Mengurangi Derita Karena Haid

Sekitar 80% perempuan mengalami beberapa gejala Premenstrual Syndrome (PMS). Dari jumlah itu sekitar 10% mempunyai gejala PMS cukup parah sehingga berdampak pada pekerjaan, gaya hidup atau hubungan sosial secara signifikan.

Gejala PMS yang sering menghantui perempuan antara lain nyeri perut, nyeri payudara, mood yang labil, gampang capek, jerawatan, sakit kepala, mudah marah, sulit konsentrasai hingga gangguan tidur.

Kebanyakan perempuan masih sanggup menahan gejala PMS mereka, sehingga gejala PMS tersebut tidak mengganggu dan mereka dapat hidup sehat serta produktif.

PMS bisa dikurangi dengan melakukan kebiasaan hidup sehat, latihan secara berkala. Latihan yang dapat membantu meringankan gejala PMS seperti aerobik selama 30 menit yang dilakukan seminggu 3-5 kali, berenang, berjalan kaki, dan kegiatan low impact aerobik. Selain untuk mengurangi PMS juga bagus untuk kesehatan cardiovascular, menjaga dan mengurangi berat badan, serta peningkatan percaya diri.

Selain aerobik seperti dilansir dari Health24, Kamis (30/7/2009), sebaiknya juga jangan merokok, hindari alkohol, kafein, meningkatkan asupan karbohidrat yang kompleks, magnesium, seng, vitamin A, vitamin E, vitamin B6, dan dan usahakan setiap hari melakukan relaksasi untuk mengurangi stres.

Hal-hal dasar yang harus dipahami untuk mengurangi gejala PMS, yaitu:

  • Jangan melewatkan makan, untuk menjaga tingkat gula darah Anda, lebih baik makan sedikit tapi sering.
  • Jika Anda premenstrual, kebutuhan kalori anda meningkat 500 kalori perhari.
  • Makanlah makanan ringan dua kali sehari, di luar makanan utama Anda yang tiga kali sehari.
  • Makanlah protein pada saat makan siang dan makan malam.
  • Mengurangi konsumsi lemak dan gula.
  • Minumlah delapan gelas air putih sehari.
  • Pastikan Anda mengkonsumsi setidaknya 3 porsi buah-buahan dan sayuran (terutama sayuran yang hijau) setiap hari.
  • Hindari makan yang mengandung gula dalam jumlah besar (manis, kue dan biskuit).
  • Menjaga konsumsi garam agar tidak berlebihan, sehingga membuat tubuh Anda bisa menahan kandungan air.
  •  Pastikan makanan diet Anda kaya akan magnesium, besi, seng, kromium, dan yang penting fatty acid dan vitamin B, vitamin C, dan vitamin E.
  • Makanlah ikan setidaknya dua kali selama masa PMS.
  • Tingkatkan asupan karbohidrat yang kompleks (misal pasta dan nasi).
  • Hindari kafein yang terdapat di kopi, teh, minuman cola dan coklat. (detikhealth)

10 Cara Alami Redakan Nyeri Haid

Premenstrual Syndrome atau PMS adalah sejumlah gejala yang muncul satu atau dua minggu sebelum periode bulanan wanita dan dapat berlangsung sampai beberapa hari setelah haid berakhir. PMS mempengaruhi 80 persen wanita. Gejala-gejalanya dapat berkisar dari ringan sampai berat dan berbeda pada tiap wanita, namun seringkali berupa;

1. Payudara nyeri dan bengkak
2. Sakit kepala
3. Nyeri atau kram
4. Ngidam Makanan
5. Kembung
6. Depresi dan menangis
7. Merasa sakit dan kelelahan

Ada banyak cara alami untuk mengobati kondisi ini. Seperti dilansir Symptomfind.com, Senin (2/1/2012), berikut adalah obat alami untuk mengatasi nyeri haid.

1. Vitamin B1 dan B2
Menurut sebuah penelitian dari University of Massachusetts, wanita yang rutin mengkonsumsi Vitamin B1 dan B2 mengalami nyeri haid yang lebih ringan. Penelitian ini juga menemukan bahwa hanya mengonsumsi suplemen vitamin ini saja tidak cukup dan sebaiknya mendapat asupannya dari bahan makanan. Artinya, ada beberapa pengaruh yang sinergis antara vitamin dan nutrisi lainnya dalam makanan.

