Umbi Ungu Berpotensi Obati Kanker


Fakultas Kedokteran (FK) Univeritas Udayana bekerjasama dengan FK Universitas Gajah Mada sedang melakukan penelitian terhadap umbi ungu untuk penyembuhan penyakit kanker.

"Penelitian tersebut merupakan kelanjutan dari pengkajian terhadap aneka umbi-umbian yang telah dilakukan Fakultas Pertanian Unud," kata Kepala Lab Biopestisida Fakultas Pertanian Unud, Prof Dr Ir Dewa Ngurah Suprapta, MSc di Denpasar Sabtu (9/2).

Ia mengatakan, hasil pengkajian terhadap umbi-umbian, khususnya yang berwarna ungu mengandung protein yang cukup tinggi serta obat untuk penyembuhan kanker. Hasil penelitian kedua fakultas kedokteran itu diharapkan mampu mengungkap keistimewaan umbi-umbian ungu untuk penyembuhan penyakit kanker, ujar Ngurah Suprapta.

Di Bali sedikitnya terdapat 75 jenis tanaman umbi-umbian yang umumnya mengandung protein tinggi, disamping sebagai obat penyembuhan kanker dan diabetes.

"Pengkajian umbi-umbian ungu untuk menyembuhkan penyakit kanker telah dilakukan sejak lima tahun yang lalu dan hasil kajian itu kini masih diperdalam oleh kedua FK," ujar Ngurah Suprapta.

Ia beharap, jika penelitian lebih lanjut oleh kedua FK menunjukkan umbi-umbian merupakan obat penyembuh kanker dan jenis penyakit lainnya akan mendorong masyarakat untuk mengkonsumsinya.

Kajian awal yang dilakukan menunjukkan umbi-umbian mengandung ’antiosiamnin’ yang sangat baik bagi kesehatan dan unsur itu tidak terdapat dalam beras atau gandum," ujar Ngurah Suprapta.

(Penulis: BMA, Sumber : ANT, Kompas, Sabtu, 9 Februari 2008)

Undur-undur Sembuhkan Gangren



 Undur-undur berkhasiat dalam pengobatan. Siapa sangka hewan sekecil kutu anjing ini mampu mengatasi gangguan gangren yang tak kunjung sembuh akibat diabetes.

Sejak 2002, Sukirno (61) menderita diabetes. Tahun 2005 ia menderita penyakit tambahan karena adanya luka akibat kadar gula darah yang tidak kunjung stabil. Penyakitnya adalah gangren di kaki kanan.

Meski ia telah minum berbagai obat, luka di bawah jempol kaki kanan tak kunjung sembuh, malah bertambah parah. Tak ayal, dokter menganjurkan agar kakinya diamputasi. Beruntung, ia bertemu Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, yang menganjurkan agar ia mengonsumsi undur-undur hidup. Setelah selama sebulan mengonsumsi undur-undur, luka di kakinya mengering tanpa berbekas. Kadar gula darahnya pun mulai stabil.

Sementara itu, Suganda (45) merasa tambah bugar setelah mengonsumsi dua ekor undur-undur setiap hari. Pria yang tinggal di Cirebon, Jawa Barat, ini juga memberikan undur-undur bagi burung perkututnya.

Suganda dan para penggemar perkutut di daerahnya percaya, undur-undur membuat burung peliharaan mereka memiliki suara merdu. Ia juga yakin undur-undur bisa meningkatkan stamina perkutut sehingga tak mudah terserang flu. Katanya lagi, undur-undur mampu mengatasi diabetes, migrain, dan rematik.

Asam Lemak Omega-3
Undur-undur ada dua jenis, yaitu yang hidup di darat dan di laut. Pertama, undur-undur darat. Jenis ini banyak ditemui di sekitar rumah yang halamannya berpasir. Rumahnya sebagai perangkap (seperti laba-laba), terlihat seperti lingkaran atau lubang di pasir. Serangga atau semut yang lewat akan terjebak dalam lubang pasir tadi dan menjadi santapan lezat si undur-undur.

