Cordyceps Membuat Anda Berenergi dan Kuat

Tentang Cordyceps

Cordyceps sinesis ialah sejenis fungus atau cendawan yang tumbuh subur di kawasan pergunungan yang mempunyai ketinggian melebihi 3500 meter dari permukaan laut. Ia banyak di temukan di pegunungan China, Tibet, Nepal dan Himalaya.

Cordyceps sinnesis di kategorikan sebagai salah satu herbal yang sangat bernilai tinggi dalam pengobatan tradisional China dan ilmu pengobatan modern.

Dalam masyarakat China, ia disebut Dong Chong Xia Cao yang artinya Musim dingin jadi "ulat", musim panas jadi "rumput". Pada waktu musim dingin, spora Cordyceps memasuki badan larva dan memperolehi makanan dari badan larva itu sehingga larva akan mati.



Pada waktu  musim panas, cendawan akan tumbuh dari badan larva tersebut. Tinggi antara 3cm-10cm. Cordyceps dikenal juga dengan nama aweto di bagian lain China atau Yarchagumba di Tibet.

Praktisi pengobatan herbal tradisional China percaya bahwa Cordyceps memiliki kemampuan untuk menyembuhkan hampir semua penyakit. Namun, selama berabad-abad, Cordyceps hanya digunakan secara eksklusif oleh para kaisar di China karena sangat langka dan harganya yang sangat mahal. Hal ini telah membuat Cordyceps Sinensis menjadi sangat terkenal serta serta menjadikannya sebagai bahan obat bernilai tinggi dalam tradisi China.


Siklus hidup Cordyceps

Cordyceps Sinensis adalah spesies jamur yang tumbuh di daerah pegunungan sebelah Tenggara China, dan hanya bisa ditemukan pada ketinggian lebih dari 2000 meter di atas permukaan laut. Spora dari Cordyceps Sinensis bertebaran dan menyebar oleh tiupan angin pada akhir musim gugur setelah tumbuhan menjadi dewasa. Spora tersebut masuk ke dalam larva (ulat) Hepialidae (sejenis ngengat/kupu-kupu) serta menjadikan tubuh larva tersebut sebagai inang. Secara perlahan spora tersebut menghisap nutrisi larva tersebut untuk menghidupi akar-akarnya. Jamur Cordyceps tumbuh di atas tubuh inangnya hingga larva tersebut mati. Dari bagian kepala larva yang mati tersebut akan muncul badan jamur berwarna coklat tua, sepanjang 3-5 cm. Diperlukan waktu sekitar 6 tahun bagi Cordyceps untuk melengkapi siklus hidupnya. Siklus hidup yang sangat lama tersebut menjadikan Cordyceps tumbuhan yang sangat langka sehingga harganya pun menjadi sangat mahal.

Sejarah (Legenda)  Cordyceps

Legenda yang terjadi pada zaman Cina dimasa silam menyebutkan bahwa berawal dari sekitar 1000 tahun yang lampau, saat pemerintahan Dinasti Southern Song, terdapat daratan yang luas yang terbentang dari Asia sampai Eropa yang berada dibawah pemerintahan Genghis Khan seorang Kaisar Mongolia. Dalam maksudnya untuk menundukkan seluruh wilayah, kaum nomaden atau penduduk yang hidup secara berpindah-pindah tempat mulai melakukan serangan ke suatu daerah yang sekarang menjadi daratan Cina sebelah barat daya. Namun betapa sangat mengherankan karena serangan mereka berulang kali dapat dibendung oleh pertahanan dari penduduk setempat yang memiliki tubuh yang besar dan sangat kuat dan mampu untuk manahan serangan hebat dari pasukan kavaleri Mongol. Dengan keadaan pasukan seperti itu, Mongol harus mengirimkan lebih banyak lagi anggota pasukan untuk dapat menguasai wilayah ini. Kemudian monarki Mongol memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan. Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan, ternyata bahwa penduduk setempat suka memakai banyak cendawan ulat pada makanan mereka dan dengan mengkonsumsi makanan tersebut maka mereka dapat membangun tubuh mereka yang kuat.

Legenda lain mengatakan bahwa orang-orang Yung, yang merupakan kaum pengelana, pertama kali menemukan Cordyceps ribuan tahun yang  lalu di dataran tinggi di daerah mereka dan menganggapnya sejenis rumput. Orang-orang Yung mengamati bahwa hewan-hewan yang  memakan sejenis rumput berbentuk seperti jamur kecil tersebut menjadi begitu energik dan tangkas. Bahkan hewan ternak sapi  yang sudah tua pun menunjukkan tanda-tanda peningkatan kekuatan fisik. Didorong rasa penasaran, orang-orang Yung lalu mengambil tumbuhan tersebut dan setelah mengkonsumsinya mendapati gejala yang mirip dengan hewan-hewan yang memakan rumput tersebut.

