksual.
Selain itu jangan lupakan kemungkinan terjadi perubahan pada fungsi seksual suami. Kalau ternyata terjadi penurunan atau gangguan pada fungsi seksual suami yang Anda rasakan, ini juga dapat menjadi penyebab masalah Anda.
Kalau ini Anda rasakan, jangan segan menyampaikan kepada suami melalui komunikasi yang baik. Dengan meningkatkan kembali fungsi seksual suami, diharapkan dorongan seksual Anda pulih kembali.
Walaupun faktor psikis tampak kuat sebagai penyebab masalah Anda, jangan lupakan kemungkinan adanya penyebab fisik antara lain seperti tersebut di atas. Untuk memastikan tentu diperlukan pemeriksaan yang benar. @
Konsultasi dijawab Prof DR dr Wimpie Pangkahila Sp. And (Kompas,Sabtu, 22/5/2010 )