Binatang ini masuk dalam ordo neuroptera (serangga bersayap jala). Cirinya, mulut menggigit dan mempunyai dua pasang sayap yang urat-uratnya berbentuk jala.

Siklus hidupnya dari telur, larva, pupa (kepompong), imago. Jadi, undur-undur merupakan larva dari suatu fase dalam metamorfosis sempurna serangga. Kedua, undur-undur laut. Biasanya dipakai sebagai umpan untuk memancing. Undur-undur laut memiliki khasiat sama dengan undur-undur darat. Binatang ini mengandung asam lemak omega-3 (EPA dan DHA) tinggi.

Hasil penelitian mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, yakni Dindin Hidayatul Mursyidin, Salahuddin Muhammad, Dian Pribadi Perkasa, Sekendriana, dan Prabowo, menunjukkan bahwa undur-undur laut mengandung lemak total 17,22-21,56 persen. Kandungan asam lemak omega-3 total (EPA dan DHA) juga cukup tinggi, berkisar 7,75-14,48 persen lebih tinggi dibandingkan dengan jenis crustacea lain seperti udang, lobster, dan beberapa jenis kepiting.

Kandungan EPA (6,41-8,43 persen) lebih tinggi daripada DHA (1,34-6,57 persen). Penelitian kelima mahasiswa ini telah dipresentasikan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional di Surakarta.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, undur-undur dapat dikonsumsi langsung. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut tentang kandungan gizi yang lain, seperti mineral atau protein. Juga mengenai senyawa yang merugikan seperti logam berat dan racun.

Harus Hidup
Sebuah penelitian lain menyatakan, binatang ini berfungsi sebagai antidiabetes karena mengandung sulfonilurea. Zat ini melancarkan kerja pankreas dalam memproduksi insulin.
Ketika insulin dalam tubuh menurun, sementara kadar glukosa darah meningkat, akan terjadi ketidakseimbangan. Insulin sebagai penghasil energi berkurang sehingga tubuh mudah terkena penyakit.

Sulfonilurea termasuk agen oral hipoglikemik (zat yang berfungsi menurunkan glukosa darah) pada pengidap diabetes tipe-2. Sulfonilurea meningkatkan pengeluaran hormon insulin oleh pankreas.

Adanya asam lemak omega-3 dalam undur-undur diyakini dapat menaikkan kadar insulin sehingga bisa menurunkan kadar gula pada pasien diabetes melitus. Walaupun khasiatnya sudah terbukti, undur-undur sebagai obat alternatif bagi diabetes masih menjadi polemik di dunia kedokteran.

Dr. Budi kerap meresepkan undur-undur untuk mengatasi gangguan gangren akibat kadar gula darah tinggi. Dalam teori Traditional Chinese Medicine, kata Dr Budi, serangga ini berkhasiat melancarkan peredaran darah. Hewan ini mirip cacing tanah dan lintah yang dapat menembus atau menghancurkan gumpalan-gumpalan dalam pembuluh darah.

Dia meyakini, undur-undur dapat membuat regenerasi sel menjadi lebih baik. "Mungkin karena sifat hewan ini suka mengerik tanah, hingga mampu menghancurkan plak-plak di dalam pembuluh darah," ujarnya.

Cara mengonsumsinya ada dua macam. Pertama, langsung ditelan sebanyak 3-5 ekor, sehari dua kali. Kedua, dimasukkan ke dalam kapsul, lalu diminum sehari dua kali (pagi dan sore).

Untuk kasus seperti Sukirno, Dr Budi menganjurkan minum 2 kapsul undur-undur dua kali sehari. Setiap kapsul berisi 5 ekor undur-undur.

Dr Budi mengingatkan undur-undur itu harus dalam keadaan hidup. "Undur-undur bisa bertahan hidup di dalam kapsul selama empat jam. Undur-undur yang sudah mati khasiatnya akan jauh berkurang," katanya.

Mau coba?