Sejak saat itu khasiat Cordydeps mulai menyebar ke penduduk daerah lainnya. Di antara golongan masyarakat yang mulai menggunakan Cordyceps untuk pengobatan adalah kaum herbalis di China. Mereka menggunakan Cordyceps untuk mengobati berbagai keluhan sakit pada manusia. Namun, kelangkaan jamur ini menyebabkan harganya menjadi sangat mahal sehingga penggunaan Cordyceps untuk pengobatan hanya terbatas pada kaum kaya dan elit kerajaan saja.

Cordyceps Sinensis tumbuh secara liar di dataran tinggi Tibet, di ketinggian lebih dari 5000 meter di atas permukaan laut. Kadar oksigen yang rendah pada ketinggian ini dengan iklim yang ekstrim serta kondisi lingkungan yang tidak bersahabat, membuat hanya segelintir spesies yang bisa hidup karena mampu bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan yang keras, termasuk Cordyceps Sinensis. Semakin keras dan ekstrim kondisi lingkungan dimana Cordyceps tumbuh, semakin tinggi kualitasnya.

Para pencari Cordyceps telah lama menganggap jamur ini sebagai ‘obat dewa’ dan nilainya lebih tinggi dari emas murni. Masa panen Cordyceps hanya berlangsung relatif singkat, sekitar 4 minggu di bulan Mei dan Juni. Para pencari Cordyceps yang telah berpengalaman hanya bisa mengumpulkan kurang dari 10 Cordyceps sehari. Jumlah Cordyceps dengan kualitas paling tinggi yang bisa dikumpulkan dalam setahun dari seluruh dunia hanya sekitar 330kg (660 pounds) saja. Hal ini menjadikan Cordyceps sebagai jamur yang sangat langka dan sangat bernilai sehingga hanya bisa dinikmati dan menjadi hak eksklusif kalangan elit kekaisaran China.

Di jaman China kuno, Cordyceps hanya digunakan di kalangan istana kaisar dan dianggap memiliki khasiat seperti ginseng yang bisa memulihkan kesehatan tubuh. Cordyceps digunakan untuk memulihkan kondisi tubuh setelah sakit dalam jangka waktu lama, mengobati lemah syahwat dan impotensi, nyeri syaraf, nyeri punggung, kelelahan fisik, berkeringat di malam hari, gangguan pernafasan, gula darah tinggi, gangguan dan gagal ginjal, penyakit jantung, gangguan hati, meningkatkan vitalitas dan ketahanan tubuh, menenangkan pikiran, mengurangi batuk, anemia, dan insomnia.

Pada abad ke-2 sebelum Masehi, kaisar pertama China menggunakan Cordyceps untuk tujuan panjang umur. Wanita cantik China legendaris Yang Kue-fei (701-756 M) juga menggunakan Cordyceps secara rutin dan menganggapnya sebagai obat awet muda. Sejarah pemakaian Cordyceps sebagai herbal anti-penuaan dalam pengobatan tradisional China telah ada sejak tahun 1700 SM. Pada periode Dinasti Chin, diceritakan bahwa sang kaisar menyerahkan sejumlah emas untuk memperoleh sejenis jamur untuk pemakaian selama tiga hari. Cendekiawan Tibet juga telah menulis tentang Cordyceps secara rinci pada naskah abad ke-15 dan abad ke-18. Baru pada tahun 1726, dalam sebuah pertemuan ilmiah Cordyceps diperkenalkan ke benua Eropa.

Cordyceps Sinensis yang tumbuh alami memerlukan waktu sekitar 6 tahun untuk melengkapi siklus hidupnya, yang menyebabkan ketersediaannya sangat terbatas sehingga harganya menjadi sangat tinggi.

Manfaat Cordyceps

Cordyceps sinensis mengandung kira-kira 7% asam cordyceps sinensis, 25% protein, 8,4% lemak (di antaranya 82,2% merupakan asam lemak tak jenuh); mengandung 20 jenis asam amino (termasuk 8 jenis asam amino yang diperlukan tubuh manusia); banyak mengandung vitamin, mineral, ergosterol, hexoserol, dan berbagai basa dan enzim biologis.