2. Biji-bijian utuh
Beberapa penelitian telah mengkonfirmasi bahwa vitamin B6 yang ditemukan dalam biji-bijian bermanfaat untuk mengurangi gejala PMS. Jadi tidak perlu berhenti memakan karbohidrat selama haid. Namun wanita perlu memastikan bahwa ia memakan seluruh karbohidrat dalam gandum karena karbohidrat dalam makanan olahan dapat membuat gejalanya menjadi lebih buruk.

3. Kalsium dan Vitamin D
Kalsium dan Vitamin D sangat dianjurkan untuk membantu meringankan gejala PMS jika dikonsumsi sejak dini. Sangat penting untuk meminumnya bersama-sama karena vitamin D membantu penyerapan kalsium. Vitamin paling baik diperoleh dari makanan karena dipengaruhi oleh nutrisi lainnya dalam makanan. Dalam hal ini, suplemen juga akan membantu meringankan gejala depresi, kelelahan, dan hilangnya nafsu makan.

4. Chaste Tree Berry
Menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam British Medical Journal, chaste tree berry efektif mengurangi perasaan mudah marah, depresi, nyeri payudara, dan sakit kepala. Wanita yang meminum beberapa obat untuk mengatasi gangguan hormon tidak boleh mengkonsumsi chaste tree berry karena dapat berinteraksi dengan obat utama.

5. Magnesium
Magnesium telah lama dipelajari untuk mengurangi gejala PMS dengan hasil yang konsisten menunjukkan bahwa magnesium membantu meringankan gejala gangguan suasana hati yang berhubungan PMS hati seperti depresi dan mudah tersinggung. Jumlah yang disarankan bervariasi bagi tiap individu, namun kisarannya adalah antara 200 - 360 mg 3 kali per hari. Pasien jantung atau ginjal harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi magnesium karena dapat menimbulkan komplikasi.

6. Evening Primrose Oil
Evening primrose oil agak kontroversial efeknya untuk mengatasi nyeri haid. Secara keseluruhan, penelitian menyimpulkan bahwa bahan ini mungkin efektif, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

7. Akupunktur
Akupunktur telah digunakan selama ribuan tahun dalam pengobatan tradisional Cina. Menurut kepercayaan pengobatan tradisional Cina, masalah kesehatan disebabkan oleh energi yang stagnan dalam tubuh. Meskipun ada sedikit bukti ilmiah mengenai cara kerja akupunktur, penggunaan ribuan tahun menunjukkan bukti yang mendukung keampuhan pengobatan ini.

8. Pijat
Menurut beberapa penelitian dari Touch Research Institute di University of Miami Medical School, pijat efektif mengurangi gejala PMS, terutama gejala depresi dan rasa sakit. Pijat mendorong sirkulasi getah bening dan dapat mengurangi retensi cairan. Perempuan harus minum banyak air untuk membantu membuang kelebihan racun dan cairan dari tubuh setelah pemijatan. Karena pijat adalah teknik non-invasif dan bebas kimia, maka dipastikan aman bagi hampir semua orang.

9. Perubahan pola makan
Perubahan pola makan dapat membantu meringankan gejala fisik PMS. Mengurangi asupan garam bisa membantu meringankan pembengkakan, nyeri payudara, dan pusing. Kurangi kafein untuk membantu mengatasi gejala depresi. Hindari alkohol untuk mengurangi depresi serta sakit kepala dan mual. Meningkatkan asupan air akan membantu meringankan sakit kepala, pembengkakan, dan nyeri otot.

10. Olahraga
Olahraga dapat membantu meringankan nyeri otot, terutama di punggung dan perut bagian bawah, serta membantu mengurangi retensi air. Olahraga juga berguna bagi mereka yang mengalami insomnia selama siklus haidnya. Karena olahraga adalah pembangkit energi alami, maka juga akan membantu meringankan gejala kelelahan. Pastikan untuk tidak berlebihan dalam berolahraga karena beberapa gejala seperti pusing dan mual dapat menjadi lebih buruk karena olahraga.(detikhealth)

5 Cara Menaklukkan Sindrom Pra Menstruasi

Premenstruasi Syndrome (PMS) atau sindrom pra menstruasi sering menjadi masalah setiap bulannya bagi wanita. Tapi PMS tidak harus menyebabkan kesengsaraan. Setidaknya ada 5 cara sehat untuk menaklukkan PMS. Apa saja?

Sebelum memasuki masa menstruasi, wanita biasanya sering merasa kram perut, perubahan suasana hati, kembung dan mual. Hal ini sebenarnya wajar, tapi ada beberapa cara untuk meredakannya.