(Sumber :Tabloid Gaya Hidup Sehat, Kompas, Jumat, 18 Juni 2010 )

Usir Nyamuk Secara Alami

Ada dua jenis obat pengusir nyamuk yang dijual secara komersil di pasaran, yaitu yang terbuat dari bahan kimia sintetis dan minyak tanaman. Yang telah diteliti dan diakui secara internasional mengandung bahan aktif N, N-diethyl-3-methylbenzamide (DEET).

DEET bekerja dengan cara menghambat reseptor kimia karbondioksida dan asam laktat. Kedua zat itu merupakan substansi yang dihasilkan tubuh manusia, yang dapat "menarik" nyamuk. DEET tak boleh dioleskan pada kulit yang sedang terluka. Senyawa ini bersifat racun bila tertelan atau terkena mukosa mata.

Karena itu, dianjurkan untuk menggunakan bahan-bahan alami saja. Selain lebih efektif mengusir nyamuk, juga tanpa efek samping. Jenis tanaman yang berkhasiat sebagai pengusir nyamuk adalah geranium, yang mengandung senyawa geraniol.

Penelitian terbaru membuktikan, lilin aromaterapi yang mengandung geraniol bekerja lima kali lebih efektif dalam mencegah gigitan nyamuk, daripada lilin sitronela (sereh).

Center for Disease Control and Prevention juga merekomendasikan minyak lemon eucalyptus sebagai repelan (obat anti nyamuk). Studi menunjukkan, minyak lemon eucalyptus mampu menangkal nyamuk selama 6 jam. Sama dengan jika kita menggunakan DEET. Kesimpulannya, geraniol dan minyak lemon eucalyptus adalah pilihan terbaik seabgai obat atau krim anti nyamuk.

(Narasumber: Andrew Weil, MD-Pendiri dan direktur Program Pengobatan Integratif di College of Medicine, University of Arizona., Sumber :Prevention Indonesia , Kompas,Jumat, 28 Agustus 2009)

Viagra untuk Otak



Sudah lama orang mencari ”obat kuat” buat otak. Belakangan di kalangan ilmu penyakit tua (Geriatrics) bermunculan temuan bahwa otak bisa dipelihara potensinya dengan mengonsumsi beberapa jenis zat berkhasiat alami, maupun obat kimiawi. Seperti apakah?

Sudah lazim kalau fungsi otak semakin susut dengan bertambahnya umur. Pak Wir. pada umurnya yang lewat 70 tahun sering mengeluh kalau ia jadi sangat pelupa. ”Apa saya sudah pikun, Dok?” ia bertanya. Tentu harus dijawab belum tentu begitu.

Kemampuan mengingat merupakan salah satu fungsi otak. Namun, lupa dan lupa bisa berarti dua. Mungkin cuma jenis lupa yang jamak pada usia lanjut (forgetfullness), atau bisa jadi betul sebuah kepikunan.

Tentu tidak semua orang berusia lanjut pasti pikun. Beberapa faktor penunjang berperan di sana. Faktor gen, misalnya, yang membuat jaringan otak sontak berubah jadi kisut seperti terjadi pada penyakit Alzheimer. Kasus penurunan fungsi otak lainnya boleh jadi lantaran otak tidak dijaga kebugarannya.

Normalnya, supaya tetap bugar, otak membutuhkan dua hal: aliran darah yang senantiasa lancar mengirimkan oksigen dan zat gizi. Untuk itu darah sendiri harus sehat, sel-selnya normal, dan cairan darahnya tidak mengental (tak beragregasi).

Kita tahu, aliran darah otak dipengaruhi juga oleh kekuatan jantung memompa darah, selain masih utuhnya pipa pembuluh darah otak. Menu harian bagus saja tanpa tekanan darah ke otak yang cukup, atau bila pipa pembuluh otak sudah tersumbat, tetap saja membuat otak kekurangan pasokan makan. Dalam hitungan menit, kekurangan pasokan oksigen ke otak membuat jaringan otak rusak dan mati, sehingga fungsi otak terganggu dan tidak lagi optimal.