Sejarah telah membuktikan akan khasiat cordyceps, dan hasil riset menunjukkan bahwa Cordyceps sangat bermanfaat antara lain bagi masalah fungsi seksual,sistem kekebalan tubuh, masalah  jantung, kolestrol, hati dan sistem pernapasan.

Disfungsi Seksual : Cordyceps dapat bermanfaat bagi pria maupun wanita yang mengalami masalah fungsi seksual.

Gangguan pada sistem kekebalan tubuh : Cordyceps ternyata mengandung bahan yang merupakan salah satu immunomodulator yang paling adaptif.


Penyakit jantung : Kajian klinis menemukan peningkatan signifikan dalam hal volume darah yang bisa dipompa, denyut jantung, output kardio dan sebagainya pada kelompok orang-orang yang diberi Cordyceps dibandingkan dengan kelompok lainnya yang tidak diberi Cordyceps. Para Atlet yang menggunakan jamur ini mengalami peningkatan oksigen dalam sel-sel mereka, serta meningkatkan kerja jantung.

Kolesterol : Cordyceps dapat mengurangi jumlah kolestrol ‘jahat’ (LDL) dan meningkatkan jumlah kolestrol baik (HDL). Dalam sebuah studi, Cordyceps dapat menurunkan jumlah kolestrol total hingga diatas 17%

Penyakit Hati : Cordyceps dapat meningkatkan struktur sel hati secara dramatis. Sel-sel Sirosis hati hilang pada 70% pasien.

Sistem pernapasan : Cordyceps dapat memberikan manfaat secara signifikan pada sistem pernapasan penderita asma, perokok, infeksi pada paru-paru dan batuk berat.

Produk terkait : Klik Disini 

Ling Zhi Untuk Kesehatan Pria Dewasa

Sebagai seorang pria tentunya menginginkan memiliki tubuh yang sehat dan kuat, apalagi kalau menyangkut kegiatan seks. Berbagai upayapun dilakukan untuk mendapatkan keinginan tersebut. Selain dengan melakukan kegiatan fisik teratur (olah raga), istirahat cukup, makan-makanan bergizi juga dengan mengkosumsi ramuan herbal yang diyakini dapat meningkatkan vitalitas pria.

Ling Zhi, adalah tanaman yang terkenal sebagai 'raja tonikum" yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan pria dewasa. Mengkonsumsi Ling Zhi akan membuat tubuh pria terlihat lebih segar, bugar dan awet muda. Ling zhi mengandung senyawa aktif germanium yang mampu  mensuplai oksigen di dalam darah meningkat 1,5 kali lipat. Oksigen digunakan oleh tubuh untuk membakar makanan menjadi energi efektif sehingga tubuh lebih bertenaga.
Ling Zhi, juga mengandung adenosine yang dapat memperbaiki aliran darah, mencegah pembekuan darah, memperlebar pembuluh darah dan memperbaiki profil lemak darah. Hal ini sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan organ vital pria. Disfungsi ereksi atau gangguan ereksi seringkali terjadi karena aliran darah yang menuju penis terganggu, maka dengan mengkonsumsi LingZhi secara teratur maka masalah tersebut dapat dihindari dengan baik.

Lingzhi mengandung polisakarida yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anda. Apa jadinya kalau Anda gampang sakit, maka andapun tidak "ready to use" ketika pasangan anda sedang minta "jatah" pada anda,

Satu lagi, Lingzi juga berfungsi sebagai adaptogen,yang mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau menormalkan kembali sel-sel yang tidak normal. Oleh Karena itu, jamur ling zhi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena kemampuannya memperbaiki organ-organ  dalam tubuh sehingga dapat berfungsi normal kembali. Sejarah mencatat Suku Sherpa yang tinggal di pegunungan Himalaya menggunakan jamur lingzi, dan terbukti mereka mampu bertahan hidup walau di medan terjal dengan perubahan musim yang ekstrem.

Reputasi Ling Zhi (bahasa China) atau Reishi (bahasa Jepang) atau Ganoderma Lucidum (bahasa Latin) sebagai obat herbal memang tidak diragukan lagi.

Ling Zhi yang dahulunya sangat langka dan hanya digunakan oleh para raja-raja China atau bangsawan kuno, kini bisa anda dapatkan pada produk kami "Epimas". Epimas adalah produk untuk kesehatan pria dewasa, yang akan memberikan solusi atas masalah kesehatan reproduksi pria. Nyalakan kehidupan ranjang anda dengan Epimas. Epimas : Anti Lemas, Anda Puas, Istri Makin Gemas 

Produk terkait : klikdisini 

Ling Zhi : Raja Tonikum

Ling Zhi merupakan salah satu jenis jamur yang biasanya tumbuh pada kayu atau batang pohon.