Dilansir dari Sheknows, Kamis (6/10/2010), berikut 5 cara menaklukkan sindrom pra menstrusi:

1. Olahraga ringan
Olahraga ringan seperti jalan cepat dan berenang dapat membantu meringankan kram yang menyakitkan dan mengurangi kembung. Yoga dan pilates juga baik untuk relaksasi dan peregangan.

2. Mengurangi ngemil (craving)
Saat sedang PMS, sebaiknya Anda mengurangi kebiasaan untuk mengemil coklat, keripik atau cemilan lainnya. Fluktuasi hormon dapat menyebabkan Anda kecanduan. Sebaiknya jaga pola makan, perbanyak minum air putih dan jaga asupan garam dan kadar gula darah. Hal ini dapat membantu menjaga nafsu makan dan mengurangi rasa kembung.

3. Tidur dan istirahatlah
Tubuh akan melakukan tugas penyembuhan dan memberi energi saat Anda sedang tidur. Selain itu, Anda bisa lebih lelah dan lebih lambat dari biasanya sebelum dan selama periode menstruasi, jadi tidur dapat memulihkan energi Anda kembali.

Sementara PMS benar-benar bisa mengganggu tidur, Anda dapat mengurangi atau menghilangkan asupan kafein untuk tidur lebih baik.

4. Gunakan cara lama, bantal atau botol air panas
Anda mungkin tidak percaya ketika nenek atau ibu Anda menyarankan untuk menggunakan bantal atau botol air panas. Tapi hal tersebut sebenarnya benar, bantal dan botol air panas yang diletakkan di perut bagian abawah atau punggung dapat meredakan kram karena PMS dan membuat Anda bersemangat kembali.

5. Jangan sembarang minum obat
Banyak wanita yang mengonsumi obat seperti naproxen dan ibuprofen untuk menghilangkan atau setidaknya mengurangi beberapa gejala PMS. Selain itu, ada solusi alami dan herbal yang tak terhitung jumlahnya. Jangan sembarangan mengonsumsi obat karena efeknya justru bisa jangka panjang.(detikhealth)

Hal-hal yang Normal dan Tidak Normal dari Menstruasi

Menstruasi merupakan siklus rutin yang dialami oleh setiap perempuan subur. Tapi beberapa diantaranya kadang mengalami siklus menstruasi yang tidak normal. Untuk itu ketahui apa yang termasuk normal dan tidak normal dari siklus menstruasi.

Setiap bulan indung telur perempuan akan mengeluarkan satu sel telur yang disebut dengan masa ovulasi. Pada saat yang sama perubahan hormon mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Jika ovulasi terjadi dan sel telur tidak dibuahi, maka lapisan rahim ini akan runtuh dan terjadilah menstruasi.

Siklus menstruasi bisa membantu seseorang mengetahui waktu ovulasi (masa subur), perdarahan menstruasi yang tidak terduga atau sebagai tanda awal kehamilan. Sedangkan siklus menstruasi yang tidak teratur bisa menjadi tanda awal masalah kesehatan serius.

Untuk itu ketahui apa saja yang terbilang normal dan tidak normal dalam siklus menstruasi, seperti dikutip dari Mayoclinic, Selasa (28/6/2011) yaitu:

Hal yang normal dalam siklus menstruasi

  •  Siklus menstruasi dihitung mulai dari hari pertama hingga ke hari pertama siklus menstruasi berikutnya, dan biasanya tidak sama bagi tiap perempuan. Selama beberapa tahun pertama menstruasi, siklus umumnya lebih panjang tapi siklus ini semakin lama akan lebih singkat dan menjadi lebih teratur.
  •   Beberapa keluhan yang muncul saat menstruasi ada yang masih dianggap normal, seperti rasa nyeri atau gangguan suasana hati, selama hal tersebut tidak mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari.
Tapi untuk mengetahui apakah siklus menstruasi normal atau tidak, mulailah dengan membuat catatan mengenai tanggal menstruasi selama beberapa bulan untuk tahu apakah siklusnya teratur atau tidak, lamanya menstruasi, apakah darah yang keluar terlalu banyak atau sedikit dan nyeri yang dirasakan.