Sebaliknya, pasokan darah ke otak cukup tetapi menu harian banyak kekurangan, sama-sama membuat sel otak tidak lagi bugar. Cara bernapas yang pendek, oksigen dalam udara yang kita hirup sudah tipis, banjirnya polusi udara, merupakan beberapa muasal yang bikin sel otak menjerit akibat sesak napas. Belum dihitung efek buruknya jika memilih menu harian yang minim jenis nutrisi buat makanan otak atau kekurangan zat pemasok bahan kimiawi penghubung antarsel otak (neurotransmitter).

Neurotransmitter
Kita sudah kenal hampir seratus jenis kimiawi neurotransmitter untuk sekian banyak fungsi otak. Kekurangan salah satu kimiawi penghubung antarsel otak ini berakibat fungsi otak terganggu. Setiap bagian fungsi otak diperankan oleh satu kimiawi vital ini.

Temuan baru-baru ini ihwal proses jatuh cinta pun, misalnya, kedapatan dipengaruhi oleh nuerotransmitter jenis dopamine. Ini sama dengan proses munculnya gangguan jiwa jenis obsesif-kompulsif (National Geographic, edisi Feberuari 2006).

Tahun 2000, ketika pemetaan otak (Human Brain Mapping) berhasil dibaca, ditemukan ada bagian otak (claustrum) yang diyakini sebagai pusat seks laki-laki (Brain G-Spot). Setiap kali laki-laki terangsang seks, claustrum otaknya jadi aktif, dan aliran darah ke sana meningkat. Temuan itu menjanjikan bakal terciptanya obat (kimiawi) yang mampu memicu bagian otak itu untuk bergiat, dan seks laki-laki lalu jadi bisa on terus.

Jauh sebelum itu, riset otak (setelah Presiden Bush menyatakan abad ke-20 sebagai Brain Age) juga menemukan pusat rasa takut, pusat kematian, pusat umur panjang di otak. Dengan temuan itu berarti ada harapan bioteknologi bakal mampu memanipulasi pusat-pusat di otak itu demi tujuan kesejahteraan umat manusia.

Kendati otak terpelihara baik, cemaran bisa juga mendera dari luar, dengan akibat yang lebih kurang sama. Radikal bebas yang membanjir dari udara, menu harian, dan gelombang elektromagnetik (telepon seluler, medan listrik, gelombang dari oven, layar monitor, dan alat elektronik lainnya) kian merongrong kehidupan orang modern. Ketajaman mental bisa menurun olehnya. Akibatnya, kemampuan mengingat, belajar, perhatian, konsentrasi, dan pengambilan keputusan, menjadi tidak lagi tajam.

Otak juga memerlukan pasokan zat gizi yang lengkap, khususnya zat besi, trace element selenium, selain grup vitamin B, dan omega-3 (DHA). Anemia kekurangan zat besi bisa menurunkan ketajaman kognitif, selain bisa terjadi gangguan mood, kecemasan, rasa letih berlebihan bila otak kekurangan mineral selenium.

Nootropics
Sudah disebut di atas, agar otak tetap bekerja normal diperlukan aliran darah otak yang optimal, dan pasokan oskigen dan makanan otak yang cocok. Dengan perkataan lain, metabolisme otak ditingkatkan.

Dari sekian temuan tentang makanan yang diperlukan otak, ternyata lebih sepuluh zat vital yang kedapatan sangat berperan, di antaranya phosphatidylserine yang selain meningkatkan fungsi kognitif, rasa sejahtera dan tampilan perilaku normal pun dibangkitkan. Dengan zat itu ketajaman mental meningkat.

Khasiat yang sama juga diperoleh dari zat vinpocetine (dari kecambah tanaman voaconga) yang banyak digunakan untuk kepikunan usia lanjut, yang kerjanya meningkatkan aliran darah ke otak, selain memperbaiki transpor gula ke sel otak. Lalu, ditemukan pula ginkgosides A-D dari daun ginkgobiloba yang berkhasiat meningkatkan aliran darah otak, selain memperbaiki impuls saraf otak.