Ling Zhi  dikenal Indonesia sebagai Jamur  Kayu atau Jamur Merah. Ling Zhi (dari bahasa China) termasuk dalam golongan Ganoderma Lucidum, di Jepang disebut Reishi,di Korea disebut Yeongji, di Malaysia disebut Kulat dan dalam bahasa Arab disebut Al Kamah.


Ling Zhi  dapat tumbuh di berbagai belahan dunia. Tempat tumbuhnya adalah pohon-pohon yang tua dan lapuk, atau pohon yang telah mati. Berbentuk seperti payung tidak sempurna, bertangkai relatif pendek dibandingkan dengan tubuh buah (payung)-nya yang berdiameter hingga 30 cm. Bentuk payungnya setengah lingkaran mirip ginjal, dengan ketebalan bervariasi antara 2-5 cm.

Sejarah Ling Zhi

Kaisar Shih Huang Ti
Berdasarkan sejarah Cina, Lingzhi pertama kali ditemukan oleh seorang petani yang bernama Seng Nong. Ia dijuluki sebagai petani yang suci (holyfarmer). Menurut Seng Nong, hal terpenting dari sebuah tanaman obat adalah bila dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama tidak menimbulkan efek samping. Menurut The Materia Medica Classic of Shengnong LingZhi sebagai "crème de la crème" dari obat-obatan herbal, atau obat herbal yang paling agung dan mulia tanpa efek samping.

Dalam pengobatan China, Lingzhi terkenal sebagai 'raja tonikum" karena menempati kelas tertinggi sebagai tonik untuk memperpanjang umur.

Li Shi Zen dari Dinasti Ming, guru besar pengobatan Cina menyimpannya dalam Ben Cao Gan Mu. Dia mengatakan," Penggunaan LingZhi secara luas akan menjamin bentuk tubuh yang ramping dan peremajaan, menikmati usia yang panjang seperti sebuah keabadian....."
Sekitar 2400 tahun yang lalu, pada masa Dinasti Shu, ling zhi sangat langka dan hanya digunakan untuk pengobatan raja-raja dan bangsawan di Cina. Kaisar Shih Huang Ti (259-210 SM), pendiri tembok besar Cina, juga menggunakan jamur ling zhi sebagai obat hidup abadi. Konon, kaisar dari Dinasti Wei ini pernah mengerahkan 3000 orang prajurit dan perwira angkatan lautnya ke Jepang untuk mencari sari tanaman yang diberitakan ampuh sebagai elixir of immortality (jamu awet muda yang membuat orang "tidak mati-mati"). Ternyata, sari tanaman yang dimaksud adalah sari jamur reishi.

Suku Sherpa yang tinggal di pegunungan Himalaya menggunakan jamur lingzi, dan terbukti mereka mampu bertahan hidup walau di medan terjal dengan perubahan musim yang ekstrem.

Sekarang ini, dengan bantuan teknologi moderen, unsur-unsur yang menyebabkan LingZhi menjadi berkhasiat ini diteliti terus menerus dan memang terbukti secara klinis bahwa jamur ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.

Hasil penelitin menyebutkan bahwa jamur ini mampu mengoptimalkan dan mengatur sistem kekebalan tubuh, menghambat sel kanker payudara, mendukung fungsi hati,  dan fungsi lain seperti menurunkan gula darah, kadar kolesterol, mencegah batuk dan insomnia

Kandungan Ling Zhi

Kandungan utama lingzhi adalah protein, polisakarida (ganodelan A, ganodelan B, dan beberapa jenis glukans), triterpenoid (asam ganodermik, ganodermadiol, dan 110 macam lainnya) yang strukturnya mirip hormon steroid, juga germanium, ergosterol, coumarin, mannitol, alkaloid, asam lemak tak jenuh, adenosin, dan berbagai vitamin (B, C, D) serta mineral (natrium, kalsium, seng, besi, fosfor).

1. Polisakarida : Mempunyai susunan glukosa, yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh, membentuk antibodi, melawan kanker, alergi, juga menurunkan gula darah, lemak darah, serta membantu menyembuhkan hepatitis B.