Hal yang tidak normal dalam siklus menstruasi
Beberapa hal bisa terjadi selama menstruasi dan terbilang tidak normal seperti:
  •     Menstruasi tiba-tiba berhenti selama lebih dari 90 hari
  •     Datangnya menstruasi menjadi tidak teratur, padahal sebelumnya rutin
  •     Mengalami menstruasi selama lebih dari 7 hari
  •     Darah yang keluar lebih banyak dibanding biasanya, atau memerlukan lebih dari 1 pembalut dalam waktu 2 jam
  •     Mengalami sakit atau nyeri parah yang mengganggu aktivitas
  •     Mengalami demam atau sakit setelah menggunakan pembalut
Siklus menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan oleh banyak hal seperti kehamilan, gangguan makan, kehilangan berat badan yang terlalu ekstrim serta stres. Tapi bisa juga disebabkan oleh adanya masalah kesehatan yang serius seperti sindrom ovarium polikistik (Polycystic ovary syndrom/PCOS), hilangnya fungsi ovarium normal sebelum usia 40, endometriosis atau penyakit radang panggul. (detikhealth)

Cara Menghalau Sindrom Premenstruasi

Sindrom premenstruasi (PMS) merupakan suatu kejadian yang biasa bagi banyak perempuan. Sehingga para perempuan menganggap PMS sebagai bagian normal dari siklus menstruasi. Sekitar 8-20 persen dari wanita mendapatkan gejala PMS sedang hingga berat kira-kira 1 atau 2 minggu sebelum siklus menstruasi.

"Gejala PMS dapat meliputi berbagai perubahan fisik dan emosional. Keluhan terbesar dari gejala PMS adalah perubahan suasana hati, seperti merasa sangat kesal atau sedih. Sedangkan gejala fisik yang dialami saat PMS, antara lain perut kembung, nyeri payudara, dan sakit kepala," kata ginekolog Rebecca Kolp, MD, direktur medis dari Mass General West in Waltham, Mass.

Tingkat fluktuasi hormon dan bahan kimia otak diduga telah memainkan peran saat PMS. "Telah terdapat bukti bahwa diet yang baik meringankan keparahan gejala PMS," kata Elizabeth Bertone Johnson, ScD, seorang profesor epidemiologi dari University of Massachusetts, Amherst. Prof. Johnson telah melakukan penelitian mengenai peran gizi dalam PMS .

Seperti dikutip dari WebMD, Selasa (18/10/2011), berikut terdapat 8 cara untuk membantu meringankan gejala PMS, antara lain:

1. Menikmati makanan tinggi kalsium
Dalam sebuah penelitian dikemukakan bahwa, "wanita dengan asupan tinggi kalsium dan vitamin D memiliki kemungkinan yang lebih rendah untuk mengalami gejala PMS yang berat. Dengan 3 porsi makanan yang kaya kalsium dalam sehari, seperti susu rendah lemak, keju, yoghurt, jus jeruk dengan fortifikasi, atau susu kedelai dapat meringankan gejala PMS. Jika mengalami kesulitan untuk mendapatkan cukup vitamin D dari makanan sehari-hari, banyak suplemen kalsium yang juga mengandung vitamin D. Adapun mengapa kalsium dapat meringankan PMS, karena kalsium bekerja di otak untuk meredakan gejala depresi atau kecemasan, dan vitamin D juga dapat mempengaruhi perubahan emosional," kata Prof. Johnson.

2. Jangan melewatkan jadwal makan
"Perubahan hormon karena PMS dapat menyebabkan efek domino pada nafsu makan," kata Elizabeth Somer, seorang ahli diet dan penulis buku Eat Your Way to Happiness. Agar tidak sampai merasa terlalu lapar, maka sebaiknya makan makanan biasa dan makanan ringan sepanjang hari. Jika merasa sedang memiliki mood yang buruk akibat PMS, dengan melewatkan jadwal makan hanya akan membuat lebih mudah marah karena kadar gula darah menurun.

3. Mengonsumsi makanan yang kaya protein, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian
Diet sehat setiap hari, meskipun tidak sedang PMS adalah pendekatan yang lebih baik untuk meringankan gejala PMS. Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa, wanita yang mengonsumsi makanan yang tinggi tiamin (vitamin B1) dan riboflavin (vitamin B2) memiliki risiko yang signifikan lebih rendah dari keparahan gejala PMS. Hal tersebut akan bermanfaat bagi perempuan yang mendapatkan asupan vitamin B dari makanan, bukan dari suplemen.

4. Jangan mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak gula
Gula dapat menjadi penyebab perubahan kadar hormon estrogen dan progesteron, dan juga dapat menurunkan kadar bahan kimia serotonin dalam otak. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi suasana hati seseorang dan memicu gejala PMS. Bahkan penelitian telah menunjukkan bahwa, beberapa wanita yang sedang PMS sebaiknya mengonsumsi 200-500 kalori tambahan per hari. Jumlah tambahan asupan tersebut dapat berasal dari biji-bijian. Daripada mengonsumsi makanan yang mengandung banyak gula dan dapat menurunkan kadar serotonin.