Kita juga mengenal phenylalanine, bahan pembuat beberapa jenis neurotransmitter. Sementara carnitine diyakini sebagai antioksidan penghambat penuaan otak dan memacu beberapa neurotransmitter. Zat hydergine kedapatan juga mampu meningkatkan aliran darah otak.

Bahan-bahan di atas tergolong nootropics atau pemacu fungsi otak, dan kini kian banyak dimanfaatkan sebagai suplemen, selain dijadikan ”obat” karena berkhasiat meningkatkan aliran darah otak, sekaligus pemasok makanan yang cocok buat otak, yang berarti meningkatkan metabolisme otak.

Tak Cukup Red-Pill
Riset ihwal bagaimana memori dibentuk di otak sudah berhasil dilacak. Ternyata beberapa zat berperan dalam pembentukan memori di otak. Periset Eric Kendel, penerima Nobel tahun 2000 (Memory Pharmaceutical) berhasil melacak kemampuan memori otak pada tingkat molekuler. Ia menemukan, ternyata zat AMP (Adenosinemonophosphate) memegang peran utama dalam pembentukan memori.

Lebih lanjut diketahui kalau jenis CREB (C-AMP response element binding protein) persisnya sebagai zat pembentuk memori. Lebih delapan buah perusahaan farmasi kemudian berlomba menciptakan zat pintar ini, sebagai kontraktor utama pembentukan ingatan pada otak manusia.

Sebetulnya sudah sejak tahun 50-an mulai ditelusuri kemungkinan menciptakan ”obat” untuk mengatasi kehilangan memori otak akibat bertambahnya umur (age-related memory loss). Dari sana tercipta beberapa obat baru untuk menanggulangi kasus Alzheimer. Menyusul kemudian golongan obat piracetam, amiracetam, oxiracetam, pramiracetam sebagai peningkat spesifik kemampuan kognitif otak.

Jenis yang memengaruhi neurotransmitter otak diperankan oleh golongan linopirdine, physostigmin, sabeluzole, tacrine, vasopressine, amantadine, selain nikotin dan kafein. Dalam bahan herbal muncul jenis Ma-huang, oxymethanol, pyritinol, dan BR-16A.

Bahan-bahan berkhasiat tersebut yang kini diangkat sebagai ”obat kuat” atau ”pil merah” (sedang Viagra sebagai ”obat kuat seks” dijuluki sebagai ”pil biru”), yang kini ramai-ramai masuk ke pasar sebagai bahan penguat otak. Penguat di sini berarti menjaga kemampuan kognitif (mempertajam ingatan, perhatian, konsentrasi, solusi masalah, dan pengambilan keputusan).

Namun, satu hal tidak boleh lupa. Aliran darah otak yang lancar dan makanan otak yang cocok saja belum cukup kalau oksigen yang kita hirup masih tidak memadai. Kegiatan rutin olah napas menjadi bagian yang tak terpisahkan dari upaya membugarkan otak.

Hal lain bahwa bahan-bahan di atas, bukanlah menambah otak jadi lebih pintar. Kecerdasan itu ibarat sebuah gelas. Masing-masing orang memiliki gelas kecerdasannya sendiri yang diwarisi dari ayah-ibunya. Asuhan, pendidikan, dan pengalaman hidup yang akan mengisi gelas kecerdasan kita. Tergantung bagaimana sejak kecil kita diasuh dan dididik, gelas kecerdasan milik kita akan terisi penuh ataukah tidak, sehingga otak bisa tampil optimal.

Pemberian bahan berkhasiat, obat, makanan, minuman yang berisikan menu yang cocok buat otak, hanyalah menjaga keoptimalan agar gelas yang sudah terisi penuh itu tetap penuh, dan bukanlah memberi gelas kecerdasan baru yang lebih besar.