2. Adenosine : Kandungan kira-kira 1% yang dapat menenangkan fungsi darah, menurunkan kadar kolesterol dan lemak dalam darah, menurunkan kadar lipid darah dan menstabilkan membran sel darah merah, mencegah pembekuan darah, anti penggumpalan trombosit, memperlebar pembuluh darah jantung, menyeimbangkan PH darah dan mencegah kepikunan.

3. Triterpenoid : Setiap kandungan terdapat 100 jenis, dengan total kandungan kira-kira 4%, dengan rasa pahit yang khas, berfungsi melindungi hati, anti alergi,menormalkan enzim empedu dan meningkatkan sistem pencernaan.

4. Germanium Organik : Mempunyai kandungan penambah oksigen ke dalam darah manusia hingga 1,5 kali lebih kuat. Memperlancar peredaran darah, mencegah penuaan dini, memperkuat kekebalan tubuh.

Manfaat Jamur Ling Zhi

Mengkonsumsi ramuan dari lingzhi memiliki efek yang bersifat melindungi organ tubuh, mengobati, membangun, dan berdampak positif terhadap penyempurnaan organ lain yang sedang sakit. Hingga detik ini belum pernah diketemukan efek negatif yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi ramuan berbahan dasar lingzhi baik itu jangka pendek maupun jangka panjang

1. Meningkatkan  kebugaran tubuh

Para pakar Jepang Koseisho Health Departement telah meneliti manfaat jamur ling zhi melalui senyawa aktif yang dikandungnya. Ternyata, jamur ling zhi mengandung germanium organic.  Senyawa ini mampu menyerap oksigen sehingga suplai oksigen di dalam darah meningkat 1,5 kali lipat.

Kandungan oksigen dalam darah inilah yang menyebabkan tubuh terlihat lebih segar, bugar dan awet muda. Manfaat jamur ling zhi ini melebihi khasiat ginseng 6 kali lipatnya.

2. Mencegah dan Melawan Sel-sel Kanker

Racun dalam tubuh adalah lahan empuk bagi sel-sel kanker untuk tumbuh dan berkembang biak. Jamur Ling Zhi berkhasiat membersihkan racun dari dalam tubuh. Jika tubuh telah bersih dari racun, otomatis sel-sel kanker tidak akan mampu berkembang biak atau menyebar, bahkan akan mati.

Prof. Feng-Lin Hsu, Ph.D, seorang profesor dan direktur di Graduate Insitute of Pharmacognosy Science, Taipei Medical University, Departemen Ilmu dan Teknologi Farmakognosi, Jepang, yang meneliti manfaat jamur ling zhi mengungkapkan bahwa kandungan polisakarida, germanium, triterpenoid dapat mencegah kanker payudara.

3. Menormalkan Fungsi Tubuh yang Terganggu


Daya adaptogen jamur Ling Zhi mampu memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak atau menormalkan kembali sel-sel yang tidak normal. Karena itu, jamur ling zhi dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit karena kemampuannya memperbaiki organ-organ dalam tubuh sehingga dapat berfungsi normal kembali.

Secara singkat, Lingzhi bermanfaat didalam membantu proses penyembuhan lebih dari 150 penyakit. Lingzhi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menormalkan tekanan darah  tinggi maupun rendah,  mencegah stroke, antioksidan, antinyeri, antiradang, antivirus, antijamur, antialergi, menurunkan kadar lemak, kolesterol dan gula darah, menyembuhkan bronchitis dan hepatitis, menekan efek samping kemoterapi/radiasi. Manfaatnya yang beragam dan telah dibuktikan secara turun temurun dan juga melalui berbagai penelitian medis, maka layaklah kalau jamur ini disebut " Jamur Dewa" yang dapat dikonsumsi dalam jangka  panjang, tanpa efek samping.

Produk terkait : klikdisini 

Makanan Kemasan Pengundang Maut

Makanan kaleng, memang praktis. Tapi ada oknum ada yang mengakali makanan kemasan kadaluarsa dan dijual lagi.

Simak liputannya :


Susuku Tak Murni Lagi

Sejumlah oknum tak bertanggung jawab membuat susu cair dioplos dengan air cucian beras yang membuat susu tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya.

Simak liputannya :

Cumi Cumi Berformalin dan Bertedergen

Lagi-lagi Cumu-cumi diolah dengan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks...Simak liputannya :



Nasi Goreng dengan Ayam Tiren

Ini dia kalau dari awal niatnya tidak baik, nasi gorengpun dibuat dengan ayam  tiren yang hasilnya banyak mikroba didalam nasi goreng tsb.

Simak liputannya :


 

Popular Posts

Cloud