5. Mengonsumsi alkohol dan kafein
Sebuah penelitian telah mengungkapkan bahwa, mengonsumsi alkohol dapat membantu wanita yang mengalami PMS atau Premenstrual dysphoric disorder (PMDD), mungkin sebagai upaya untuk mengobati gejala PMS yang dialami.

PMDD adalah bentuk yang lebih parah dari PMS, di mana gejala emosional lebih dominan. Meskipun para wanita sering disarankan untuk menghentikan konsumsi alkohol dan kafein. Namun belum ditemukan bukti bahwa alkohol dan kafein dapat merugikan bagi perempuan yang mengalami gejala PMS yang parah. Sehingga tidak ada salahnya jika mengonsumsi alkohol dan kafein untuk meredakan nyeri payudara dan perut kembung akibat dari PMS.Tentunya hal tersebut tidak berefek negatif jika tidak dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

6. Mengurangi asupan garam
Karena hampir segala makanan mengandung garam sehingga hampir mustahil untuk menghindari natrium sama sekali. "Tetapi mengurangi asupan garam dapat mengurangi kembung dan retensi air tidak nyaman dari PMS," kata Somer.

7. Mempertimbangkan penggunaan suplemen
Selain makan makanan sehat, mengobati gejala PMS juga dapat dengan kombinasi olahraga, pengurangan stres, dan beberapa suplemen. Sebaiknya setiap hari mengonsumsi multivitamin, antara lain:
a. 100 mg vitamin B6 per hari
b. 600 mg kalsium karbonat dengan vitamin D setiap hari
c. 400 mg magnesium oksida

Mengonsumsi vitamin B6 dan magnesium saat PMS mungkin dapat memperbaiki perubahan mood, dan magnesium dapat mengurangi retensi air. Seperti biasa, beritahu dokter mengenai suplemen yang dikonsumsi untuk menghindari interaksi obat yang mungkin terjadi.

8. Melakukan gaya hidup yang sehat
Ada beberapa bukti bahwa mempertahankan berat badan yang sehat dapat membantu mencegah PMS, dan bahwa wanita yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas lebih cenderung mengalami gejala PMS yang parah. Melakukan beberapa latihan fisik dapat membantu menjaga ukuran pinggang dan juga dapat merupakan suatu kegiatan untuk melepaskan stres. "Stres memainkan peran besar dalam intensitas gejala PMS," kata Kolp. Sehingga mengurangi gejala PMS dapat dengan kegiatan yang membuat pikiran rileks, seperti berolahraga, atau melakukan yoga.

Merasa lelah juga merupakan gejala lain dari PMS, sehingga saat PMS mungkin membutuhkan lebih banyak tidur dibanding biasanya. Sebuah penelitian juga telah menunjukkan bahwa merokok, terutama pada remaja, dapat meningkatkan risiko untuk mengalami gejala PMS yang parah. (detikhealth)

Saat Datang Bulan Begitu Menyiksa

Banyak perempuan yang mengalami gejala pramenstruasi (PMS) sebulan sekali. Namun beberapa perempuan memiliki bentuk yang lebih parah dari PMS, yang dikenal sebagai premenstrual dysphoric disorder (PMDD). Perubahan mood yang ekstrem dapat menjadi gejala dari PMDD.

PMDD mempengaruhi sekitar 8 persen dari perempuan selama masa reproduksi. Para perempuan yang memiliki riwayat keluarga dengan depresi dapat memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi tersebut.

Penelitian sebelumnya juga menunjukkan kemungkinan adanya hubungan antara tingkat PMDD dan kadar serotonin yang rendah. Serotonin merupakan sebuah kimia dalam otak yang membantu mengirimkan sinyal saraf.

Gejala PMDD biasanya muncul pada minggu terakhir siklus menstruasi, tetapi dapat mulai membaik dalam beberapa hari setelah mulai menstruasi.

Gejala umum dari PMDD dapat termasuk, antara lain:

1. Perubahan suasana hati dan kecemasan
2. Kemarahan atau lekas marah
3. Perasaan depresi
4. Gangguan tidur dan kelelahan
5. Perubahan nafsu makan
6. Kesulitan konsentrasi

Dokter biasanya meresepkan antidepresan untuk mengobati PMDD, tetapi ada juga solusi alami yang dapat membantu meringankan gejala.