(Penulis: Dr. Handrawan Nadesul ,Sumber: Gaya Hidup Sehat, Kompas,Rabu, 23 Januari 2008)

Wedang Uwuh, Sampah yang Menyehatkan



Sejarah pengobatan tradisional Jawa memang menyimpan beragam cerita. Banyak jenis jamu yang lahir dari hasil kreativitas atau coba-coba. Wedang uwuh yang kini sedang digemari banyak orang hanya salah satunya. Meski artinya sampah, wedang ini mampu menyegarkan dan menyehatkan tubuh. Rasanya pun begitu unik.

Ada banyak ragam minuman dalam tradisi masyarakat Jawa yang menyehatkan. Ada wedang jahe, wedang ronde, wedang secang, dan sebagainya. Khasiat minuman tersebut, selain menghangatkan tubuh, ada pula yang mampu meredakan batuk dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Yang kini sedang digemari banyak orang, khususnya masyarakat yang tinggal di kawasan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya adalah wedang uwuh. Popularitas wedang ini ternyata juga sudah menembus Ibu Kota dan beberapa kota besar di Indonesia lainnya. Tak sedikit orang yang membawa oleh-oleh wedang uwuh siap seduh, sehabis bertandang ke Yogyakarta. Mungkin Anda juga pernah mencicipinya.

Turunkan kolesterol

Uwuh dalam bahasa Jawa artinya sampah. Dijuluki uwuh karena ampas atau bahan-bahan minuman ini ketika sudah bercampur tampak seperti sampah tak berguna. Berbagai jenis herba yang menjadi isi kandungan wedang uwuh di antaranya adalah rimpang jahe, serutan Wit kayu secang, serutan kayu manis, cengkih, daun pala. Kadang ditambahkan pula batang sereh atau daun jeruk. Bisa juga dibubuhi gula batu atau gula merah.

Dilirik dari bahan dasarnya, tidak heran bila wedang uwuh memiliki manfaat untuk kesehatan. Dari mulai jahe, rimpang yang satu ini lebih dari sekadar bumbu dapur. Jahe sudah dikenal manjur mengusir berbagai keluhan. Sifatnya yang panas bermanfaat sebagai penghangat.

Lebih dari itu, jahe, melalui banyak penelitian, terbukti manfaatnya untuk melancarkan peredaran darah. Jahe bersifat antikoagulan (antipembekuan darah) yang lebih hebat daripada bawang putih atau bawang merah.

Jahe juga mampu menurunkan kadar kolesterol karena bisa mengurangi penyerapan kolesterol dalam darah dan hati. Penelitian yang dilakukan para ahli di Jepang memperlihatkan, jahe dapat menurunkan tekanan darah tinggi dengan jalan mengurangi laju aliran darah perifer (aliran darah tepi).

Kayu manis memiliki sifat antioksidan dan membuat rasa wedang menjadi lebih nikmat. Banyak herbalis meyakini bahwa campuran jahe dan kayu manis berkhasiat untuk meningkatkan daya tahan tubuh karena kandungan antioksidannya tinggi.

Kaya Antioksidan
Dr Michael dari Herbacure menilai, berbagai kandungan bahan dalam wedang uwuh jika diuraikan satu per satu memang memiliki manfaat beragam. Manfaat itu terutama untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan memperlancar aliran darah.

Serutan kayu manis dan cengkih, dijelaskannya, adalah herba yang bersifat hangat, juga bisa memberikan aroma sekaligus sensasi rasa yang unik. Daun pala yang mengandung saponin, polifenol, dan flavonoid bermanfaat untuk menghilangkan nyeri, meredakan perut mulas karena masuk angin, melancarkan sirkulasi darah, dan mengatasi gangguan pada lambung.

Komponen penting lain dalam wedang uwuh adalah secang. Herba yang biasa disebut kayu secang (Caesalpinia sappan) ini telah lama dikenal sebagai bahan ramuan untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sifilis, batuk darah, dan radang.

Kayu secang juga dapat dipergunakan sebagai campuran untuk minuman kesehatan dan penghangat badan. Penelitian yang dilakukan di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengungkapkan bahwa secang memiliki kemampuan antioksidan, antikanker, memperlancar peredaran darah, dan melegakan pernapasan.

Terakhir, gula batu sebagai pelengkap untuk memberikan rasa manis, tanpa membuang aroma sekaligus rasa asli bahan-bahan ramuan ini.

Cara membuat wedang uwuh ini gampang saja. Semua bahan cukup diseduh dengan air mendidih atau direbus jika ingin membuat dalam ukuran banyak. Beragam bahan dalam wedang itu jika telah menyatu dan direbus akar menghasilkan minuman berwarna cokelat kemerahan yang terbentuk dari warna dominan secang. Bau harum menguar dari aroma kayu manis. Rasa hangat, pedas, manis, berasal dari jahe dan rempah lainnya.

Penasaran ingin menikmati sajian wedang uwuh? Anda bisa membuatnya sendiri. Bahan-bahannya pun tidak sulit didapat. Hampir setiap kios bahan jamu di pasar tradisional menjual bahan-bahan tersebut. Sebagian besar bahan, seperti kayu manis, jahe, kayu secang, gula batu, dan cengkih juga tersedia di pasar swalayan.

Atau bila Anda berkunjung ke Imogiri, jangan lupa membeli oleholeh bahan ramuan wedang uwuh lengkap yang sudah dikemas. Harga per bungkus relatif murah.


(Sumber :Tabloid Gaya Hidup Sehat, Kompas,Rabu, 24 Juni 2009)

Yang Alami untuk Menegakkan "Si Loyo"

Gangguan ereksi sering menimbulkan rasa frustasi berat pada pria. Lagi pula, siapa sih pria normal yang rela kehilangan kemampuan seksualnya, sementara pasangannya normal saja?

Untuk mendapatkan kembali "kejantanannya" itu, berbagai cara pun dicoba. Mulai dari akupunktur hingga ramuan herbal. Tren kembali ke alam menyebabkan penggunaan obat alami meningkat, termasuk untuk mengobati disfungsi seksual (DE). Meski menggunakan bahan alami, pemakaian yang melebihi dosis tetap bisa menyebabkan efek samping.

Para ahli menyatakan, mengobati DE sendiri tanpa konsultasi dokter sangat berbahaya. "Bila Anda mengalami impoten, hal pertama yang harus dilakukan adalah diagnosis dokter," kata seorang ahli impotensi, Steve Lamm, penulis buku The Hardness Factor. Menurutnya, mayoritas pria penderita DE memerlukan obat DE.

Namun, ia tak menampik pria dengan tingkat DE menengah, yang merasa ereksinya tidak sekeras biasanya, bisa dibantu dengan obat-obatan alami. Tapi, obat alami apa saja?

Akupunktur
Walaupun metode tusuk jarum ini telah dipakai untuk mengobati impotensi, belum ada penelitian ilmiah yang dengan tegas mendukungnya. Pada tahun 2009, ilmuwan Korea Selatan melakukan review pada beberapa kajian tentang akupunktur untuk mengatasi DE. Menurut mereka, akupunktur kurang efektif untuk mengobati DE.

Ginseng
Ginseng merah (red ginseng) dari Korea sudah sejak lama dipakai untuk merangsang fungsi organ seksual pria. Namun, baru sedikit penelitian ilmiah mengenai herbal yang terkenal ini. Dalam studi terhadap 45 pria impoten, diketahui ginseng merah berkhasiat menambah kekerasan ereksi. Diskusikan dengan dokter sebelum mengonsumsi ginseng karena bahan ini bisa menyebabkan alergi bila dipakai bersamaan dengan obat lain.

Ginko Biloba
Meski lebih terkenal sebagai obat untuk meningkatkan daya ingat, tanaman ini juga dipercaya berkhasiat memulihkan ereksi pada penderita DE. Sayangnya, beberapa penelitian tidak memperlihatkan perbaikan kemampuan ereksi meski sudah mendapat suntikan bahan aktif ginko.

Para ahli menduga ginko tidak memperbaiki ereksi secara langsung. Namun, kemampuannya memperbaiki peredaran darah memudahkan terjadinya rangsangan erotik untuk menimbulkan libido.