"Perempuan dapat mengambil berbagai suplemen vitamin untuk membantu meringankan masalah PMDD, termasuk vitamin E, kalsium, vitamin B6, dan magnesium. Obat herbal seperti minyak bunga evening primrose dan chaste tree berry juga telah menunjukkan manfaat yang positif untuk membantu meringankan gejala pramenstruasi yang ekstrem," kata Dr Jennifer Landa, seorang ahli dalam terapi hormon bioidentik seperti dilansir dari FoxNewsHealth, Selasa (20/3/2012).

Pil KB telah terbukti membantu mengontrol hormon selama PMDD, namun progesteron mungkin juga dapat menjadi pilihan hormon yang lebih baik. Banyak perempuan mengalami penurunan kadar progesteron pada hari kedua dari siklus menstruasi, yaitu ketika gejala mulai muncul.

"Progesteron tidak hanya membantu meredakan gejala PMDD, tetapi juga dapat membantu meringankan gejala fisik yang terkait dengan PMDD, seperti kembung, nyeri payudara, dan gejala lainnya," kata Dr Landa. (detikhealth)

3 Faktor yang Bisa Memperburuk Periode Menstruasi

Gejala menstruasi seperti kram perut dan kembung dapat memburuk oleh pengaruh lingkungan. Kondisi lingkungan tertentu bahkan tidak hanya membuat menstruasi lebih berat, tetapi juga meningkatkan risiko terhadap kondisi kesehatan seperti endometriosis dan fibroid.

Endometriosis adalah penyakit kronis yang ditandai dengan tumbuhnya jaringan dalam rahim yang dapat menyebabkan infertilitas. Sedangkan fibroid adalah tumor otot yang tumbuh di sisi rahim dan dapat menyebabkan menstruasi berat dan infertilitas.

Para ilmuwan percaya bahwa paparan bahan kimia dalam makanan tertentu menjadi penyebabnya. Seperti dilansir prevention, Kamis (16/8/2012) berikut 3 hal yang dapat memperburuk periode menstruasi:

1. Tabir surya

Tabir surya memang diperlukan untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya sinar matahari. Tetapi tabir surya mengandung bahan-bahan tertentu yang dapat mempengaruhi bagian reproduksi wanita.

Bukti terbaru dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science & Technology dari hasil penelitian yang menunjukkan bahwa wanita dengan tingkat tinggi dari benzofenon atau filter UV memiliki risiko endometriosis yang lebih tinggi juga.

Bahan seperti benzofenon biasanya digunakan untuk produk kosmetik dan tabir surya. Kurangi paparan bahan kimia tersebut dengan memilih tabir surya yang alami.

2. Pestisida

Untuk mengevaluasi dampak pestisida terhadap siklus menstruasi wanita, peneliti menganalisa siklus menstruasi dari para wanita petani yang selalu terpapar pestisida. Ternyata pestisida yang digunakan di pertanian juga dapat mencemari pakaian dan mengontaminasi air minum.
3 Faktor yang Bisa Memperburuk Periode Menstruasi


Hasil penelitian menunjukkan bahwa paparan pestisida menyebabkan perdarahan menjadi lebih berat dan siklus menstruasi lebih lama. Pestisida yang paling umum adalah atrazin dan glifosat (Roundup) yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi aromatase, enzim yang mengubah testosteron menjadi estrogen.

Hal ini dapat menyebabkan periode menstruasi lebih berat dan menyakitkan. Jika pestisida mengontaminasi air minum, gunakan filter yang dapat menurunkan kadar atrazin dan pestisida lainnya dalam air.

Selain itu cermatlah dalam memilih sayuran dan buah-buahan, pilihlah produk yang organik atau cucilah buah dan sayur hingga benar-benar bersih agar terbebas dari paparan pestisida yang digunakan selama proses pertanian.

3. Konsumsi lemak trans

Lemak trans tidak hanya terbukti dapat merusak kesehatan jantung, namun juga dapat mempengaruhi sistem reproduksi wanita.

Sebuah studi pada tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans dalam kadar yang tinggi, lebih berisiko terhadap endometriosis hingga 50 persen.

Atasi hal ini dengan makan makanan yang mengandung efek sebaliknya, yaitu makanan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti ikan salmon. Konsumsi tertinggi dari asam lemak omega-3 terbukti dapat mengurangi 22 persen risiko pada wanita yang telah didiagnosis dengan endometriosis. (detikhealth)
 

Popular Posts

Cloud