Yohimbe
Sebelum Viagra dan obat DE lainnya ditemukan, dokter terkadang meresepkan obat herbal yohime (yohimbine hydrochloride) untuk pasien DE. Peran utamanya adalah meningkatkan pasokan darah ke jaringan erektil penis.

Namun, banyak ahli meragukan keefektifan tanaman ini. Terlebih, tanaman ini memiliki efek samping berupa tekanan darah tinggi, kecemasan, dan sakit kepala. FDA merekomendasikan penggunaan yohimbe dengan resep.

Eurycoma Longifolia
Di Indonesia, yang satu ini lebih dikenal sebagai pasak bumi. Selain sebagai afrodisiak, beberapa penelitian menyebutkan bahwa pasak bumi berkhasiat sebagai obat anti-malaria. Tanaman ini banyak ditemukan di Kalimantan, Sumatera, dan Malaysia.

DHEA
Testoteron sangat penting dalam fungsi seksual pria dan meningkatkan libido. Dua hal tersebut diketahui rendah pada pria yang menderita DE. Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi suplemen yang mengandung DHEA (de-hydro-epi-androsterone) bisa meningkatkan hasrat seksual. Akan tetapi, DHEA memiliki efek samping menekan fungsi kelenjar di bagian otak. Keamanannya dalam jangka panjang juga belum jelas.

Cordyceps Sinensis
Ini merupakan jamur langka yang hanya hidup di dataran tinggi Tibet. Selain meningkatkan stamina, konsumsi jamur ini dipercaya bisa meningkatkan keperkasaan pria. Sebuah perusahaan suplemen kesehatan berhasil memperoleh strain Cs-4 dari jamur mycelia cordyceps yang punya manfaat setara dengan jamur yang tumbuh alami. Penelitian menunjukkan, strain cordyceps mampu meningkatkan fungsi seksual pada lansia dan memperpendek ambang rangsangan sehingga ereksi lebih cepat terjadi.(Kompas,Selasa, 21 Juli 2009)

Yuk Kenali Ginseng Asli Korea!


SIAPA  tak kenal dengan  Ginseng. Tanaman asal Korea ini sudah dikenal beribu-ribu tahun sebagai ramuan yang berkhasiat bagi kesehatan.

Dalam perkembangannya, ginseng yang dikenal masyarakat kini tidak hanya sebatas asal Korea saja, tetapi juga berasal dari berbagai belahan dunia.  Padahal, Ginseng asli Korea diyakini memiliki khasiat yang lebih unggul dan teruji dibanding jenis lain .

Prof Dr Kim Si Kwan yang dikenal sebagai pakar Ginseng Korea dari Biomedical and Health Science, Konkuk University, menegaskan bahwa ginseng memiliki komponen utama bernama Saponin.

Jenis dan kandungan Saponin dalam Ginseng Korea, kata Prof Kim jauh lebih banyak dibanding jenis ginseng lainnya sehingga khasiatnya pun diyakini lebih besar.

"Saponin Ginseng Korea memiliki 23 jenis sedangkan saponin ginseng Barat, Jepang atau China hanya sekitar 8 hingga 15.  Oleh karena itu khasiat Ginseng Korea sangat tinggi," ujarnya.

Di Indonesia, kata Prof Kim, Ginseng Korea akan sangat cocok digunakan masyarakat mengingat kondisi iklim dan cuaca yang panas.

"Ginseng sangat baik untuk memelihara daya tahan tubuh dan stamina. Untuk daerah panas seperti Indonesia, ramuan ginseng dapat membantu  mengendalikan suhu tubuh dan memperlacar sirkulasi darah," jelasnya,

Prof Kim juga menambahkan bahwa riset dan penelitian tentang khasiat ginseng sudah berjumlah puluhan ribu.  Ginseng terbukti efektif membantu penyembuhan berbagai jenis penyakit mulai dari masalah pembuluh darah, jantung, diabetes hingga kanker.

Kompas,Jumat, 31 Oktober 2008, edited
 

Popular Posts

Cloud